Tips Jitu melawan jaringan minimarket raksasa yang buka toko di sebelah

[img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicsDCKSZo4y_7kC6wtl7ubdrRmVOCO98tWmH6R5vYM3PVL9rlg-YbvyVOhI0I1gKdAJxK3evz6lqFh5GbVloEjhZzxwDofUhatJykqFXRVKrTrrkscX4Ibm-TV4XqKZVCmRsAEJFUiIP3v/s1600/concept-minimarket-interna-2.png"/]

[ MELAWAN ALFAMART & INDOMARET ]

Seorang peserta seminar menelpon saya, "Pak, saya memiliki 1 minimarket di Bekasi yang berdiri 3 tahun yang lalu berkat inspirasi seminar Bapak. Alhamdulillah saat ini saya fokus mengelola minimarket saya, omsetnya sudah di atas 7 juta per hari."

"Tetapi 4 bulan yang lalu buka Indomaret berjarak 2 ruko di sebelah kiri saya dan 1 bulan yang lalu buka lagi Alfamart berjarak 4 ruko di sebelah kanan saya, omset saya langsung terjun bebas, saat ini hanya 1 juta per hari. Sudah pasti rugi dan saya bingung harus bagaimana. Apa sarannya Pak?"

Saya jawab, "Alfamart dan Indomaret itu sangat kuat karena memiliki banyak cabang, tetapi dibalik kekuatan itu sebenarnya ada kelemahan. Yakni tidak mudah untuk menambah jenis produk (karena sudah diatur seragam dari pusat). Nah toko bapak kan hanya satu, jadi gampang untuk mengubah juga menambah jenis produk yang dijual, dan ada 1001 produk yang dibutuhkan orang yang mereka tidak jual."

"Silakan Bapak masih jualan produk yang sama seperti Alfamart saat ini, tapi tambah juga jenis lain yg mereka tidak jual, yakni ATK (mereka jual tapi sedikit), mainan, perlengkapan bayi, sandal, kacamata dll."

Beliau pun mengikuti saran saya dan menambah banyak produk di tokonya bahkan ada air isi ulang, ada konter HP, dll yg tidak mungkin Alfamart dan Indomaret akan mengikuti.

Akhirnya dalam tempo 6 bulan kemudian omsetnya sudah membaik menjadi 4 juta perhari (walau masih di bawah omset awal). Dia bertanya lagi, "Pak Wan yang saya bingung itu jika mereka promosi dan ada produk yang mereka jual dibawah harga grosir (tempat saya belanja), bagaimana cara menghadapinya?"

Saya balik bertanya, "Berapa banyak barang promosi yg mereka jual dibawah harga grosir?"
"Tidak banyak Pak Wan, paling 5 item barang" jelasnya.

Saya lanjutkan, "Jika ada produk yang mereka jual di bawah grosir (umum ritel modern melakukan minus margin) maka jangan beli ke grosir, tapi beli ke toko mereka saja."

Benar, saran saya kembali diikuti, begitu Alfamart dan Indomaret promosi yg harga jual di bawah grosir, maka 5 item produk itu diborong habis oleh beliau. Di saat pelanggan datang ke Alfamart, produk promosi itu kosong dan bisa ditebak pelanggan datang ke tokonya. Dia menjual seharga yg dijual Alfamart (karena tidak perlu transport dan hanya butuh persiapan uang kas). Besok begitu lagi, diborong habis dan barang tersebut kosong di Alfamart.

Akhirnya Alfamart mengirim stok yang banyak dari pusat, dia tidak memborong (karena takut kadaluwarsa) dan beli hanya seperlunya saja. Alfamart tidak bisa melarang pelanggan belanja kan?

Terakhir dia bilang walaupun banyak produknya yang bisa bersaing dari Alfamart atau Indomaret namun image nya tetap mereka lebih murah. Saya tanya, "Bapak ngomong nggak sama pelanggan jika toko bapak lebih murah?"

"Ngomong Pak," jawabnya.
"Bagaimana ngomongnya?" lanjut saya.
"Saya bilang saat pelanggan belanja, ini gula lebih murah," jelasnya.

Saya komentari, "Silakan bapak ngomong spt itu, tetapi belum cukup, coba buat spanduk dengan tulisan LEBIH MURAH DARI INDO DAN ALFA. Kan tidak ditulis lengkap Alfamart atau Indomaret."

Akhirnya dia buat spanduk tetapi tidak berani menulis nama pesaing itu, dia tulis "MINIMARKET TERMURAH, LEBIH MURAH DARI SEBELAH-SEBELAH."

😄😄

Saat ini omsetnya sudah lebih tinggi daripada dahulu sebelum dia jatuh. Intinya, jangan takut bersaing, jangan menyerah begitu saja. Semoga bermanfaat, bantu share ya. Agar teman-teman UKM kita menjadi lebih kompetitif.

Penulis: Wan MH. Dari group whatsapp Ippho Santosa.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget