Latest Post



Merintis sebuah bisnis memang bukanlah hal yang mudah. Segalanya perlu dipikirkan dengan tepat, terutama dalam memilih seorang partner bisnis. Partner bisnis secara garis besar adalah rekan bekerja yang akan membantu kita mengembangkan usaha tersebut.

Namun, tidak semua orang dapat cocok dan klop sebagai partner bisnis kita. Lalu, sebenarnya gimana sih cara memilih partner bisnis yang tepat? IDNtimes punya jawabannya.

1. Temukan partner yang dapat melengkapimu.


Mungkin terkadang kita cenderung nyaman bekerja dengan orang yang memiliki latar belakang yang sama dengan kita. Namun ada baiknya apabila kita mencari partner dengan latar belakang, misalnya dengan latar pendidikan yang berbeda. Dengan hal ini, partner akan dapat melengkapi dirimu dalam merintis dan mengembangkan sebuah bisnis.

2. Visi dan misi yang sama menjadi salah satu kunci sukses usahamu.


Dalam merintis dan mengembangkan bisnis, visi serta misi merupakan fondasi yang sangat penting. Kamu harus pastikan bahwa partner bisnismu nantinya memiliki visi dan misi yang sama denganmu.

3. Partner dengan jaringan bisnis yang luas akan memberikanmu keuntungan.


Networking atau jaringan dalam berbisnis bisa jadi penentu suksesnya suatu bisnis. Untuk itu, memiliki partner dengan jaringan bisnis yang luas tentu akan menambah peluang kesuksesan bisnismu dengannya.


4. Etos kerja yang baik wajib dimiliki oleh partner bisnismu.


Disiplin dan kerja keras merupakan salah satu tanda bahwa partner bisnismu memiliki etos kerja yang baik. Maka, harus dipastikan kalau partnermu nantinya memiliki etos kerja tersebut demi kesuksesan bisnis yang kamu rintis dan kembangkan.

5. Pilih partner yang memiliki komitmen dan menjadikan bisnis kalian sebagai prioritasnya.


Pastikan bahwa partnermu benar-benar berkomitmen untuk merintis dan menjalankan bisnis bersamamu. Selain itu, jangan sampai bisnis yang dijalankannya bersamamu ini hanya pekerjaan sampingannya. Karena dengan hal ini, ia tidak akan mencurahkan 100 persen perhatian serta kemampuannya pada bisnis yang kalian miliki.

6. Pastikan bahwa partnermu dapat dipercaya.


Kepercayaan menjadi modal yang sangat penting dalam membangun sebuah bisnis. Tidak hanya dalam hubungannya dengan pihak eksternal, tapi juga dengan pihak internal, termasuk rekan bisnismu. Pastikan bahwa partnermu adalah orang yang dapat kamu percaya.

7. Sikap mau menerima kritik harus ada di dalam diri partner kerjamu.


Tak semua bisnis akan berjalan dengan mulus. Pada kenyataannya, kamu bisa jadi akan menerima banyak kritik dan saran mengenai bisnis yang sedang kamu rintis dan kembangkan. Untuk itu, kamu sebaiknya memilih partner dengan sifat terbuka dan mau menerima kritik yang membangun. Sehingga kamu dan partner dapat memperbaiki segala celah dalam bisnis yang sedang kalian jalankan.


sumber : https://business.idntimes.com/finance/evelyn-davsy/cara-tepat-memilih-partner-bisnis/full



Sudah seberapa sering kamu pakai jurus pokoknya dan bilang ke temanmu, "Pokoknya aku bakal nabung banyak di bulan depan!" Tapi nyatanya, sampai tahun 2015 akan berakhir, tabunganmu masih terus tergerus buat ini itu. Kambing hitammu yang utama ya akibat gajimu yang kecil dan gak mencukupi.

Tapi jangan salah lho, banyak kok orang-orang yang mendapat gaji di kisaran dua sampai tiga juta dan mereka berhasil menyisihkan uangnya. Apa kamu bingung gimana mereka bisa berhasil sedangkan kamu cuma bisa nabung makanan di perut? Tenang! IDNtimes punya jalan keluarnya.

1. Niatkan diri untuk menabung!


Apa maksudnya? Pertama, kamu harus tahu bahwa yang utama ada menabung. Jadi, setelah mendapat gaji, yang kamu dahulukan adalah penyisihan uangmu untuk ditabung, sebelum kamu pakai sebagai pengeluaran. Banyak yang selama ini terbalik, bahwa menabung dari sisa pengeluaran, karena cara itu kamu tidak akan bisa mendapat jumlah yang konsisten.

2. Namun, untuk tiga bulan pertama, coba dengan nominal lebih kecil.


Jika kamu merasa belum bisa menabung dalam jumlah besar dengan gajimu. Kamu bisa memulai dengan jumlah lebih kecil untuk tiga bulan pertama. Kenapa tiga bulan? Karena dalam tiga bulan kamu diyakini akan mulai terbiasa untuk menyisihkan pendapatanmu. Mulai dari itu kamu bisa menaikkan jumlah setiap bulannya. Misal saja Rp 100.000-150.000 per bulan.

3.  Mulai konsisten dalam jumlah tabungan.


Memasuki bulan keempat, kamu pasti sudah tahu berapa rupiah yang bisa kamu sisihkan dari gaji untuk ditabung. Contoh, dengan gajimu di kisaran Rp 2,5 juta rupiah, kamu paling tidak bisa mengambil 10 - 15 persen gajimu. Maka kamu bisa menabung Rp 250.000 atau Rp 375.000. Angka ini yang akan menjadi konsistensimu menabung. Pilih salah satunya yang tak akan memberatkanmu.

4. Kamu harus "berhati-hati" dalam berbelanja.


"Berhati-hati"-lah pada barang-barang yang tak kamu perlukan, tapi sedap dipandang. Contoh saja, kamu belanja bulanan, kamu melihat souvenir cantik yang bisa kamu taruh di kamar, tapi sebenarnya tak kamu butuh. Jangan beli! Kamu punya uang untuk hal-hal yang benar-benar kamu butuhkan.


5. Sisa pengeluaranmu bisa jadi opsi menabung tambahan.


Setelah menyisihkan 10 persen dari gajimu, kamu bisa menggunakan sisanya untuk kehidupan sehari-hari. Namun, ketika akhir bulan tiba dan ternyata kamu tidak banyak pengeluaran, kamu bisa menggunakan sisa uangmu untuk ditabung lagi. Misalnya, dengan gaji Rp 2,5 juta, kamu telah menabung Rp 250.000, maka kamu bisa memakai Rp 2,25 juta. Nah, siapa tau bila kamu bisa hidup hemat dan menyisakan Rp 300.000, kamu bisa menyisihkan Rp 150.000 atau 200.000 lagi untuk dijadikan tambahan. Ini dilakukan bila kalau kamu sudah merasa mampu bertahan sampai hari gajian.


6. Sebanyak 300.000 rupiah itu wajib masuk tabungan lain.


Punya tabungan lain itu merupakan langkah yang lebih baik. Kamu harus menyimpan uang sisihan itu ke dalam tabungan itu agar tidak dapat kamu ganggu gugat lagi setelah kamu setor.

7. Hitung tabunganmu pada akhir tahun!


Coba kamu hitung, jika tiga bulan pertama kamu menabung Rp 250.000 (total),lalu di sisa sembilan bulan kamu punya setoran tetap di Rp 250.000 rupiah Kemudian, kamu punya tambahan Rp 150.000 di salah satu bulan. Jika dikalkulasi...

250.000 + (250.000 x 9 bulan) + 150.000 = 250.000 + 2.250.000 + 150.000 = 2.650.000

Wow! Kamu sudah menabung Rp 2.650.000 dalam setahun. Kamu berhasil menabung sebanyak gajimu sendiri! Hal itu bisa kamu teruskan dan dengan angka yang lebih tinggi setiap bulan atau tahunnya.

Sederhana bukan? Namun butuh niat dalam melaksanakannya. Karena menabung sejak dini adalah hal wajib untuk masa depan. Selamat menabung!


sumber : https://business.idntimes.com/finance/erwanto/gajimu-tidak-sampai-3-juta-ini-dia-rahasia-menabung-paling-efektif-buat-kamu/full



Setiap orang tentu berangan-angan untuk bisa memiliki sebuah usaha sendiri. Alasan mereka beragam,salah satunya agar tak perlu lagi bekerja rutin di kantor dan memiliki waktu bebas lebih banyak. Namun, seringkali keinginan tersebut berbanding terbalik dengan mindseg atau cara pikir yang dimiliki.

Padahal, bagaimana cara kita berpikir dan bersikap itu akan mempengaruhi bagaimana nasib kita kedepan. Yuk, miliki mindset pebisnis melalui 9 cara ini!

1. Wajib terbiasa dengan suasana tidak nyaman.


Jika selama menjadi karyawan kamu sudah pasti mendapatkan gaji tetap yang tidak akan berubah terkecuali kamu berhenti dari kantor, beda halnya dengan pebisnis. Pebisnis bisa saja sewaktu-waktu tak mendapatkan uang apapun dan justru mengeluarkan uang. Kamu mesti belajar dan terbiasa dengan ketidak nyamanan serta ketidakpastian  tersebut.

2. Coba untuk bertanggung jawab atas semua keputusanmu.



Apabila selama ini masih ada yang menutup-nutupi kesalahanmu, atau kesalahanmu dimaafkan, kamu tidak bisa mendapatkan perlakuan yang sama saat memiliki bisnis sendiri. Seluruh keputusanmu dalam berbisnis akan kamu tanggung sendiri hasilnya. Jadi mulai sekarang cobalah untuk benar-benar bertanggung jawab meskipun kamu masih sebatas karyawan biasa.

3. Hindari terperangkap dalam kotak.



Rata-rata karyawan hanya menetap pada pekerjaannya dan tidak pernah mau tahu tentang pekerjaan orang lain, asalkan pekerjaannya sudah selesai, maka sudah lega. Jika berbisnis sendiri, kamu wajib menguasai seluruh persoalan atau hal-hal menyangkut bisnismu. Mulai sekarang, terlibatlah lebih!

4. Belajar bagaimana cara melihat data-data.



Dari data-data tersebut kamu bisa mengetahui apa yang wajib diperbaiki dari bisnismu tersebut. Data tidak akan bohong, dan akan membantu banyak dalam hal pengembangan bisnis.

5. Miliki visi untuk jangka pendek hingga panjang.


Mungkin selama ini kamu tak pernah berpikir bagaimana masa depan tempat kerjamu, asalkan kamu tetap mendapatkan gaji dan merasa aman. Ubahlah hal ini, karena kamu tetap wajib memiliki visi dan misi bagaimana arah perusahaan ini kedepannya, sama halnya jika kamu berbisnis nanti.

6. Lebih fleksibel terhadap segala hal termasuk peraturan.


Ada kalanya kamu harus melanggar untuk mendapatkan sebuah hal, misalnya saja melonggarkan batas pembayaran dari 30 hari menjadi 60 hari untuk memenuhi permintaan klien. Kamu wajib mempelajari dan terbiasa dengan hal ini agar bisnismu juga semakin lancar.

7. Terbiasa kerja lembur dan jangan mengeluh.


Jika sebagai karyawan saja kamu seringkali mengeluh saat pulang terlambat, maka kamu wajib merubahnya. Disaat punya bisnis sendiri, kamu tentu akan terus menerus bekerja atau setidaknya memikirkan bisnismu selalu setiap hari, lho.



8. Membangun hubungan yang baik dengan seluruh teman kerja.



Relasi memang sangat penting, dan kamu bisa mempelajari bagaimana berkomunikasi lewat teman-teman kantor ataupun orang disekitarmu. Sehingga saat sudah menjadi bos dan pemilik bisnis, kamu bisa mengetahui bagaimana perilaku mereka sekaligus cara mengatasi masalah.



9. Cintai bisnis atau apapun yang kamu kerjakan, namun harus tetap rasional.


Jika tidak cinta, maka kamu tak akan melakukannya dengan sepenuh hati. Namun, kamu juga wajib rasional dalam arti jiika banyak orang yang mengkritik usahamu, maka kamu wajib menerima kritikan dari mereka dan menyesuaikan dengan pasar.



Merubah pemikiran sendiri tidaklah mudah, apalagi memang pemikiran-pemikiran tersebut telah ditanamkan dalam dirimu sejak kamu masih kecil. Namun belum ada kata terlambat, kok. Kamu bisa merubah mindset secara perlahan dengan cara membiasakan melakukan 9 hal tersebut dalam kehidupanmu. Selamat mencoba!


sumber : https://business.idntimes.com/economy/megan/jika-9-mindset-ini-belum-kamu-miliki-lupakan-keinginan-jadi-pebisnis/full



Startup tidak menjanjikan akhir bahagia. Di balik kesuksesan bisnis Startup memiliki proses yang cukup panjang. Di balik prosesnya, banyak sekali cerita kegagalan yang dialami oleh para entrepreneur yang membangun bisnis Startup mereka. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun Startup.

1. Startup yang Dibangun Tidak Menyediakan Kebutuhan Pasar


Banyak orang yang hanya membangun startup hanya mengikuti sesuai dengan hobi yang mereka sukai. Sebenarnya, tidak ada salahnya membangun startup sesuai hobi kita sukai. Namun, jika startup yang kita buat tidak menyelesaikan suatu masalah nyata yang terjadi, maka akan kurang peminatnya untuk menggunakan suatu produk/layanan yang kita buat.

Setiap orang yang ingin membangun sebuah startup disarankan untuk memulai dengan mengindentifikasi suatu masalah, baru kemudian menyediakan produk atau layanan yang memberikan solusi bagi suatu permasalahan tersebut,

2. Terlalu Lama Eksekusi dan Kehabisan Dana


Permasalahan seperti ini ternyata tidak hanya terjadi pada startup yang beroperasi dengan menggunakan dana sendiri saja. Startup yang telah memperoleh pendanaan pun bisa kehabisan dana dan akhirnya gagal. Beberapa faktor seperti buruknya alokasi dana dan waktu, serta terlalu lambatnya pertumbuhan startup menjadi penyebab terjadinya kondisi ini. Oleh karena itu, merencanakan keuangan dengan matang kemudian eksekusi yang cepat merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk memulai startup.

3. Terjadinya Konflik Internal Dalam Team


Bukan hanya permasalahan eksternal saja, tidak jarang, banyak tim yang mengalami kegagalan karena anggota timnya yang tidak memiliki visi dan tujuan yang sama. Tim yang solid adalah elemen yang sangat penting untuk mendorong kesuksesan sebuah startup. Bahkan tim yang kuat merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan untuk para investor yang mau berinvestasi di sebuah startup yang kita bangun.

4. Sombong Terhadap Ide Kita Sendiri, Terlalu Mendewakan Ide Kita


Banyak startup yang masih mendewakan ide. Memiliki ide yang hebat tidak akan menjamin sang seseorang bisa sukses dengan ide mereka, eksekusi yang mereka upayakan adalah faktor yang paling menentukan. Ide merupakan hal yang “murah”, jika tidak dieksekusi dengan cepat dan tepat.

5. Mempekerjakan Karyawan yang Karena Kenal, Bukan Karena Kompetensinya


Banyak startup yang merupakan bisnis kecil. Bisa dipahami bila pemilik startup memilih orang-orang dengan hanya melihat kedekatan keluarga. Dan mereka melakukan ini dengan mempekerjakan orang yang direferensikan kepadanya oleh teman dekat, kerabat, atau anggota keluarga lain.

Bagi kebanyakan orang, alasan dibalik ini adalah karena mereka ingin orang yang dapat dipercaya, orang yang tidak mencuri dari perusahaan. Sebagai startup, anda harus mempekerjakan orang yang sangat kompeten. Jika tidak, mereka akan meruntuhkan bisnis yang anda bangun.


sumber : https://business.idntimes.com/finance/fernando-alexander-ong/5-alasan-kenapa-startup-gagal-c1c2/full



Ada sebuah perkumpulan wirausahawan di daerah Amerika Utara. Perkumpulan itu menamai dirinya The Oracle. Anggotanya merupakan pebisnis yang telah mengalami kebangkrutan dan mengulangi bisnisnya dari nol kembali. Mereka berkumpul dalam komunitas The Oracle untuk berbagi pengalaman. Berikut 11 pengalaman berharga yang bisa kamu dapatkan dari mereka. 

1. Bayar semua sewa, baru bisnis. (Barbara Corcoran)



Barbara Corcoran adalah pendiri Corcoran Group dan Shark Tank. Lingkup usahanya meliputi bisnis properti sampai serial televisi. Barbara tak pernah memperdulikan bisnis yang ia jalani, entah itu bisnis properti atau stan hot dog di pojok jalan. Baginya bisnis dapat dimulai setelah biaya sewa telah tertutup.

2. Membangun teknologi blockchain. (Tim Draper)



Teknologi blockchain adalah alat untuk merekam semua aktivitas transaksi jual-beli. Alat ini lebih terpercaya daripada perusahaan menyewa orang ketiga dengan harga mahal sebagai saksi netral. Menurut Tim Draper, teknologi blockchain juga lebih terpercaya karena tidak melibatkan manusia yang rawan suap. Tim adalah pendiri perusahaan investasi teknologi bernama DFJ.

3. Baca sejarah. (Tai Lopez)



Manusia belajar dari kesalahan. Itulah gunanya belajar sejarah menurut Tai Lopez. Ia sendiri pun sukses dengan bisnis online yang menghasilkan uang dolar sebesar delapan digit. Tai Lopez juga dipercaya sebagai konsultan perusahaan-perusahaan besar lain.

4. Beri waktu penyesalan cukup tiga hari. (Com Mirza)



Com Mirza berulang kali mengalami kegagalan. Setiap gagal, ia meluangkan waktu tiga hari untuk menyesalinya. Setelah tiga hari, Com membuat jadwal untuk membangun infrastruktur bisnis berikutnya. Kini Mirza Holdings milik Com telah memiliki 600 lebih pegawai.

5. Ubah bencana jadi peluang. (Jim Mathers) 



Jim Mathers dikeluarkan dari perusahaan yang dibesarkannya. Ia kemudian berkomitmen membangun perusahaannya sendiri. Bagi Jim, pengalaman pahit dapat membantu kita berpikir kreatif. Kini Jim Mathers memiliki perusahaan bernama “North American Energy Advisory”.

Baca Juga: Kenali Budget Worksheet, Trik Sederhana Mengelola Gaji Ala Millenials

6. Injak rem, banting setir, dan tancap gas. (Roy McDonald)



Kegagalan bagi Roy sangat tak berguna. Begitu gagal mengurus bisnis, ia tak akan menyesalinya. Roy langsung menentukan bisnis baru yang akan dikejarnya sekuat tenaga. Kini Roy menjadi CEO OneLife, sebuah perusahaan yang fokus pada konsultasi pengembangan diri.


7. Hitung modal yang dimiliki. (Craig Lack)


Saat bangkrut, pilih dua opsi. Opsi pertama menyesali kegagalan. Opsi kedua adalah melihat ke cermin dan menghitung berapa jumlah modal yang dimiliki untuk memulai usaha baru. Itulah pendapat Craig Lack, CEO ENERGI.

8. Bagilah visi barumu dengan orang lain. (Maury Rogow)



Cara berbaginya bisa memanfaatkan media berupa video. Sebarluaskan video yang berisi visi barumu. Bila tanggapannya positif, idemu relevan untuk dikerjakan dan kemungkinan besar sukses. Maury Rogow sendiri telah mencobanya sebelum jadi CEO Rip Media Group.

9. Traveling! (Phil Suslow)


Coba tebak, mana Phil di foto itu? Phil adalah pria berbaju hitam di pojok kanan bawah. Baginya kegagalan perlu ditangani dengan traveling. Ide segar akan bermunculan di tempat baru. Traveling juga berguna untuk mengurangi stres. Phil adalah pemilik Oznium, perusahaan manufaktur LED.

10. Temukan alasanmu! (John Hanna)



John Hanna mengalami kebangkrutan tiga kali. Kunci kebangkitan dari keterpurukan saat bangkrut adalah mindset. Mindset dibentuk oleh tujuan awal kita berbisnis. Bila gagal, ingat tujuan awal tersebut dan perbaiki metode yang tidak tepat. Tujuan awal selalu benar bagi CEO Fairchild Group, John Hanna.

11. Terus berjejaring tanpa henti. (Craig Handley)



Terus buka jalur kenalan baru. Keluarkan uang sedikit mungkin untuk menghadiri acara sebanyak mungkin. Identifikasi orang-orang yang memiliki visi sama dan bekerjasama lah dengan mereka. Lebih baik bekerjasama dengan satu orang yang kooperatif daripada bekerja dengan banyak orang yang tidak kompak. Craig Handley mempelajarinya di ListenTrust sebagai pimpinan perusahaan konsultan pemasaran tersebut.



Sumber : https://business.idntimes.com/finance/fajarnurmanto/11-orang-miliarder-ini-punya-tips-unik-untuk-bangun-dari-kebangkrutan/full



Hidup melajang dan menikah itu beda banget. Mulai dari kehidupan sosial sampai finansial, hampir semuanya mengalami perubahan besar-besaran. Dari segi sosial, kamu gak bisa lagi seenaknya keluyuran pulang tengah malam karena sampai rumah bakalan ada sosok yang masih setia nungguin kamu pulang. Dan dari segi finansial, kamu juga gak bisa seenaknya saja menghabiskan uang bulanan hanya untuk beli tas-tas mahal.

Nahh, buat kamu yang akan menikah atau baru saja menikah, yuk intip tips keuangan pasca menikah ini supaya kehidupanmu dengan pasangan bahagia dan aman sentosa sampai akhir bulan.

1. Buat kesepakatan di awal, apakah beban finansial hanya akan ditopang oleh suami atau istri ikut membantu meringankan.


Kesepakatan ini akan menyelamatkan kalian dari ancaman pertengkaran pasca menikah.

2. Tanamkan pada diri masing-masing, bahwa ada urusan yang lebih penting ketimbang kesenangan pribadi.


Kalian harus sadar, bukan saatnya berfoya-foya lagi.

3. Buat perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang secara matang. Utarakan pendapat masing-masing, jangan sampai ada kepentingan yang terabaikan.


Bicaralah berdua dalam momen yang serius tapi santai, hindari suasana yang tak kondusif saat membicarakan keuangan.

4. Siapkan tabungan dan investasi sesegera mungkin, karena masalah ini tak bisa menunggu.


Tabungan dan investasi adalah harga mati.


5. Jangan lupa siapkan dana darurat sebagai 'ban serep' jika terjadi hal di luar dugaan.


Karena perjalanan kalian masih panjang dan ini baru awalan.

6. Prinsip keterbukaan adalah kunci nomor satu dalam masalah finansial.


Jangan sampai ada sesuatu yang disembunyikan karena bisa menjadi bom yang bisa meledak kapan saja.

7. Asuransikan setiap aset yang ada, ini akan membuat keuangan kalian jauh lebih aman.


Pilih asuransi yang paling sesuai, jangan lupa untuk mempelajarinya terlebih dahulu bersama pasangan.

8. Dan terakhir, tetapkan tujuan finansial bersama supaya kalian bisa lebih mantap melangkah bersama.


Tujuan yang sama akan membawa pada kehidupan finansial yang jauh lebih harmonis.


sumber : https://business.idntimes.com/finance/riza-dian-kurnia/jangan-sampai-salah-langkah-ini-9-tips-aman-atur-keuangan-pasca-menikah/full



Rasanya baru beberapa hari yang lalu gajian. Kok dompet sudah gersang aja ya? Saldo rekening? Jangan ditanya lagi. Bagaikan makan kerupuk rambak di padang pasir. Seret banget.

Meski sudah dengan teliti membagi-bagi pos keuangan, tetap saja uang terasa habis dengan misterius. Hmm, sebetulnya perginya uang-uang misterius itu bukan karena membeli barang-barang yang besar nominalnya. Tetapi justru barang-barang kecil yang terasa remeh, tetapi lama-kelamaan membuat uangmu terkuras habis. Ngaku deh, beberapa pengeluaran di bawah ini seringkali gak kamu sadari.

1. Uang parkir diam-diam juga bikin dompet melintir. Belum lagi kalau kamu sering keluar.


Meski nominalnya gak begitu terasa, apalagi buat pengendara motor. Tapi kalau berulang kali dalam sehari sih, kerasa banget. Padahal parkir cuma buat ambil duit ke ATM, gak sampai lima menit. Seribu-dua ribu, sehari lima kali. Wah, bisa buat beli nasi campur tuh.

2. Uang recehan yang dianaktirikan. Padahal kalau terkumpul, nominalnya lumayan.


Memang sih, uang recehan itu berat dan berisik kalau dibawa-bawa. Akibatnya, si anak tiri ini sering digeletakkan begitu saja. Padahal kalau dikumpulkan, lumayan juga nominalnya. Eits, jangan lupa, recehan juga punya nilai rupiah lho.

3. Uang habis buat beli belanjaan "kecil" titipan teman-teman, yang sayangnya masih dihutang.


"Eh, Yog, mau ke mini market?"
"Yoi."
"Nitip mie instan dong. Pake uangmu dulu ya."
" ...."
Sedikit-sedikit, lama-lama kerasa juga. Abis dibeliin, yang nitip pura-pura lupa. Mau nagih, kok jumlahnya gak seberapa? Nanti dibilang pelit. Tapi gak ditagih, kok jadi kebiasaan?

*kemudian sampai Lebaran tahun depan gak dibalikin*

4. Beli jajanan atau camilan untuk membunuh waktu.


Nungguin temen datang, beli camilan. Antrian dokter masih panjang, kayaknya enak nih ngemil cireng di depan. Hayo, ngaku deh siapa yang sering jajan-jajan cantik untuk membunuh waktu? Selain pemborosan tanpa disadari, makan jajanan-jajanan seperti ini juga gak ada untungnya. Dompet makin tipis, eh perutnya makin tebal. Lebih baik bawalah bekal buah potong di tasmu atau sibukkan diri dengan membaca.

5. Beli paket data berkali-kali, karena memang kamu gak bisa hidup tanpa internet.


Punya dua handphone, dua-duanya teregistrasi internet. Belum lagi di rumah, langganan internet kabel berbayar. Giliran koneksi super lancar, browsing gak kenal waktu dan kuota habis sebelum waktunya. Aih, hati-hati, pengeluaran ini bisa memakan jumlah besar yang gak kita sadari lho.

6. Beli makanan dalam jumlah besar dan gak dihabiskan.


Terkadang saat belanja di awal bulan, kita tergoda untuk beli aneka makanan untuk persediaan selama sebulan. Tapi, seringkali makanan-makanan ini tidak dikonsumsi sampai habis, bahkan gak termakan sama sekali. Ketika sadar ... yah, sudah busuk dan rusak. Uang terbuang percuma deh. Lebih baik belanja dalam jumlah sedikit, tapi rutin agar efisien.

7. Rutin membayar member gym tapi jarang digunakan.


Beberapa orang punya anggapan, "Supaya rajin ngegym, harus daftar member biar semangatnya terpacu." Tapi sayangnya, seringkali kesibukan dan rasa malas menenggelamkan resolusi kita untuk mempunyai tubuh yang lebih bugar. Akibatnya member gym terbengkalai begitu saja sementara iuran bulanan tetap harus dibayar. Sayang banget!

8. Membeli barang karena "Ih, lucu!".


Gak bisa dipungkiri, ketika masuk toko aksesoris, rasanya hati ini begitu tergoda untuk meraih jepit rambut kecil, kaca yang desainnya lucu-lucu atau "Eh, ya ampun itu kayaknya aku butuh deh".But, stop it!

Meski harganya cuma 5.000 rupiah sampai 10.000 rupiah, kalau ujung-ujungnya tidak terpakai dan hanya menambah tumpukan barang-barang tak berguna di kamar kita, sebaiknya kendalikan dirimu.

Ada yang bilang, "Mencari uang itu susahnya minta ampun, tetapi memboroskannya gampang banget".

Semoga seiring bertambahnya usia, kita semakin bijak mengelola dan menggunakan uang ya.



sumber : https://business.idntimes.com/finance/winda-carmelita/tanpa-kamu-sadari-8-hal-kecil-ini-yang-bikin-uang-kamu-habis/full

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget