Strategi MATA MATA ala pak LAKSITA



Pak LAKSITA UTAMA SUHUD.

SIAPA DIA?

Pioneer Internet Marketer Indonesia di era 1996-2000, ini mengkhususkan dirinya di bidang business & marketing intellegence, marketing warfare, guerilla & stealth marketing serta underground advertising. Pengalamannya dalam menangani banyak perusahaan berskala internasional membuatnya sangat terampil dalam memecahkan berbagai macam kasus penjualan di berbagai medan, dengan mengkompilasikan strategy-strategy perang dan intellegence dalam aktivitas marketingnya..


Berhasil menyelamatkan perusahaan export yang hampir bangkrut di tahun 2005 dan menjadikan perusahaan tersebut sebagai supplier terbaik selama 3 tahun berturut-turut di seluruh wilayah Asia Indian Continent (Asia di luar kawasan China dan Taiwan) bagi sebuah raksasa Chainstore di Eropa bernama Conforama. Taman Safari Indonesia II Jawa Timur juga salah satu perusahaan yang pernah merasakan langsung dahsyatnya strategy marketing warfarenya dalam menghadapi persaingan sengit dengan puluhan tempat wisata di sekitarnya.


Berseberangan dengan Blue Ocean Strategy. Peletak dasar The Great Marketing Road Map dan The Tai-Chi Strategy ini justru menjadikan persaingan sebagai asset terpenting untuk mendongkrak penjualan bagi bisnis apapun dengan mudah. Penguasaannya yang mendalam tentang marketing warfare, market phsychology & behaviour menjadi kunci penting pendekatannya.

NAH kali ini, saya akan sedikit sharing, ilmu yang beliau sampaikan. menurut saya, tanpa dilebih lebihkan, menurut saya ILMU INI BAHAYA KALAU DIBACA PESAING ANDA !

apa yang akan kita pelajari sekarang. ? sekarang kita akan belajar ttg 3 PEMBUNUH BISNIS


3 PEMBUNUH BISNIS


Semua bisnis baru dimulai dengan kondisi yang sangat tidak ideal. Mulai dari tim yang belum solid, pengalaman yang belum ada, begitu juga dengan pelanggan. Semakin lama pemasukan bisa dihasilkan oleh sebuah bisnis baru, maka semakin hebat dan berkepanjangan frustasi yang akan dialami oleh pemiliknya.  Kondisi inilah yang akhirnya akan membuat mereka dengan segera menyerah untuk menghentikan semua usaha mereka. Dan kembali lagi bekerja kepada orang lain.


Anda akan lebih berpeluang berhasil dalam memulai sebuah bisnis baru, jika Anda tahu hal-hal apa saja yang bisa membuatnya gagal dan bagaimana cara untuk menghindarinya. Sebab kalau tidak, maka bisnis Anda serasa kehilangan arah di tengah hutan tanpa ada solusi sama sekali untuk bisa keluar dari gelapnya rimba belantara.


Ada 3 hal utama yang membuat sebuah bisnis baru bisa berhasil tumbuh atau tidak, yaitu :

  1. Minimnya angka penjualan mereka
  2. Beban pengeluaran yang terlalu berat
  3. dan Mental yang kurang kuat dari pemiliknya dalam menghadapi semua tekanan tersebut.


Kombinasi dari ketiga hal inilah yang mengakibatkan frustasi berkepanjangan yang akhirnya membuat seorang pebisnis memutuskan untuk menghentikan usahanya. Saya sendiri membagi faktor-faktor penyebab kegagalan sebuah bisnis baru seperti di bawah ini.

Faktor 1: Lemahnya Mental Skill


Frustasi adalah penyumbang terbesar bagi kegagalan sebuah bisnis yang baru berdiri. Kerasnya tekanan dan datangnya masalah yang bertubi-tubi, sering membuat pemilik usaha kehilangan fokusnya. Ketidak-mampuan mereka dalam mengendalikan frustasi yang mereka alami, pada akhirnya memaksa mereka untuk menyerah lebih cepat dari perkiraan semua orang.

Dan kemampuan untuk mengendalikan serta memotivasi diri mereka sendiri. Akan sangat membantu mereka untuk menghadapi masalah terbesar dan paling bertanggung jawab terhadap kegagalan sebuah bisnis baru ini. Tentu saja faktor ini di picu atas ketidak-mampuan dari pemilik bisnisnya dalam mendatangkan order dengan jumlah besar. Sehingga perusahaan mereka tidak segera kunjung mendapatkan pemasukan yang cukup untuk menghidupi operasional perusahaannya.

Selain, itu kurangnya kemampuan yang bersangkutan dalam mengelola perusahaannya, tentu juga membuat yang bersangkutan akan bertambah-tambah frustasinya dalam menghadapi 1001 macam ketidak idealan yang harus dia hadapi sehari-harinya dalam bisnisnya. Baik dalam menghadapi sengitnya persaingan dalam memperebutkan pasar, maupun menghadapi kondisi internal perusahaannya yang tidak juga kunjung membaik seperti yang dia harapkan ketika dia memulai bisnisnya..

Faktor 2: Lemahnya Marketing Skill


Hampir semua orang sanggup untuk memulai dan membangun sebuah bisnis baru. Mulai dari kelas pedagang keliling sampai pengusaha bangunan. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang ahli dalam menjual produk yang ditawarkan oleh usaha mereka. Padahal kemampuan inilah yang paling
menentukan, apakah sebuah bisnis akan kebaniiran order sampai ampun-ampun dan tobat-tobat menolaknya. Atau malahan sepi order sampai kantornya pun melompong dengan semua yang ada di dalamnya bengong karena rindu order berkepanjangan.

Kurang­nya kemampuan sebuah bisnis baru dalam menjual, pasti akan meng­akibatkan rendahnya angka penjualan mereka. Dan hal tersebut pasti akan menjadi masalah serius, jika akhirnya pengeluaran dari usaha mereka, ternyata selalu saja lebih besar dibandingkan dengan angka pemasukan yang bisa mereka hasilkan. Artinya, dana cadangan dari bisnis tersebut akan terus terkikis dan berkurang untuk menutupi defisit overhead mereka, sampai akhirnya tidak ada lagi dana yang tersisa.

Dan dalam kondisi seperti ini, sebuah bisnis biasanya akan mulai berhutang  kesana-kemari hanya untuk sekedar menutup pengeluaran rutin  tersebut. Dan kalau kondisi seperti ini berlangsung terus menerus. Maka bisnis tersebut bisa dipastikan akan segera terjebak jatuh pailit dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Jadi kalau ada yang bilang marketing itu nggak perlu. Yang penting itu produksi. Kalau tidak ada pasar yang memesan produk yang kita produksi, maka produk tersebut hanya akan menumpuk di gudang dan mengakibatkan stock macet. Kalaupun dibidang jasa, walaupun kita mempunayi team yang hebat di bagian produksi, tetapi kalau tidak ada  pasar yang memesan jasa kita. Maka kita akan terjebak dalam menggaji buta puluhan tenaga ahli tanpa ada pekerjaan bagi mereka yang bisa menghasilkan pemasukan bagi bisnis kita.

Inilah sebenarnya benang merah yang menghubungkan, mengapa kemampuan untuk bisa menjual sangat diperlukan oleh perusahaan manapun. Mau dibidang jasa ataupun produk konvensional. Apalagi di tengah sengitnya persaingan di semua lini dan sektor bisnis yang mereka masuki. Karena selain mereka harus mampu meyakinkan pasar untuk mau membeli produk ataupun jasa yang mereka tawarkan. Mereka juga harus mampu untuk membuat pasar lebih memilih membelinya dari mereka, dibandingkan para pesaingnya.

Saya sendiri sudah mengulas ratusan strategy-strategy penjualan sederhana yang bisa dipraktekkan oleh siapapun untuk membuat pasar selalu lebih memilih untuk membeli dari kita dalam buku saya 10 Greatest Advertising Secrets. Mulai dari bagaimana usaha makanan gerobakan bisa tembus omzet mendekati 100 juta perbulan pergerobaknya, juga bagaimana usaha makanan rumahan berupa frozen dimsum bisa menghajar makanan sejenis milik brand besar dengan gerilya marketing hingga beromzet di atas 400 jutaan perbulan bahkan tanpa perlu tergantung dengan satu outletpun seperti minimarket ataupun supermarket.

Dengan gerilya marketing, bahkan seorang pengusaha kopi rumahan bisa menguasai pasar kopi di pusat-pusat keramaian tanpa harus mengandalkan jaringan supermarket dan minimarket konvensional dan menghasilkan penjualan ratusan juta perbulannya.

Dengan pemasaran yang tepat sasaran, bahkan ketika kedai burger kita hanya memiliki 8 meja sekalipun. Tetap saja order terus berdatangan hingga omzetnya tembus di atas 350 jutaan setiap bulannya tanpa harus repot-repot membuat kedainya dibanjiri pembeli. Loh kok bisa ? dengan gerilya marketing kita bahkan tidak perlu punya kedai burger malahan untuk membuat bisnis kita dengan santainya memnafaatkan pasar burger yang dibuka oleh KFC maupun MacDonald dengan santainya.

Dengan menguasai strategy pemasaran yang tepat, bengkel yang tadinya sepi langsung dibanjiri pelanggan dalam waktu singkat hanya dengan memfokuskan kelebihan sederhana mereka dibandingkan para pesaingnya.

Tanpa pengetahuan dan kemampuan dalam menjual, ditengah sengitnya persaingan bisnis saat ini. Maka sebuah bisnis hanya tinggal gigit jari menonton para pesaingnya yang berpesta-pora  mendapatkan banjjir order sementara mereka tidak. Tidak ada produk ataupun jasa yang sulit untuk dijual. Yang Ada kita hanya perlu tahu cara yang paling pas untuk membuat pasar meresponsenya. Dan itulah mengapa kemampuan menjual, sangat berperan penting dalam hal itu.

Tentu saja, semua strategy.. harus bisa di jalankan. Tanpa kemampuan itu, percuma. Semua strategy hanya tinggal strategy. Mau strategy marketing.. mau strategy bisnis.. mau strategy bersaing. Semua butuh kemampuan pengusaha yang bersangkutan untuk menjalankannya bersama seluruh anggota teamnya. Dan itulah mengapa, faktor ketiga berikutnya sangat menentukan kelangsungan dari bisnis yang bersangkutan.

Faktor 3:  Lemahnya Business Skill


Bisnis baru yang gagal juga disebabkan oleh pemiliknya yang tidak mempunyai ke­te­­rampilan yang memadai dalam men­jalankan sebuah bisnis. Banyak pebisnis baru melakukan kesalahan fatal pada awal mendirikan usaha hampir di semua aspek, mulai dari pemilihan bidang bisnis yang tidak prospektif, strategi produk yang salah, pola perekrutan karyawan yang tidak tepat, dan hal-hal lainnya.

Business skill adalah kemampuan un­tuk melihat dan mengambil peluang bisnis yang ada di depan mata, serta menjalan­kannya dengan cara yang optimal tanpa harus mengorbankan biaya, tenaga dan waktu yang terlalu besar. Tanpa ke­mampuan ini, Anda akan terjebak pada keput­usan-keputusan yang salah dalam banyak hal. Dan umumnya harga yang harus dibayar atas kesalahan-kesalahan tersebut biasanya sangat mahal sekali.

Kebanyakan orang memulai sebuah usaha dari business skill yang mereka miliki terlebih dulu, yaitu keterampilan yang meliputi banyak bidang ilmu, mulai dari dasar pengaturan keuangan, riset, membaca peluang, manajemen, keterampilan dalam produksi, dan lain-lain. Walaupun banyak bidang ilmu yang terlibat di dalamnya, tetapi saya meletakkan kemampuan ini pada urutan ketiga sebagai faktor penentu kegagalan start-up business.

Karena sejelek apa pun pengelolaan sebuah bisnis, tetapi kalau mental pe­bisnisnya sudah terlatih dan mereka mampu mencetak angka penjualan dalam jumlah besar. Maka bisnis tersebut pasti akan bisa bertahan.Tetapi, serapi apapun pengelolaan sebuah bisnis. Tanpa kemampuan untuk me­ngen­dalikan mental dan memasarkan pro­duk mereka dengan baik. Maka bisnis tersebut juga pasti akan ambruk seiring dengan rendahnya penjualan mereka dan frustasi yang mendera mereka melihat bisnis yang mereka jalankan tidak kunjung mendekati sasaran yang mereka harapkan.



Dan kombinasi dari ketiga keterampilan inilah yang harus dikuasai oleh pemilik sebuah bisnis baru. Sehingga dia tidak saja hebat dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga piawai dalam menjual, serta tahan banting setiap kali dia menghadapi masalah dalam bisnisnya.

3 KUNCI PENTING GAGAL & BERHASILNYA SEBUAH BISNIS



  1. Mental Skill 80%
  2. Frustrasi adalah penyebab terbesar kegagalan sebuah bisnis baru. Sehebat apa pun kemampuan manajemen dan memasarkan sebuah usaha, kalau sang pemilik tidak tahan banting, pada akhirnya akan meyerah juga dan segera menutup bisnis baru-nya.
  3. Marketing Skill 15%
  4. Sehebat apa pun pengusaha dalam mengelola bisnis, jika dia tidak mempunyai kemampuan untuk memasarkan, Maka mereka akan berhadapan dengan rendahnya angka penjualan mereka, yang akan membuat bisnis baru tersebut terus merugi.
  5. Business Skill 5%
  6. Tanpa penguasaan keterampilan ini, Sebuah bisnis baru berpotensi terjebak untuk melakukan kesalahan dalam alokasi modal dan investasi, bidang garapan dan pasar yang tepat, yang bisa menggagalkan bisnis mereka.


Kombinasi dari 3 hal inilah yang akan menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah bisnis bisa bertahan dan tumbuh secepatnya di tahun-tahun awal berdirinya usaha tersebut
Terus, bagaimana kalau sudah ada tanda-tanda bahwa sebuah bisnis sedang dalam ambang kegagalan ? Apa yang harus dilakukan ?


  1. Tentu saja Anda hanya perlu mengenali permainan dasar dalam membangun sebuah bisnis,
  2. Setelah itu Anda sudah bisa mulai merancang sumber-sumber pemasukan bagi bisnis Anda
  3. Setelah itu Anda bisa memilih model bisnis apa yang paling cepat menghasilkan uang.
  4. Setelah itu Anda bisa pelajari teknik menjual yang effective.
  5. Setelah itu Anda bisa pelajari alat bantu apa yang bisa Anda gunakan untuk effective dalam menjual,
  6. dan yang terakhir tentu saja bagaimana Anda bisa menggunakan semua alat bantu disekitar Anda untuk mempercepat terjadinya ledakan penjualan bagi bisnis Anda.


6 langkah dasar ini Insya Allah akan mempercepat lagi keberhasilan bisnis Anda. share jika Bermanfaat
sumber : https://www.facebook.com/notes/alfi-syahrin/strategi-mata-mata-ala-pak-laksita/1626321437608009/

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget