Latest Post


Lesunya perekonomian saat ini -- harusnya bisa menjadi pendorong agar segera memulai bisnis.

Kenapa harus memulai bisnis?

Tujuannya, yaitu untuk antisipasi kalau-kalau suatu saat terkena PHK. Atau bisnis juga bisa dijadikan sebagai penghasilan sampingan, jadi kerja sambil menjalankan bisnis, agar kita bisa 'bertahan' di tengah harga-harga barang yang terus melonjak.

Bicara soal memulai bisnis, terkadang ada saja hal-hal yang membuat kita ragu dalam memulai bisnis, sehingga bisnis tak kunjung dijalankan. Istilahnya adalah 'kalah sebelum berperang'.

Berkenaan dengan hal di atas, di artikel ini kami akan merangkum 3 hal yang umumnya menjadi penyebab keraguan orang-orang dalam memulai bisnis.

Apa sajakah itu?

1. Minimnya modal


Inilah penyebab utama kenapa orang-orang tidak kunjung menjalankan bisnis. Minimnya modal menjadi alasan (baca: 'dalih') mereka sehingga tidak bisa memulai bisnis. Padahal kendalanya bukan di sana, melainkan ada pada KOMITMEN!

Apabila komitmen masih kurang mantap, maka ada saja yang dijadikan alasan yang membuat bisnis tak kunjung dijalankan. Padahal kalau KOMITMENNYA (untuk berbisnis) mantap, maka minimnya modal bukan halangan lagi.

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan modal, yakni dengan:

- menabung
- meminjam uang dari kerabat (usahakan tanpa bunga)
- melalui koperasi
- meminjam di bank syariah
- dan lain-lain.

Sebenarnya, ada juga bisnis yang bisa dijalankan dengan modal minim, jadi tak harus menunggu banyak modal baru memulai bisnis. Contoh-contohnya yaitu:



- jualan gorengan
- jualan pulsa
- bisnis online
- bisnis perantara (makelar) properti
dan lain-lain.

2. Takut gagal


Penyebab selanjutnya adalah, ketakutan (baca: 'phobia') dengan yang namanya kegagalan.

Memang betul, kegagalan adalah hal yang sangat menyesakkan, dan tentunya dihindari semua orang. Namun, dibalik kegagalan sebenarnya banyak 'ilmu dan inovasi baru' yang kita dapatkan. Dengan kegagalan, kita bisa belajar banyak hal, dan bisa menjadi bahan koreksi untuk langkah selanjutnya.

Selain itu, setiap orang pasti memiliki 'jatah gagal' nya masing-masing. Alangkah baiknya gagal di awal, kemudian sukses. Daripada bisnis sukses di awal, namun kemudian jatuh.

Jadi, dapat disimpulkan kalau kegagalan bukanlah hal yang harus ditakuti. Anggap saja kegagalan adalah sebuah KEHARUSAN dalam berbisnis, agar anda siap menerimanya kapan saja.


3. Terbiasa hidup 'stabil'


Yang namanya kebiasaan memang sulit untuk dirubah. Sebagai contoh, ketika anda terbiasa hidup 'stabil' sebagai karyawan, di mana gaji selalu dibayar dengan rutin tiap akhir bulan, dan kerja pun normal 'pergi-pagi pulang-sore' -- ketika anda mulai merintis bisnis, maka 'kestabilan' tersebut akan menghilang dari kehidupan anda. Tidak ada lagi penghasilan yang 'pasti', tidak ada lagi jam kerja yang 'teratur', dan anda harus selalu berfikir bagaimana agar besok bisa makan. Mungkin itulah, yang menjadi salah satu penyebab keraguan orang-orang dalam berbisnis.

Maka dari itu, apabila anda MANTAP dalam memulai bisnis -- usahakan agar anda SIAP menghadapi 'ketidakstabilan', 'ketidakteraturan', dan 'ketidakpastian' dalam hidup anda. Apabila anda TIDAK SIAP, maka jangan coba-coba untuk memulai bisnis! Ingat, bisnis bukanlah untuk 'keren-kerenan' semata. Ada tujuan yang harus anda capai, demi masa depan yang lebih baik untuk anda dan orang-orang yang anda cintai.


Memulai bisnis memang tidak mudah. Ada saja keraguan dan ketakutan yang muncul, sehingga anda sudah 'K.O. sebelum bertanding'. Namun, apabila anda memiliki KOMITMEN yang kuat, maka segala keraguan yang timbul hanya 'angin lalu' saja.

Maka dari itu, yakinkanlah hati anda terlebih dahulu, baru memulai bisnis!

sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/02/3-hal-ini-yang-kadang-membuat-kita.html


Modal utama dalam berbisnis bukanlah uang. Meskipun penting, namun modal uang masih kalah dengan modal karakter yang dimiliki si pebisnis. Sudah banyak pebisnis yang mengandalkan modal uang, namun akhirnya harus collapse. Sebaliknya, banyak pebisnis bermodal minim -- namun dengan karakter yang kuat -- ia mampu membangun bisnisnya dari nol hingga sukses besar.

Bicara soal karakteristik seorang pebisnis, di sini akan dipaparkan mengenai 3 karakter yang harus anda miliki apabila anda ingun membangun bisnis. Jadi sebelum anda membangun bisnis, pastikan kalau anda memiliki atau sedang membangun karakter-karakter berikut ini.

Lantas, apa sajakah karakter-karakter yang dimaksud?

1. Karakter pekerja keras (ulet)

Apalah artinya punya banyak modal namun pemalas. Lambat laun usaha yang dijalankan akan gagal, lantaran dijalankan oleh sosok dengan karakteristik yang tidak tepat -- yakni pemalas.

Apabila anda ingin membangun bisnis, maka anda harus memiliki karakter pekerja keras (ulet). Apalagi ketika membangun bisnis dari nol, tentu usaha yang anda lakukan harus berkali-kali lipat lebih keras -- dengan 'jam kerja' yang jauh lebih banyak dari karyawan. Apabila anda siap melakukannya, maka anda pantas untuk menjadi seorang pebisnis.


2. Tidak berhenti untuk belajar

Karakter selanjutnya adalah, tidak pernah berhenti untuk belajar. Hidup adalah tempat belajar yang tak pernah usai. Apabila anda merasa diri anda sudah pintar, maka anda akan sulit untuk menerima hal-hal baru, seperti inovasi dan kreasi baru.

Maka dari itu, jadilah sosok yang bagaikan 'gelas kosong', agar anda mau terus belajar tanpa pernah merasa pintar. Dengan kemauan untuk belajar, maka penyerapan ilmu akan lebih mudah, dan inovasi baru akan muncul dari diri anda.


3. Tidak cepat puas

Seorang pebisnis sejati tak akan pernah puas dengan pencapaiannya. Apabila sedikit saja ia merasa puas dan berleha-leha, maka kompetitor akan mengejar dan melewatinya dengan seketika.

Hal inilah yang terjadi pada Nokia pada masa jayanya. Kala itu mereka merasa puas dengan pencapaiannya dan tak memperhatikan apa saja yang dilakukan para kompetitornya. Akibatnya, kompetitor-kompetitor mereka seperti Apple dan Samsung akhirnya mengejar dan sekarang jauh melewati mereka. Nokia pun 'tewas', dan para kompetitornya berjaya.

Melihat apa yang terjadi pada Nokia, kita harus menjadi sosok yang tak cepat puas. Jangan pernah berhenti melakukan riset, inovasi, dan terobosan.

Jadilah seperti Bill Gates yang berprinsip untuk 'beberapa langkah di depan' dari para kompetitor. Meskipun sudah di depan, Bill Gates tetap berinovasi guna meninggalkan kompetitornya lebih jauh lagi.


Itulah dia penjelasan mengenai 3 karakter yang harus anda miliki ketika membangun bisnis. Penting sekali untuk menanamkan 3 karakter di atas untuk anda, karena kalau mengandalkan modal uang -- tidak akan menjamin kesuksesan.

Maka dari itu, tanamkanlah karakter pekerja keras, tidak berhenti untuk belajar, serta tidak cepat puas. Tujuannya agar 'pondasi' bisnis anda semakin kuat, dan mampu melewati berbagai proses yang cukup berat dalam membangun bisnis anda.



sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/04/3-karakter-yang-harus-anda-miliki-dalam.html



Hidup memang memiliki banyak hal yang harus dipenuhi. Kebutuhan hidup utamanya yang menjadi hal pokok untuk dipenuhi, agar kita bisa hidup seperti orang (makan, memiliki pakaian dan rumah).

Banyak orang yang penghasilannya tidak terlalu besar, namun dia merasa cukup dan selalu bersyukur. Akan tetapi, ada juga orang yang sudah kaya raya -- tetapi masih kekurangan uang. Mengapa bisa demikian?

Jawabannya adalah, karena mereka ingin memenuhi tuntutan 'gaya hidup', bukan tuntutan hidup. Alhasil, karena mengikuti gaya hidup kaum sosialita yang serba mewah, justru membuat dirinya tersiksa sendiri, merasa serba kekurangan dan tidak pernah bersyukur. Padahal penghasilannya sudah lebih dari cukup.

Untuk itu, perlu untuk menanamkan dan mengamalkan kata-kata, "Jangan memandang ke atas, karena akan menyakitkan. Lebih baik memandang ke bawah." Itu adalah contoh falsafah hidup sederhana, karena kita akan bersyukur apabila yang kita lihat adalah mereka yang kurang beruntung daripada kita. Dan memang di luar sana sangat banyak orang yang hidupnya lebih berat daripada kita, namun mereka terlihat bahagia dalam rasa syukur dan damai. Sebaliknya banyak orang kaya yang hidupnya tidak bahagia, entah kenapa saya juga tidak tahu.

Ada salah satu kisah inspiratif yang sangat menggugah batin saya. kisah ini menceritakan tentang gaya hidup sederhana yang juga diterapkan oleh salah satu orang terkaya di dunia bernama Warren Buffet. Meskipun kaya raya, dia hanya mengambil uang beberapa puluh juta saja pertahun (untuk biaya hidup).

Rumahnya pun sangat sederhana, begitu juga gaya hidupnya. Dan semua anak-anaknya tidak pernah dimanjakan. Warren selalu mendidik anak-anaknya untuk bekerja keras, demi kebaikan mereka kelak. Warren juga mengajarkan pentingnya hidup sederhana kepada anak-anaknya.

Satu hal yang sangat luar biasa dari sosok Warren Buffet, dia adalah orang yang sangat dermawan, sama seperti sahabatnya yang juga salah satu orang terkaya di dunia bernama Bill Gates. Keduanya tercatat sudah mendonasikan lebih dari 60% harta kekayaannya untuk yayasan-yayasan amal di bidang kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan. Mereka tak segan merogoh koceknya untuk orang lain yang kurang beruntung. Sangat luar biasa bukan ?

Saya sangat salut melihat gaya hidup Warren Buffet yang sederhana itu. Padahal harta kekayaannya sangat berlimpah. Sebaliknya saya sangat miris melihat beberapa orang yang penghasilan tak seberapa, namun gaya hidupnya mewah ala sosialita. Ironis dan sungguh terlalu dipaksakan -- alias menyakiti diri :D..

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa, yang membuat hidup menjadi berat bukanlah tuntutan hidup -- melainkan karena tuntutan 'gaya hidup'. Cerita di atas juga memberikan inspirasi bagi kita, bahwa sosok yang kaya raya seperti Warren Buffet saja hidupnya sangat sederhana. Dan sebagian besar harta kekayaannya justru disumbangkan untuk keperluan amal. Andai orang kita sekaya pak Warren, mungkin uangnya habis buat berfoya-foya kali ya ?

Sekian dahulu ulasan dari saya tentang tuntutan 'gaya hidup' yang membuat hidup menjadi berat. Saya menganjurkan agar sobat-sobat menanamkan pola hidup sederhana sedari sekarang. Sehingga apabila nantinya sudah sukses, sobat-sobat tak akan terlalu sayang dengan harta, apalagi untuk keperluan amal. Karena harta yang baik adalah harta yang didedikasikan untuk amal -- sebagai tabungan kita di akhirat kelak.

Semoga bermanfaat!


sumber : http://www.onlenpedia.com/2015/06/tuntutan-hidup-tidaklah-berat-yang.html



Dunia bisnis sangat erat kaitannya dengan persaingan. Hampir semua bidang bisnis, selalu diisi oleh lebih dari satu pemain. Alhasil, persaingan pun tak dapat terelakkan dan justru semakin ketat dari waktu ke waktu.

Lantas, bagaimana cara menyikapi persaingan bisnis yang kian ketat ini?

Jawabannya, mungkin anda bisa mencoba 3 cara berikut ini!

1. Jangan mundur


Jangan pernah sekalipun untuk mundur!

Apabila anda mundur dari persaingan, sama saja anda menyatakan 'kalah sebelum bertempur'.

Siapkan mental, energi, dan strategi yang jitu untuk menghadapi kompetitor anda. Lakukan yang terbaik sebatas yang anda bisa, agar bisa bersaing atau bahkan memenangkan persaingan dari kompetitor anda.

Ingat, bisnis yang memiliki kompetitor menandakan bisnis tersebut menjanjikan. Sebaliknya, apabila bisnis tersebut tak memiliki kompetitor -- artinya bisnis tersebut belum tentu bagus untuk dijalankan. Maka dari itu, TERIMA-lah segala bentuk persaingan bisnis, karena hal itu sangat mutlak terjadi dalam dunia bisnis.

Note: Pengecualian, apabila anda memiliki kompetitor dengan 'kelas' dan 'level' yang berbeda dari bisnis anda, baik dari permodalan, jumlah tim, dan kekuatan brand. Apabila anda memiliki kompetitor yang levelnya jauh di atas anda, maka secara realistis lebih baik anda mundur saja. Sia-sia saja kalau anda bersaing dengan bisnis level 'raksasa', karena anda pasti kalah. Lebih baik anda mundur, dan mencari ide bisnis baru -- yang pesaingnya tidak jauh levelnya dari 'level' bisnis anda.

2. Perhatikan 'gerak-gerik' kompetitor anda secara terus-menerus


Persaingan bisnis mengharuskan anda untuk terus 'melek' dan melihat apa saja 'gerak-gerik' kompetitor anda, seperti inovasi yang mereka lakukan, harga jual yang mereka tawarkan, promosi yang mereka jalankan, dan lain sebagainya. Apabila anda berjalan sendiri (sok tau) dan menutup mata dengan 'gerak-gerik' kompetitor anda, maka siap-siap nasib anda akan seperti Nokia -- yang harus tersingkir dari persaingan di ranah handphone.

Contoh perusahaan yang kerap mengamati 'gerak-gerik' kompetitornya adalah media sosial kenamaan -- Instagram. Sang rival, yakni Snapchat -- kerap menghadirkan fitur dan inovasi baru untuk pengguna mereka. Instagram pun akhirnya 'meniru' inovasi yang dilakukan Snapchat, agar mereka tetap bisa survive. Salah satu fitur Instagram yang 'meniru' dari Snapchat yakni adanya fitur story di platform mereka.


3. Buatlah suatu 'pembeda' antara bisnis anda dengan bisnis kompetitor anda


Persaingan bisnis tak harus 'mengkopas mentah-mentah' (meniru sama persis) kompetitor anda. Anda harus menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) pada bisnis anda, agar tidak sama persis dengan bisnis pesaing anda.

Buatlah sebuah 'pembeda' antara bisnis anda dengan bisnis kompetitor anda, agar bisnis anda memiliki 'ciri khas' yang mudah diingat konsumen. Semakin unik dan inovatif bisnis anda, tentu akan semakin bagus -- asalkan tidak merubah konsep dasar bisnis anda.

Sebagai contoh, misalnya anda memiliki usaha restoran dengan menu andalan ayam bakar -- dan anda memiliki sejumlah kompetitor. Agar 'berbeda' dari kompetitor anda, anda bisa menambahkan konsep interior restoran -- misalnya ala-ala bajak laut, atau tema lainnya (sesuai kreasi anda). Kemudian anda juga bisa menambahkan variasi menu yang berbeda, misalnya ayam bakar madu, ayam bakar lada hitam, ayam bakar super pedas, dan lain-lain. Untuk marketing, anda juga bisa mengkombinasikan strategi promosi anda via internet, misalnya melalui Instagram.

Intinya, buatlah bisnis anda berbeda dari kompetitor anda, namun tidak merubah konsep dasar (menu yang dijual).

Persaingan memang suatu keharusan dalam dunia bisnis. Jangan pernah takut, apalagi 'kalah sebelum berperang' -- hanya karena sebuah persaingan. Ingat, semakin banyak pesaing dalam suatu bisnis, itu menandakan bahwa bisnis tersebut memiliki 'pasar yang menjanjikan'. Jadi, tetaplah berada di jalur anda, karena yang konsisten-lah yang mampu bertahan sampai 'garis finish'.


sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/07/bagaimana-cara-terbaik-menyikapi.html



Melihat sampah yang berserakan tentu membuat kita merasa gak enak, solusinya adalah membuang ke tempat sampah. Namun jangan asal sembarang membuang sampah. Secara, umum di berbagai negara yang memiliki sistem pengolahan sampah yang baik termasuk Indonesia, membedakan tempat sampah berdasarkan warnahnya. Tempat sampah tersebut berfungsi untuk memisahkan jenis sampah organik, non organik, B3, kertas dan residu. Saatnya kita untuk mengenal jenis-jenis tempat sampah tersebut yang di bedakan atas 5 jenis yakni :

1. Warna Hijau

Tempat sampah organik di tandai dengan warna hijau dan bertuliskan organik, sampah inilah yang dijadikan bahan pupuk kompos seperti daun-daunan, bekas sayuran, dll. Adanya tempat sampah ini dapat mempercepat pembuatan kompos karena sudah di pisahkan dengan sampah anorganik maupun B3.

2. Warna Kuning

Tempat sampah non organik di tandai dengan warna kuning bertuliskan non organik, seperti plastik bekas, gelas bekas air mineral kemasan jenis plastik dll. Dengan adanya tempat sampah ini dapat mempermudah pemanfaatannya sebagai kerajinan daur ulang atau di daur ulang di pabrik.

3. Warna Merah

Tempat sampah B3 di tandai dengan warna merah bertuliskan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti sampah beling, kaca, gelas beling, bekas detergen, obat nyamuk dll. Dengan adanya tempat sampah ini agar tidak membahayakan bagi orang lain.

4. Warna Biru

Tempat sampah khusus kertas ditandai dengan warna biru. Dengan bertuliskan kertas pada tempat sampahnya. Salah satu manfaatnya adalah untuk untuk mempermudah proses daur ulang untuk kerajinan.

5. Warna Abu-Abu

Tempat sampah yang terakhir adalah warna abu-abu dengan tulisan residu. Artinya, tempat sampah ini hanya boleh di isi sampah-sampah selain 4 jenis tersebut diatas. Semoga apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat, sehingga kita semakin peduli dan mencintai lingkungan sekitar kita.

Heemm namun permasalahannya tempat sampah di tempat kita pasti masih banyak dengan model satu tempat sampah, maka oleh sebab itu kami dapat memberikan info bagi anda yang memerlukan Tempat Sampah model warna-warni tersebut. Raja Plastik memiliki banyak sekali model tempat sampah yang anda perlukan. Dengan kualitas High dan harga yang pas untuk anda yang low budget.



sumber : http://www.hipwee.com/list/5-jenis-warna-tempat-sampah-yang-perlu-kita-tahu/


Pemerintah sedang mengupayakan energi terbarukan supaya tidak tergantung lagi kepada energi fosil, seperti minyak, batu bara, dan gas. Pasalnya, lama-lama energi fosil ini akan habis.

Masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sangat bergantung kepada listrik. Nah, listrik yang dihasilkan oleh pembangkit di Indonesia rata-rata berbahan bakar batu bara.

Semakin boros penggunaan listrik, maka semakin cepat pula bahan bakar tersebut habis. Jika bahan bakar habis, bisa jadi tak ada lagi listrik yang bisa memanjakan rakyat Indonesia.

Apalagi sampai saat ini peran energi terbarukan di Indonesia belum besar. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita membantu pemerintah dengan menghemat energi dari sekarang.

"Sebenarnya banyak cara untuk menghemat energi, cuma masalah awareness (kesadaran) saja," kata Direktur Utama PT Energy Management Indonesia (EMI), Aris Yunanto, ketika berkunjung ke kantor detikcom, Rabu (22/4/2015).

EMI adalah perusahaan pelat merah yang yang bergerak dalam bidang manajemen energi dan konservasi air. Aris pun memberikan beberapa tips sederhana untuk menghemat listrik di rumah.

Penghematan bisa dimulai dari pengatur suhu ruangan alias air conditioner (AC), karena menurutnya sekitar 50% kebutuhan listrik di rumah biasanya berasal dari AC.

"Kalau mau hemat jangan begitu menyala langsung diturunkan suhunya, stabil saja di 24 atau 25 derajat celcius," ujarnya

Operation Divition Head EMI, Gunawan Wibisono, menambahkan setiap suhu udara diturunkan itu ada tambahan penggunaan listrik sebanyak 6%. Jadi misalnya diturunkan dari 24 ke 18 sekaligus, maka ada tambahan penggunaan 36% daya listrik.

"Jadi sebaiknya satu jam dibiarkan menyala dulu sebelum ruangannya dipakai," kata Gunawan.

Selain itu, tambah Aris, peralatan elektronik yang dalam posisi standby, misalnya televisi atau perangkat audio, itu masih memakan listrik hingga 80% dari daya ketika hidup.

"Waktu standby itu dia masih menyedot listrik, sekitar 80% dari daya listrik normalnya. Sebaiknya memang dicabut saja colokannya kalau sudah tidak digunakan," kata Aris.

Jika repot cabut-mencabut colokan, bisa memakai terminal listrik yang ada tombol on/off-nya. Sehingga ketika selesai menonton televisi tinggal ditekan saja.

Colokan lain yang masih memakan listrik ketika tidak dicabut adalah perangkat pengisi daya telepon selular (ponsel) alias charger. Sampai saat ini masih banyak orang yang membiarkan colokan charger terpasang setelah selesai mengisi daya.

"Charger itu kan isinya kumparan, jadi selama terpasang akan terus memutar listrik di situ. Tanpa HP-nya itu sekitar 30% dari normal daya listriknya. Jadi kalau misalnya colokan 5 ampere, jadi begitu selesai dan tidak dicabut masih ada sekitar 2 ampere yang terus dipakai," kata Gunawan.

Anda mungkin bisa mulai mempraktikkan tips-tips sederhana ini di rumah. Coba rasakan penghematannya dalam beberapa hari ke depan.

sumber : https://finance.detik.com/energi/2895636/percaya-atau-tidak-hal-sepele-ini-bisa-bikin-tagihan-listrik-anda-berkurang



Berapa sering kita kadang menertawakan bahkan meremehkan sebuah ide? Pertama kali Kripik Ma Icih muncul dan dibuat mungkin banyak orang yang tersenyum menertawakan ide tersebut "jualan kripik pedes?" bukannya sudah biasa, dari jaman dulu juga sudah banyak yang jual kripik pedas, dan bahkan mungkin kalo saat itu kita mendengar harga jualnya bisa lebih geleng-geleng kepala lagi kita, yang di warung 1 bungkus cuma 500 - 1 ribu rupiah tiba-tiba di jual belasan ribu "sepertinya kurang masuk akal" mungkin dalam pikiran kita.

Contoh lain, ketika saya ingin berbisnis nasi goreng, banyak sekali yang "mempertanyakan" kalo tidak mencemooh ide bisnis ini, "ga salah bro nasi goreng?", bahkan ada yang mempertanyakan ngapain ajah belasan tahun jadi konsultan brand dan marketing eh malah bisnisnya nasi goreng haha, sebuah ide yang mungkin terlalu sederhana dan "biasa" untuk level seorang brand consultant mungkin menurut beberapa rekan saya tersebut

Ada lagi temen yang komen ketika saya punya ide untuk jual Susu Murni, "lah segitu banyak yang jual susu murni di pinggir jalan bandung dengan harga hanya kisaran 5000-8000 terus mau buka susu murni juga?" "Susah dong bersaingnya sama lagian marginnya juga ga gede-gede amat, di mana sisi prospeknya bro"?. Hehe kalo kita melihat bisnis dari kaca mata awam marketing yah semua ide bisnis pasti sulit ajah "scaleable" dan selalu punya point yang kurang menariknya, apa artinya cuma jual tutup botol dgn untung Rp.5, tapi ceritanya akan lain kalo tutup botol yang dijual quantity nya 1 juta tutup botol per hari, masih mau bilang ga menarik?

Belajar dari banyak kesempatan dan melakukannya sendiri akhirnya saya mengerti mengapa jargon bahwa "Ide itu Mahal" adalah betul adanya, terlepas ide itu terlihat sangat sepeleh atau terkesan sangat luar biasa, pada intinya tetap saja ide itu mahal, asal ... yah tentu ada syaratnya, beberapa hal yang akhirnya membuat sebuah ide itu menjadi sangat mahal.

1. Ada yang bekerja untuk merealisasikannya


Yah ini syarat paling utama sebuah ide akan menjadi sangat mahal, ketika ada yang berkerja dengan ide tersebut dan merealisasikannya menjadi "nilai". Ketika dulu saya punya Ide untuk membuat nasi goreng katakanlah, bertahun-tahun it just an idea colletion, tidak ada nilai karena hanya dibicarakan di share dari seminar ke seminar lainnya, namun ketika saya mulai berkerja dengan ide tersebut, Alhamdullilah jadilah sebuah bisnis yang bisa berkembang sampai saat ini sudah memasuki 9 cabang dalam 6 bulan @nasgormafia

Dulu ketika Bill Gates punya ide untuk membuat spreadsheet (Word, Excell, Powerpoint dll) mungkin sampai hari ini semua itu hanya ide jika Bill Gates tidak berkeja keras dengan ide tersebut untuk direalisasikan dan lebih buruk lagi mungkin malah orang lain yang bekerja dengan ide tersebut dan malah sukses, untungnya Bill gates berkerja dengan ide tersebut dan akhirnya seperti sekarang menjadi sangat sukses dan digunakan seluruh dunia.

Jadi ketika kita memiliki idea, entah itu dibilang orang mainstream atau kreatif gila sekalipun, mulailah bekerja dengan ide tersebut agar bisa direalisasikan, ingat bukan kita saja yang mungkin terpikir ide tersebut, bisa jadi banyak orang juga terpikir dan mereka mulai bekerja dengan ide tersebut sejak SEKARANG.

2. Bangun Differenasiasi 

Ide untuk membuat Gorengan  (jual pisang goreng, tahua goreng, bala-bala) mungkin terlihat terlalu sederhana dan tidak menarik, berapa untungnya? bahkan seorang peserta seminar sempat bertanya "khan udah banyak pak yang buat bisnis gorengan, setiap dipinggir jalan sudah banyak yang jual? Kok idenya ga kreatif?"

Nah coba saya luruskan dulu, apa defini kreatif? Buat saya defini kreatif itu sederhana, karena ini bisnis artinya saya harus bisa mendapatkan profit sebesar-besarnya dan sustain (kontinue), ok kembali ke bisnis gorengan, saya tanya sama Anda "goreng apa yang sudah terkenal di kota Anda yang punya 30 cabang di kota Anda?", percayalah Anda akan sulit menjawab pertanyaan saya ini, sekarang saya lanjutnya, kalo setiap Gerobak Gorengan menghasilkan untuk 50 ribu ajah untuk Anda per hari, yang artinya 50 ribu x 30 gerobak = 1.5 juta per hari kemudian di kali 30 hari, berapa duit yang Anda terima dalam 1 bulan? Yah 45 juta masih berpikir ini kurang kreatif?

Yah dalam bisnis ukuran utama kreativitas bagi saya adalah UNTUNG, kalo punya ide, mau sehebat apapun kalo pada akhirnya tidak mendatangkan untung yang buat apa, namun sebaliknya ide sederhana jual ayam bakar tapi kemudian bisa berkembang seperti ayam bakar Mas Mono dan menghasilkan untuk besar, nah ini baru namanya kreativitas.

3. Cepatlah Realisasikan

Ide Anda bisa bernilai sangat tinggi ketika Anda berkerja, merealisasikan dan berhasil dengan ide tersebut, namun ide itu kemudian tidak akan ada artinya jika tidak atau lambat di realisasikan di mana malah orang lain yang lebih dulu merealisasikan ide tersebut.

Sebagai brand consultant sebelum Ma Icih muncul saya sudah lama terpikir untuk membuat kripik pedas yang di branding dengan massive (Tapi jujur tidak terpikir untuk menggunakan level pedas, dan untuk satu ini yang menciptakan Ma Icih patut di acungin empat jempol), namun ide tersebut tidak pernah saya realisasi karena berbagai kesibukan dan juga akhirnya lupa sampai kemudian Maiich Heboh, saat itu saya hanya bisa berguman "sial padahal udah keidean dari beberapa tahun lalu", yah cuma bisa berguman dan menyesali "kenapa ga gua kerjakan dulu", setidaknya secara brand sudah terkenal bisa langsung ikut trend level pedas, tapi yah sudahlah, itulah kalo cuma OMONG tapi tidak ada REALISASI.

Jadi jika Anda memiliki sebuah ide, cepatlah realisasikan ide tersebut, jika tidak memungkinkan sendiri carilah partner dan bisa masih banyak keraguan carilah mentor untuk lebih mempertajam ide tersebut kemudian menjadikannya sebuah ide yang MAHAL.



sumber : 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget