Mei 2017

CARA MENERIMA DAN BERDAMAI DENGAN MASA LALU DIRI SENDIRI

Terkadang banyak hal-hal dimasa lalu entah pengalaman pahit atau memalukan yang sulit sekali dihilangkan dari pikiran kita, semakin ingin dihilangkan malah semakin susah dilupakan, akibatnya kita tidak bisa menerima diri sendiri dan semakin sulit berdamai dengan masa lalu yang sudah lewat.

Namun cara terbaik untuk berdamai dengan masa lalu bukanlah dengan melupakan apa yang sudah terjadi, melainkan tetap mengingatnya dan menerima itu semua menjadi bagian dari diri Anda sendiri. Karena itu hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menerima diri sendiri dan dengannya Anda bisa hidup lebih damai sekelam apapun masa lalu Anda.

Menerima diri sendiri dan orang lain


Pahamilah bahwa setiap orang pasti:

  • Memiliki kekurangan dan ketakutannya sendiri-sendiri
  • Pernah melakukan kesalahan dan dosa (ini sangat wajar dan manusiawi)
  • Tidak tahu dan tidak bisa apa-apa pada awalnya
Berdamai dengan diri sendiri adalah proses menerima kegagalan, kekurangan, kelebihan, kesalahan, dosa, pengetahuan, dan semua yang sudah ada dalam diri Anda sebagai bagian dari kehidupan Anda, secara internal memang terlihat mudah dilakukan namun pada prakteknya di kehidupan nyata tidak semudah teorinya. Karena itu mengertilah bahwa proses ini perlu dilakukan dari kedua sisi yaitu internal dan eksternal.

Eksternal dalam artian kita mau menerima keadaan dan respek terhadap orang lain, karena percuma walau Anda bisa berdamai dengan masa lalu diri sendiri namun Anda sendiri tidak mau menerima/berdamai dengan masa lalu orang lain.

Kedamaian hanya bisa dicapai saat Anda bisa menerima diri sendiri, lingkungan, keadaan, dan sesama dengan baik, itulah yang membuat kita menjadi makhluk sosial, everything has a reason, tidak semua orang memiliki pemikiran seperti Anda, tidak semua orang sejalan dengan Anda, mungkin mereka punya prioritas yang berbeda, mungkin mereka punya keadaan/situasi yang berbeda, terimalah itu karena begitu Anda mengerti dan menerima keadaan seseorang, akan jauh lebih mudah bagi kita menerima orang lain termasuk mereka yang tidak sependapat dengan kita.

Carilah kedamaian bukan power/kekuasaan


Satu hal yang saya pelajari dari dunia marketing adalah fear sells. Rasa takut itu sangat-sangat menjual. Jika Anda bisa membuat seseorang merasa lebih rendah (inferior) dari Anda, maka mereka akan pergi “membeli sesuatu” untuk membuat dirinya merasa lebih baik.

Ada istilah fear of missing out, rasa takut tertinggal inilah yang menyebabkan kita terus-terusan mengupgrade smartphone/laptop kita ke versi terbaru, membeli barang-barang untuk gengsi semata, membanding-bandingkan gaji, membeli motor/mobil bermerek untuk sekedar gaya hidup, dan semacamnya.

Bayangkan setiap hari di internet Anda dibombardir oleh ribuan orang entah di media online, sosial media dan YouTube yang setiap harinya melakukan (achieve) hal-hal luar biasa dalam hidupnya, ada anak muda penuh skandal tiba-tiba populer dan terkenal, ada anak yang masih berusia 17 tahun sudah jadi jutawan bahkan milyarder dari bisnis onlinenya, semua ini mengarah pada 1 pertanyaan: “Apa yang sudah Anda lakukan dengan hidup Anda?”.

Sebagian orang akan merasa benci/iri dan menjadi orang yang kita kenal dengan haters didunia maya, menghabiskan waktu mereka untuk membuat orang lain semakin populer dan terkenal (thanks to haters, without them stupid people can’t be famous).

Sebagian lainnya akan merasa tertinggal, mereka akan mencoba mencapai suatu achievement untuk membuktikan diri sehingga dengannya mereka bisa merasa lebih baik.

Well forget it, just move on.

Bukan berarti achievement itu tidak berarti, namun bukan itu yang diperlukan dalam mencari kedamaian diri, pertama kita harus menerima bahwa akan selalu ada orang yang lebih hebat dan lebih sukses dari Anda sekuat apapun Anda berusaha, akan selalu ada pula orang yang lebih gagal dari Anda walaupun Anda merasa biasa-biasa saja.

Mengejar achievement, power, money, popularity, etc hanya akan membuat diri Anda puas sesaat, Anda akan tetap merasa tertinggal, Anda akan tetap merasa kesepian, Anda akan tetap merasa ada hal lebih yang bisa Anda lakukan/achieve, karena itu carilah kedamaian diri, tanamkan ini dengan baik dikepala Anda:

You don’t have to prove anything to anybody.

Anda tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun.


Dimanapun Anda berada, tetaplah disana, mulai dari situ, syukuri apapun yang sudah ada, dan gunakan/lakukan apapun yang bisa Anda lakukan, faktanya menjadi orang hebat/unik/spesial tidaklah begitu penting, jangan mengorbankan kedamaian diri Anda hanya untuk perhatian/kenikmatan/kebanggaan/achievement palsu semata, bukan berarti itu semua tidak penting, namun itu bukanlah hal yang harus menjadi motivasi utama dalam hidup Anda.

Intinya adalah jika Anda tidak bisa menemukan kedamaian/kenikmatan dalam hal-hal simpel maka Anda tidak akan menemukan kedamaian dimanapun Anda berada.

Karena itu fokuslah pada kesederhanaan, ambil nafas panjang, slow down, tersenyumlah dan biarkan kata-kata ini meresap sekali lagi kedalam pikiran Anda:

You don’t have to prove anything to anybody, including yourself.

sumber : http://solusik.com/berdamai-dengan-masa-lalu-diri-sendiri/ 

BAGAIMANA CARA MENCARI PASSION ANDA

Sering kita mendengar kata Passion, sebenarnya apa sih arti sesungguhnya dari Passion. Bahkan ditempat kerjaan sekalipun, passion Anda apa?, atau mungkin dalam diri sendiri kita sering bertanya: sebenarnya passion saya apa ya?. hmm

Passion adalah sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya.
Passion adalah dimana kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai itu.
Passion adalah sesuatu yg dikerjakan dengan ikhlas, tanpa paksaan dan suatu bentuk panggilan dari alam bawah sadar manusia
Passion adalah dimana kita tidak memikirkan untung dan rugi.
Passion adalah ketika kita melakukan hal itu begitu saja dan lupa dengan hal yang lain.
Passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa kita merasa capek.

Seseorang yang memiliki passion akan terus menerus memikirkan, built-in dalam dirinya, untuk mewujudkan sesuatu, dan ia tidak pernah akan berhenti sebelum sesuatu itu terjadi. Tiada hari tanpa memikirkannya, day and night, setiap saat, never without it. dia tidak akan pernah menyerah, never give-up.ita sering sekali mendengar bahwa kunci sukses adalah menemukan passion dan memperjuangkan passion tersebut sampai kita sukses (kita anggap sukses disini = kaya*). Namun sebagian besar dari kita terkadang salah dalam mengartikan passion dan juga salah dalam cara mencari passion tersebut.

Bisa dikatakan passion Anda terhadap sesuatu itu sama seperti cinta kita kepada seseorang, beberapa persamaannya:

  • Tidak dapat dijelaskan mengapa dan bagaimana (you just love doing it)
  • Membuat Anda merasa bahagia dan betul-betul hidup
  • Anda sungguh-sungguh mau dan rela berkorban untuk melakukannya
  • Sama seperti cinta, bukan berarti hal itu akan membuat Anda selalu bahagia 24 jam/7 hari (but it’s worth suffering for)

Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

Passion = hasil


Ada passion maka ada hasil, contoh jika Anda mencoba bermain basket lalu Anda merasa mudah dan belajar lebih cepat dari yang lain, Anda sadar bahwa skill Anda lebih hebat dari pemain-pemain lainnya, dan hal ini membuat Anda belajar lebih dalam lagi, mengembangkan skill dan latihan terus-menerus. Semua hasrat itu adalah passion, Anda merasakan hasilnya dan terus kembali untuk memperdalam passion Anda.

Sedangkan jika Anda frustasi/stress terhadap sesuatu, maka sampai kapanpun Anda tidak akan memiliki passion dalam hal tersebut, Anda bisa beradaptasi tetapi secara insting Anda akan terus berupaya untuk menghindarinya dan dijamin Anda tidak akan pernah berkembang.

Sebagian orang salah dalam mengira bahwa pertama kita harus mencari passion terlebih dahulu lalu kita akan sukses… No it’s wrong.. Carilah sesuatu yang membawa kesuksesan/hasil terlebih dahulu, ingat passion datang dari hasil.

Hasil (result) disini bisa berupa uang, skill, pengalaman, pengetahuan, rasa bahagia dan dampak/manfaat untuk orang lain.

Passion = spesial


Untuk merasa passion terhadap sesuatu maka Anda harus merasa spesial dalam hal tersebut, contoh jika Anda seorang pemain bulu tangkis yang hebat di SMA, Anda merasa passion Anda ada disana, lalu begitu masuk universitas ternyata banyak pemain-pemain bulutangkis dengan level kemampuan jauh diatas Anda, apalagi melihat skill-skill pemain kelas nasional/dunia, Anda merasa skill Anda bukanlah apa-apa, begitu Anda merasa biasa-biasa saja (tidak spesial) passion Anda akan surut.

Anda perlu merasa spesial untuk menemukan passion Anda, dan untuk merasa spesial Anda harus:

  • Menyukai/mencintai apa yang Anda lakukan
  • Dihargai (baik secara materi dan non-materi)
  • Ahli/hebat dalam hal tersebut
Berikut cara-cara yang perlu Anda lakukan untuk mencari passion Anda…

1. Ikuti tren yang ada/baru


Semakin tua dan stabil suatu area/bidang/industri yang ada maka semakin banyak orang yang ada disana dan semakin sulit untuk kita berkompetisi. Sudah ada jutaan orang disana, dan semakin kecil kesempatan untuk menjadi spesial yang artinya semakin kecil kemungkinan passion Anda ada disana.

Beruntungnya dijaman modern seperti ini, selalu ada peluang-peluang baru, seperti youtuber, blogger, toko online, vinegram, apps, dan lain-lain.

Peluang-peluang baru dimana belum banyak orang yang mencobanya dan skill/kemampuan biasa dapat menjadi luar biasa (karena kompetisi yang ada masih sedikit).

Lihatlah tren yang ada di Indonesia seperti youtuber, bayangkan Anda membuat video tutorial atau video lucu di youtube, dan dengan berkembangnya internet di Indonesia, setiap harinya ada ribuan bahkan puluhan ribu viewers yang menonton video-video Anda, terlebih Anda dapat hidup dari melakukan apa yang Anda suka.

Sudah banyak orang Indonesia yang menjadikan youtuber sebagai profesi utamanya, dan kebanyakan dari mereka memulai disaat orang lain belum melakukannya. Jika Anda menemukan suatu tren yang sedang berkembang pesat dan belum banyak orang terlibat dalam hal tersebut, segera ahlikan diri Anda dalam hal tersebut secepat mungkin, Anda akan merasa cepat berkembang dan spesial karena minimnya kompetisi dan mungkin passion Anda ada disana.

Jangan lupa bahwa passion = hasil, jika apa yang Anda lakukan tidak membawa hasil yang baik segera cari tren lainnya.

2. Ciptakan sesuatu (create something)


Kebanyakan orang mengira bahwa mencari passion itu seperti memilih produk dari rak toko, pada kenyataannya adalah passion dapat diciptakan bukan sekedar ditemukan saja. Saat Anda menciptakan sesuatu yang baru, kemungkinan juga Anda sedang menciptakan passion Anda sendiri. Hal-hal yang tidak diajarkan disekolah seperti entrepreneurship membuka kesempatan Anda menjadi sangat-sangat luas untuk menemukan passion Anda.

Dengan menciptakan sesuatu yang baru, Anda akan merasa spesial dari yang lain dan jangan lupa bahwa passion = hasil, artinya biarpun Anda spesial dalam hal tersebut Anda tetap membutuhkan hasil untuk terus maju memperjuangkan passion tersebut.

katakan Anda sedang menciptakan channel youtube berupa konten edukasi dengan animasi sederhana untuk masyarakat Indonesia, jika dalam setahun Anda hanya memiliki 10 subscribers maka lebih baik Anda berhenti karena Anda tidak akan memiliki passion dalam hal tersebut. Tetapi jika Anda memiliki 1 juta subscribers dalam setahun, that’s your new passion. (ingat hasil tidak selalu tentang uang, uang bisa datang dari mana saja jika Anda memiliki value dalam passion Anda)



Sebagian orang terlalu cepat menyerah dalam memperjuangkan passionnya karena tidak melihat hasil (baca: uang) dalam usahanya dan terlalu fokus pada “uangnya” bukan pada “passionnya”. Contohnya Kaskus yang pada awal perjalanannya tidak menghasilkan uang sama sekali tapi sekarang menjadi forum no.1 di Indonesia. It’s always slowest at the start, and that’s why most people give up, and that’s mean they give up their passion.

Bukan berarti uang itu tidak penting, tetapi nilai dari passion Anda lebih dari sekedar uang, yang artinya jika Anda memiliki uang lebih maka biayailah passion Anda. (sama seperti cinta, passion juga butuh biaya dan pengorbanan baik materi dan non-materi)

3. Kombinasikan sesuatu

Anda seorang lulusan DKV dengan skill yang biasa-biasa saja, dan Anda memiliki selera humor yang sesuai dengan anak-anak muda khususnya di social media, Anda bisa menjadi seorang kartunis membuat komik strip lucu (seperti komik juki) atau membuat video lucu singkat seperti di instagram dan membuat kompilasi video-video pendek tersebut ke channel youtube Anda.

Walaupun skill Anda biasa-biasa saja, tetapi kombinasi membuat Anda menjadi spesial (hampir semua orang hebat merupakan kombinasi dari banyak skill/kemampuan, mereka tidak bergantung hanya pada 1 kemampuan saja), jika kombinasi memberikan hasil yang lebih baik, mungkin disanalah passion Anda berada.

Ini merupakan langkah terakhir untuk menemukan passion Anda, gabungkanlah apa yang Anda punya, kombinasikan sesuatu dan perbanyak ilmu & pengalaman yang Anda punya.

Lalu apakah passion itu dibutuhkan untuk meraih kesuksesan (kaya*)…?

Ya, passion itu penting namun bukan segalanya (it’s one thing not everything), passion hanyalah salah satu cara untuk menjadi kaya bukan satu-satunya cara untuk menjadi kaya.

Lalu bagaimana cara menjadi sukses (kaya*)…?

The ugly truth is, tidak semua orang bisa menjadi sukses/kaya, faktor keadaan dan keberuntungan juga sangat berpengaruh, tetapi 2 kunci sukses yang menurut saya paling masuk akal adalah:

  1. Manfaatkan semua yang Anda punya (jangan menyalahkan/meratapi keadaan)
  2. Teruslah berusaha sampai sukses (jangan menyerah)
Mereka yang menang bukanlah orang yang memiliki kemampuan/keadaan yang lebih baik, tetapi mereka yang mampu memanfaatkan semua kemampuan/keadaan mereka dengan lebih baik. (It’s not about better skill, but better use of the skill). Dan jangan menyalahkan keadaan, karena tidak ada gunanya, tidak akan ada yang berubah selama Anda terus menyalahkan keadaan.

Isi artikel ini adalah tentang bagaimana mencari passion Anda, bukan tentang kekayaan atau kesuksesan.

Mengapa passion itu penting?

Karena passion itu seperti cinta, passion mungkin tidak membuat Anda kaya tetapi passion membuat Anda bahagia, membuat Anda merasa spesial, membuat Anda termotivasi, membuat Anda terinspirasi, membuat Anda rela berkorban dan passion pantas untuk diperjuangkan.

Sama seperti cinta, passion Anda begitu penting dan tidak dapat dinilai sekedar dengan uang, jika Anda belum menemukan passion Anda, ikuti tren yang ada, ciptakan sesuatu, dan kombinasikan sesuatu. Dan yang paling penting adalah jangan pernah berhenti mencari passion Anda.


sumber : http://solusik.com/bagaimana-cara-mencari-passion-anda/

BERANI BEDA

Apakah Anda berani untuk menjadi “berbeda” sebagai entrepreneur?

Ada 2 kualitas penting yang akhir-akhir ini jarang sekali ditemukan dalam diri seorang entrepreneur, yaitu: berani berbeda (think different) dan mencintai apa yang dikerjakan.

Hampir semua bisnis yang sukses besar (mega bisnis) adalah bisnis yang justru berlawanan dengan pendapat para expert/ahli. Lihatlah perjalanan awal Tokopedia atau Kaskus. Berapa banyak orang yang percaya mereka akan menjadi sukses saat awal mereka merintis usaha tersebut.

Beberapa alasan mengapa entrepreneur seperti itu jarang ditemukan karena:

  • Kebanyakan orang selalu mencari pendahulu daripada menjadi pendahulu, mencari pembuktian daripada membuktikan sendiri. Kebanyakan orang baru berani mencoba jika sudah banyak orang yang sukses terlebih dahulu dibidang yang sama ketimbang menjadi early adopters. Memilih menunggu daripada menjadi pendahulu, terlalu lama ragu dan selalu mencari justifikasi daripada langsung memulai. Kalaupun kita menjelaskan kepada mereka mereka bahwa orang lain bisa sukses dengan menjadi pionir, mereka akan selalu membuat justifikasi bahwa mereka sukses memang karena memiliki keuntungan yang mereka tidak miliki, daripada melihat adanya peluang kalau mereka juga bisa belajar lewat pengalaman pionir tersebut.
  • Sistem pendidikan yang mayoritas berorientasi kepada nilai/ipk dan sesuatu yang pasti, sehingga menyebabkan kurangnya pengambilan resiko pada sesuatu yang tidak pasti. Kebanyakan orang lebih peduli pada hasil, bukan proses. Bekerja mengikuti arus, bukan melawan arus. Dan yang paling fatal adalah kita diajarkan untuk takut salah, mayoritas pendidikan membuat kita menjadi takut menghadapi kegagalan dan mengambil resiko.
  • Kebanyakan orang lebih suka disuapi dengan apa yang sudah ada, ketimbang berpikir out of the box. Karena bagi mereka berpikir kreatif itu melelahkan dan tidak sejalan dengan status quo yang ada. Terlebih adanya social pressure terhadap mereka yang “berbeda” sehingga menimbulkan kesan bahwa menjadi beda itu salah/berbahaya.
Namun itu semua tidaklah benar, berbeda itu baik, hanya saja Anda perlu melakukannya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Tetaplah berpikir out of the box, tetapi eksekusi inside the box. Untuk Anda yang mau mencoba menjadi berbeda, pelajarilah poin-poin berikut:

1. Think different


Salah satu kualitas terpenting seorang entrepreneur adalah kemampuan untuk tidak terbawa “opini umum” dan berani bertaruh pada pilihannya sendiri. Lucunya adalah terkadang apa yang orang mau bukanlah apa yang mereka inginkan. Masyarakat tidak sungguh-sungguh tahu persis apa yang mereka inginkan sampai pilihan itu diberikan dihadapan mereka.

Itulah sebabnya Henry Ford pernah berkata jika Anda bertanya pada customer tentang apa yang mereka inginkan, maka mereka akan menjawab “kuda yang lebih cepat”.

So, you wanna be different? Then think differently, buatlah sesuatu yang benar-benar baru apapun itu.

  • Jika Anda blogger, buatlah blog dengan tema baru seperti handsome blogger (karena beauty blogger sudah terlalu mainstream), parkour blogger, dan semacamnya.
  • Jika Anda youtuber, buatlah video parodi tentang stand up comedy atau parodi acara lawak kontroversi yang sering Anda lihat di TV, atau me-remix semua video/lagu yang sudah ada menjadi parodi seperti yang dilakukan youtuber Eka Gustiwana.
  • Jika Anda online shop, cobalah jual barang baru yang belum pernah dijual oleh toko online manapun.
  • Atau cobalah jutaan ide berbeda lainnya yang ada dikepala Anda sekarang.

2. Love what you do


Tidak diragukan lagi semua pendiri bisnis yang sukses pasti mencintai pekerjaannya, bukan sekedar mencari kekayaan/harta, mereka sukses karena mereka melakukan apa yang mereka cintai (passion), mereka menemukan passion mereka dan mereka berani bertaruh untuk hidup dari memperjuangkan passion tersebut tanpa banyak kompromi (berapa banyak orang yang berani seperti itu?). Di dunia yang penuh dengan kesempatan ini, kemauan untuk memperjuangkan passion dengan berbagai cara serta menerima konsekuensinya adalah sesuatu yang sangat langkah.

Tentu tidak semuanya berujung pada keberhasilan. Pasti ada pula mereka yang gagal memperjuangkan passionnya dan berhenti, tetapi setidaknya kita dapat mempelajari sesuatu dari mereka yang terus berusaha mewujudkan mimpinya sampai akhir. Kebahagiaan dari menjalani kehidupan seperti yang mereka inginkan/sukai. Tentu ini semua tidak bisa dibayar sekedar dengan uang.

3. Social pressure


Tentu tidak semua orang akan sejalan dengan pemikiran Anda yang berbeda, tekanan sosial akan semakin tinggi dan beberapa akan mulai menjauhi Anda, karena mereka tidak benar-benar paham akan apa yang ingin Anda capai. Bisakah Anda tidak mempedulikan semua itu? Belajarlah untuk mengabaikan hal tersebut karena pada akhirnya tidak ada yang peduli dengan tujuan Anda (setiap orang punya mimpinya masing-masing). Tidak banyak orang memiliki waktu untuk peduli terhadap orang lain didunia yang semakin ramai ini.

4. Money


Anda tidak bisa memakan passion Anda. Jangan berpikir “yang penting gue ikutin passion gw, bodo amat besok mau makan apa, bodo amat ini ngasilin duit apa engga”. Tetaplah realistis, bukan asal bertindak tanpa berpikir. Minimal setidaknya Anda memiliki uang untuk bertahan hidup selama setahun atau lebih, karena biaya dari passion itu terkadang bisa tidak murah.

Beberapa entrepreneur sukses juga kebanyakan memulai dengan bekerja terlebih dahulu, karena sukses datang secara perlahan, sedangkan uang mengalir keluar begitu cepat. Be smart, rencanakanlah sejak awal sebelum Anda memperjuangkan passion Anda. Jika memang belum saatnya, mulailah mengumpulkan uang dengan cara apapun (yang halal).

5. Success


Terakhir adalah bagaimana Anda memandang kesuksesan itu sendiri? Apakah Anda sukses jika menghasilkan banyak uang, atau Anda sukses karena sudah melakukan apa yang ingin Anda lakukan (your dream). Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda, everybody is dreamer, everybody struggle, semua orang juga memiliki mimpi dan passionnya masing-masing dan sedang berjuang mati-matian untuk kehidupannya.

You define your own success.

Bagaimana jika setelah melewati itu semua Anda berakhir dengan kegagalan? Masihkah Anda ingin mencoba? Masihkah Anda ingin kembali memulai dari awal lagi? Mampukan Anda bertahan? Seberapa kuat passion Anda mendorong Anda untuk kembali lagi dan lagi?

Ingatlah baik-baik kalimat ini:

Memang bagus memiliki hasil akhir yang baik, tetapi pada akhirnya perjalanannya itulah yang penting. Tidak peduli seberapa kacaunya hidup Anda karena menjadi “berbeda” atau seberapa sulit hidup Anda nanti, ingatlah untuk tetap menikmati perjalanannya dan terus mengikuti passion Anda (follow your heart).

Karena hanya ada 2 cara untuk menjalani hidup ini yaitu:

  • Mewujudkan mimpi Anda, atau
  • Membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka
Choice is yours


sumber : http://solusik.com/berani-beda/

BAGAIMANA BISNIS KECIL BISA BERSAING MELAWAN YANG BESAR


Bagaimana bisnis kecil bisa bersaing melawan bisnis besar?

Jelas dari segi modal (uang), koneksi, tenaga/karyawan, dan sumber daya lainnya kita (bisnis kecil) tidak mampu bersaing melawan para raksasa tersebut (bisnis besar). Terlebih mereka yang bisnisnya memiliki investor (dana gila) dan timnya dipenuhi oleh profesional-profesional dibidangnya.

Tapi ada satu cerita yang sangat menarik:

“Di suatu negeri antah berantah, ada beberapa raksasa kuat sedang bertarung memperebutkan sepotong kue yang terkenal sangat lezat di mana saking lezatnya kue tersebut, raksasa tersebut rela bertarung bersimpah darah, namun karena pertarungan raksasa yang begitu sengit bukannya kenyang karena makan kue yang lezat tersebut malah kue tersebut menjadi hancur berantakan menjadi beberapa remahan-remahan kecil.

Tidak lama kemudian seekor raja tikus kecil mengambil dan memakan potongan-potongan kue lezat tersebut sampai kenyang. Raja tikus tahu bahwa ia tidak akan mampu bersaing dengan para raksasa tersebut, jadi daripada bertarung melawan raksasa akhirnya si tikus tersebut fokus dengan potongan kue kecil tersebut.”

Cerita ini berasal dari founder Evoucher dan menurut saya bisa menginspirasi para pebisnis kecil yang memiliki keterbatasan dalam melawan dominasi raksasa-raksasa bisnis yang sudah ada.

Analoginya para raksasa yang sedang bertarung adalah para pebisnis besar, dan raja tikus kecil itu adalah para pebisnis kecil. Kenyataannya memang hal ini sering terjadi didunia bisnis, cobalah perhatikan:

  • Rata-rata 80% market (kue besar) dikuasai oleh 20% pebisnis besar (raksasa)
  • dan sisa 20% market (potongan kue kecil) diperebutkan oleh 80% pebisnis-pebisnis kecil lainnya (ingat prinsip pareto)
Daripada fokus bersaing dengan para pebisnis besar yang sudah ada, lebih baik kita mencari celah lain yang belum dilakukan dengan baik oleh para raksasa tersebut.

Inilah beberapa tips yang dapat saya bagikan:

1. Jangan takut terhadap kompetisi namun juga jangan bersaing secara langsung/frontal


Rata-rata pebisnis kecil takut menghadapi persaingan, padahal kompetisi akan selalu ada. Tempat terbaik membuka restoran baru adalah tepat disebelah restoran besar yang sudah sukses. Mungkin pada awalnya Anda hanya mendapat muntahan (remahan kue kecil) dari pelanggan restoran lain, tetapi setidaknya mereka (restoran besar) sudah dengan baik hati membangun audience untuk Anda, walaupun persaingannya sulit tetapi jika Anda bisa membuat sesuatu yang lebih baik/berbeda maka bukan hal yang mustahil Anda bisa menguasai market tersebut.

Pada akhirnya orang-orang akan memilih yang terbaik.

Namun jangan juga bersaing secara frontal dengan bisnis besar karena jelas akan kalah resource. Daripada bersaing langsung head-to-head lebih baik Anda tawarkan sesuatu yang lain (value lebih) yang tidak ditawarkan oleh raksasa tersebut.

In branding “different” is better than “better”.

Dalam branding sebenarnya menjadi “berbeda” itu jauh lebih baik daripada menjadi “lebih baik”.

Jadilah berbeda, dan bertahanlah sebisa mungkin (survive). Fokus utama bisnis kecil bukanlah mengalahkan bisnis besar atau mendominasi market, tetapi mencari celah yang ada (potongan kue kecil), bertahan hidup (survive) dan terus tumbuh (growing) secara perlahan tapi pasti.

Mulailah bertanya: Apa sesuatu yang bisa Anda berikan pada customer dan tidak ditawarkan oleh kompetitor Anda?

Jika Anda tidak tahu, maka poin berikutnya harus sangat Anda perhatikan.

2. Terimalah kompleksitas yang ada


Jika Anda memulai bisnis dan memiliki banyak uang untuk diinvestasikan, maka cara yang paling simpel adalah meng-hire freelancer/karyawan dan biarkan mereka yang mengurus hal-hal kompleks yang ada seperti desain, coding, writing, customer service, sales, marketing dan operasional lainnya.

Tetapi bagi pebisnis kecil dengan dana seadanya, mau tidak mau Anda harus bootstrap (menggunakan apapun yang sudah ada) untuk menuju sukses. Dan satu hal yang paling penting yang bisa Anda lakukan adalah menerima kompleksitas yang ada.

Anda tidak mau keluar modal? Berarti Anda harus mau repot.

Sadari kalau Anda harus belajar banyak hal dan mendedikasikan waktu untuk mempelajarinya.

Karena Anda harus hemat dalam masalah uang, maka hampir semuanya akan Anda lakukan sendiri, manfaatkan apapun yang bisa Anda gunakan, dan jadilah fleksibel. Artinya Anda harus menyesuaikan antara idealisme bisnis Anda dengan realita yang ada, jangan paksakan sesuatu yang memang diluar batasan Anda, tetapi jadilah fleksibel dan sesuaikan bisnis Anda dengan keadaan.

Tanyalah: Bisnis apa yang bisa dilakukan dengan keadaan Anda yang sekarang? Atau apakah keadaan Anda memungkinkan untuk membangun sebuah bisnis?

Jika Anda tidak tahu, maka sebaiknya jangan membangun bisnis. Toh bisnis bukanlah satu-satunya cara untuk menjalani hidup.

3. Fokus pada bertahan hidup dan tumbuh

Teruslah bertahan hidup (survive). Jika Anda mampu bertahan ditahun-tahun pertama (90% lebih bisnis gagal pada tahun pertamanya) maka Anda akan bisa beradaptasi dan menemukan celah terbaik untuk bisnis Anda.

Setelah berhasil bertahan maka langkah selanjutnya adalah bertumbuh.

Lebih baik maju setengah langkah daripada tidak maju sama sekali. Jika bisnis Anda stabil (dengan kata lain stuck) sama saja bisnis Anda mati. Dalam bisnis hanya ada 2 kemungkinan yaitu maju atau mundur. Stabil artinya mundur, stabil terlalu lama artinya mati.

Ketika sebuah bisnis stabil/stuck maka kompetitor Anda bergerak (bisnis besar) dan ketika Anda menyadarinya kemungkinan besar semuanya sudah terlambat. Survive saja tidaklah cukup, Anda harus berkembang (grow) walaupun sedikit demi sedikit, setidaknya pertumbuhan yang lambat masih lebih baik daripada keadaan yang stabil (stuck).

  • Jika Anda membuat blog dan trafik Anda stuck, maka cepat atau lambat blog Anda akan mati.
  • Jika Anda membuat toko online dan penjualan (sales) Anda stuck, maka cepat atau lambat toko Anda akan bangkrut.

Karena itu sangat penting untuk memperhatikan angka dan statistik bisnis Anda. Pahami behavior customer Anda, jadilah spesialis terhadap kebutuhan customer Anda dan pastikan Anda terus fokus disana.

Cara terbaik adalah dengan melihat apa kritik/keluhan yang diberikan oleh pelanggan dari kompetitor Anda. Pelajari dan dedikasikan diri Anda untuk dapat mengisi celah tersebut.

Memang kenyataannya sulit memenangkan persaingan melawan bisnis besar yang sudah mendominasi, tetapi bisnis adalah dunia yang penuh dengan dinamika, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, apa yang terlihat besar sekarang bisa menjadi kecil dan tidak berarti nantinya, contoh dulunya Google (bisnis kecil pada saat itu) pernah mau dijual kepada Yahoo (bisnis besar) namun ditolak, akhirnya Google mencoba peruntungannya sendiri, dan keadaanpun berbalik, sekarang Google menjadi raksasa teknologi no. 1 dan Yahoo berada diambang kematian.



Sebagai kesimpulan, untuk Anda bisnis kecil yang sedang berjuang ditengah pertempuran para raksasa:

  • Jangan pernah takut dengan kompetisi yang ada, tetapi juga jangan bergerak sembarangan, jangan berhadapan face to face dengan yang besar karena jelas akan kalah, fokus pada mencari remahan-remahan kecil yang tidak diperhatikan oleh para raksasa tersebut. Carilah value lain yang bisa Anda tawarkan, ingatlah Anda tidak perlu menjadi “lebih baik” untuk menang, cukup menjadi “berbeda” dari yang lain.
  • Pahami batasan Anda dan terimalah kompleksitas yang ada. Anda harus mau banyak belajar dan bekerja, Anda akan sangat repot, dan disini akan teruji seberapa jauh niat Anda dalam memperjuangkan bisnis.
  • Jadilah berbeda, bertahan hiduplah, dan fokus bertumbuh setiap harinya. Pastikan bisnis Anda terus maju selangkah demi selangkah, perhatikan data/statistik bisnis Anda, dan yang paling penting dengarkan feedback dari customer. Jika Anda tidak memiliki customer yang memberi masukkan, maka tanyalah, mintalah masukkan, dan kalau belum cukup, perhatikan feedback dari kompetitor Anda.
  • Terulah belajar, teruslah bekerja, pada akhirnya dedikasi Andalah yang paling berperan terhadap kesuksesan bisnis Anda. Tujuan Anda bukanlah untuk cepat-cepatan mendominasi market atau mengalahkan raksasa bisnis lainnya, tetapi konsisten bertahan dan tumbuh secara perlahan, bangunlah sebuah long-sustainable business, jadilah fleksibel sesuai keadaan, selalu ikuti kata hati dan intuisi anda (follow your heart and intuition).

Dan yang paling penting adalah jangan mudah menyerah khususnya diawal.

It’s always slowest dan hardest at the start, that’s why most people give up, and that’s mean they give up their success.

sumber : http://solusik.com/bisnis-kecil/ 

CARA MENEMUKAN DAN MEMPREDIKSI APA YANG ORANG INGINKAN

Bagaimana cara menemukan apa yang orang inginkan?

Memang apa sih gunanya kalau kita tahu apa yang orang-orang inginkan? Mungkin bagi Anda sebagai konsumen tidak akan ada artinya, tapi bagi sebuah bisnis menemukan apa yang orang-orang inginkan itu adalah kunci kesuksesan yang paling penting.

Prinsip utama sebuah bisnis/usaha adalah menawarkan antara 2 hal yaitu:

  • Apa yang orang butuhkan (seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal)
  • Apa yang orang inginkan (seperti gadget, games, hiburan dan entertainment)
Bisnis yang menawarkan kebutuhan biasanya sudah dimonopoli oleh perusahaan besar dan pemerintah, sedangkan bisnis yang menawarkan keinginan memiliki peluang yang lebih baik untuk dimasuki pebisnis baru yang lebih kecil (startup dan UKM).

Bisnis yang berdasarkan keinginan (want) biasanya lebih menarik ketimbang bisnis yang berdasarkan kebutuhan (need), mengapa? Karena persaingannya ada pada “value” atau nilai yang ditawarkan. Orang yang menginginkan sesuatu bahkan akan membeli walaupun mereka tidak butuh produk/jasa tersebut.

Sebaliknya, bisnis yang berdasarkan kebutuhan akan terus berperang harga (murah-murahan), jelas mereka yang menang adalah mereka yang memiliki modal dan saldo lebih banyak di rekeningnya.

Kembali kepertanyaan inti: Bagaimana kita bisa menemukan apa yang orang inginkan?

Masalahnya adalah orang-orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai pilihan itu diberikan kepada mereka. Kalau orang lain saja tidak tahu apa yang mereka inginkan, bagaimana kita bisa menemukannya? Faktanya adalah tidak ada alasan yang jelas mengapa seseorang menginginkan sesuatu.

Namun ternyata ada sebuah pola untuk memprediksi apa yang diinginkan orang, apa itu dan bagaimana caranya?

Steve Jobs pernah berkata “You can’t just ask customers what they want and then try to give that to them. By the time you get it built, they’ll want something new”. Itulah sebab Steve Jobs tidak pernah bergantung pada market research, Henry Ford (pendiri Ford) juga berkata hal yang sama, jika Anda bertanya pada orang dulu apa yang mereka inginkan, mereka akan menjawab kuda yang lebih cepat.



Contohnya kalau kita pergi kesebuah diskusi atau forum, coba tanya konten jenis apa yang mereka inginkan, mayoritas akan menjawab konten yang edukatif, bermanfaat, dan bla.bla.bla. Tetapi begitu Anda berikan video yang edukatif mereka tidak akan menontonnya, apa yang mereka tonton? Justru kebalikannya, mereka akan menonton isu-isu hoax, kontroversi, drama settingan, jebakan clickbait dan konten yang cenderung dewasa (sex).

Artinya apa yang orang-orang katakan tidak sejalan dengan data yang ada dan fakta dilapangan. User itu plin-plan, mereka tidak tahu persis apa yang mereka inginkan dan kita (dari sisi pebisnis) harus mendedikasikan diri untuk orang seperti itu.

Jadi apa rahasia untuk menemukan apa yang diinginkan orang? Jawabannya adalah efek bandwagon.

Apa itu efek bandwagon?

Efek bandwagon adalah kecenderungan seseorang untuk mengikuti mayoritas yang sudah ada, hal ini hampir berlaku dalam setiap aspek kehidupan kita. Sekolah adalah salah satu bisnis yang paling sukses menjalankan efek bandwagon ini.

Mengapa Anda sekolah? Ya karena semua orang sekolah, mau jadi apa kalau ga sekolah. Faktanya lebih dari 80% ilmu yang Anda pelajari di sekolah dan kuliah tidak akan Anda gunakan dalam kehidupan setelah sekolah. Namun sekolah tetaplah penting bukan? Mau jadi apa kalau ga punya gelar?

Apa yang dilakukan banyak orang lama kelamaan akan menjadi tuntutan dan membentuk sebuah industri. Contohnya seperti memiliki smartphone, sosial media, gelar, rekening bank, dan sebagainya.

You do it because everyone is doing it. We want to belong, we want to do what others do. We don’t want to be left out.

Ini bukan sesuatu yang positif atau negatif, ini adalah realita dan bagian dari insting evolusi manusia. Kita melakukan apa yang dilakukan semua orang karena kita tidak mau ketinggalan, dan itu hal yang baik.

Karena mayoritas lebih sering benar (tidak selalu tapi sering) dimana hal tersebut memang cukup masuk akal. Terlalu jauh dari mayoritas juga bisa berbahaya untuk kehidupan sosial Anda.

Jadi kuncinya adalah mayoritas. Jika mayoritas teman-teman Anda menggunakan Line pasti Anda juga akan menggunakan Line bukan WhatsApp. Sesimpel itu ilustrasinya.

Inilah sebab hal-hal yang berbau kontroversi, hoax, konten dewasa/sex akan terus populer, mengapa? Karena mayoritas selalu diarahkan untuk membicarakan hal-hal seperti itu, jika lingkungan/teman-teman Anda sering bergurau mengenai sex jokes (bercandaan tentang sex) lama-kelamaan Andapun juga akan melakukan hal yang sama.

Mengapa ada orang yang suka minum bir? Bukan karena rasanya enak, tetapi karena teman-temannya minum bir dan dia hanya ikut-ikutan. Dan teman-temannya tersebut juga hanya ikut-ikutan dari apa yang mereka lihat di lingkungan lainnya seperti melalui film, keluarga, sosok idola/publik figur dan semacamnya.

People follow people. Orang cenderung mengikuti orang lain terlebih kalau sudah banyak yang melakukannya. Terkadang kita menonton sebuah video di YouTube bukan karena isinya bagus, tetapi karena banyak yang nonton atau orang-orang sedang membicarakannya (kepo).

Ironisnya dengan adanya internet sekarang, apapun bisa jadi ramai (bandwagon), si A marah-marah eh tau-tau viral, si B lagi berantem sama C eh tau-tau viral padahal cuma drama/settingan.

Lalu bagaimana kita bisa memprediksi apa yang akan ramai di masa depan?

Ada teori yang menjelaskan bagaimana sebuah ide dan teknologi menyebar ke masyarakat bernama diffusion of innovations theory.



Secara umum masyarakat terbagi menjadi 5 kategori yaitu:

  1. Innovators (2,5%)
  2. Early Adopters (13,5%)
  3. Early Majority (34%)
  4. Late Majority (34%)
  5. Laggards (16%)
Innovators adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, mereka biasanya memiliki status sosial dan finansial yang tinggi, mereka berani mencoba sesuatu yang baru karena kalau gagalpun mereka masih bisa mengatasinya (karena memiliki resource keuangan yang baik).

Early adopters adalah orang yang juga berstatus sosial tinggi, memiliki pendidikan/edukasi yang tinggi namun cenderung pilih-pilih dalam mengambil resiko (tidak seperi innovators), dan biasanya opini mereka lebih sering didengar dan diikuti oleh masyarakat.

Early majority adalah orang yang cenderung mengikuti apa yang sudah innovators dan early adopters lakukan, merekalah yang biasanya suka ikut-ikutan dan menyebarkan tren yang sedang naik daun seperti meme atau hal-hal viral lainnya.

Late majority biasanya cenderung skeptis dengan apa yang sedang tren, namun mereka tetap akan mengikuti suatu inovasi jika memang sudah banyak sekali orang yang juga melakukannya (innovators+early adopters+early majority).

Laggards adalah orang yang biasa kita kenal sebagai orang kuper/gaptek, kurang bisa beradaptasi dengan perubahan dan inovasi yang ada, mereka biasanya masih terpaku pada tradisi atau cara-cara jadul, memiliki status sosial yang lebih rendah (termasuk finansial), dan biasanya baru mengaplikasikan sesuatu disaat hampir semua orang sudah melakukannya, mereka lebih mudah mengikuti suatu tren jika keluarga atau teman-teman dekatnya juga melakukannya.

Contoh terbaik untuk kasus ini adalah kesuksesan Pokemon GO.

Mengapa banyak orang bermain Pokemon GO? Apakah mereka semua bermain Pokemon GO karena ingin atau hanya ikut-ikutan? Bahkan beberapa diantara merekapun tidak tahu apa itu Pokemon.

Pokemon GO berhasil menarik orang-orang yang paling penting dari efek sosial ini yaitu innovators, early adopters dan early majority. Mulai dari media, youtuber, blogger, gamer, termasuk para fans Pokemon diseluruh dunia, mereka semua adalah katalis (50% populasi).

Seperti yang Anda lihat pada gambar model diatas, jika Anda berhasil mendapatkan perhatian 50% populasi yang ada (innovators+early adopters+early majority), maka 50% sisanya (late majority+laggards) hanya tinggal menunggu waktu. Ibarat mendorong bola di sebuah bukit, begitu Anda sampai di puncak (50%) maka bola itu akan maju menggelinding dengan sendirinya.



Innovators memiliki peran penting dalam momentum kesuksesan, contohnya Bill Gates yang padahal lebih dahulu memperkenalkan Tablet pada tahun 2002 namun saat itu masyarakat tidak ada yang peduli, sedangkan saat Steve Jobs memperkenalkan iPad pada tahun 2010, masyarakat sangat tertarik (excited) dengan konsep tersebut dan iPad begitu sukses dipasaran.

Kita semua tahu Steve Jobs dikenal sebagai bapak inovasi abad ini. Dia adalah contoh terbaik seorang innovators karena berani mengambil resiko dan terus menerus melakukan inovasi. Artinya masyarakat cenderung lebih mudah menghargai opini seorang innovators dibandingkan dengan golongan lainnya.

Karena itu terkadang ide/produk terbaik tidak selalu menang, apa yang jauh lebih penting adalah momentum. Itulah sebab sangat sulit bagi kita menentukan apa yang orang inginkan. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan difokuskan para innovators dan dipilih oleh early adopters dimasa depan.

Tentu tidak semua orang suka ikut-ikutan seperti teori pada artikel ini. Tapi coba jawablah pertanyaan simpel berikut:

  • Apakah semua yang Anda inginkan dalam hidup ini betul-betul 100% murni keinginan Anda sendiri atau karena orang lain juga menginginkan hal yang sama?
  • Apakah semua yang Anda lakukan betul-betul hasil dari kemauan Anda sendiri atau karena orang lain/semua orang juga melakukannya?
Pada akhirnya itulah esensi kita sebagai makhluk sosial, kita beradaptasi, kita bersosialisasi dan akhirnya membentuk sebuah peradaban dan sistem sosial.

Jadi bagaimana caranya memprediksi apa yang orang inginkan?


Lihatlah apa yang berpotensi ramai (bandwagon) disekitar Anda, atau perhatikan apa yang para innovators dan early adopters sedang lakukan.

Ini berlaku dalam industri apapun, termasuk film, musik, teknologi, dan produk/jasa lainnya. Perhatikan para influencer atau artis yang berpengaruh dalam industri tersebut, merekalah yang biasanya membentuk sebuah tren, ada alasan mengapa perusahaan mau membayar mahal para influencer-influencer tersebut untuk menjadi brand ambassador/endorse, karena mereka adalah katalis yang penting dalam sebuah efek sosial.

Jika Anda memiliki produk/jasa yang bagus, maka produk itu sendiri tidaklah cukup, Anda perlu keramaian (crowd) entah bagaimana caranya harus ada orang-orang yang menggunakan produk Anda dan jika momentumnya pas Anda akan sukses.


sumber : http://solusik.com/apa-yang-orang-inginkan/

BAGAIMANA CARA PEMBERI PROMO / DISKON MENDAPAT KEUNTUNGAN



Siapa sih yang tidak suka diskon? Dapat barang/jasa yang sama dengan harga lebih murah (harga diskon), siapa yang tidak mau?

Seperti yang kita tahu bisnis perdiskonan selalu ada dimana-mana, bisnis A memberi promo inilah, bisnis B memberi diskon sekian % lah, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana bisnis ini (pemberi promo/diskon) bisa mendapat keuntungan kalau mereka mendiskon produknya?

Biasanya mereka yang memberikan promosi/diskon memiliki 2 tujuan utama yaitu:

Sebagai sarana marketing yang lebih efisien
Meningkatkan penjualan/sales secepat mungkin
Promosi ini bukan hanya sekedar diskon saja, tetapi juga potongan harga dalam bentuk lain seperti give away, buy 1 get 1, dan cashback, lalu keuntungannya dimana? Masalahnya adalah tidak semua yang Anda pikir “diskon” itu benar-benar pure diskon, apapun itu pasti selalu ada tujuan lain yang tersembunyi dibalik promo tersebut.

Inilah cara-cara mereka mendapatkan keuntungan dari Anda:

1. Harga yang sudah di mark up



Ini adalah cara yang paling umum dan paling basi yang biasa kita temukan sehari-hari. Anda pasti sudah sering melihat penawaran promo/diskon yang tinggal 2 minggu lagi, eh ternyata 2 minggu kemudian promonya berlanjut sampai bulan depan, ternyata “diskon” yang mereka berikan hanyalah tipuan angka semata karena harga yang sebenarnya sudah dinaikkan berkali-kali lipat (mark up), tujuannya supaya Anda buru-buru membeli (fake urgency) karena diskon tersebut akan segera berakhir, “seolah” Anda akan rugi jika tidak cepat-cepat membeli produk tersebut.

Lalu bagaimana cara mengetahui apakah sebuah harga sudah di mark up atau belum?

Cara paling simpel adalah cek secara online harga barang tersebut, karena di online semuanya lebih terbuka termasuk urusan harga. Pastinya setiap bisnis akan memberikan harga terbaik yang bisa mereka tawarkan kepada customer di internet, namun terkadang secara offline mereka (sales person) bisa semena-mena memainkan harga kepada konsumen.

Saya pernah berbelanja di sebuah store dan saat itu salesman mereka berkata harga produk yang ingin saya beli adalah 2 juta (dia bilang sudah diskon 20%), dan saya cek harga resmi di website mereka hanya 1,8 juta, lucunya diskon kok malah lebih mahal.

Memang salah satu cara terbaik membandingkan harga suatu produk adalah dengan mengeceknya secara online, Anda bisa gunakan beberapa website pembanding harga seperti Telunjuk dan PriceArea untuk melihat harga di pasaran atau bisa juga gunakan marketplace seperti Tokopedia/Bukalapak untuk mencari harga termurah.

2. Mempengaruhi/memanipulasi perilaku konsumsi Anda



Mungkin Anda tidak sadar betapa mudahnya kita dimanipulasi industri/bisnis khususnya oleh pemberi promo dan diskon.

Kita sangat gampang dipengaruhi untuk membuat keputusan-keputusan bodoh seperti membuat kartu kredit yang tidak kita perlukan, menyicil barang-barang yang tidak penting, dan termakan rayuan promosi/diskon yang ada.

Contoh misalnya saya memberi Anda harga 1 juta rupiah untuk salah satu dari ketiga opsi berikut:

  1. Paket perjalanan ke Malaysia + breakfast
  2. Paket perjalanan ke Singapur + breakfast
  3. Paket perjalanan ke Singapur (no breakfast)
Secara tidak langsung Anda akan lebih tertarik pada opsi no. 2 bukan? Mengapa? Karena adanya opsi no. 3 membuat Anda merasa pilihan no. 2 jauh lebih menguntungkan (fake benefit) dan cenderung mengabaikan pilihan no. 1.

Kenyataannya “tipuan opsi” diatas sudah sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti promo-promo yang ada di supermarket atau seperti give away/pemberian hadiah bersyarat dimana Anda harus melakukan “sesuatu” untuk mendapatkan hadiah tersebut.

Memang masyarakat lebih mudah dimanipulasi dengan kata-kata manis seperti “gratis”, “diskon”, “promo”, “give away”, “hadiah” dan semacamnya tanpa mempedulikan konsekuensi yang harus mereka bayar dibalik promosi tersebut.

Memanfaatkan sifat “tidak mau rugi” seseorang terbukti sangat efektif dalam strategi cheap marketing contohnya seperti undian berhadiah yang diadakan untuk menciptakan efek viral yang luar biasa. Terkadang undian tersebut hanyalah permainan orang dalam dimana hadiah yang sebenarnya tidak betul-betul diberikan kepada publik. Tentu tidak semua bisnis seperti itu, ada juga bisnis yang jujur dan betul-betul menepati janjinya, namun perlu diingat bahwa ada kecenderungan seperti ini dalam sebuah bisnis/marketing.

3. Activation



Pernahkah Anda perhatikan situs daily deals seperti Groupon (Disdus), bagaimana merchant bisa mendapat untung jika mereka memberikan harga yang jauh lebih murah (voucher diskon)?

Pertama merchant harus memberikan diskon untuk customer (biasanya 50% atau lebih) dan kemudian profitnya harus dibagi lagi dengan Disdus dimana mereka hanya akan mendapat 20-30% dari keuntungan yang ada.

Dari sisi customer jelas menguntungkan, mereka dapat harga diskon untuk produk/jasa yang sama, Disdus juga untung karena mendapat komisi sekitar 70-80% dari penjualan, yang lebih menjadi sorotan adalah kenapa merchant/penjual mau membanting profit seperti itu?

Jawabannya adalah activation.

Jika kiat lihat situs daily deals kebanyakan menawarkan promo berupa service/jasa dimana merchant sebenarnya tidak terlalu rugi jika jasanya didiskon sebab rata-rata margin profit sebuah bisnis jasa bisa mencapai 70-90%.

Ada juga bisnis yang biaya/cost operasionalnya cenderung sama bahkan disaat tidak ada order sama sekali, contohnya seperti hiburan waterboom, jika dihari tersebut hanya ada 3 konsumen atau 200 konsumen maka biaya operasional yang mereka keluarkan tetap sama, maka dari itu tidak ada ruginya mendiskon harga untuk mendapatkan kuantiti/order yang lebih banyak, toh berapapun konsumennya mereka tetap harus mengeluarkan biaya yang sama.

Selain itu yang paling mahal bagi sebuah bisnis baru adalah bagaimana mengakuisisi seorang customer agar mau memberikan kesempatan kepada mereka, seperti restoran biasanya memberikan diskon untuk membuat customer setidaknya mencicipi makanan mereka, “giving try” inilah yang sebenarnya mahal karena tidak semua bisnis bisa mendapatkan kesempatan untuk dilihat/dicoba oleh customer yang ada.

Jika mereka suka tentu customer akan kembali dan membeli lagi (repeat order) dengan harga yang sudah tidak diskon. Sama seperti langganan sebuah paket hosting, biasanya mereka hanya memberikan promo gila-gilaan saat aktivasi domain/hosting baru, sedangkan harga berikutnya (perpanjangan) berlaku harga normal dan tidak pernah didiskon.

Kuncinya adalah aktivasi. Activation is expensive.

Karena itulah di Disdus sekarang kategori produk seperti gadget dan semacamnya sudah tidak ada, karena jelas merchant sangat rugi jika memberi diskon untuk sebuah produk yang beli putus tanpa kemungkinan repeat order dimasa depan.

4. Mereka memang jual rugi (tidak mencari keuntungan)



Tentu tidak semua promo/diskon bertujuan mencari keuntungan, ada juga pemberi diskon yang memang jual rugi karena berbagai alasan seperti:

Cuci gudang atau mau ngabisin stok yang tersisa (daripada ga laku)
Produk sudah mulai ketinggalan jaman dan harganya semakin menyusut (biasanya produk elektronik seperti smartphone)
Promosi gila-gilaan untuk menarik perhatian secepat-cepatnya
Contohnya startup e-commerce di Indonesia yang belakangan ini semakin menggila dalam memberikan diskon, seperti Tokopedia/Bukalapak yang sering memberi diskon/potongan harga untuk penjual dan pembeli, belum lagi ada cashback, free ongkir, dan lain-lain. Tujuannya apa? Untuk menarik perhatian user secepat-cepatnya, karena dalam bisnis ini mendapatkan market/user base adalah segala-galanya.

Ada juga pemberi diskon yang memang ingin jual rugi karena produknya mulai tidak laku, mereka ingin cepat-cepat menghabiskan stok sebelum produknya semakin tidak berharga.

Pada akhirnya hampir semua bisnis yang ada ditujukan untuk mengambil keuntungan dari Anda sebagai konsumen, walaupun sebagian dari mereka terlihat seperti tidak mencari untung, namun potensi kedepannya itu yang masih belum kita ketahui.

Sekarang memang tidak terlihat namun jika nantinya mereka berhasil membangun kerajaan bisnisnya maka kitalah yang akan didominasi sehingga kita tidak bisa lagi hidup tanpa keberadaan mereka.

Intinya adalah apa yang terlihat murah/gratis belum tentu menguntungkan karena pastinya ada harga dalam bentuk lain yang harus Anda bayar entah itu waktu Anda, perhatian Anda, privasi, atau apapun itu.


sumber : http://solusik.com/bagaimana-cara-pemberi-promo-diskon-mendapat-keuntungan/

Tips Hemat Memulai Usaha

Hampir semua di antara kita pada saat ingin memulai usaha selalu terhalang dengan permasalahan modal usaha. Tidak ada usaha yang benar-benar bisa berjalan dengan modal nol. Modal yang saya maksud disini bukan hanya modal uang, tapi juga modal-modal lain, entah itu link, pengetahuan, dll. Tapi tidak dipungkiri modal uang merupakan kunci untuk bisa menjalankan usaha. Kita butuh uang untuk membeli bahan, menyewa tempat, mengurus perizinan, dan masih banyak lagi.

Hampir tidak mungkin rasanya kita mengatakan ingin memulai usaha dengan modal nol rupiah. Tapi sangat mungkin jika anda ingin mengatakan saya ingin menggunakan modal saya sehemat mungkin, sehingga tidak terlalu banyak modal yang saya butuhkan di awal atau jika pun nanti dalam keberjalanan usaha ini tidak sesuai dengan rencana alias gagal, maka kerugian pun tidak akan terlalu besar.

Tips Hemat Memulai Usaha


Jadi intinya, dalam tulisan ini saya tidak akan membahas bagaimana memulai usah dengan modal nol seperti banyak artikel lain di internet, tapi saya akan memberikan sedikit saran atau tips yang mungkin bisa membantu pembaca menghemat modal pada awal-awal memulai usaha. Menghemat modal di awal menurut saya merupakan hal yang penting untuk dilakukan, bukan hanya untuk menghindari rugi yang lebih besar, tapi juga untuk berjaga-jaga kita tetap memiliki dana cadangan untuk mendukung operasional usaha kita ke depan agar tetap dapat beroperasi jika seandainya hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan rencana. Dan tentu saja ini sangat mungkin.

Tips Menghemat Modal Usaha

Berikut ini beberapa tips yang menurut saya dapat kita lakukan untuk menghemat modal usaha pada saat kita memulai usaha:

1. Tempat usaha

Sebelum memikirkan untuk menyewa tempat, sebisa mungkin pertimbangkan apakah usaha ini bisa dilakukan di rumah atau tempat kita sendiri tanpa harus menyewa tempat, itu akan lebih baik. Ini bisa menghemat modal puluhan juta. Tanyakan pada diri kita sendiri, apakah saya harus menyewa tempat untuk dapat menjalankan usaha ini? Kebanyakan usaha dapat dijalankan di rumah atau bahkan saat ini banyak usaha terutama yang online bisa dikatakan tidak butuh tempat.

2. Menyewa sebelum membeli

Ada beberapa peralatan yang kita butuhkan dalam menjalakan usaha kita, ada yang mahal dan ada juga yang merah, ada yang sangat penting untuk bisnis kita dan ada pula yang hanya sebagai penghias atau identitas saja. Untuk semua yang akan kita beli, pertimbangkan terlebih dahulu apakah yang akan kita beli ini krusial untuk kelangsungan usaha kita? Dan apakah bisa jika hanya menyewanya? Ya, jika anda masih bisa menyewa dan menyewa tidak akan atau belum mempengaruhi usaha anda, saya sarankan untuk menyewa terlebih dahulu. Itu pilihan yang lebih murah untuk jangka pendek dan tentu saja mahal untuk jangka panjang. Tapi anda tidak punya pilihan banyak karena mungkin memiliki keterbatasan modal usaha.

3. Iklan Gratis

Sangat jelas saat ini mempromosikan usaha itu semakin mudah. Ada banyak cara yang murah, bahkan gratis, untuk bisa mempromosikan usaha, produk, atau jasa yang anda tawarkan. Misal dengan media sosial, blog, dll. Pikirkan media yang paling mudah dan murah yang bisa menghubungkan anda dengan calon pelanggan.

4. Lupakan yang tidak penting

Untuk awal-awal, lupakan terlebih dahulu untuk membuat kartu nama yang mahal dan abaikan terlebih dahulu untuk membuat website perusahaan. Saya sangat mengerti punya kartu nama dan website perusahaan itu sangat keren dan sebagai identitas perusahaan. Tapi saya rasa itu belum dibutuhkan saat ini. Lebih baik dana untuk membuat kartu nama maupun website digunakan untuk hal-hal yang lebih penting. Terkait masalah website, website yang saya maksud disini adalah website yang hanya sebagai profil perusahaan. Ini tentu saja berbeda jika usaha yang anda kembangkan adalah toko online, maka tentu saja anda harus membuat website toko online anda.

Tips di atas hanya beberapa saja. Tentu jika anda telah menjalaninya, anda akan bisa menentukan mana yang penting dan mana yang tidak penting atau dapat diabaikan terlebih dahulu. Jika ada yang ingin ditambahkan, silahkan tambahkan di kolom komentar. Semoga bermanfaat


sumber : https://musyrifah.com/2017/03/13/tips-hemat-memulai-usaha/

Hal Yang Sering Kita Abaikan Ketika Mengembangkan Produk atau Jasa

Ketikan muncul dengan ide untuk produk atau jasa baru, ada dua hal yang selalu kita tanyakan. Pertama, apakah produk atau jasa ini dapat di buat? Dan, apakah produk atau jasa yang akan kita buat ini nantinya akan laku?

Hal Yang Sering Kita Abaikan Ketika Mengembangkan Produk atau Jasa


Jika pertanyaan pertama jawabannya “Ya”, maka selanjutnya kita akan mulai mencari pelanggan mana yang memiliki masalah yang dapat diselesaikan dengan produk atau jasa kita tawarkan.

Ya, kita fokus pada menyelesaikan masalah pelanggan dengan produk atau jasa kita. Sebagai contoh, jasa laundry fokus untuk membantu (memudahkan) pelanggan dalam hal mencuci pakaian.

Menentukan Pelanggan

Pada dasarnya, ada dua cara dalam menentukan pelanggan kita. Pertama menentukan produk/jasa terlebih dahulu kemudian menentukan pelanggan (pelanggan dapat berubah). Kedua, menentukan pelanggan terlebih dahulu kemudian menentukan produk atau jasa yang sesuai (produk/jasa dapat berubah menyesuaikan dengan pelanggan).

Kita tentukan menggunakan pendekatan pertama dalam tulisan ini, yaitu kita telah menentukan produk/jasa dan akan mencari pelanggan yang sesuai.

Perlu saya ingatkan, kata “pelanggan” yang saya gunakan dalam tulisan ini maksudnya adalah segmen pasar yang akan kita sasar.

Umumnya setelah mengetahui kelompok pelanggan mana yang memiliki kebutuhan atau permasalahan yang dapat diselesaikan dengan produk/jasa kita tawarkan, kita akan mulai menghitung kemampuan pelanggan kita untuk membeli produk/layan yang kita tawarkan. Pada tahap ini kata akan menentukan berapa harga yang tepat untuk produk/jasa yang kita tawarkan sehingga pelanggan yang kita sasar dapat membelinya dan tentu saja dengan harga itu kita mendapatkan keuntungan.

Bagaimana jika anda telah melakukan riset (misalnya wawancara) pada calon pelanggan anda, dan mendapati bahwa mereka membutuhkan produk/jasa yang ada tawarkan dan memiliki kemampuan untuk membayar sesuai dengan harga yang anda tawarkan. Tapi pada kenyataannya, pada saat anda memasarkan produk/jasa tersebut, pelanggan yang anda sasar tidak membelinya.

Apa yang salah? Bukankan calon pelanggan anda butuh dengan produk/jasa yang anda tawarkan? Bukannya harga produk/jasa tersebut sudah sesuai dengan kemampuan mereka?


Kita Sering Mengabaikan Persepsi Orang Lain Terhadap Pelanggan Kita

Jawabannya adalah karena persepsi. Bukan persepsi calon pelanggan kita, tapi persepsi orang lain terhadap calon pelanggan kita jika menggunakan produk/jasa yang kita tawarkan.

Untuk lebih jelasnya, saya akan membahasnya dengan menggunakan contoh jasa laundry pakaian di Majene.

Tahun 2016, saya membuka jasa laundry di Majene dengan target pasarnya ibu-ibu rumah tangga. Saya telah menentukan harga jasa laundry menurut hasil wawancara saya dengan beberapa calon pelanggan mereka mampu dan mau jika harganya segitu. Singkat cerita, saya pun mulai. Tapi hingga beberapa bulan, jasa laundry ini masih saja sepi.

Jadi apa yang salah?

Yang salah adalah saya mengabaikan persepsi orang lain pada calon pelanggan saya jika menggunakan jasa laundry. Hal ini saya sadari setelah beberapa bulan dan melihat justru bapak-bapak (suami) yang sering menggunakan jasa laundry ini.

Jadi, dari hasil pengamatan dan wawancara kecil-kecilan saya. Ternyata,

• Ibu-ibu menggunakan jasa laundry dianggap (dipersepsikan) oleh warga lain sebagai ibu-ibu yang pemalas.

• Bapak-bapak (suami) yang menggunakan jasa laundry dianggap (dipersepsikan) sebagai suami yang baik karena ingin meringankan beban pekerjaan rumah tangga istri.

Tentu saja persepsi ini bisa jadi penghalang atau justru jadi pendorong calon pelangan kita untuk menggunakan produk/jasa yang kita tawarkan. Tergantung apakah persepsi tersebut sesuai dengan yang diinginkan pelanggan kita.

Kesimpulan

Dalam melakukan pengembangan produk atau jasa, penting untuk dipertimbangkan bukan hanya pada aspek produk/jasa dalam menyelesaikan masalah pelanggan dan kemampuan pelanggan untuk membeli prouk/jasa. Tapi juga persepsi yang diharapkan pelanggan jika menggunakan produk/jasa yang kita tawarkan.

Seperti misalnya, orang ingin menggunakan iPhone terbaru karena ingin dipersepsikan sebagai orang kaya.

sumber : https://musyrifah.com/2017/02/24/hal-yang-sering-kita-abaikan-ketika-mengembangkan-produk-atau-jasa/

3 Alasan Kenapa Kamu Tidak Akan Pernah Memulai Usaha Sendiri

Banyak mungkin diantara kita yang ingin menjadi pengusaha. Bermimpi dapat menjadi bos untuk diri kita sendiri dan mengerjakan pekerjaan yang kita sukai. Tapi kenyataannya banyak orang yang bermimpi menjadi pengusaha berakhir hanya sekadar mimpi saja. Tidak melakukan apa-apa untuk mimpinya, bahkan mencoba pun mungkin tak pernah.


Tapi apa yang membuat kita tidak berani atau tidak memulai usaha kita sendiri meskipun kita ingin? Berikut ini tiga alasan yang mungkin membuat kita tidak akan pernah memulai usaha kita sendiri.

1. Tidak tau harus memulai bisnis apa dan bagaimana

Banyak diantara kita yang ingin memiliki usaha sendiri karena melihat kesuksesan pengusaha-pengusaha yang sudah besar dan terkenal. Tapi tidak sedikit diantara kita yang ingin memulai usaha tapi tidak tau harus memulai usaha apa. Ada juga yang sudah tau dengan pasti usaha yang ingin dimulainya tapi tidak tau bagaimana cara memulainya, harus mulai dari mana, dan bagaimana.

Jika anda termasuk orang yang ingin memulai usaha karena melihat keberhasilan orang-orang yang telah sukses merintis usahanya dari kecil hingga menjadi besar, saya sarankan untuk tidak hanya fokus pada hasil akhirnya (kesuksesannya) tapi juga sebaiknya juga belajar dari jatuh bangunnya pengusaha tersebut dalam membesarkan usahanya. Belajar bagaimana mereka memulai, tantangan apa yang mereka hadapi, dan bagaimana mereka menghadapi tantangan tersebut.

Tidak dipungkiri salah satu cara belajar yang baik adalah belajar dari pengalaman orang lain. Jadi jika anda ingin memulai usaha dan tidak tau usaha apa yang ingin adan mulai, belajarlah dari orang lain, usaha apa yang mereka mulai yang mungkin sesuai dengan bakat dan minat anda. Belajar dari pengalaman mereka, bagaimana mereka memulai, dan yang paling penting jangan hanya belajar pada orang yang berhasil menjalankan bisnisnya, belajarlah juga pada orang-orang yang gagal atau pernah gagal. Belajar dari kegagalan mereka untuk menghindari kegagalan yang sama yang mungkin terjadi pada saat anda memulai usaha.

2. Tau tapi menunda-nunda

Alasan kedua anda tidak akan pernah memulai usaha sendiri adalah menunda. Menunda sampai lulus kuliah, menunda sampai sudah mengumpulkan modal yang banyak, menunda sampai punya pengalaman, dan banyak alasan menunda lainnya.

Jika usaha diibaratkan perjalanan, bukankah memulai lebih awal lebih baik? Dengan memulai kamu akan belajar lebih awal dari yang lainnya, belajar bukan hanya teori tapi juga dari pengalaman. Jadi untuk apa menunggu sampai punya pengalaman jika kamu dapat memulai dan belajar dari pengalaman yang sebenarnya?

3. Takut

Alasan ketiga anda tidak akan pernah memulai usaha sendiri adalah takut. Takut gagal, takut dinilai rendah, dan alasan takut lainnya. Takut gagal merupakan hal yang menurut saya pasti dipikirkan semua orang sebelum memulai usaha. Tentu saja tidak ada diantara kita yang ingin gagal atau merencanakan untuk gagal. Untuk alasan takut gagal ini saya rasa ada baiknya juga, karena dengan takut gagal kita akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar tidak gagal atau jika pun gagal kita tidak rugi terlalu besar dan tetap dapat pelajaran berharga dari apa yang kita kerjakan.

Salah satu alasan takut lainnya adalah takut mendapat penilaian jelek dari orang lain atau masyarakat. Misalnya, kamu seorang mahasiswa perguruan tinggi ternama dan kamu bisa saja melamar pekerjaan di BUMN ternama setelah lulus, tapi kamu malah memilih membuka warung bakso. Sangat mungkin memang orang lain akan berpendapat negatif tentang kamu. Mungkin akan ada yang berkata, “Kuliah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya jadi penjual bakso juga”.

Dua hal yang harus kamu ingat jika takut dinilai negatif oleh orang lain, yang pertama, kesuksesan itu tidak ada yang benar-benar terjadi dalam satu malam, jadi mau tidak mau kamu harus memulainya dari bawah. Kedua, apa yang orang lain pikirkan dan katakan tentang kamu, itu hak mereka, anda tidak bisa merubah itu dan (perkataan atau pemikiran) mereka tentu saja tidak bisa merubah apapun yang kamu lakukan. Kasarnya, untuk apa memikirkan perkataan orang lain, toh kamu tidak hidup karena mereka atau atas bantuan mereka.


sumber : https://musyrifah.com/2017/03/09/3-alasan-kenapa-kamu-tidak-akan-pernah-memulai-usaha-sendiri/

10 Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses

10 Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses - Keinginan menjadi Sukses merupakan impian semua orang, Termasuk saya Pribadi. Dari sekian banyak orang yang punya impian itu, hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Berikut adalah Sepuluh Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses yang sangat penting untuk di ketahui bagi mereka yang ingin sukses di dalam segala usaha mereka. Selamat membaca.


Sepuluh Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja Keras

Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal. Kunci Sukses Adalah DISIPLIN!!!

Semoga Artikel tentang Sepuluh Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses ini Bermanfaat dan Menjadi Motivasi anda untuk menjadi entrepreneur.


sumber : http://jiwaku931.blogspot.co.id/2013/09/sepuluh-cara-menjadi-pengusaha-muda.html

Trik Mempertahankan Mood Kerja Saat Anda Merasa Lelah

Dalam menghadapi pekerjaan apapun, tentu akan ada masa-masa dimana Anda merasa enggan dan tidak terinspirasi dalam bekerja. Bahkan, pada bidang profesi yang Anda minati sekalipun. Hal ini merupakan suatu kewajaran. Umumnya, peristiwa ini terjadi karena Anda merasa lelah dan jenuh dalam melakukan rutinitas sehari-hari.

Trik Mempertahankan Mood Kerja Saat Anda Merasa Lelah

Walaupun Anda merasa lelah, terkadang deadline tugas di kantor tidak bisa menunggu, sehingga Anda tetap harus bekerja. Untuk mempertahankan hasil kinerja yang baik, Anda tentu harus menyiasati suasana kerja Anda agar Anda tetap terinspirasi saat bekerja.

1.  Mengganti aktivitas Anda

Apakah pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk berada pada posisi duduk yang lama? Ataukah Anda orang lapangan yang harus mobile setiap pekerjaan Anda? Ada baiknya Anda mencoba untuk mengganti aktivitas Anda untuk sejenak. Kalau Anda sering duduk, coba bangkit sejenak untuk berjalan-jalan di luar ruangan karena sinar matahari juga dapat meningkatkan mood Anda. Sebaliknya, apabila Anda lebih sering berada di luar ruangan, Anda dapat mampir sejenak di cafe untuk duduk dan bersantai.

2.  Mencuci muka

Kalau Anda banyak menggunakan komputer, bisa jadi radiasi dari komputer dan sentralisasi cahaya dari LCD menyebabkan mata Anda mudah lelah. Dengan membasuh muka, dengan sendirinya Anda juga menyegarkan mata Anda, sehingga mood Anda menjadi lebih baik.

3.  Mengonsumsi buah atau salad

Seringkali kelelahan dipicu oleh stres berlebih. Untuk itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang dapat membuat Anda rileks. Anda dapat mencoba kudapan buah atau salad, karena keduanya dapat membantu mengembalikan energi Anda. Selain itu, rasanya yang segar akan me-refresh pikiran Anda. Sebaiknya hindari makanan yang mengandung gula karena akan membuat Anda mudah mengantuk.

4.  Tetap menjaga kondisi tubuh

Saat tengah berkonsentrasi pada pekerjaan, seringkali Anda menunda untuk melakukan aktivitas lain yang penting untuk tubuh, seperti makan atau minum. Padahal, keduanya justru akan membuat Anda lebih segar dalam menjalankan aktivitas. Maka, Anda tetap harus menjaga vitalitas Anda dengan makan teratur, serta meminum air mineral secara berkala.

5.  Melakukan peregangan ringan

Terfokus pada pekerjaan kadang membuat tubuh Anda tetap dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama. Hal ini juga dapat membuat tubuh Anda merasa lelah dan penat. Karena itu, melakukan peregangan-peregangan ringan akan meningkatkan sirkulasi darah yang akan menyegarkan Anda. Tentu saja, Anda hanya perlu melakukannya sembari duduk.

6.  Mengatur kondisi pencahayaan ruangan

Selain itu, kondisi ruangan juga harus Anda perhatikan, terutama pencahayaan yang dapat mengganggu kondisi penglihatan. Pencahayaan berlebih akan membuat mata cepat lelah. Sebaliknya, kondisi pencahayaan yang kurang akan memicu produksi hormon melatonin yang membuat Anda mengantuk. Oleh karena itu, Anda dapat mengatur kondisi pencahayaan ruangan agar kerja Anda menjadi lebih maksimal.



sumber : http://ikhtisar.com/trik-mempertahankan-mood-kerja-saat-anda-merasa-lelah/

Menjadi Pribadi Sukses dengan Pertanyaan Sederhana ini setiap Hari

Orang sukses selalu bekerja dengan Tujuan dan Fokus pada Produktivitas.  Prioritas menjadi langkah awal mengejar tujuan, dan penyelesaian masalah secara bertahap adalah langkah berikutnya.  Setiap pengusaha, businessman, usahawan, atau seorang profesional sekalipun selalu mempraktekkan tabiat atau perilaku yang hebat setiap harinya.  Orang sukses tidak akan membiarkan sesuatu hanya menjadi wacana belaka, dan menghilangkan kesempatan yang ada.  Orang sukses akan bekerja dengan Goals dan Focus, dengan mengedepankan pertanyaan berikut setiap harinya pada diri sendiri agar tumbuh berkembang sebagai pribadi yang sukses.



1.  Apakah Perilaku Kerjaku sudah Hebat?

Dengan bertanya pada diri sendiri mengenai attitude, Anda telah fokus pada pemikiran yang berpengaruh pada perilaku.  Jika Anda tidak berusaha menjadi positif pada suatu waktu, maka hari itu akan menjadi beban dan kesusahan Anda.  Seumpama Anda berhadapan dengan suasana negatif, maka cobalah untuk rehat sejenak, mengambil kesempatan untuk tenang dan berpikir, dan mengubah suasana hati kearah positif.  Dan jika Anda tidak punya kesabaran berhadapan dengan orang-orang tersebut, inilah saatnya Anda melakukan perubahan.  Perilaku positif dalam bekerja adalah cerminan seorang yang sukses, dan mereka melakukannya setiap hari.

2.  Apakah Situasi dan Kondisi dalam Kontrolku?

Jika situasi dan kondisi tidak dalam kontrol Anda, maka pasti ada kondisi dan situasi yang masuk dalam kontrol Anda.  Saat Anda merasa tidak akan mampu dan tidak percaya diri mengontrol sesuatu, maka cobalah merenung kembali, mana kondisi dan situasi yang masih dalam kendali Anda.  Saat Anda memegang kendali, maka perilaku positif akan lebih mudah dijalankan dibandingkan jika Anda tengah dalam pengaruh orang lain atau terbawa situasi dan kondisi lingkungan.


3.  Bagaimana Persiapanku?

Saat Anda tengah meneliti kesiapan terhadap sebuah meeting, undangan bisnis, atau even lainnya setiap hari, Anda akan terkait dengan keinginan melihat progress yang sudah berjalan.  Sesaat Anda telah melakukan persiapan, maka lanjutkan dengan Follow Up terhadap next process Anda, dan perhatikan apa saja hal yang dapat ditingkatkan.  Tulis setiap hasil pertemuan dalam bentuk catatan dan lakukan tindak lanjut setelahnya.

4.  Apa yang dapat Kulakukan agar Tepat Waktu?

Bekerjalah dengan tepat waktu sesuai rencana awal.  Jika Anda ada janji dengan orang, maka tepatilah.  Jika ada kemungkinan Anda terlambat, maka berikan informasi kepada klien atau rekanan Anda.  Mereka perlu informasi tersebut, sehingga tidak akan menjadi tanda-tanya mengapa Anda terlambat.  Pastikan telepon Anda penuh, kondisikan waktu pengingat (alarm), dan perhitungkan waktu tempuh dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

5.  Jika Bekerja Sehari Penuh, Apakah Aku Senang?

Jika Anda tergoda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, maka selesaikanlah lebih cepat.  Mengapa Anda harus menunda pekerjaan hari ini untuk esok hari?  Jika ini terjadi maka Anda tengah jenuh, atau bosan, atau malas.  Tidak adanya semangat kerja adalah masalah yang harus segera dieliminasi.  Tanyakan diri Anda, apa yang bisa dilakukan untuk kembali semangat dan memperolah kembali fokus kerja.


sumber : http://ikhtisar.com/menjadi-pribadi-sukses-dengan-pertanyaan-sederhana-ini-setiap-hari/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget