Agustus 2017


“Idea is cheap, execution is everything”, quote dari Chris Sacca, investor Twitter & Uber ini cocok untuk kalian yang berencana membuat suatu bisnis dengan ide baru yang belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya. Akan ada banyak pertanyaan yang tidak banyak orang bisa jawab atau jarang ditemukan di buku-buku entrepreneur.

Di sinilah kalian harus membangun tim yang solid, yang bisa saling membantu untuk menemukan jalan keluar dari ide yang masih mentah tersebut. Berbicara mengenai sebuah tim, menurut Dave McClure, pengusaha yang juga founder 500 Startup, setidaknya ada tiga anggota inti yang wajib dimiliki oleh sebuah startup. Mereka adalah Hustler, Hipster, dan Hacker. Siapa mereka dan apa yang mereka lakukan?

HIPSTER


Hipster dikenal sebagai mereka yang mempunyai kreativitas tinggi dan memiliki minat di bidang desain. Seorang hipster mempunyai peran dalam membangun citra sebuah perusahaan sekaligus mengemas tampilan website dan merancang produk yang diinginkan pelanggan. Ciri khas seorang hipster ini adalah kemampuan imajinasinya yang tinggi, gaya busana yang nyentrik, dan menyukai terobosan baru. Salah satu sosok hipster ini adalah animator Pixar yang juga sutradara film Toy Story, John Lasseter serta desainer grafis Facebook, Andrew McCollum.


JOHN LASETER DAN TOY STORY

HACKER


Hacker merupakan orang yang mempunyai keahlian di bidang teknologi atau dikenal juga dengan nama pengembang (developer). Hacker memiliki keterampilan dalam dunia program atau pengkodean, baik mengenai teknologi yang diinginkan pelanggan sampai pembuatan sistem operasi yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis. Dia juga merupakan eksekutor di balik teknologi tinggi dari sebuah produk yang telah dirancang oleh hipster. Ciri khas seorang hacker ini adalah konsentrasinya dalam melakukan hal teknis dan riset IT yang tinggi. Salah satu sosok hacker ini adalah Alamanda Shantika Santoso, mantan programer Go-Jek dan Steve Wozniak dari duo pendiri Apple.

WOZNIAK DAN JOBS

HUSTLER


Peran hustler ini biasanya merujuk pada seorang pimpinan atau CEO di sebuah perusahaan. Seorang hustler dituntut untuk bisa menjual ide kepada investor, menawarkan produk kepada konsumen, membentuk network, dan mengelola perusahaan secara highlevel. Peran seorang hustler sangat penting bagi keberlangsungan sebuah startup karena sehebat apapun produk yang dibuat oleh hipster dan hacker, jika tiada ada hustler, maka produk tersebut hanya akan tersimpan di gudang dan tidak laku di pasaran. Ciri khas seorang hustler ini adalah insting bisnisnya yang luar biasa dan sering sekali mengejutkan masyarakat. Salah satu contoh hustler ini adalah Elon Musk yang juga founder Paypal, Tesla Motors, dan SpaceX.


ELON MUSK


Nah, apabila kalian memiliki tiga karakteristik ini di perusahaan yang kalian bangun, niscaya kalian akan lebih siap dalam menghadapi tantangan di perusahaan startup. Terlebih jika hal tersebut didukung dengan komunikasi dan mentalitas pantang menyerah.

sumber : http://pedals.id/home-details/tim-startup-impian-hipster-hacker-dan-hustler



Dunia startup (usaha rintisan) memang populer dengan ide dan inovasi yang diciptakannya. Tapi, yang jadi pertanyaan seperti apa startup yang baik itu?

IDE YANG MENJAWAB PERMASALAHAN


Dikutip dari dailysocial.id, startup yang baik adalah sebuah usaha yang memiliki dampak signifikan terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dan menghasilkan produk/jasa yang menakjubkan. Sebagai contoh, kalian bisa melihat Google yang berhasil memecahkan masalah untuk mencari informasi dengan mudah, Facebook yang memberikan solusi untuk menghubungkan individu di berbagai belahan dunia, atau Kaskus yang telah membantu banyak orang dengan minat yang sama untuk bertemu. Semua pemecahan masalah ini tentu bergantung kepada minat dan ide yang dihasilkan oleh founder itu sendiri. Dengan memiliki minat, founder akan mempunyai energi yang tak ada habisnya untuk mengejar mimpi.

DEDIKASI FOUNDER DAN CO-FOUNDER


Selain ide yang bisa mengubah keadaan dan budaya secara global, startup yang baik juga sangat dipengaruhi oleh dedikasi founder dan co-founder terhadap usaha yang dibangunnya, mulai dari bagaimana pola pikir mereka terhadap keberlangsungan usaha, seberapa banyak founder dan co-founder meluangkan waktu, sampai bagaimana strategi mereka dalam membangun startup.

RANCANGAN BISNIS SEBAGAI PARAMETER


Membuat rancangan bisnis juga merupakan salah satu komponen dalam membangun startup yang baik. Rancangan ini dapat digunakan untuk membantu founder dan co-founder agar lebih fokus terhadap tujuan dan penetapan batas waktu dalam mencapainya. Rancangan bisnis ini juga diperlukan untuk mengetahui parameter dalam bekerja seperti strategi bisnis, tujuan, jenis keuangan yang dibutuhkan serta proyeksi penjualan.

SUSTAINABLE, SCALABLE, DAN REPEATABLE


Satu hal lagi yang tak kalah penting, startup yang baik juga adalah startup mempunyai prospek yang scalable (tumbuh), sustainable (berkelanjutan), dan repeatable (dapat berulang dan menghasilkan pendapatan dari model bisnis yang sama). Dengan menjalankan bisnis seperti ini, maka startup yang kalian bangun bisa menciptakan profit dan terus berkembang.
sumber : http://pedals.id/home-details/seperti-apa-startup-yang-sukses



“Saya pernah melakukan 9,000 tembakan gagal, kalah di 300 pertandingan, dan 26 kali gagal mencetak winning shot. Saya mengalami kegagalan berulang kali dan itu alasan saya sukses”, - Michael Jordan, Pebasket Profesional
Membangun sebuah startup atau usaha apapun pasti akan menemui kegagalan. Perjalanan jatuh bangun dan godaan untuk menyerah pasti akan sering terjadi. Semua idola dalam dunia entrepreneur pun tidak langsung berhasil ketika menjalankan usaha pertama mereka. Banyak dari mereka yang juga jatuh bangun bertahun-tahun untuk mencapai posisinya saat ini. Satu hal yang sama dari para entrepreneur ini yaitu mereka tidak pernah mundur atau menyerah dalam menjalankan bisnisnya.

Setiap hari, masalah baru akan muncul. Beberapa masalah mungkin bisa diselesaikan dengan cepat, tapi ada juga yang muncul tiba-tiba dan hanya bisa selesai dengan usaha yang luar biasa. Cara founder menyikapi hal-hal tersebut bisa menjadi faktor penting dalam menentukan sukses atau tidaknya startup tersebut.

Berikut ini 10 karakter yang dimiliki founder hebat dalam mengembangkan startup.

BERSEDIA MULAI LAGI DARI BAWAH


Kebanyakan founder startup siap memperjuangkan ide mereka, tapi hanya beberapa yang bersedia merombak total ide tersebut. Semangat yang menggebu kadang bisa membutakan diri dari hal-hal yang seharusnya diperbaiki. Akan lebih baik jika seorang founder punya kemauan untuk merombak semuanya dan mulai dari bawah jika diperlukan.

BERANI MEMULAI PERCAKAPAN BERAT


Startup yang sangat sukses bisa hancur berantakan karena masalah internal, seperti masalah di antara mitra kerja. Untuk menghindarinya, kamu perlu membangun komunikasi yang baik. Jika kamu harus membahas topik sensitif, usahakan tidak terbawa emosi atau terdengar menyerang lawan bicara. Kamu hanya butuh menatap mata lawan bicara dan menyampaikan maksudmu.

TERBUKA AKAN KRITIK


Pengusaha yang baik tidak pernah puas dan selalu ingin tahu bagaimana cara meningkatkan bisnisnya. Jika kamu dikritik karena startupmu sudah terlalu biasa, ambil kritikan itu sebagai masukan untuk membuat usaha baru yang berbeda.

BERGERAK CEPAT DAN GESIT


Sebagai seorang founder, jangan pernah menghindari atau menunda menyelesaikan masalah yang muncul. Bereskan setiap masalah secepat mungkin dan jangan pernah menghindarinya apalagi berpikir bahwa masalah tersebut akan selesai dengan sendirinya, karena itu tidak mungkin.

TIDAK RAGU MEMINTA KONSUMEN MEMBAYAR


Biasanya, startup yang menghasilkan produk berupa aplikasi biasanya tidak memungut biaya, paling tidak di lima tahun pertama. Hal ini dilakukan untuk membuat konsumen tahu dan akrab dengan produk mereka. Jika aplikasimu belum berjalan selama lima tahun tapi kamu membutuhkan uang, jangan ragu untuk meminta konsumen membayar. Konsumen kamu mungkin saja bersedia membayar dan bisa menjaga keberlangsungan bisnismu.

MEMPRIORITASKAN PROTOTYPE DARIPADA PENDANAAN


Dengan dana dari investor, dunia startup terlihat begitu menjanjikan dan sangat menarik. Itu adalah sebuah pemikiran yang berbahaya. Akan lebih baik kalau kamu lebih fokus dalam mengembangkan idemu menjadi sebuah prototype, baru pikirkanlah pendanaan. Saat tidak ada dana, maka kamu akan punya motivasi lebih untuk membuat produk yang lebih bagus.

MENGIKUTI APA YANG KONSUMEN INGINKAN


Konsumen tidak hanya membantu bisnismu mendapatkan dana, tapi juga memberikan masukan tentang produkmu. Konsumen juga harus didahulukan dari ide. Karena tanpa mereka, kamu akan melewatkan kesempatan bagus dan potensi produk yang bisa diterima di pasaran.

SELALU ADA WAKTU UNTUK TIMNYA


Pendiri yang sibuk mengurus bisnisnya yang lain dan hanya terlibat sedikit dalam startup, biasanya menjadi awal keretakan sebuah perusahaan muda. Belum lagi menurunkan semangat orang-orang dalam timnya. Di saat kamu tidak punya waktu untuk timmu sendiri, itu artinya kamu tidak menganggap mereka penting. Maka dari itu startup harus berada di daftar prioritas teratasmu, terutama komunikasi dengan tim.

TAHU KAPAN HARUS BERHENTI


Terkadang hal terberat dalam dunia startup adalah mengetahui kapan kamu harus berhenti. Kebanyakan pendiri startup adalah pengusaha hebat yang tak kenal lelah bekerja, tapi tidak menyadari perusahaan mereka tidak akan diakusisi dengan harga yang fantastis. Tidak semua perusahaan bisa mendapat kesempatan untuk diakusisi dan itu penting saat kamu mempunyai tanggung jawab finansial kepada investor. Melepaskan perusahaan yang telah kamu bangun memang berat, tapi itu akan menjadi hal yang bagus jika alasanmu menjual perusahaan didasari oleh masa depan perusahaan dan sedang mencari kesempatan bisnis.

PRAGMATIK DAN REALISTIS


Founder yang sukses selalu bertanggung jawab pada setiap kesalahan sekaligus memuji setiap pencapaian yang diraih orang lain. Founder yang punya harga diri dan rasa percaya diri akan mengakui kehebatan orang lain dan belajar dari kesuksesannya. Dia tidak akan merasa iri atau cemburu karena itu adalah tanda kelemahan dan tidak berguna. Merasa puas mungkin ada dipandang sebagai ciri menyerah, tapi sesungguhnya mengakui keberhasilan orang lain menghasilkan berbagai macam hal. Jika kamu tidak pernah puas, kamu akan merusak timmu.

Kegagalan itu pasti akan kamu alami, bahkan mungkin akan sering terjadi. Tapi yang penting kamu tidak berlama-lama merasa sedih, belajar dari kegagalan tersebut dan tetap berjalan maju. Selamat merintis!
sumber : http://pedals.id/index.php/home-details/10-karakteristik-utama-pendiri-startup-sukses



Setiap Apple mengeluarkan seri terbaru dari Iphone, pasti ada saja orang yang mencoba membongkar Iphone tersebut dan memberikan harga dari setiap part yang mereka bongkar dan memberikan harga dasar dari Iphone tersebut. Kadang hal ini membuat kita tercengang. Betapa tidak, ternyata biaya produksi dari Iphone tersebut hanya seperempat dari harga jualnya. Mengapa bisa begitu?

Mengawali dari Branding


Kekuatan perusahaan yang berkaitan dengan penjualan suatu produk adalah branding. Dan kita ketahui, hampir semua perusahaan menciptakan brandingnya bahkan berani membayar mahal untuk menargetkan branding positition pada level tertentu. Sebetulnya mengapa perusahaan tersebut, seperti Apple Inc begitu ngotot melakukan branding, bahkan tetap menjaga agar branding mereka diset pada posisi tertentu.

Semua Ada Sejak Lahirnya Value


Value adalah suatu nilai yang dipercaya oleh pemilik perusahaan terhadap produk atau jasa yang mereka miliki. Value juga diturunkan dari visi dan misi para pendiri perusahaan tersebut. para founder memiliki kepercayaan, bahwa produk dan jasa yang mereka miliki mempunyai manfaat yang tinggi bagi masyarakat. Selain itu diperkuat dengan diferensiasi dari produk atau service yang pernah ada. Kepercayaan ini sudah tidak dapat digugat lagi. Oleh sebab itu, value tersebut diturunkan kepada produk atau service yang mereka miliki.

Nilai tukar value


Sebetulnya value tersebut menjadi tidak memiliki harga yang pasti. Bukan dengan perhitungan berapa biaya produksi yang dihabiskan, tetapi value tersebut dimasukkan ke dalam komponen margin yang diinginkan. Tidak ada harga pasti dari sebuah value. Akan tetapi, karena para founder percaya bahwa value tersebut harus juga dimanfaatkan oleh orang banyak, maka dihitunglah sebuah nilai keekonomisan yang diterjemahkan ke dalam margin. Hal inilah yang menyebabkan mengapa harga sebuah IPhone sangat jauh dibanding dengan biaya produksi, jika menurut dari proses break down setiap spare part.



Betul, begitulah prinsipnya sebuah value diperdagangkan. Tinggal dari konsumen yang memilih apakah mempercayai value dari sebuah product dan service yang ditawarkan tersebut, ataukah merasa value yang diperoleh tidak sepantar dengan harga yang harus dibayar.
Selain itu juga masih ada kesempatan bagi tim marketing untuk melakukan kegiatan branding positioning untuk memikat calon konsumennya.
sumber : http://www.arthanugraha.com/value-adalah-start-awal-dari-sebuah-bisnis/



Gudang adalah salah satu komponen penting dalam industri logistik. Pada tulisan sebelumnya, saya membahas mengenai 10 tipe gudang berdasarkan karakteristik penyimpanan, kali ini saya akan membahas mengenai kriteria untuk memilih lokasi gudang.

Memilih lokasi gudang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa kajian yang dilakukan secara komprehensif sebelum menentukan lokasi sebuah gudang. Kriteria pemilihan lokasi gudang ini juga berlaku bagi anda yang ingin membangun sebuah gudang ataupun menyewa gudang.

Ada 6 kriteria untuk memilih lokasi  gudang. antara lain:

1. Biaya yang harus dikeluarkan


Ada beberapa biaya yang anda keluarkan dan perlu mendapatkan perhatian ketika melakukan pemilihan lokasi gudang

- Harga

Adalah harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan lokasi gudang tersebut, bisa dari harga tanah ataupun harga jual/sewa gudang. Harga akan berkaitan dengan nilai dari lokasi tersebut.

- Standar upah bagi pekerja

Perhatikan standar upah bagi pekerja yang berlaku di lokasi gudang yang akan anda pilih. Di setiap daerah sudah ada regulasi yang mengatur mengenai upah minimum. Pastikan bahwa standar upah tersebut sudah sesuai dengan budget yang akan anda rencanakan untuk upah pekerja.

- Biaya transportasi

Berapakah biaya transportasi yang diperlukan untuk melakukan pergerakan barang dari lokasi gudang yang anda pilih ke tujuan, semisal pelanggan anda.

- Insentif pajak

Di beberapa lokasi, pemerintah menawarkan insentif pajak untuk menimbulkan daya tarik berinvestasi. Perhatikan struktur pajak yang mengatur di lokasi tersebut. Apakah selain regulasi pajak umum yang berlaku ada pajak khusus yang dikenakan untuk mengoperasikan sebuah gudang. Juga harus dipastikan mengenai kebijakan insentif keuangan di lokasi tersebut.

- Handling Cost

Di beberapa daerah diberlakukan biaya khusus untuk menangani bongkar muat. Anda harus memastikan apakah ada biaya tambahan untuk melakukan bongkar muat di lokasi tersebut.

2. Faktor eksternal


- Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah seperti peraturan perindustrian yang berlaku secara regional maupun lokal harus diketahui dan dipahami. Selain itu pastikan untuk mengetahui perencanaan/pemetaan pengembangan wilayah perdagangan dan industri di lokasi yang dipilih.

- Stabilitas politik dan keamanan

Meski kegiatan operasional gudang sebetulnya tidak berkaitan dengan kegiatan politik, tetapi stabilitas politik akan menjamin tidak terganggunya aktifitas gudang. Dari sisi keamanan juga harus dipastikan bahwa penegakan hukum berjalan di lokasi tersebut.

3. Aspek pekerja


- Ketersediaan tenaga kerja

Ketersediaan tenaga kerja akan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan gudang tersebut. Juga dibutuhkan tenaga ahli yang berkompeten untuk mengelola gudang.

- Akses/Sarana transportasi bagi pekerja

Tersedianya akses dan sarana transportasi bagi pekerja yang menuju ke lokasi gudang tersebut, memudahkan mobilitas pekerja.

- Hubungan industrial

Perhatikan catatan mengenai hubungan industrial (hubungan pekerja dengan pengusaha) di lokasi tersebut. Apakah pernah terjadi perselisihan? Jika pernah terjadi perselisihan antara pekerja dan pengusaha, bagaimana penyelesaiannya?


4. Infrastruktur


- Moda transportasi

Lokasi gudang dipastikan dapat dilalui oleh moda transportasi yang nantinya akan dipakai untuk melakukan pergerakan barang. Misal lebar jalan, kekuatan beban atau kelas jalan yang dapat dilalui menjadi catatan ketika memilih sebuah lokasi gudang.

Perhatikan kualitas dan reabilitas infrastruktur transportasi. Lokasi gudang juga sebaiknya dekat dengan pelabuhan, intermodal terminal dan bandara. Pastikan juga mengenai tingkat kemacetan di lokasi tersebut.

- Sistem telekomunikasi

Adanya sistem telekomunikasi yang dibutuhkan, misal telepon, internet dengan kecepatan akses tertentu. Pastikan kebutuhan komunikasi ini sudah terpenuhi.

- Pasokan energi dan air

Pastikan lokasi gudang tersebut sudah mendapatkan pasokan energi listrik sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Selain itu pastikan bahwa di lokasi gudang tersebut nantinya akan mendapatkan backup energi listrik jika sumber pasokan utama terganggu.
Tidak lupa, pastikan lokasi gudang tersebut mendapat pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional gudang maupun memenuhi kebutuhan air yang digunakan bagi pekerja.

5. Lingkungan


- Letak geografi

Beberapa faktor geografi yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih lokasi gudang antara lain kontur tanah, tidak banjir, tidak mengalami penurunan permukaan tanah.

6. Pasar


- Pelanggan

Salah satu pertimbangan memilih lokasi gudang adalah dekat dengan lokasi pelanggan, hal ini akan memudahkan dalam memobilisasi kebutuhan pelanggan serta mengurangi dari sisi waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk transportasi.

- Penyedia bahan baku/supplier

Pertimbangan lain adalah memilih lokasi yang dekat dengan penyedia bahan baku/supplier. Pertimbangan yang sama dengan memilik lokasi dekat dengan pelanggan adalah waktu dan biaya yang harus dikeluarkan, misalnya bahan baku yang bersifat cepat rusak sehingga butuh pengolahan lebih lanjut dengan segera.

- kecepatan dan daya tanggap

Harus diperhitungkan mengenai kecepatan dan daya tanggap ketika ada permintaan dari pelanggan maupun ada kebutuhan bahan baku dari supplier, agar kegiatan operasional di gudang tersebut dapat berjalan dengan baik.
sumber : http://www.arthanugraha.com/6-kriteria-untuk-memilih-lokasi-gudang/

Gara-gara telur busuk, Bob Sadino mendapatkan keuntungan berlipat.

Bob Sadino paling pintar mengubah ketidak puasan pelanggan menjadi keuntungan yang berlipat.

Ketika merintis bisnis sebagai pedagang telur ayam, Bob banyak mendapatkan pelanggan warga negara asing (WNA). Maklum, ia tinggal di pemukiman WNA di Kemang, Jakarta Selatan, dan didukung dengan kefasihannya berbahasa Inggris.

Konsumen WNA dikenal Bob sebagai konsumen yang rewel dan selalu menuntut kualitas terbaik. Salah satu yang jarang sekali membeli telur dari Bob adalah seorang ibu yang tinggal tak jauh dari rumah Bob. Sebelumnya, dalam berdagang Bob memiliki aturan: jika ada 2 butir telur yang busuk yang dibeli dari dirinya, maka ia akan menggantikannya dengan 20 kg telur.

Bob lalu menggunakan akal-akalannya untuk memancing emosi si ibu.  Ketika ibu tersebut membeli telur, diam-diam Bob menyelipkan dua butir telur busuk. Sontak, si ibu marah besar.  Namun sesuai janjinya, Bob mengganti dua butir telur busuk tersebut dengan 20kg telur baru.

Merasa mendapat perlakuan istimewa, ibu itu pun menceritakan kepuasannya kepada rekan-rekannya.  Secara tidak langsung, ibu itu merekomendasikan telur-telur dagangan Bob.

Menurut James Widyaharsana, pakar marketing, dalam bukunya Pemasaran Hemat, Penjualan Berlipat Melalui Creative Viral Marketing, apa yang dilakukan Bob merupakan contoh sederhana dari teknik viral marketing.

Bob berhasil menggunakan influencer (orang yang berpengaruh) untuk menjadi agen marketing bisnisnya secara tidak langsung. Bob tahu betul jika ibu itu memiliki pengaruh besar dalam pergaulannya. Sehingga ketika ia merasa puas dengan layanan yang ia dapatkan, ia tak segan untuk menceritakan itu kepada rekannya.

Menurut James, Bob juga berhasil mengubah konsumen yang tidak puas menjadi penggemar brand. Konsumen yang tak puas memang akan memiliki kekuatan  berlipat ketika bisa diubah menjadi penggemar brand.

sumber : http://www.readersdigest.co.id/investasi-dan-bisnis/bob+sadino+dan+dua+butir+telur

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget