Latest Post



"Bagaimana cara menjaga meja kantor agar tetap bersih dan rapi?"

Mungkin itu adalah pertanyaan yang sering muncul saat melihat meja kantor yang terlihat berantakan. Sangat penting bagi anda yang bekerja untuk melakukan hal tersebut. Meja kantor yang bersih dan rapi pasti akan membuat penggunanya merasa nyaman dan bersemangat mengerjakan tugasnya. Hal tersebut di karenakan pekerja hampir sebagian besar waktunya di habiskan di kantor, maka dari itu pekerja harus membuat senyaman mungkin tempat kerjanya agar betah dan menikmati pekerjaannya. Berikut akan kami jawab pertanyaan tersebut.

1. Mulailah dari meja itu sendiri, kembali ke tujuan anda memiliki meja kantor. Jika dipakai hanya untuk mengecek tagihan-tagihan telepon atau listrik, maka tidak membutuhkan meja yang terlalu besar. Namun jika anda seorang desainer, gunakanlah meja yang besar serta memiliki laci penyimpanan file, kertas, dan pengarsipan.



2. Mengatur berkas-berkas di atas meja, pastikan anda selalu merapikan dan membersihkan berkas-berkas yang ada di meja. Jangan biarkan menumpuk, karena itu akan menyulitkan anda menemukan berkas yang di butuhkan. Simpanlah berkas-berkas anda ke dalam lemari atau laci.



3. Membuang sampah pada tempatnya, kadang-kadang kita menyepelekan sampah kecil seperti bungkusan permen, plastik makanan ringan, guntingan kertas dan barang kecil lainnya untuk di taruh di atas meja. Anda menganggapnya itu bukan hal penting karena hanya sampah kecil. Tetapi jika anda terus menerus melakukan hal tersebut, maka itu akan menjadi kebiasaan yang buruk dan dapat membuat tumpukan-tumpukan sampah di atas meja. Mulailah dari sekarang untuk selalu membuang sampah pada tempatnya walaupun sekecel apapun itu.



4. Kembalikan barang ke tempat semula, seringkali kita lupa menggunakan suatu barang ketika dalam keadaan yang terburu-buru. Menaruhnya sembarangan setelah anda selesai memakainya. Hilangkan lah kebiasaan tersebut karena itu akan menyulitkan anda saat ingin memakainya lagi barang tersebut. Jika anda mengambil sebuah file dalam laci, maka kembalikan lagi file tersebut ke dalam laci agar anda mudah mencarinya. Jadi biasakan lah sifat disiplin dalam diri anda agar mendapatkan meja kantor yang selalu bersih dan rapi.



5. Bereskan meja setelah selesai kerja, biasakan diri anda menyisihkan waktu 10-15 menit setelah anda bekerja untuk membersihkan dan merapikan meja kantor anda yang seharian itu anda gunakan. Jangan biarakan dokumen-dokumen untuk esok hari menumpuk di atas meja kantor, karena itu akan membuat anda tidak bersemangat lagi mengerjakan tugas setelah melihat tumpukan dokumen tersebut.



6. Menyediakan kotak pensil, sebagian besar karyawan menaruh pensil, pulpen, stapler dan alat tulis lainnya secara sembarangan di atas meja. Meja kantor anda di hiasi oleh alat-alat tulis tersebut. Hal tersebut dapat membuat meja kantor anda terlihat sangat berantakan, maka dari itu sediakan kotak pensil untuk menaruh semua alat-alat tulis tersebut agar tetap rapi.



7. Menaruh benda favorit di meja, dengan menambahkan benda-benda yang mempunyai nilai emosional merupakan salah satu cara agar kita betah dan nyaman berlama-lama di depan laptop/komputer. Anda bisa menaruh foto keluarga, pajangan, bunga atau benda lain kesayangan anda di atas meja kantor. Jika anda sedang suntuk ketika melakukan tugas, anda bisa beristirahat sejenak untuk memandangi foto keluarga sebagai penyemangat kerja.


sumber : http://www.kompasiana.com/sherlinahuang/7-cara-menjaga-agar-meja-kantor-tetap-bersih-dan-rapi_55547d6273977331149054cb



Produk yang sangat berkualitas dan harga yang mungkin terjangkau, apapun itu pasti akan diburu oleh konsumen. Terkadang kita berpikir bahwa berbisnis sebenarnya adalah hal yang mudah dan sederhana saja. Jual produk/jasa kemudian bersaing harga, ya itulah sebuah bisnis yang dipikirkan orang-orang awam. Padahal lebih dari itu, sebuah bisnis akan sukses dijalankan jika kesemuanya berkesinambungan.

Salah satu saja ada yang kurang beres berpeluang besar untuk menghambat kesuksesan. Ya, dalam artikel kali ini kami akan mencoba memberikan peringatan bagi Anda tentang beberapa hal sepele yang kurang diperhatikan tetapi justru berpotensi menghambat jalan kesuksesan. Ada banyak wirausahawan diluar sana yang sudah merasakan efek tindakan sepele dan tidak dinyana ternyata membuat hancur bisnisnya. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Pengeluaran yang Tidak Perlu


Salah satu penyebab sepele bisnis kurang berkembang adalah seringnya seorang wirausahawan mengeluarkan uang yang sebenarnya tidak perlu. Sebagai contoh adalah saat bisnis Anda masih belum stabil tetapi Anda terlalu sering pergi makan diluar baik di café atau resto. Tentu ini bukan langkah penghematan, dan bisa mengganggu kondisi finansial Anda.

Padahal Anda bisa saja lebih berhemat dengan makan di rumah saja. Atau sebagai contoh lain adalah pembelian barang-barang yang juga tidak terlalu dibutuhkan mendesak dan bukan barang penting sekali. Anda bisa menundanya sampai kondisi keuangan bisa benar-benar stabil.

2. Kurang Komunikatif dengan Klien


Anda bukan seorang robot atau mesin bisnis, yang hanya menjual produk, menerima uang dan sudah selesai. Selanjutnya tidak ada interaksi lebih lanjut dengan para klien. Pantaskah seorang pebisnis sejati melakukan seperti diatas?  Tentu tidak, ingat para klien adalah manusia dan Anda juga bukan mesin. Pastikan Anda lebih komunikatif lagi dengan klien atau pembeli. Tanyakan bagaimana kabar mereka dan pastikan Anda juga menanyakan bagaimana produk yang dibeli. Apakah sudah memuaskan ataukah ada kekurangan?

Pertahankan bila produk/jasa Anda memuaskan dan perbaiki bila ada kekurangan. Jalin komunikasi dengan baik atau Anda akan kehilangan mereka yang berpotensi beralih ke pelanggan lain. Jika berbisnis hanya menyediakan barang dan menerima uang, Anda seperti mesin minuman kaleng otomatis yang sering ditemui di area publik.

3. Hati-hati Dengan Tawaran Uang


Khususnya untuk usaha kecil menengah paling sering berpotensi untuk ditawari kredit dari perusahaan-perusahaan finance. Ada banyak kedoknya, seperti bank harian, kredit mingguan, bulanan sampai ada yang menggunakan nama koperasi. Pencairan dana yang lebih cepat tentu ada ‘efek sampingnya’, yakni bunga pengembalian yang begitu besar.

Jika memang tidak membutuhkan atau tidak ada kebutuhan mendesak sekali, Anda tidak perlu tergiur dengan penawaran mereka. Tentu Anda malas setiap hari didatangi petugas bank harian untuk ditagih. Banyak pelaku UKM yang akhirnya ‘macet’ gara-gara terbelit dengan tagihan kredit semacam itu.

4. Sesuatu yang Membuat Pembeli Enggan Datang


Kami akan memberikan salah satu contoh kasus, yakni tentang bisnis distro (distribution outlet). Bisnis ini identik dengan anak muda, dan hampir kebanyakan distro juga menjadi tempat tongkrongan atau tempat berkumpul yang asyik, khususnya anak laki-laki. Kemudian ada seorang calon pembeli perempuan yang ingin membeli tetapi enggan datang karena didepan distro terlalu ramai. Takut digoda atau terjadi hal lain.

Tentu ini adalah hal sepele, tetapi sebagai pemilik distro Anda harus segera membereskan permasalahan ini. Cobalah untuk membuat toko Anda nyaman, karena kenyamanan benar-benar mempengaruhi ramai atau tidaknya klien. Perhatikan juga soal kebersihan, bau yang tidak sedap atau fasilitas tempat duduk. Hal ini sungguh sepele dan sebaiknya harus Anda hindari.

5. Perbuatan Anda Kurang Berkenan


Jadilah seorang pebisnis yang taat pada norma hukum dan peraturan agama. Anda boleh saja memiliki modal besar dan tempat yang strategi untuk berbisnis, tetapi jika tingkah laku Anda kurang berkenan pastinya mempengaruhi perkembangan usaha yang sedang dijalankan.

Mungkin contoh kasus adalah seorang pemilik usaha yang perbuatan diluar sana tidak terpuji, seperti suka berkelahi, suka berbohong, atau bermain wanita. Ada saja orang yang berpikir untuk malas membeli produk/jasa ditempat Anda bila mengetahui perbuatan Anda yang kurang terpuji diluar sana. Sangat sepele tetapi berdampak besar.


sumber : http://tulisbaca.com/5-hal-sepele-yang-mempengaruhi-kesuksesan-sebuah-bisnis/



Anda seorang pedagang offline yang ingin mencoba dagang secara online?

Apabila jawabannya ya, maka anda harus tahu 'tempat-tempat' yang bisa digunakan untuk 'menggelar' dagangan anda.

Di sini akan dibahas mengenai 5 'tempat' yang paling direkomendasikan untuk berdagang secara online. Anda bisa berdagang di salah satu, atau semua tempat yang akan dijelaskan di bawah ini!

Lalu, apa saja tempat berdagang online yang dimaksud?

Ini dia jawabannya!

1. Toko online sendiri


Tempat yang satu ini yang paling direkomendasikan untuk anda yang ingin dagang secara online. Dengan memiliki toko online sendiri, maka anda memiliki 'lapak' sendiri -- tanpa bergantung dengan pihak lain, seperti situs marketplace, situs media sosial dan lain-lain. Dengan begitu, anda bebas berkreasi tanpa terikat dengan aturan / rule dari situs lain -- karena anda mandiri dan berdiri sendiri.

Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk membangun toko online. Dua diantaranya yang paling populer adalah toko online berbasis Wordpress dan toko online berbasis Blogspot.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang toko online berbasis Wordpress, silahkan baca:

Cara membuat toko online berbasis Wordpress, simpel banget!

Sedangkan untuk toko online berbasis Blogspot, kami membuka jasa pembuatan toko online tersebut dengan harga yang sangat murah. Silahkan baca di:

Jasa pembuatan toko online Blogspot, cuma Rp 30.000, bonus 1 akun Tokopedia


2. Media sosial


Apabila anda tidak memiliki kemampuan dan biaya untuk membangun toko online sendiri, alternatif yang paling direkomendasikan untuk anda adalah berjualan online melalui media sosial.



Salah satu media sosial yang paling ampuh untuk berjualan online adalah Facebook. Seperti diketahui, Facebook merupakan media sosial terbesar di dunia saat ini. Tercatat ada lebih dari 1,3 miliar pengguna aktif Facebook yang tersebar di seluruh dunia. Tentunya jumlah tersebut sangat potensial untuk dijadikan 'lahan' berjualan bagi para pedagang online seperti anda.


3. Media chatting


Tempat yang ketiga ini juga sangat direkomendasikan bagi mereka yang tak mampu membangun toko online sendiri. Hampir mirip dengan media sosial, media chatting juga sangat direkomendasikan untuk berjualan online. Biasanya berjualan via media chatting sifatnya sangatlah serius -- alias calon pembeli yang didapat kemungkinan besar akan benar-benar membeli.

Terdapat beberapa media chatting yang bisa anda gunakan untuk dagang secara online, seperti BlackBerry Messenger (BBM), WhatsApp (WA), LINE, Snapchat, Telegram dan lain sebagainya.


4. Situs marketplace


Tempat yang keempat ini juga alternatif yang sangat bagus untuk 'menggelar' dagangan secara online. Di situs marketplace, anda akan 'numpang' membuka toko (Tokopedia) atau menggelar lapak (Bukalapak), dan pembeli akan membeli melalui situs marketplace tersebut. Untuk transaksi pembayaran -- akan sangat aman, karena dihandle oleh rekening bersama milik situs marketplace tersebut.


5. Forum jual beli online


Hampir sama dengan situs marketplace, situs forum jual beli juga menjadi 'penengah' antara pedagang dengan pembeli online. Apabila anda ingin berdagang secara online, anda bisa 'numpang' membuka lapak di forum-forum yang menyediakan fitur jual beli. Untuk produk fisik, anda bisa berjualan di FJB (Forum Jual Beli) Kaskus. Untuk produk nonfisik, anda bisa berjualan di Forum Trade di Ads.id.


Itulah dia beberapa 'tempat' yang sangat direkomendasikan bagi anda yang ingin berdagang secara online. Anda bisa mencoba salah satu, atau mengkombinasikan beberapa tempat berjualan online di atas, semua terserah anda. Semakin banyak 'tempat jualan' yang anda gunakan, semakin banyak potensi calon pembeli yang akan anda dapatkan.

Ayo, segera mulai bisnis anda!

sumber : http://www.onlenpedia.com/2016/08/5-tempat-yang-paling-direkomendasikan.html



Usaha yang menjanjikan keuntungan yang bagus dan konsisten merupakan usaha yang diidam-idamkan banyak orang. Hanya saja, ada masa di mana suatu usaha tidak akan menjanjikan lagi karena sesuatu hal.

Lantas, apa yang menyebabkan suatu usaha menjadi tidak menjanjikan lagi?

Jawabannya, bisa dilihat pada 3 penyebab di bawah ini!

1. Kompetitor / pesaing yang terus bertambah


Semakin menjanjikan suatu usaha, maka ada faktor eksternal yang membuat usaha tersebut menjadi tidak menjanjikan lagi, yaitu bertambahnya pesaing / kompetitor. Karena usaha tersebut menjanjikan, maka hal itu menjadi 'magnet' tersendiri bagi banyak orang untuk menjalankan usaha yang sama.

Dengan semakin banyaknya kompetitor, maka berefek pada omset yang akan semakin 'terbagi'. Selain 'rezeki yang terbagi', persaingan juga bisa menimbulkan turunnya harga pasar yang bisa saja sangat ekstrim. Apabila hal ini benar-benar terjadi, maka keuntungan per penjualan yang sukses akan semakin sedikit -- lantaran harga jual yang teramat rendah.


2. Menurunnya kualitas produk


Kalau poin pertama dikarenakan faktor eksternal, maka poin kedua ini dikarenakan faktor internal dari anda sendiri.



Seiring waktu berjalan, entah karena jenuh dan bosan -- bisa saja produk / jasa yang anda jual menurun kualitasnya. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan kompetitor yang terus menjaga atau bahkan meningkatkan kualitas produk / jasa yang mereka jual.

Apabila hal ini terus terjadi dan anda mengabaikannya, maka siap-siap anda akan ditinggalkan pelanggan anda, dan akhirnya mereka 'berlabuh' pada kompetitor anda. Alhasil, usaha yang awalnya menjanjikan -- berubah 180 derajat menjadi tak menjanjikan lantaran kesalahan anda sendiri.


3. Si pebisnis terlalu cepat puas (malas berinovasi dan berekspansi)


Senada dengan poin kedua, poin ketiga ini juga merupakan faktor internal dari anda sendiri. Ketika anda berada 'di atas angin' berkat usaha anda yang menjanjikan, janganlah cepat puas dengan pencapaian yang anda dapat. Apabila anda merasa puas, maka anda akan jumawa dan malas untuk berinovasi + berekspansi. Apabila anda mengabaikan inovasi dan ekspansi, maka siap-siap bisnis anda akan dilampaui kompetitor anda.

Hal itu pula yang menimpa Nokia yang terlalu jumawa dan meremehkan kompetitornya, dan malas berinovasi. Mereka merasa di atas angin dan yakin kalau kesuksesan yang mereka capai akan 'abadi'. Hasilnya, merk yang selama ini mereka remehkan (Samsung), akhirnya kini jauh melampaui mereka.

Hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Kesalahan fatal yang kita lakukan adalah ketika berada di atas, kita menjadi sombong, jumawa, gaya hidup boros, meremehkan orang lain, dan tidak memikirkan kemungkinan terburuk yakni kebangkrutan. Seandainya selagi di atas kita tetap rendah hati, maka ketika jatuh -- kita sudah siap dengan kehidupan yang berubah drastis. Apalagi kalau kita terbiasa hidup sederhana dan bergaya hidup hemat, maka ketika terpuruk -- kita masih bisa hidup dengan seadanya dan memanfaatkan sisa uang yang ada.

Maka dari itu, ketika bisnis anda sedang bagus, lakukanlah inovasi dan ekspansi, dan jagalah gaya hidup anda agar tetap sederhana dan hemat. Niscaya, kekayaan anda akan tetap terjaga berkat kebiasaan positif tersebut, dan meskipun jatuh -- anda tidak akan terlalu terpuruk.

Semoga bermanfaat!


sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/04/usaha-yang-menjanjikan-tidak-selamanya.html



Ketika anda memiliki niat kuat untuk memulai usaha namun terkendala modal, maka muncul-lah pikiran untuk melakukan 'jalan pintas'. Adapun 'Jalan pintas' yang dimaksud adalah dengan berhutang alias mengajukan pinjaman -- guna dijadikan modal usaha anda.

Menurut pandangan admin, berhutang merupakan cara yang sangat tidak dianjurkan untuk memulai usaha. 'Pondasi' bisnis anda akan sangat lemah -- apabila 'ditopang' oleh modal yang berasal dari hutang.

Masih tak percaya?

Apabila anda masih ingin mengajukan pinjaman untuk modal usaha, sepertinya anda harus membaca 3 hal berikut ini. Di sini akan dipaparkan tentang 3 hal yang memperkuat argumen admin -- bahwa JANGAN BERHUTANG apabila ingin memulai usaha. Silahkan anda simak dan resapi 3 hal yang akan dipaparkan di bawah ini!

1. Yang namanya bisnis memiliki 2 kemungkinan (berhasil atau gagal)


Memiliki keyakinan untuk 100% sukses adalah hal yang bagus. Namun, apabila keyakinan tersebut dijadikan 'dalih' sekaligus 'senjata' untuk 'meyakinkan diri' dalam mengajukan hutang, maka lebih baik anda segera 'bangun dari tidur anda'.

Ketika anda memilih 'jalan pintas' untuk berhutang (sebagai modal usaha), maka anda sudah tergolong sebagai sosok yang sombong.

Kenapa disebut sombong?

Karena anda terlalu yakin dengan visi anda bahwa bisnis anda PASTI sukses.

Ketahuilah, dalam menjalankan bisnis -- kemungkinan hasilnya tidak hanya satu -- melainkan 2 kemungkinan, yakni SUKSES atau GAGAL. Jangan lupa, yang menjadi penentu keberhasilan anda adalah TUHAN, bukan khayalan anda sendiri.

Bayangkan, kalau bisnis anda GAGAL dan anda harus membayar 'hutang modal' yang menjadi kewajiban anda. Maka anda akan 'jatuh + tertimpa tangga pula'. Sudah bangkrut, harus bayar hutang pula.

Admin sendiri memiliki prinsip untuk menghindari yang namanya hutang. Apabila dikaitkan dengan menjalankan usaha, admin lebih memilih menjalankan usaha yang efisien dari segi modal (baca: menjalankan bisnis dari nol), meskipun harus bersusah payah merintisnya.

Admin tidak mau terjebak pada mental sebagian besar pebisnis yang 'mau berbisnis asalkan modalnya banyak -- meskipun dengan berhutang'. Prinsip admin, dalam memulai bisnis -- kalau bisa harus efisien, hemat, biaya minim, hasil maksimal, dan kalau gagal tidak rugi-rugi amat.


2. Jangankan berkembang, survive saja sulit apabila terlilit hutang


Menjalankan usaha dengan modal yang didapat dari utang, tentu perlu kalkulasi yang bagus. Yang namanya memulai usaha, tujuan pertama kita adalah survive alias bertahan hidup. Polanya adalah seperti di bawah ini:



Survive (merintis) ---> berhasil ---> konsisten (stabil) ---> berhasil ---> bertumbuh (ekspansi).

Nah, apabila anda menjalankan bisnis dengan modal berupa hutang, maka anda akan kesulitan untuk bertahan di fase yang pertama -- yaitu survive. Yang namanya bisnis awal (permulaan), tentu produk / jasa / layanan yang anda jual tidak langsung laku. Ada banyak tahapan yang harus anda lalui, dan itu mengharuskan anda untuk terus survive.

Menurut admin, harus survive saja kita sudah susah payah, belum lagi harus membayar hutang / kewajiban bulanan yang harus kita bayar. Apabila telat, maka 'bunga pun akan berkembang' dari waktu ke waktu. Semakin lama telat, maka 'bunga yang berkembang akan terus beranak cucu'.

Sedikit pandangan mengenai 'orang yang mengambil keuntungan' dari yang namanya hutang (umumnya yaitu perbankan). Tidakkah mengherankan kalau di Indonesia banyak bank yang berdiri, namun semuanya bisa terus eksis alias tidak ada yang rugi?

Jawabannya karena bisnis mereka -- yakni 'menggandakan uang' dengan meminjamkan 'uang berbunga' sangatlah 'menjanjikan'.

Maka dari itu lembaga-lembaga keuangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk 'menggaet' debitur (orang-orang yang berhutang), karena mereka-lah 'mangsa empuk' untuk 'penggandaan uang' tersebut. Apabila mereka tak bisa bayar (kredit macet), toh ada 'senjata pamungkas' yakni penyitaan jaminan berupa aset milik debitur.

Salah satu faktor yang membuat anda begitu mudah dalam mendapatkan hutang adalah karena prosesnya yang semakin mudah, iming-iming bunganya yang kecil, dan lain sebagainya. Belum lagi mental mayoritas masyarakat Indonesia yang 'serba instan' (termasuk 'ingin instan' dalam mendapatkan modal), membuat perbankan semakin berjaya.


3. Apakah enak menjalankan usaha dengan 'bayang-bayang' kewajiban yang harus dibayar?


Paling enak menjalankan usaha itu tanpa adanya hal-hal lain di luar usaha yang harus dipikirkan. Jadi, anda bisa fokus menjalankan usaha anda tanpa dibayang-bayangi rasa takut akan 'sesuatu'.

Apabila anda menjalankan usaha dengan modal dari pinjaman, maka anda akan dibayang-bayangi oleh kewajiban untuk mengangsur pinjaman tersebut (plus bunganya). Lain halnya kalau usaha anda ditopang oleh dana investor, maka 'bayang-bayang ketakutan' tak sebesar modal dari hutang.

Apakah enak menjalankan bisnis dengan dibayang-bayangi kewajiban membayar hutang?

Kalau menurut pendapat admin, menjalankan usaha haruslah tanpa beban agar bisa fokus. Apabila menjalankan usaha dengan modal berupa hutang, maka selalu ada bayang-bayang ketakutan kalau-kalau tak bisa membayar hutang. Seandainya hal itu benar-benar terjadi, maka habislah sudah!

Admin sangat anti dengan yang namanya berhutang, kalau pilihannya antara 'menjalankan bisnis atau tidak'. Menurut admin, berhutang TERPAKSA dilakukan kalau pilihannya antara 'hidup atau mati'.

Berhutang untuk menjalankan usaha memang marak terjadi. Selain karena kemudahan prosesnya, program pinjaman akhir-akhir ini penuh dengan iming-iming bunga kecil dan kelebihan lainnya. Namun dibalik iming-iming tersebut, terdapat 'sisi gelap' yang sangat merugikan debitur. Tapi kalau 'sisi gelap' tersebut dilihat dari sudut pandang si peminjam uang, itu merupakan 'lahan empuk' yang menggiurkan.

Apakah anda sudah paham?

Kalau belum paham juga, silahkan tetap keukeuh dengan keyakinan anda untuk berhutang. Toh, bisnis yang anda jalankan juga PASTI sukses (menurut khayalan anda), dan anda pasti bisa melunasi hutang tersebut.

sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/05/jangan-memulai-usaha-dengan-berhutang.html



Hidup adalah pilihan, dan kita pun harus memilih yang mana yang terbaik untuk hidup kita.

Bicara soal pilihan hidup, salah satu yang harus kita pilih adalah dalam hal mencari uang, apakah kita memilih jadi karyawan, atau jadi bos. Namun pada tulisan kali ini pilihannya 'sedikit dirubah', yakni "Lebih memilih menjadi karyawan dengan jabatan yang tinggi, atau menjadi bos di usaha yang kecil?"

Kalau pertanyaan di atas ditujukan kepada anda, manakah yang akan anda pilih?

Pilih jadi 'karyawan besar' atau 'bos kecil'?

Hidup adalah pilihan, termasuk dalam hal mencari uang. Ketika anda dihadapkan pada 2 pilihan, yakni menjadi 'karyawan besar' atau menjadi 'bos kecil' -- yang manakah yang akan anda pilih?

Sebenarnya jawaban dari pertanyaan di atas relatif, alias tidak semua orang memilih pilihan yang pertama, dan tak semua orang memilih pilihan yang kedua. Hal itu dikarenakan tiap orang memiliki mental dan visi yang berbeda-beda.



Apabila seseorang memiliki mental 'main aman', maka menjadi 'karyawan besar' adalah pilihan yang paling mungkin. Dengan menjadi 'karyawan besar', maka gaji pun besar. Namun, dia harus siap menghadapi tekanan kerja, target kerja, persaingan antar karyawan, waktu kerja yang kadang bisa lembur, dan lain sebagainya.

Tapi ya itu tadi, seberat-beratnya tekanan kerja, mereka memiliki 'kepastian' dalam hal penghasilan. Setidaknya tiap awal bulan, gaji akan masuk ke rekening mereka, dan segalanya berjalan dengan stabil.

Lantas, bagaimana dengan pilihan kedua ('bos kecil')?

Orang-orang yang memilih menjadi 'bos di usaha yang kecil' ketimbang menjadi 'karyawan dengan jabatan yang tinggi' biasanya tergolong orang yang tidak suka tekanan kerja, namun berani memulai segalanya dari nol. Ya, pebisnis kecil harus siap dengan segala resiko dalam memulai bisnisnya, yakni harus siap merintis, harus siap tanpa adanya kepastian dari segi penghasilan, harus siap kerja siang malam, harus siap gagal, dan lain sebagainya.

Namun, dibalik segala kesulitan tersebut, mereka memiliki visi dan keyakinan bahwa usaha yang mereka rintis tak selamanya berstatus 'usaha kecil'. Mereka yakin bahwa usahanya akan terus bertumbuh hingga menjadi besar. Mereka yakin suatu saat mereka bisa mempekerjakan karyawan, dan mereka tinggal 'menunggu setoran'. Mereka yakin kalau mereka bakal merasakan yang namanya passive income. Dan yang terpenting, mereka-mereka ini begitu mencintai yang namanya TANTANGAN!

Itulah dia gambaran yang teramat singkat, mengenai pilihan 'menjadi karyawan dengan jabatan yang tinggi', atau menjadi 'bos di usaha yang kecil'.

Setelah menyimak gambaran di atas, manakah yang akan anda pilih? Jadi 'karyawan besar', atau 'bos kecil'?

Silahkan berikan jawaban anda di kolom komentar! Ingat, apapun pilihan anda -- itu sama-sama baik. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mencari uang/rezeki, dan itu lebih baik ketimbang menjadi pengangguran yang pemalas :).

Salam sukses!

sumber : http://www.onlenpedia.com/2016/12/pilih-mana-jadi-karyawan-dengan-jabatan.html



Anda seorang yang tengah merintis bisnis?

Apabila ya, maka anda (mungkin) saat ini tengah berada di tahapan 'proses' untuk mencapai suatu 'hasil'.

Banyak dari mereka yang memulai sesuatu bisnis -- ingin cepat mendapatkan hasil dan mengabaikan sebuah proses. Padahal sebenarnya 'proses' itu jauh lebih bernilai ketimbang 'hasil'.

Mengapa bisa demikian?

Jawabannya bisa dilihat pada 3 hal berikut ini.

Apa sajakah 3 hal yang dimaksud?

1. Perjuangan membuat segalanya lebih hidup


Pernahkah anda merasakan hidup yang membosankan?

Apabila pernah, itulah indikasi bahwa anda tak memiliki tujuan hidup, atau tidak ada goal dalam hidup anda.

Ketika tidak punya tujuan hidup, maka hidup terasa hampa, basi, dan suka mikir yang tidak-tidak. Saat itulah, orang-orang 'berpotensi' terjerumus ke hal-hal yang negatif, seperti n*rkoba, mir*s, s*x bebas, dan lain sebagainya -- lantaran ingin 'mengisi' hidup mereka yang serba boring.



Maka dari itu, milikilah kesibukan dalam bentuk 'proses merintis kesuksesan'. Dengan diisi kesibukan, maka hidup anda akan lebih positif dan memiliki tujuan yang jelas.


2. Proses bisa menciptakan inovasi yang tak terduga


"Semakin panjang proses yang dijalani, semakin banyak inovasi yang akan tercipta."

Ya, hal itu benar adanya!

Ketika proses semakin lama, banyak kesalahan yang terjadi -- banyak pula inovasi yang tercipta. Bukan tidak mungkin, tujuan awal (yang biasa saja) akan 'berevolusi' menjadi tujuan (yang lebih besar) -- lantaran adanya inovasi 'di tengah jalan'. Semua itu karena 'potensi' dari 'proses' -- yang berpeluang menciptakan banyak 'penemuan baru' yang tak terduga.


3. Ketika berhasil, kenangan ketika berjuang -- akan terasa sangat indah


Di sinilah letak 'proses perjuangan' terasa sangat berharga. Semakin lama proses berlangsung, dan semakin 'menyiksa' perjuangan yang harus dilalui -- maka semakin indah 'rasa' kesuksesan yang dicapai (ketika berhasil). Selain itu, kenangan akan proses perjuangan yang tak kenal lelah -- akan menjadi 'cerita indah' bagi anak dan cucu kita -- ketika kita sukses.

Maka dari itu, seberat-beratnya proses yang dilalui hari ini, nikmatilah setiap momennya -- karena bisa jadi hari ini adalah 'hari yang penuh sejarah' -- yang akan selalu dikenang di masa yang akan datang.

Itulah dia 3 hal yang menjelaskan kenapa 'proses' itu jauh lebih berharga, bernilai, dan berkesan ketimbang 'hasil'. Ketika kita berada dalam 'proses perjuangan', maka kita akan memiliki tujuan yang jelas dan harus dicapai. Dan apabila semua itu bisa tercapai, maka 'proses' yang telah lewat -- akan menjadi 'cerita indah yang tak akan terlupakan'.

Ayo, hargailah setiap proses yang kita lalui, nikmatilah setiap momennya, dan teruslah memiliki tujuan yang jelas -- dalam mengarungi kehidupan!

Semoga bermanfaat!


sumber : http://www.onlenpedia.com/2016/10/3-hal-yang-membuat-proses-lebih.html

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget