Agustus 2015



Bagaimana Cara Memperbanyak langganan
Memperbanyak langganan adalah suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan. Memperbanyak langganan tidak bisa berhasil seketika itu, tapi secara bertahap. Konsumen akan mengenal toko Anda melalui informasi dari mulut ke mulut bila tidak beriklan. Oleh sebab itu, memperbanyak langganan harus dimulai dahulu dengan membangun citra toko Anda sendiri. Kalau toko Anda memiliki citra yang baik, maka konsumen pun akan datang silih berganti. Kriteria sebagai toko yang baik tentu saja dari cara bagaimana Anda melayani konsumen, harga-harga yang Anda berikan pada barang dagangan Anda, serta kesediaan Anda untuk melakukan sesuatu di luarketentuan yang biasa, seperti menukar barang bila barang itu betul tidak cocok karena kesalahan di pihak Anda, atau Anda tidak menjumlah harga dengan benar. Citra toko Anda yang baik akan membawa keberuntungan bagi perkembangan toko Anda. Misalnya, toko Siola yang semula selalu mengutamakan pelayanan untuk kepentingan konsumen. sampai sekarang nama "Siola" tetap digunakan meskipun toko itu telah tutup dan diambil alih oleh Ramayana. Demikian pula dengan toko Anda jika memiliki citra yang baik, nama toko Anda akan harum selamanya.
Toko yang bercitra baik akan menjadi jalan menuju keberhasilan Anda. Pemilik tidak akan repot lagi untuk mencari pembeli, karena pembeli Anda telah mengetahui toko Anda terkenal dengan memiliki barang yang lengkap. tokonya bersih dan rapi, produk-produk yang dijual selalu baru, dan pelayanannya sangat memuaskan. Bisa dipastikan Anda telah memiliki konsumen yang akan datang silih berganti sehingga aliran dana masuk ke toko Anda semakin besar yang menyebabkan laba Anda bertambah. Memperbanyak langganan adalah salah
satu cara untuk memperbesar cash in flow sebuah toko. Sebuah toko yang ramai dengan pembeli akan memperbesar omzet penjualan. Dengan besarnya omzet penjualan maka aliran dana yang ada di toko akan berjalan dengan lancar, sehingga semakin banyak keuntungan yang akan diterima oleh pemilik toko.Semakin banyak langganan yang membeli berarti Anda semakin memperoleh kesempatan untuk mengembangkan item produk yang Anda jual. Sebuah toko yang memiliki barang yang lengkap, memiliki peluang untuk meraih konsumen lebih banyak lagi. Seorang customer saya selalu mengambil keuntungan beberapa persen saja terhadap barang-barang yang dijualnya, agar toko yang didirikan memiliki langganan tetap banyak Barang-barang dengan harga pada suatu toko akan menjadi daya tarik bagi konsumen. Karena pada dasarnya konsumen selalu mencari barang dengan murah dan bermutu baik. Walaupun tidak dimungkiri ada konsumen yang selalu mencari barang dengan harga mahal dan bermutu baik pada jenis barang tertentu. Untuk jenis barang kebutuhan sehari-hari kebanyakan konsumen mencari yang murah. Menurut seorang customer saya, konsumen akan membeli di tempat lain bila harga lebih mahal walau selisihnya hanya Rp 50,00. Dengan mengamati perilaku konsumen yang seperti ini maka sebaiknya bila Anda membuka toko untuk pertama kali, atau baru saja buka, sebaiknya Anda memperhatikan hal ini. Setelah itu, pada saat langganan Anda telah banyak. Anda bisa mengambil keuntungan secara normal dengan menaikkan harga secara bertahap.
Sekarang yang menjadi masalah yaitu bagaimana Anda dapat memperbanyak langganan. Banyak sekali toko yang telah menjual barangnya dengan harga murah, tetapi pembeli yang ada tidak pernah menjadi langganan tetap. Kalau dianalisis apa yang menyebabkan hal itu terjadi, maka berbagai sebab bisa menjadipenghalang yang terkadang tidak pernah disadari oleh pemilik toko, misalnya: toko tidak bersih dan tidak rapi, meskipun barang yang dijual murah, tetapi toko tidak menyediakan barang dengan lengkap. Bisa jadi toko Anda sepi karena pelayanan yang Anda berikan tidak baik dan lokasi toko yang tidak strategis. Masalah mah seperti inilah yang membuat banyak sekali pemilik toko yang gagal mengelola tokonya dengan baik.
A. Pelayanan yang Baik
Pelayanan merupakan bagian terpenting dari usaha apa pun. Suatu usaha tanpa memiliki pelayanan yang baik, maka usaha yang Anda jalankan bisa dipastikan akan berumur pendek. Untuk memiliki usaha agar berumur Panjang tentunya Anda harus memiliki langganan yang jumlahnya banyak yaitu dengan memberikan pelayanan vi baik. Memang pelayanan yang baik. tidak akan membawa dampak secara langsung karena pelayanan itu tidak memiliki bentuk, tetapi hanya bisa dirasakan oleh konsumen secara berulang-ulang. Biasanya perusahaan-perusahaan yang hanya menjual "jasa" selalu mementingkan pelayanan sebagai wujud dari produk yang dijualnya. Misalnya perhotelan akan selalu mengutamakan pelayanan atau service kepada para tamunya selain sarana hotel yang dimiliki. Asuransi dan tours-travel Juga menjual pelayanan, begitu pula dengan usaha-usaha yang tidak memiliki produk, menjual pelayanan sebagai produk utamanya. Karena dengan adanya pelayanan yang baik, usaha yang Anda dirikan memiliki nilai lebih.
Tidak berbeda dengan usaha toko milik Anda, pelayanan juga menjadi bagian penting dalam upaya memperbanyak langganan. Siapa saja jika membeli sesuatu pada sebuah toko, tentunya akan merasa senang bila dilayani dengan baik. Saya dengan istri saya selalu pergi ke sebuah toko, yang menurut saya toko itu relatif jauh dari tempat tinggal saya. Saya juga sering mengatakan kepada istri saya. sebaiknya membeli barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari di toko dekat rumah saja. Tapi istri saya mengatakan bahwa toko di dekat rumah tidak memberi pelayanan yang baik jika kami datang. Berbeda dengan toko yang selalu kami kunjungi tiap kali berbelanja. Dalam pengamatan saya. toko kecil itu pemiliknya selalu ramah. Karena toko itu diberi pintu di depannya maka setiap kali ada pengunjung datang, pegawainya selalu membukakan pintu dan mempersilakan masuk. Begitu pula dengan kasirnya selalutersenyum, menghitung dengan benar belanjaan setiap orang, dan selalu mengucapkan terima kasih bila pengunjung telah meninggalkan tokoitu. Kesan inilah yang akan mengundang siapa saja untuk datang ke toko yang selalu memberi pelayanan yang baik.
Pelayanan dalam usaha merupakan faktor penentu bagi perkembangan toko Anda selanjutnya. Hubungan yang harmonis antara pembeli dan pemili toko harus berjalan dengan baik. Para konsumen harus tetap dilayani dengan baik, tidak memandang apakah konsumen yang hanya lewat atau konsumen tetap. Jika Anda telah memberikan image yang baik tentang pelayanan, maka akan membantu untuk memperbanyak langganan. Orang lebih senan membeli di toko Anda dengan harga . mungkin lebih mahal tetapi memiliki pelayanan yang baik. daripada membeli ketoko yang menjual dengan harga murah tapi tidak memberi pelayanan dengan baik.
Pelayanan yang baik bisa berupa melayani" dengan hati riang; menjumlah barang-barang dengan harga yang sesuai, jujur, menipu memberikan barang yang baru dan dalam kondisi baik pada konsumen: dan memberikan kembalian dengan tepat. dan tidak menipu sangat diperlukan dalam usaha membuka toko, karena dengan memberikan keterangan akan barang dengan jujur, konsumen akan merasa dibantu untuk mengatasi kesulitannya mencari-cari barang tertentu. Konsumen merasa lega karena dibantu untuk mendapatkan barang komplementer jika barang yang dicarinya habis. Anda juga dituntut bersabar melayani konsumen yang sedang mencari-cari barang yang dikehendakinya, tanpa harus membentak-bentak sehingga konsumen tidak ragu-ragu terhadap barang yang dicarinya. Sebaiknya Anda mengarahkan, memberi saran. dan membantu pembeli untuk mengambil keputusan. Konsumen yang bingung pada suatu pilihan barang akan sulit untuk mengambil keputusan. Untuk itu, Anda harus dapat membantunya untuk mengambil keputusan. Bagaimana jika yang melayani anak-anak, pembantu, atau anggota keluarga yang belum mengerti akan pelayanan? Pada anggota keluarga sebaiknya diberitahukan bahwa pelayanan sangatlah penting untuk perkembangan toko Anda Sebagai pelajaran yang baik, Anda harus memberikan contoh pada anggota keluarga dengan tingkah laku atau cara-cara melayani konsumen dengan baik.
Melayani sepenuh hati akan memberi energi pada Anda akan usaha yang Anda jalani. Semua pekerjaan yang dijalankan dengan sepenuh hati dan tanpa harus mengeluh akan bermanfaat pada diri Anda sendiri. Anda akan termotivasi untuk selalu "antusias" melawani konsumen. Begitu Anda melihat ada calon konsumen datang, Anda akan dengan senang hati melayaninya. Begitu pula pada pihak konsumen akan merasa gembira dan senang melihat Anda yang bersemangat. Situasi dan kondisi yang menyenangkan akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan barang yang dicari. Pemilik toko pun dapat dengan leluasa menawarkan produk baru jika barang yang dikehendaki konsumen tersebut tidak ada.
Situasi dan kondisi yang baik yang terjadi pada suatu saat akan dapat mempercepat seseorang mengambil keputusan. Seperti pengalaman saya jika datang ke suatu toko, saya akan segera menyapa pada pemilik toko dengan riang, walau pemilik toko yang saya datangi mungkin sedang "sedih"jika tokonya sepi. Saya menyampaikan segala informasi dengan positif dan menyenangkan. Setelah pemilik toko merasa senang dengan komunikasi yang terjadi, barulah saya mengajak dia untuk segera mengambil keputusan atas sejumlah barang pada saya. Transaksi yang terjadi di luar dugaan, karena pemilik toko akan memesan barang melebihi kuota yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Anehnya, customer saya akan selalu membeli produk-produk yang saya tawarkan meskipun barang yang dia miliki masih banyak di gudang. Tapi karena saya datang dengan sepenuh hati, maka customer saya membelinya juga. Pekerjaan yang Anda lakukan dengan sepenuh hati itu akan memberikan energi dan memancar pada orang yang berada di hadapan Anda. Jika Anda seorang pemilik toko maka konsumenlah yang sering berhadapan dengan Anda, dan saat ini menanti untuk dilayani dengan sepenuh hati dan ramah.
Sabar dan jujur merupakan ciri khas yang dimiliki oleh pemilik toko yang berhasil. Dahulu di depan rumah saya ada seorang tetangga yang membuka toko dan sangat laris. Menurut saya, barangkali hanya dialah satu-satunya di tempat itu yang memiliki toko barang-barang yang paling lengkap Tidak lama kemudian ada toko baru di berjualan tidak jauh dari toko itu. Toko yang baru dibuka kecil dan jauh dibanding dengan tok yang ada di depan rumah saya. Ibu saya sering membeli pada toko di depan rumah Sy tapi selalu mengeluh karena pemiliknya tidak sabar jika melayani, serta sering menaikkan harga walau sebelumnya telah mengatakan dengan harga tertentu. Karena selalu diperlakukan seperti itu, akhirnya ibu saya membeli ketoko kecil itu yang pemiliknya ramah, sabar, dan jujur, serta melayani ibu dengan sepenuh hati. Walau menyadari barang-barang yang dimilikinya tidaklah selengkap toko di depan rumah, pemiliki toko kecil itu dengan sepenuh hati berjanji akan mencarikan kebutuhan ibu saya, untuk keesokan harinya. Begitulah, ibu terus berbelanja di toko kecil itu. Setelah kami pindah rumah dan sekarang bertemu dengan salah seorang tetangga, saya sempat menanyakan apakah toko di depan rumah saya masih ada. Tetangga saya mengatakan bahwa toko di depan rumah saya telah tutup, dan sekarang hanya toko kecil itu yang masih berjualan. Menurutnya, kini telah menjadi toko yang sangat besar, tidak saja melayani pembeli secara eceran tapi juga melayani pembeli-pembeli secara partai.
Pelayanan yang baik akan meningkatkan omzet penjualan toko melalui langganan-langganan Anda. Cash in flow Anda akan meningkat sehingga Anda bisa membeli lagi barang-barang yang telah habis di toko dan menambah sedikit longgar cash expenses yang perlu. Tentu saja, keuntungan yang Anda dapat akan berlipat jika langganan Anda semakin banyak.
B. Membersihkan dan Merapikan ΤΟΚΟ
Toko yang bersih dan rapi akan menjadi pesona tersendiri bagi seorang konsumen. Saya memiliki seorang customer yang tokonya terletak di kota yang miskin penduduknya, namun banyak sekali konsumen yang datang ketoko tersebut. Setelah saya mengamati dan membandingkannya dengan toko-toko lain di sekitar toko itu, termasuk yang ada di kota besar, ternyata toko milikcustomer saya adalah toko yang amat bersih dan rapi. Sebelum toko buka, kaca-kaca etalasenya dibersihkan dahulu sampai mengkilat. Barang-barang yang datang segera dilabeli dan diatur dengan rapi di rak masing-masing. Di dekat pintu masuk disediakan tong sampah. Gudang untuk barang-barang persediaan terletak di belakang toko, dan di dalam toko tidak ada barang-0barang yang berserakan. Jika ada kotoran-kotoran yang tercecer, pemilik toko segera memerintah karyawannya segera membersihkan.    
Toko yang bersih dan rapi tentu sangat menyenangkan konsumen. Produk-produk yang disusun dengan baik di etalase, di rak-rak toko, dan gudang sesuai golongan dan jenisnya; akan membuat etalase, rak, dan gudang tersebut tidak berantakan karena barang yang diperlukan akan mudah didapatkan. Susunan barang yang rapi di toko akan aman dari sentuhan binatang seperti kecoa dan tikus. Tikus inilah musuh yang paling berbahaya bagi toko Anda. Barang-barang Anda akan rusak oleh gigitan tikus-tikus jika tidak disusun dengan rapi. Sehingga menyebabkan kerugian besar jika barang yang Anda beli itu adalah barang-barang yang tidak dapat dikembalikan pada pemasok,
Sebaiknya Anda menyusun barang-barang itu sesuai dengan golongannya, misalnya jenis makanan dengan makanan, sedangkan yang bukan makanan Anda susun dengan yang bukan makanan. Jika Anda mengaturnya secara campur aduk juga akan merugikan Anda sendiri. Misalnya, makanan yang Anda jual itu Anda campur dengan sabun, maka makanan itu pasti akan beraroma sabun. Makanan seperti ini tidak akan laku dijual dan jika Anda memaksa, maka konsumen akan jera untuk membelinya pada Anda.
Memang, keteraturan susunan barang-barang Anda di toko juga dapat memberikan manfaat agar konsumen dengan mudah mendapatkan barang yang dikehendaki. Kebersihan toko di samping sangat menarik bagi pembeli, juga mengurangi kerugian akibat dirusak oleh binatang. Pembeli akan senang dengan barang-barang yang dibelinya karena nampak baru dan bersih. Pemandangan toko yang serba teratur juga dapat meningkatkan konsentrasi konsumen untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan di luar rencana semula. Jadi, pembeli tidak khusus membeli barang tertentu saja, tetapi akan membeli barang lain. Dengan melihat barang yang diatur rapi akan teringat pada barang yang memang dibutuhkan tapi lupa mencatatnya.
C. Barang yang Dijual Lengkap
Toko yang memiliki barang lengkap akan mempunyai kesempatan besar untuk meraih konsumen lebih banyak. Seorang konsumen akan jera membeli pada toko Anda jika tiap kali ia mencari suatu barang tidak pernah tersedia di toko Anda. Berbeda jika di toko Anda terdapat barang dagangan lengkap. konsumen langsung mendapatkannya dan bila perlu akan membeli kebutuhan lain yang dianggapnya perlu. Disinilah keunggulan yang harus diusahakan oleh sebuah toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Namanya toko kebutuhan sehari-hari, maka barang-barang yang ada tentunya harus memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan sehari-hari. Seorang customer saya menjual segala macam barang mulai dari jarum pentul sampai barang yang berharga mahal, seperti susu untuk kebutuhan anak-anak dan orang dewasa. Memang untuk memenuhi segala macam barang kebutuhan sehari-hari, modal yang dibutuhkan besar sekali.Tapi menurut anjuran, sebaiknya menyediakan barang kebutuhan sehari-hari itu sebanyak mungkin macamnya. dan peritem produk jumlahnya hanya sedikit, misalnya 3 biji saja.
Anjuran ini sangat penting karena semakin lengkap produk yang disediakan oleh toko, maka peluang mendapatkan konsumen akan lebih banyak lagi. Pembeli tidak akan membatalkan transaksinya jika barang yang disediakan sangat lengkap. Akan tetapi, bagaimana dengan pemilik toko yang hanya memiliki modal terbatas? Padahal agar toko memiliki langganan yang banyak, salah satu syaratnya adalah mempunyai barang yang lengkap,
Sebenarnya modal terbatas tidak boleh menjadi masalah dan penghalang dalam usaha ini. Memiliki usaha dengan membuka toko memerlukan ketekunan dan kesabaran. Dan untuk menyedikan produk-produk secara lengkap diperlukan modal yang cukup besar. Seorang customersaya bernama Bu Masihkah, mengawali usahanya dengan modal hanya Rp 250.000,00 di ruang tamu rumahnya yang berukuran sangat sempit, 3 meterkali 4 meter. Agar pembeli tidak kecewa, ibu ini menyediakan produk-produk yang betul-betul diminati oleh konsumen sekitar rumahnya. Caranya tiap jenis produk hanya disediakan 2 biji. Bagaimana jika ada yang membeli melebihi dari persediaan yang ada. Bu Musihkah akan menjanjikan barangnya dikirim keesokan harinya dengan "alasan" barang itu masih kosong. Adanya konsumen yang membeli lebih ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Bu Musihkah, bahwa barang yang dijual adalah baranglaku. Dia tidak akan membeli dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya, tetapi akan membelinya.6 biji dan sisanya yang telah terbeli itu untuk stok mendatang. Begitu seterusnya, Bu Musihkah melakukannya hingga modal yang dia kumpulkan kini telah mencapai kurang lebih 50 juta.
Pengalaman di atas bisa menjadi alternatif bagi siapa saja yang mengawali membuka toko dengan cara menyediakan barang secara bertahap. Cara lain untuk menambah jenis produk yang dijual yaitu dengan berhubungan langsung dengan salesman dari berbagai perusahaan. Meski membutuhkan waktu, tapi cara ini baik sekali bagi seorang pemula yang berusaha membuka toko, dan hanya bermodal kecil. Jangan sia-siakan momen seperti itu jika ada salesman datang belilah sedikit produk yang menurut Anda bisa laku dan bernegosiasilah jika bisa mendapatkan kredit untuk sejumlah produk.
Barang-barang yang didapatkan secara kredit dapat dijual secara maksimal hingga habis. Usahakanlah agar barang-barang tersebut bisa dijual secepatnya, karena uang tunai yang diperoleh bisa dibuat keperluan lain. Tanyalah pada salesman, kapan dia berkunjung lagi ke tempat Anda. Sehingga Anda bisa mengatur keuangan yang diperoleh dari hasil penjualan tunai untuk dibayarkan pada salesman jika datang. Seorang customer saya memberikan resep untuk mendapatkan barang dengan cepat dan menjualnya dengan cepat pula dan kemudian membayarnya. Katanya. "Sambil menunggu salesman datang. jangan lupa tanyakan kepada salesman tersebut kapan datang berkunjung lagi dan menagih. Dengan demikian, uang dapat digunakan membeli produk-produk fast moving dengan lengkap, begitu seterusnya..."
Dan yang paling berat bagi Anda jika memulai usaha hanya dengan modal kecil adalah harus menambah modal. Agar barang Anda di toko menjadi lengkap salah satu jalan yang mudah dan cepat adalah dengan menambah modal usaha. Bisa dengan cara menambahnya secara bertahap atau langsung dalam jumlah besar. Seperti yang pernah dilakukan Bu Umi, untuk melengkapi barang yang secara bertahap. Beberapa tahun membuka toko, keuntungan yang diperoleh tak pernah digunakan untuk berbagai keperluan. Untuk membayar rekening listrik, PDAM, telepon, dan membayar uang sekolah anak-anaknya masih mengandalkan uang gaji yang diterima oleh suaminya tatkala masih bekerja. Keuntungan dari usahanya terus ditambahkan sebagai modal usaha. Selain itu, jika mendapat arisan uang yang diperolehnya juga langsung dibelikan barang-barang untuk kebutuhan toko. Jadi, menambah barang di toko bisa dimulai dengan cara mengangsur.
Sementara itu, jika Anda telah memperoleh sumber dana sebaiknya langsung digunakan untuk membeli barang-barang kebutuhan toko. Sumber dana itu bisa dari bank, pegadaian, dan dari perusahaan atau agen. Untuk sumber dana dari perusahaan dan dari agen bisa Anda peroleh setelah toko Anda beroperasi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda bisa menarik hati pemilik toko agen dan jangan selalu "menolak" salesman yang datang. Karena kedatangan salesman akan mengundang salesman-salesmanlain datang ke toko Anda, untuk memberikan barang sebagai pelengkap toko Anda.

D. Produk yang Dijual Selalu Baik
Janganlah menjual suatu produk yang habis masa kadaluwarsanya. Mintalah tukar pada salesman atau pemilik toko grosir tempat.Anda membeli. Simpanlah barang-barang rusak Anda dan pisahkan agar tidak ikut dengan produk-produk baru. Menjual produk-produk yang sudah lama atau rusak akan mengurangi citra toko Anda. Sebaiknya. Anda menghindari untuk memberikan barang-barang rusak dan kedaluwarsa kepada konsumen jika Anda ingin memiliki langganan yang banyak. Produk-produk yang tersedia ditoko Anda dalam keadaan baik. Artinya, produk-produk tersebut masih bagus, kemasannya tidak rusak atau robek, warna kemasan tidak pudar, peyok, dan masa kadaluwarsa tidak habis. Dan untuk mendapatkan produk-produk yang baik, Anda tentunya berhubungan langsung dengan salesmanberbagai perusahaan, toko agen atau toko grosir, atau toko-toko superbesar seperti MAKRO dan yang lain. Hanya sebagai catatan, membeli di toko-toko superbesar jarang menerima barang kembalian yang telah rusak dan Anda dituntut untuk teliti bila membelinya. Telitilah bentuk barang, baik warna kemasan dan bentuk kemasan, masa kadaluwarsa, serta jumlah barang yang Anda terima. Sehingga Anda akan mendapatkan barang-barang yang baik pula.
Cara lain agar Anda memiliki barang yang bagus adalah melakukan penyimpanan produk-produk itu dengan baik pula. Menggolong-golongkan produk sesuai dengan jenisnya dan mengaturnya di gudang pada rak-rak dan etalase yang tersedia. Dan yang lebih penting adalah bernegosiasi dengan para salesman perusahaan untuk mengadakan perjanjian mengenai penggantian barang yang rusak, masa kedaluwarsa habis, serta pengembalian barang-barang yang tidak laku sama sekali. Dengan demikian Anda mengurangi risiko kerugian akibat barang-barang rusak dan dapat melayani konsumen dengan baik sehingga dapat mendatangkan langganan yang banyak.
E. Bersedia Mengirim
Banyak sekali toko yang menjadi customer saya tidak melakukan pengiriman apabila ada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak. Mereka lebih suka membiarkan konsumen membawa sendiri barang belanjaannya. Saya memiliki seorang customer lain yang menjual secara partai, selalu bersedia jika langganannya meminta untuk mengirim barang belanjaannya. Pengiriman yang dilakukan oleh pemilik toko merupakan salah satu upaya untuk menambah jumlah langganan. Melakukan pengiriman bisa menjadi alternatif sebagai bentuk "keunggulan" dalam bersaing. Bila Anda memiliki sebuah toko yang bersedia mengirim barang dalam jumlah tertentu, maka bisa dipastikan toko Anda akan memiliki sejumlah pelanggan yang memesan barang lewat telepon.
Trend memesan barang melalui telepon telah berkembang pesat akhir-akhir ini, sehingga Anda harus memulai merancang toko Anda dengan melengkapi seorang pegawai yang bertugas melakukan pengiriman. Melayani pengiriman dengan sejumlah pembelian tertentu akan mendongkrak omzet penjualan toko Anda. Tidak dimungkiri, cara ini telah dilakukan berbagai usaha di luar usaha membuka toko kebutuhan sehari-hari.
Saya pernah mengunjungi seorang teman yang menjadi pasien di salah satu rumah sakit, yang tidak memiliki keluarga di Surabaya. Dia masuk rumah sakit dan menjalani rawat tinggal selama berminggu-minggu. Dokter memberikan resep tetapi tak seorang pun yang bisa membelikan karena pasien tersebut tidak memiliki keluarga. Seorang suster yang merawatnya, membantunya dengan menelepon orang apotek untuk memesan obat sesuai dengan resep. Obat itu kemudian dikirimkan dan hebatnya meskipun dalam jumlah sedikit tetap dilayani. Itulah salah satu cara untuk memperbanyak langganan dengan cara mengirim barang yang dipesan.
Untuk Anda yang memiliki usaha toko, pengiriman yang Anda lakukan tentu saja selain dapat menaikkan omzet penjualan, dapat menarik konsumen-konsumen baru untuk membeli di toko Anda. Beritahulah konsumen-konsumen baru Anda bahwa toko Anda akan mengirim barang-barang yang telah dibeli dalam jumlah tertentu sampai kerumah. Sempatkanlah membuat spanduk di depan toko, yang artinya “Anda akan mengirim belanjaan mereka sampai dirumah". Spanduk yang Anda buat di depan toko akan menarik sekali bagi konsumen atau calon konsumen.
Memang mengirim barang belanjaan konsumen ke rumah masing-masing akan membutuhkan tenaga bila Anda sendirian. Tapi, alangkah baiknya Anda melakukan dengan seorang pegawai jika ingin omzet Anda naik melampaui target yang telah ditentukan. Membayar seorang pegawai sekaligus sebagai pengirim barang, memang menambah cash expenses Anda, tapi bila diimbangi dengan kenaikan omzet penjualan maka cash expenses yang keluar akan menjadi seimbang atau mungkin lebih menguntungkan.


---------------------------------------------------------
Website Raja Rak Minimarket yang lain : 


 

Memberdayakan Toko sebagai Bagian dari Pemasaran
Toko sangat penting sebagai bagian dari pemasaran. Ini terlihat dari peran sertanya dalam menyerap sejumlah produk yang berasal dari berbagai perusahaan. Terutama untuk kategori produk-produk konsumsi yang penyalurannya menggunakan lembaga perantara sebelum produkitu sampai ke konsumen pemakai. Sayangnya, selama ini perusahaan kurang memperhatikan toko sebagai bagian dari mata rantai saluran distribusinya. Perusahaan lebih mementingkan kerja samanya dengan perusahaan distributor sebagai bagian penyalur “besar" yang menangani distribusi produk sampai ke konsumen. Begitu pula dalam pencapaian omzet penjualan, perusahaan jarans memberikan pelajaran kepada toko sebagai bagian yang selama ini aktif menjual produk-produknya. Perusahaan lebih sibuk dengan menyusun sales force yang besar dan lebih senang menghambur-hamburkan dana yang nilainya sampai miliaran rupiah hanya untuk kegiatan beriklan.
Pada akhirnya, pemilik toko merespons dengan cara "cenderung" menjual produk produk yang laku saja dibanding harus menu produk yang kurang laku. Pemilik toko lebih senang menanggapi salesman perusahan yang menjual produk dengan cara konsinyasi pada membelinya dengan cara tunai. Pemilik toko juga lebih suka bereaksi pada program-program yang diadakan perusahaan, seperti pajangan berhadiah, diskon potongan yang besar dan pemberian hadiah untuk pembelian sejumlah barang tertentu. Namun, semuanya tidak akan memberikan pelajaran berarti pada pemilik toko untuk mengelola tokonya lebih baik.
Kenyataan yang ada, toko-toko yang semula adalah harapan bagi perusahaan sebagai outlet untuk penyebaran produknya, berguguran satu persatu karena tidak dikelola dengan baik oleh Pemiliknya. Tugas dan tanggung jawab yang berat agar omzet Perusahaan tetap stabil adalah memberi Pelajaran kepada pemilik toko, dengan cara memberi pengetahuan pada salesman mengenai "tatacara mengelola toko yang baik" yang terdiri atas: tepat bila berjanji, memiliki Pelayanan yang baik, mencari barang murah, Pandai memanfaatkan sumber dana, tidak lupa dengan pembukuan. menyimpan arsip tagihan. menyimpan alamat dan nomor telepon Perusahaan, menyimpan daftar harga, *Perhatikan barang dikembalikan dan arsipkan, memanfaatkan buku cek dan giro bilyet, menyediakan uang tunai, dan membina hubungan perusahaan. Inilah sebuah kombinasi menjual Produk dan pembinaan kepada toko yang jarang dilakukan oleh sales. man-salesman perusahaan manapun.
Seperti yang saya kutip dari The Strategic Marketing Plus 2000 Conceptual frame work. nya Hermawan Kartajaya, bahwa: “Pada gilirannya, pelanggan yang puas akan meneruskan hubungan dengan karyawan (Salesman-pen) yang memuaskannya, sekaligus memberikan laba jangka panjang kepada pemilik perusahaan. Sebab, pelanggan yang puas akan melakukan pembelian ulang dan memberikan rekomendasi pada orang lain untuk membeli dari perusahaan bersangkutan. “Ini berarti, di dalam persaingan yang sudah tidak terlihat lagi perusahaan harus menjaga kepuasan seorang pelanggan secara terus menerus, yang pada akhirnya seorang pelanggan bukan saja sebagai "objek" tetapi akan menjadi partner dalam suatu usaha. Inilah konsep mendatang untuk perusahaan-perusahaan yang telah mengutamakan partnership dalam usahanya.
Selain itu, menurut Philip Kotler yang saya kutip secara bebas bahwa lembaga perantara. dalam hal ini toko, merupakan bagian mata rantai yang tidak mungkin dipisahkan dalam rangkaian sebuah saluran distribusi, terutama untuk produk konsumsi atau produk untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga memberdayakan toko agar menjadi lestari sebagai outlet kegiatan pemasaran suatu perusahaan, secara tidak langsung harus dipikirkan. Inilah terobosan baru yang harus menjadi pertimbangan. mengingat kini toko yang telah berkembang pesat dan dikelola dengan baik tidak saja berperan sebagai toko yang melayani konsumen langsung. tetapi telah mendistribusikan Produk-produk yang berasal dari suatu perusahaan. Misalnya, Alfa Retailindo selain melayani Konsumen secara langsung juga melayani pelanggan (toko lain yang berada di luar lingkungan usahanya. Indomaret membuka cabang dengan Puluhan toko minimarket di tiap kota secara agresif yang tersebar di seluruh penjuru kota ditanah air. Hal itu dilakukan tak lain adalah untuk menjual Produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang termasuk dalam groupnya. Indogrosir, Makro. Matahari, dan Hero adalah Perwujudan pengelolaan toko yang telah dikembangkan untuk melayani konsumen lebih serius.
Bukan itu saja. sampai-sampai Hari Darmawan. Founding fathers- Honorary Chair. manMatahari Group mendirikan sekolah bagi Pengembangan toko bernama halai Business Institute bekerjasama dengan Australian institute of Management, bobson College (AS) dan IGDS (Swiss), sebagai wujud untuk memberdayakan toko sebagai bagian dari mata rantai saluran distribusi produk-produk perusahaan. Hari Darmawan sendiri menurut pernyataannya sangat khawatir dengan pelanjut bisnisnya dan sampai hari ini mungkin sudah sekitar 200 lembar sertifikat dikeluarkan untuk pebisnis (pemilik toko) yang telah mengikuti pelatihan. Alamat lengkap sekolahnya dapat dihubungi di RBI, Jl. Pondok Pinang Centre Blok C-38 Lt.1, Jl. Ciputat Raya. Jakarta Selatan 12310.
Selain toko menjadi tanggung jawab perusahaan dalam memberikan arahan bagaimana mengelolanya dengan baik, pemilik toko itu sendiri adalah "kunci penting" dalam menyukseskan toko yang dikelolanya. Dengan tidak bermaksud merendahkan bahwa toko adalah usaha yang berada di bawah tingkat perusahaan pemasoknya, toko yang solid yang tersebar di mana-mana menjadi kekuatan penting dalam menjalankan distribusi sebuah produk. Oleh sebab itu, kalau bisa saya rumuskan,
Pertama, upaya memberdayakan toko agar si owner memiliki pengetahuan mengenai tata cara mengelola toko yang baik adalah tanggung jawab perusahaan. Dalam hal ini yang melaksanakan adalah salesman yang bersentuhan langsung dengan pelanggannya serta pemilik toko itu sendiri "menjadi kunci” dalam usahanya untuk melestarikan toko sebagai sumber nafkah bagi keluarga.
Kedua, pemilik toko yang telah berkembang baik selayaknya melakukan pemasaran yang தள untuk mendapatkan omzet yang maksimal sehingga terpenuhi target pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Carаnуа bisa menggunakan apa yang dilakukan oleh pendahulunya, yaitu toko-toko modern seperti: Alfa Retailindo, Indomaret Indogrosir atau Makro.
Ketiga, bila disangkut pautkan sulitnya membangun ekonomi kerakyatan, maka kini saatnya memberdayakan toko sebagai cikal bakal usaha yang kelak besar menjadi sebuah usaha supplier. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan etnis Tionghoa mengembangkan tokonya ke arah home industry, ataw industri-industri ekspor. Kini juga telah menjadi trend setter membuka factory outlet sebagai Perwujudan melayani konsumen. secara langsung dengan harga yang paling murah.
Keempat, memberdayakan toko memiliki tujuan antara lain: sebagai sarana perusahaan mendistribusikan produk-produknya, mengajak toko untuk berinteraksi secara teratur dengan perusahaan, menjaga produk dari kerusakan, dan bekerja sama untuk memasarkan produk lebih intensif.
Pada akhirnya, toko menjadi sangat penting bagi kegiatan perusahaan selain kegiatan-kegiatan lain, seperti beriklan, menetapkan harga, menentukan saluran distribusi yang tepat (memilih agen tunggal atau toko retailer (pen),dan merancang produk yang dihasilkan sedemikian rupa sesuai selera konsumen. Dengan demikian, tidak dapat dihindari lagi bahwa hubungan antara toko dan perusahaan yang harmonis akan menjadi senjata pemungkas dalam tujuan pemasaran suatu produk, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, semua itu akan terus berlanjut !
 
---------------------------------------------------------
Website Raja Rak Minimarket yang lain : 


 
Belilah Aset yang Sesuai
Beberapa orang mengatakan bahwa semua yang menjadi miliknya adalah aset. Rumah, tanah, mobil,sepeda motor, dan semua benda yang bernilai tinggi dikatakan sebagai aset. Dalam uraian ini saya tidak mengartikan aset itu seperti yang dipandang beberapa orang. Aset menurut pengertian "beberapa” pemilik toko adalah apa yang kita miliki seperti rumah atau tanah, sebagai suatu benda yang dapat menguntungkan. Dalam pengertian, benda-benda itu akan memberikan penghasilan walau kita tidak bekerja. Misalnya, rumah yang Anda miliki berada di lokasi strategis, seperti di dekat pasar, di tepi jalan raya yang ramai, di lokasi dekat dengan kampus. Rumah tersebut akan memberikan penghasilan pada Anda karena dapat dijadikan sebuah ruko yang kemudian disewakan pada orang yang membutuhkan. Rumah itu bisa juga dijadikan sebagai rumah kos yang akan menghasilkan uang meskipun pemiliknya tidak bekerja. Begitu pula dengan tanah yang baru saja Anda beli. Tanah Anda pun dikatakan sebagai aset jika kemudian diolah dan menghasilkan uang. Sebaliknya, bila tanah Anda “hanya dibeli" tetapi tanpa digarap, dan Anda hanya mengharapkan tanah itu akan mengalami kenaikan harga di kemudian hari, maka tanah tersebut bukanlah aset yang produktif karena tidak menghasilkan uang dalam jangka pendek.
Aset menurut seorang customer lain. adalah benda yang bernilai tinggi yang bisa memberikan penghasilan untuk pemiliknya. dan untuk masa kedepannya nilai jual benda relatif tinggi. Mobil yang Anda miliki juga akan menjadi aset, bila Anda menyewakan mobil tersebut untuk menghasilkan uang, dan kemudian menjualnya dengan harga yang menguntungkan. Atau Anda membeli seperangkat komputer untuk melengkapi "artel, itu pun sebuah aset karena akan memberi penghasilan untuk Anda, walau dengan harga komputer tersebut akan menyusut" ketika menjualnya. Kalau bisa saya rumuskan pengertian aset di sini adalah benda yang bernilai tinggi yang akan memberikan penghasilan pada kita tanpa kita harus bekerja Penghasilan yang kita terima pun Penghasilan rutin, bukan dari nilai bendayan kita jual dikemudian hari. yang
Lebih baik lagi bila Anda membeli aset yang dapat menambah ashin flow toko. Cash in flow yang didapat dari aset akan memperbesar toko. Pak Acong setelah melewati dua tahun usahanya memikirkan hal ini Mengapa dia berpikir begitu? cash in flow harus beribu-ribu kali lipat melewati cashout flow. Aset yang Anda beli yang tidak menghasil apa-apa akan sangat merugikan bagi usaha toko, bila Pembeliannya memakai uang keuntungan usaha tersebut.
Seorang customer pada tahu membuka toko, keadaan tokonya ST. oleh Pengunjung. Dana yang mengalir . tokonya masih minim, dia berpikir bagaimana agar tokonya bisa memiliki Pengunjung yang banyak. Yang pertama dipikirkan adalah membangun wartel yang bertujuan untuk memancing agar banyak pengunjung datang ke tempatnya. Aset yang dibelinya adalah seperangkat peralatan wartel, yang diperkirakan dalam setahun modal akan kembali. Investasi dengan mendirikan wartel di muka toko atau di samping toko itu merupakan aset yang akan memberi penghasilan. Sejak didirikan wartel, toko tersebut mulai ramai dikunjungi oleh konsumen. Selain itu, wartel yang didirikan akan menjadi sumber dana potensial bagi perkembangaan toko. Orang-orang yang bertelepon tentunya akan membayar tunai. sedangkan pemilik toko akan membayar rekening tagihan pada akhir bulan. Dengan demikian, sebelum membayar tagihan itu terdapat idle money atau uang menganggur, yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik toko sebagai sumber dana.
Berbeda dengan customer yang lain. Dia membeli aset sebuah rumah kecil bersebelahan dengan tokonya, kemudian membukanya sebagai usaha persewaan VCD bersama seorang saudaranya dengan cara bagi hasil. Persewaan VCD bagus sekali untuk mendampingi toko yang Anda miliki. Dari hasil persewaan kaset VCD ini akan mengalir dana masuk yang lumayan untuk memperbesar toko.
Menurut saya, sebaiknya Anda jangan membeli aset yang tidak memberikan penghasilan tambahan pada keuangan Anda. Membeli rumah yang tidak dimanfaatkan akan menambah kewajiban, seperti harus membayar rekening listrik, telepon, air. pajak bumi dan bangunan, dan biaya-biaya untuk renovasi kalau rumah butuh perbaikan. Kalau Anda jeli menghitungnya, berapa kerugian yang akan diderita dengan membeli aset yang tidur itu. Begitu pula bila membeli sebuah mobil tanpa digunakan, Anda tetap akan memiliki kewajiban untuk membayar pajak kendaraan maupun bunga dibank bila membelinya secara kredit.
Membeli aset yang sesuai di sini dimaksudkan agar aset yang dibeli itu dapat memperbesar toko Anda. Aset yang Anda beli itu sebaiknya tidak menimbulkan suatu kewajiban yang harus dibayar, melainkan selalu memberi penghasilan secara terus menerus. Aset itu tidak pula mengganggu aliran dana di usaha toko milik Anda, tetapi menambahnya serta mendukungnya.
A. Belilah Aset Setelah Toko Untung
Bukanlah “basa-basi" bila Anda akan menginginkan sesuatu setelah melihat kenyataan toko Anda mengalami kemajuan pesat. Benda yang paling dekat dan serins menjadi impian adalah sepeda motor atau mobil, dan meningkat lagi adalah rumah tinggal yang cukup baik. Kemudian Andapun bermimpi untuk memiliki tanah yang berhektar-hektar luasnya. Semua impian itu bukanlah impian di siang bolong, untuk ukuran seseorang yang telah memiliki sebuah usaha. Anda pasti akan meraih impian itu Sayangnya, banyak sekali customer saya menjadi bangkrut akibat "ketergesaannya" untuk memiliki benda-benda itu. Di samping itu, customer saya menjadi “khilaf" karena tidak bisa membedakan antara benda yang bisa dibeli sebagai aset yang menghasilkan, dengan benda yang dibeli hanya sebagai aset yang pasif. Celakanya, toko yang kelihatan besar menjadi tolok ukur kemajuan usaha, lalu dengan tangkasnya membeli dengan cara membabi buta. Maksudnya untuk investasi, tapi akibatnya bahkan membuat cash flow tokonya terganggu.
Membeli aset setelah toko untung adalah suatu tindakan yang aman bagi Anda sebagai pemilik toko. Masih ingat dengan Mas Jonet, yang akan membeli aset pada akhir tahun setelah perhitungan laba tokonya memadai. Ingat pada Bu H. Asti yang naik haji, semua itu dilalui setelah tokonya mengalami untung. Lebih hebat lagi, yang dilakukan oleh Pak Acong. Dia bahkan beberapa tahun sebelum tokonya menjadi besar tidak mau membeli aset apapun. Menurut perhitungannya, membeli aset yang menimbulkan kegoyahan pada toko, dapat merugikan perjalanan kemajuan toko itu sendiri. Toko yang semakin besar diperlukan modal yang cukup besar pula. Masalahnya sekarang bagaimana menggunakan modal yang sudah ada itu agar bertambah besar. Membeli aset memang salah satu caranya. Tapi, menurut Pak Aconglagi, sebaiknya membeli aset setelah toko betul-betul untung. Dan asety ang paling dekat dengan bisnis toko adalah rumah tinggal. Kalau tidak disewakan, bisa digunakan sebagai gudang. Disewakan sebagian dan dipakai sendiri bagian sisanya. Sehingga selain mendapatkan uang sewa, Anda juga bisa menggunakan sendiri.
Kalau mau mengikuti ide yang disampikan oleh penulis buku The Richman in the Babilon bahwa untuk membeli aset, Anda harus mengumpulkan sepersepuluh penghasilan Anda. Dari penghasilan yang telah Anda kumpulkan itu, akhirnya Anda bisa meraih impian untuk membeli aset yang bisa menghasilkan uang. Dengan demikian, uang yang ada di toko akan aman dari gangguan untuk membeli aset. Lalu aset apa selain rumah dan tanah yang bisa memberi penghasilan?
Untuk membeli aset yang memberikan penghasilan pada pemiliknya. di tiap kota tidaklah sama seperti kalau membeli aset di kota-kota besar. Dikota-kota kecil yang populer adalah sebidang tanah yang kemudian dikelola untuk mendapatkan sebuah penghasilan. Bila Anda berusaha di kota-kota yang tanahnya subur untuk ditanami, tanah ideallah yang menjadi aset bagi Anda. Bila Anda berusaha di kota pelajar, yang kebetulan tidak jauh dengan kampus yang besar, rumah tinggallah yang akan menjadi aset bagi Anda. Sementara itu, Anda yang berusaha di kota-kota besar selain rumah tinggal dan tanah, "lokasi parkir" pun dapat menjadi aset karena akan memberikan penghasilan. Seorang teman saya rela membuanguangnya hanya untuk membeli sebuah “WC" dan "kamar mandi" di sebuah pasar dan terminal. Karena apa? Karena WC dan kamar mandi itu sebagai aset yang memberi penghasilan lumayan tanpa harus bekerja. Begitupula stan-stan pasar yangbaru dibangun, bila Anda telah memiliki "untung" berhak untuk memburunya. Belum lagi bila Anda telah memiliki keuntungan bermiliarmiliar dari toko yang telah berkembang menjadi toko serba ada. Anda tentunya akan menyukai sebuah bisnis waralaba sebagai aset yang memberi penghasilan cukup untuk melebarkan sayap toserba Anda. Semua itu bukan impian di siang bolong. Semua tergantung pada Anda, bagaimana mengelola aset yang Anda beli itu agar dapat memberi penghasilan yang maksimal.
Sekarang masalahnya, Anda harus pandai-pandai mengukur sejauh mana toko Anda telahmemperoleh keuntungan. Agar toko Anda tidak terganggu cash flow-nya, kunciutamanya Anda harus benar-benar menghitung jika toko Anda telah untung. Sebaliknya, bila tidak untung janganlah mencoba untuk membeli aset. karena akan mengganggu aliran dana toko Anda. Seorang customers aya tokonya ambruk. tidak bisa membayar pada supplier maupun toko agen yang memasoknya, karena terburu-buru membeli aset. Apalagi aset yang dibelinya adalah aset “bobok" sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Setelah tidak dapat melengkapi barang-barang yang ada di toko, barulah disadari kalau konsumen itu menjadi banyak jika barang yang dijual itu lengkap. Kalau toko Anda tampak bolong, siapa yang akan datang ketoko Anda, yang tidak tampak"semarak" itu.
B. Bertindak Jelilah dengan Aset Anda
Bertindak jeli pada aset yang Anda miliki sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerugian yang semakin besar. Suatu saat Anda pasti telanjur membeli aset yang menurut Anda sangat murah dan menguntungkan. Tapi, apakah aset yang dibeli itu akan segera menghasilkan uang seperti yang diharapkan? Misalnya, membeli sebidang tanah yang menurut Anda murah, tetapi baru bisa menjualnya lima tahun kemudian, dengan harga menurut perkiraan akan tinggi. Bertindak jelilah seandainya tanah yang akan dibeli itu ternyata bukan di kawasan strategis atau daerah yang bisa berkembang menjadi suatu Permukiman dengan cepat. Anda pasti akan kecewa karena tidak mustahil menjual tanah tersebut akan sulit setelah membelinya. Alternatif yang bisa digunakan bila Anda in membeli rumah atau tanah "hanya" sekadar investasi tanpa mengharap penghasilan, sebaiknya Anda mendatangi departemen yang akan menjelaskan mengenai rencana pembangunan kota di tempat tinggal Anda.
Memilih rumah tinggal dan tanah dilokasi yang kemungkinan besar akan berkembang dapat membantu Anda mengelola aset agar tidak rugi. Yang terpenting disini sebenarnya adalah membeli aset yang dapat menghasilkan. Untuk itu, bertindaklah jeli dengan aset yang akan Anda beli itu, karena aset itu meskipun tidak menghasilkan dalam jangka pendekakan menghasilkan untuk jangka panjang. Itulah yang akan menjadi sasaran utama, yaitu membeli asetyang sesuai dengan kantong dan keuntungan toko Anda. Dan aset yang Anda belipun tidak sampai menggoyahkan cash flow toko, meskipun aset itu berjenis aset tidur tidak menghasilkan apa-apa.
Begitu pula aset-aset yang bukan berupa tanah atau rumah. Sebaiknya Anda segera menjualnya kembali jika memang aset itu tidak menguntungkan dan di kemudian hari harganya tambah merosot. Misalnya, wartel yang dibangun oleh customer saya tadi. Bila wartel dalam satu tahun masih belum bisa mengembalikan modal awal yang dikeluarkan, sebaiknya sebagai pemilik toko berpikir ulang untuk segera menjual aset itu atau mempertahankan. Kalau perlu membeli aset lain yang lebih banyak menghasilkan uang Atau kalau ternyata kehadiran wartel itu membuat toko banyak dikunjungi orang, tetapi pengembalian modal masih dua atau tiga tahun kemudian, Anda harus berpikir untuk mencari “solusi" memperbaiki atau menunjang aset itu dengan sarana lain supaya wartel yang Anda miliki dapat lebih menghasilkan. Misalnya, mungkin wartel tidak memiliki kipas angin sehingga membuat pelanggan Anda merasa tidak nyaman bertelepon. Sebaiknya, belikanlah kipas angin sebagai penunjang agar wartel memiliki banyak pengunjung.
Bertindak jeli pada aset yang dimiliki adalah upaya kita agar tidak rugi dengan investasi yang telah dikeluarkan. Dengan hanya memberi sarana penunjang aset itu akan meningkatkan penghasilan. Begitu pula bila Anda mempunyai sebuah rumah untuk disewakan atau dikoskan pada orang lain. Tunjanglah aset Anda dengan bebera pasaranya hingga aset itu mampu memberikan penghasilan lebih. Bila selama ini wc dan kamar mandi di rumah yang Anda koskan hanya dua, Anda bisa menambahnya dua lagi supaya kebutuhan wC dan kamar mandi bisa terpenuhi, yang akhirnya memberi keyamanan bagi penyewa.
C. Aset yang Menghasilkan Uang
Seperti pada permulaan babini, bila ingin membeli aset, maka belilah aset yang
menghasilkan uang. Aset yang menghasilkan uang tentunya akan dapat membantu meningkatkan keuangan pribadi Anda, tanpa harus mengganggu kelancaran arus uang yang ada di usaha Anda. Memisahkan antara uang yang ada di toko dengan uang yans akan ian sebagai aset perlu diperhitungkan juga. Jangan sampai uang yang akan Anda belikan aset itu merupakan modal yang dimiliki toko. Banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh customer saya mengenai hal yang satu ini. Selain membeli aset yang bop tanah, ataupun mobil, ia juga membeli barang-barang elektronik kebutuhan rumah tangga, seperti TV, kulkas, radio, dan VCD. Uang hasil berjualan bisa jadi setiap bulannya akan digunakan untuk membayar sekolah anak-anak, membayar rekening listrik, rekening * atau telepon, atau keperluan-keperluan Setelah sekian lama hal-hal itu dilakukan, tidak disadari akhirnya persediaan uang yang ada di toko menjadi berkurang. sebelumnya mampu untuk membeli barang sejumlah 1 tapi tiba-tiba hanya mampu untuk membeli barang 200 ribu. Itulah yang dapa memperparah kondisi toko dan baru disadari di kemudian hari.
Seorang customer saya yang lain seperti Mas Rochim, memanfaatkan uang yang berasal dari keuntungan tokonya untukaset yang dapat dibelinya dengan mudah dan sekejap saja menghasilkan uang Misalnya, membeli alat Penggiling daging, tepung beras, dan kopi, serta alat pemarut kelapa. Alat-alat itu meskipun tidak bernilai tinggi tapi segera menghasilkan uang. Dan bila dihitung. menurut Mas Rochim modalnya akan kembali setengah tahun saja. Selebihnya Mas Rochim akan memetik hasil dari aset yang dibelinya itu. Jadi, memilih aset tidak harus berharga tinggi, tapi bisa pula yang berharga rendah dan menghasilkan uang setiap waktu.
Berbeda dengan customer saya yang lokasi tokonya di sebuah desa. Dia membelanjakan uang keuntungan dari tokonya untuk membeli seekor sapi yang diharapkan akan beranak Pinak. Sapi yang beranak pinak itu akan "menjadi aset yang memberikan penghasilan di kemudian hari. Di samping itu, juga akan memberikan penghasilan kalau disewa seorang petani untuk membajak sawah. Pemikiran yang sederhana ini terkadang bisa dilupakan orang pada tempat tinggal yang berbeda. Apabila orang kota lebih menyukai tanah dan rumah sebagai aset orang ditempat lain mungkin bisa berbeda, tergantung dari kondisi masyarakat serta kebiasaan masyarakat sekitar. Kisah lain dari seorang teman saya di kantor dia tidak tertarik membeli sebuah rumah di perumahan sebagai aset atau investasinya. Tetapi lebih menyukai membeli tanah yang bisa ditanami apel, sayuran, dan buah-buahan lain di kota kelahirannya. Karena menurutnya uang yang saat ini digunakan untuk sepetak rumah di perumahan yang bertipe 36 bisa dibelikan tanah yang luasnya lumayan di desanya.
Membeli aset yang dapat menghasilkan uang menurut saya bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di sekitar rumah atau toko Anda. Berbeda lagi dengan seorang customer saya yang lain. Keuntungan toko yang diperoleh digunakan untuk membeli seperangkat peralatan pesta dengan pertimbangan bahwa alat-alat itu saat ini tidak ada yang mengusahakan. Peralatan pesta yang dibelinya lengkap mulai dari piring. kursi, tenda, sampai dengan peralatan audio. Dari peralatan ini, dia bisa mengembalikan sejumlah uang untuk membeli aset itu. Jadi membeli aset yang menghasilkan dapat Anda atur sendiri menyesuaikan dengan kondisi pasar saat itu. Di kota orang cenderung membeli rumah dan tanah sebagai asetnya. Orang desa bisa memilih tanah, atau binatang peliharaan sebagai asetnya. Akan tetapi, yang penting uang yang digunakan untuk membeli aset tidak berasal dari uang yang ada di toko milik Anda. Apabila uang itu merupakan aliran dana toko Anda, maka dapat dipastikan aset yang Anda beli itu akan menjadi bumerang yang merugikan.
D. Selalu Perlukah Membeli Aset?
Kadang kala membeli aset bersentuhan dengan keberanian seseorang berspekulasi. Seseorang yang membeli dengan cara berspekulasi bila beruntung akan mendapatkan aset yang diimpikan. Tetapi, kalau Anda tidak terbiasa dengan pola ini, maka tunggulah sampai keuntungan toko Anda memenuhi untuk membeli aset yang Anda inginkan. Memang, tidaklah selalu perlu untuk membeli aset untuk sebagian pemilik toko yang “pasrah" pada penghasilan toko sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berlainan dengan Anda yang saat ini berkomitmen penuh pada usaha toko itu sebagai penghasilan utama. Membeli aset sangat perlu sebagai penunjang perkembangan toko Anda.
Menurut Pak Acong, setelah toko mengalami kemajuan pesat, ia menunjang perkembangan tokonya dengan membuka pabrik mi untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar dari penghasilan toko. Dari mana uang itu sehingga dia mampu membangun sebuah pabrik? Rahasia yang diungkapkan pada saya, pada permulaan investasi, dia membeli sebuah rumah yang dekat dengan kampus dan digunakan sebagai rumah kos. Setelah beberapa tahun rumah kos itu menghasilkan, dia membeli rumah lagi di sebuah perumahan yang berpotensi untuk berkembang sebagai perumahan yang ramai. Rumah-rumah yang dibelinya di real-estate kemudian dijualnya dengan harga tinggi, tapi sebelumnya dikontrakkan beberapa waktu kepada orang lain. Aset-aset berupa tanah, rumah, dan benda-benda yang bernilai tinggi lain kemudian dijualnya satu per satu dan uangnya dihimpun untuk membeli sebidang tanah di pinggiran kota yang per meternya berharga murah. Di atas tanah itu kemudian didirikan bangunan sebagai pabrik pembuatan mi. Begitulah proses “mendirikan" pabrik mi itu berawal. Membeli aset sedikit-sedikit. kumpulkan, dan juallah untuk mendapatkan aset lain yang berharga murah. Begitulah awalnya sehingga Pak Acong menjadi orang yang sukses.
Apa yang dilakukan oleh Pak Acong adalah salah satu contoh untuk mendapatkan aset yang bernilai besar. Namun, ada cara-caralain yangmungkin sebagian orang menganggap jitu dengan caranya sendiri. Misalnya, uang yang diperolehnya dari bisnis toko dibuat untuk memperbesar tokonya dengan membeli barang-barang keperluan toko. Uang itu dibelikan barang-barang "gangdo" yang kemudian dijual di kemudian hari bila harganya tinggi. Seorang customer saya yang lain, pada saat gula melimpah memborong gula itu dan menimbunnya hingga bergudang-gudang. Pada saat gula "langka" customer saya menjualnya sedikit demi sedikit. Membeli gula bisa menjadi aset, tapi memperoleh penghasilan di kemudian hari. Idealnya, jika bisa saya rumuskan bahwa disamping nantinya aset itu akan bernilai jual tinggi, aset itu juga akan memberikan penghasilan walau kita tidak bekerja. Aset-aset seperti inilah yang harus diburu. Mengapa tidak segera mencarinya?
E. Mengendalikan Kewajiban yang Harus Dibayar
Mengurangi kewajiban berarti mengurangi cash out flow. Kewajiban suatu toko juga dipengaruhi oleh besar kecilnya kewajiban yang harus dibayar. Bila cash inflow toko lebih kecil dari cash out flow, bencana pasti akan menimpa Anda. Toko menjadi tidak seimbang lagi karena harus mengeluarkan sejumlah uang yang melebihi pemasukan toko. Bisa jadi, tagihan yang dibayar melebihi laba penjualan yang diterima toko.
Mengurangi kewajiban berarti Anda harus mengendalikan pengeluaran - pengeluaran yang ada. Sering kali kita tidak sadar dengan banyaknya kewajiban kecil yang harus dikeluarkan, seperti membayar rekening listrik. PDAM, telepon, handphone, kartu kredit, atau hutang - hutang pada supplier. Meningkatnya rekening - rekening tersebut dapat mengganggu cash flow toko. Seorang customer saya selalu berhati-hati dengan kewajibannya. Misalnya, bila ada pipa air yang bocor dengan cepat memperbaikinya tanpa harus menunggu kerusakan lebih parah, karena kerusakan itu dapat menambah biaya rekening semakin tinggi. Bila menggunakan listrik customer saya juga memperhatikan. Dia mematikan lampu-lampu yang tidak dipakai dan segera pula mematikan lampu-lampu yang digunakan malam hari. Dia akan mematikan lampu depan tokonya pada pukul lima pagi dan menghidupkannya pukul enam sore. Memang. bila dihitung tidaklah seberapa selisihnya,tapi dia rupanya mendisiplinkan diri untuk tidak boros dengan segala sesuatu yang harus dibayar dengan uang. Begitu pula bila menggunakan telepon. dia akan berbicara seperlunya dan menghindari menelepon bila tak penting.
Memiliki handphone saat ini memang sedang musim. Semua orang dapat bergaya dengan handphone di genggaman tangannya. Hanya orang-orang yang memiliki kelebihan uang yang bisa memakai handphone, begitulah image yang berkembang akhir-akhir ini. Herannya, meskipun memiliki uang. Pak Acong sama sekali tak tertarik dengan benda yang satu ini. Kelihatannya "lucu", orang sesukses dia tidak memiliki alat komunikasi untuk menghemat waktunya. Ternyata Pak Acong menilai bahwa memakai handphone baginya adalah suatu pemborosan. Memang betul, menggunakan pesawat yang satu ini akan menimbulkan suatu kewajiban pada pemiliknya. Pulsa handphone yang dibayar tiap bulan itu akan menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Kalau boleh saya katakan "arogan". Pemilik handphone “dipaksakan" untuk selalu membayar kewajibannya. Menurut saya tidaklah dilarang memiliki handphone. Akan tetapi, bila handphone tersebut hanyalah sebagai benda inventaris belaka, maka memiliki HP sangatlah berbahaya. Apakah tidak sebaiknya memakai telepon konvensional saja?
Kartu kredit yang Anda miliki juga dapat menambah kewajiban, terlebih jika kartu ini tidak sering digunakan. Kartu kredit tak jarang akan menjerat seseorang untuk berhutang melebihi kemampuannya.Pakailah kartu kredit untuk keperluan-keperluan strategis. Seorang customer saya menggunakannya dengan bunga 1 persen, untuk membeli barang di toko khusus, kemudian barang itu dijualnya kepada orang lain dengan keuntungan tertentu dan mendapatkan uang tunai. Kemudian uang tunai yang didapat digunakan untuk membeli barang keperluan tokonya, yang bisa dijual dengan cepat. Uang tunai yang diperolehnya dari penjualan barang yang dibelinya dengan kartu kredit dapat berfungsi sebagai cash flow. Lebih berbahaya lagi, bila terlambat membayar kartu kredit, tentunya akan dikenai denda yang cukup lumayan. Bunga yang harus dibayar tersebut akan meningkatkan kewajiban.
Di sisi lain, membeli produk-produk yang kurang laku dengan cara kredit juga dapat meningkatkan kewajiban kita. Cash flow toko akan terganggu karena uang Anda "membeku" menjadi barang yang tidak laku. Sebaiknya membeli barang-barang yang kurang laku itu dengan cara konsinyasi. Dengan demikian, Anda tidak dibebani hutang yang harus dibayar sebelum barangitu laku. Karenanya, membelibarangyang tidaklakuitu akan meningkatkan kewajiban seorang pemilik toko, bila membeli secarakredit putus atau secara tunai.
Mengurangi kredit properti dalam jangka panjang. Membeli rumah pada saat cash inflow toko Andarendah sebaiknya jangan dilakukan. Tetapi sebaliknya, memilih kredit dalam jangka pendek, karena jika semakin lama jangka waktu kredit yang diminta, maka kewajiban yang harus dibayar akan besar sekali. Segeralah menutup atau melunasi kredit tersebut ketika keuntungan Anda telah berlipat-lipat melampaui cash out flow. Dengan demikian, belilah aset yang tidak menimbulkan kewajiban yang harus kita bayar, tetapi aset itu selalu memberi penghasilan walau kita tak bekerja untuk asetitu. Sebaliknya. asetlah yang bekerja untuk kita.
Belajar dari Robert Tpengarangbuku Rich Dad Poor Dad, berlatihlah untuk meningkatkan penghasilan Anda dengan cara membeli aset yang menghasilkan. Karenanya, setiap kali Anda sebagai pemilik toko setelah tutup buku di akhir tahun, berpikir dan burulah aset yang menurut Anda dapat memperbesar penghasilan. Berbisnis membuka toko adalah awal Anda untuk meraih aset yang Anda inginkan kelak. Karena usaha membuka toko diyakini dapat memberi penghidupan pada orang-orang yang mau mencobanya.
Kalau kita mau mengevaluasi ulang. mengapa etnis Tionghoa lebih berkonsentrasi dengan bidang pekerjaan ini dan tidak memilih bidang lain. Karena membuka toko adalah ajang belajar bisnis yang paling sederhana. Ada suatu kisah, yang mungkin bisa saya ceritakan disini. Barangkali, menurut pandangan secara pragmatis, etnis Tionghoa yang hidup dikota-kota besar memiliki suatu ciri khusus yang sering menjadi persepsi buruk. Yaitu sebuah komunitas yang selalu berkelompok dan tersentralisasi di suatu tempat. Tetapi, suatu ketika saya dapat menepisnya setelah melihat dengan kenyataan bahwa sebenarnya tidak seperti pandangan umum. Mereka sebenarnya sama seperti warga biasa, berdampingan dan hidup bermasyarakat.
Suatu ketika saya mendatangi suatu desa terpencil. di daerah perbukitan perkebunan kopi. Letak desa itu mendekati kota Banyuwangi dan melewati jalan suatu desa yang terletak antara Situbondo dan Bondowoso. Mobil yang saya naiki merangkak menuju ke atas, dan kemudian sampai disuatu lokasi yang cukup terpencil tersebut. Karena tujuan saya untuk survei dan akan menawarkan beberapa produk perusahaan, saya pun mendatangi toko-toko yang ada di lokasi pasar desa itu. Betapa tercengangnya saya ketika melihat kenyataan bahwa sebagian besar pemilik toko adalah etnis Tionghoa. Fenomena apalagi, pikir saya. Saya juga berpikir kalau mereka tidak bisa berinteraksi dengan warga sekitar, mustahil seorang yang “berbeda" dapat hidup berdampingan di tempat itu.
Menurut Pak Acong, meskipun agak melenceng dari persoalan bab ini, ternyata etnis Tionghoa memiliki falsafah “dimana ada matahari di sanalah ada sumber kehidupan". Dan saya pun lebih terkejut, bagaimana mereka mengumpulkan asetnya? Ketika saya tanyakan pada salah satu pemilik toko itu, ternyata asetaset yang dibelinya sesuai dengan keadaan di sana. Bisa sawah, ladang, ataupun gudang penggilingan padi, atau gudang tembakau. Dan falsafah itu agaknya memberi "keteduhan" bagi kita, yang saat ini sedang terancam sumber nafkahnya. Mencoba meniru tidaklah buruk. tetapi bertindak akan lebih baik sebelum terlambat. Tidak peduli seberapa banyak kita akan gagal, tetapi yang lebih penting seberapa banyak kita harus bangkit. Dimana pun kita berada sumber kehidupan itu ternyata ada di sekeliling kita. Seperti pepatah di ia. kalau kita mau menerjemahkan "di mana ada peluang di sanalah rezeki akan kita dapat" Selamat mencoba !!!

---------------------------------------------------------
Website Raja Rak Minimarket yang lain : 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget