Latest Post

CARA CARA DALAM PROMOSI PENJUALAN



Promosi merupakan salah satu kegiatan yang dapat dikatakan paling penting dalam suatu kegiatan perusahaan. Promosi berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan juga mengingatkan kembali akan suatu produk dan manfaatnya sehingga dapat mendorong konsumen untuk membeli produk yang dipromosikan tersebut.

Untuk mengadakan promosi penjualan tersebut, maka setiap perusahaan harus dapat menentukan dengan tepat alat promosi yang digunakan sehingga dapat mencapai keberhasilan dalam penjualan. 

Suatu perusahaan akan menggunakan promosi penjualan untuk menciptakan tanggapan yang lebih cepat dan lebih kuat. Promosi merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa. Akibat jangka pendek yang dapat diperoleh adalah seperti mendramatisir tawaran produk dan mendorong penjualan.

Cara dalam promosi penjualan ada beragam. Berikut adalah beberapa cara dalam promosi penjualan yang biasa digunakan oleh perusahaan – perusahaan.


Display

Display merupakan suatu bentuk keinginan untuk membeli seseuatu, yang tidak didorong oleh seseorang. Tetapi, lebih didorong karena daya tarik atau oleh penglihatan atau pun oleh perasaan lainnya.

Show

Show merupakan suatu bentuk dari elemen bauran promosi yang menggunakan alat show sebagai salah satu alat promosinya. Media show bisa cukup efektif untuk menarik minat konsumen karena biasanya menggunakan cara – cara yang menyenangkan dan akrab dengan target pasar.

Exposition

Exposition merupakan suatu alat promosi yang cukup ampuh untuk tingkat internasional. Biasanya exposition ini diadakan dalam jangka waktu beberapa tahun sekali oleh para perusahaan berkaliber internasional yang bertujuan untuk memajukan produk baru mereka.

Demonstrasi

Demonstrasi merupakan bentuk kegiatan promosi dengan cara memperlihatkan produk atau jasa pada khalayak ramai yang bertujuan untuk membentuk konsumen. Biasanya, demonstrasi dilakukan dengan menunjukkan pemakaian produk tersebut.

Trading stamp

Trading stamp merupakan cap dagang yang diberikan pada bon penjualan. Cap dagang ini juga dapat menjadi cara promosi penjualan yang menarik. 

Cap dagang ini bisa disimpan oleh para pelanggan dan bila mereka sudah mengumpulkan dalam jumlah tertentu, maka mereka bisa mendapatkan premi atau hadiah dalam bentuk uang atau produk tertentu.

Packaging

Packaging bisa jadi hal menarik dalam media promosi. Biasanya, para konsumen cenderung menilai terhadap suatu barang yang lebih baik dari barang lainnya, hanya melalui kemasan luarnya saja atau melihat pembungkusnya saja. 

Kemasan atau packaging yang baik diidentikan dengan kualitas isi yang lebih baik. Walaupun mungkin isi dan kualitas ini tidak selalu berbanding lurus dengan tampilan packaging.

Labeling

Labeling merupakan suatu keterangan atau ciri dari suatu produk. Labeling ini bisa dilakukan dengan grade labeling dan descriptive labeling. Grade labeling dilakukan dengan cara mencantumkan keterangan tentang ciri barang. 

Sedangkan descriptive labeling dilakukan dengan penempatan keterangan – keterangan secara terperinci, misalnya seperti pada unsur analisis kimia, warna, ukuran, persentasi campuran, penggunaan produk dan lain sebagainya.

Special sales

Special sales adalah bentuk cara promosi penjualan dengan cara menawarkan barang – barang dengan harga yang spesial. 

Penurunan harga inilah yang biasanya akan lebih menarik minat dari para konsumen. Special sales dapat dilakukan untuk semua barang yang dijual dalam suatu toko, tetapi dapat juga hanya pada departemen tertentu pada toko itu.


sumber : http://www.porosilmu.com/2015/09/cara-cara-dalam-promosi-penjualan.html

SISTEM PENGISIAN KEMBALI PERSEDIAAN BARANG (SISTEM PERMINTAAN INDEPENDEN, DEPENDEN, DAN DENGAN CIRI TERSENDIRI)

SISTEM PENGISIAN KEMBALI PERSEDIAAN BARANG (SISTEM PERMINTAAN INDEPENDEN, DEPENDEN, DAN DENGAN CIRI TERSENDIRI)

Tentunya, barang yang ada di gudang harus selalu terisi sebagai bentuk persediaan bukan? Dalam manajemen persediaan barang, ada sejumlah sistem yang mengatur dan menghitung bagaimana pengisian kembali persediaan barang.

Padahal, persediaan barang yang ada di gudang dapat berkurang lantaran diambil dan digunakan oleh berbagai pihak yang ada perusahaan. Sementara nilai jumlah, frekuensi, keteraturan, dan turun naiknya pengambilan atau pemakaian barang ini tergantung dari kebutuhan.

Kebutuhan barang bisa kadang -kadang teratur, kadang-kadang agak tidak teratur, bahkan kadang-kadang tidak teratur sama sekali. Karenanya, harus ada sistem pengisian kembali persediaan barang yang dikembangkan.

Sistem untuk pengisian kembali persediaan ini harus didasarkan pada berbagai kondisi kebutuhan atau permintaan barang yang ada. Atas dasar hal tersebut, secara garis besar ada tiga sistem yang dikembangkan.

Sistem tersebut adalah : 1) sistem permintaan independen, 2) sistem permintaan dependen, dan 3) sistem permintaan dengan ciri tersendiri.

SISTEM PERMINTAAN INDEPENDEN


Permintaan independen adalah jenis permintaan barang yang bebas. Artinya, dalam sistem ini tidak tergantung pada waktu atau jumlah permintaan barang lain. Permintaan barang seperti ini biasanya seragam dan relatif lebih teratur.
Dalam sistem permintaan independen, model-model perhitungan dari jumlah pemesanan kembali umumnya berupa sistem pemesanan tetap, sistem produksi tumpukan (batch), sistem periodik tetap, dan sistem minimum-maksimum.

#A SISTEM PEMESANAN TETAP


Dalam sistem pemesanan tetap, pada setiap kali pemesanan, jumlah yang dipesan selalu bersifat tetap. Dalam sistem ini, model yang paling populer adalah model EOQ (economic order quantity).

#B SISTEM PRODUKSI TUMPUKAN


Sistem produksi tumbukan berorientasi pada produksi barang yang ada dalam tumpukan tertentu. Untuk sistem produksi tumpukan ini, model yang populer adalah formula economic production quantity (EPQ), run out time method (ROT), dan aggregate run out time method (AROT).

#C SISTEM PERIODIK TETAP


Sistem periodik tetap digunakan untuk perhitungan atau tinjauan pemesanan kembali persediaan barang yang dihitung berdasarkan jadwal waktu tetap. Model yang dikembangkan dalam sistem periodik tetap misalnya adalah economic order interval (EOT).


#D SISTEM MINIMUM-MAKSIMUM


Sistem minimum maksimum menggunakan sistem yang mengusahakan jumlah persediaan minimum demi menjamin kelangsungan operasi perusahaan. Namun, perlu pula ditetapkan jumlah maksimal agar dapat menjamin tidak tertumpuknya barang secara tak terkendali, yang sesuai dengan prinsip manajemen persediaan.

Untuk setiap jenis sistem yang ada, dikembangkan beberapa model rumus atau formula. Model -model tersebut juga dianggap model deterministik, karena dalam model tersebut terdapat perhitungan pasti yang dilakukan dalam jumlah yang paling ekonomis, dengan parameter dan variabel yang sifatnya tetap, yang juga dihitung secara pasti.

SISTEM PERMINTAAN DEPENDEN


Sistem permintaan barang dependen adalah jenis permintaan barang yang waktu dan atau jumlahnya tidak bebas berdiri sendiri, akan tetapi bergantung pada waktu dan atau pun jumlah dari permintaan barang lain.

Permintaan jenis dependen ini umumnya berlaku untuk produksi rakitan. Ini karena suatu produk rakitan jadi merupakan hasil suatu rakitan komponen atau barang lainnya yang lebih kecil. Model pemesanan kembali pada sistem permintaan dependen yang paling terkenal adalah material requirement planning (MRP).

SISTEM PERMINTAAN DENGAN CIRI TERSENDIRI


Dalam sistem permintaan dengan ciri tersendiri, permintaan barang masih memiliki sifat kepastian, akan tetapi dalam hal jumlah, waktu, dan frekuensi pemakaiannya, terdapat pola tersendiri yang berubah-ubah dalam kurun waktu tertentu.


Jadi, hal tersebut kadang - kadang teratur dan kadang - kadang juga tidak teratur. Namun demikian, terdapat ciri atau pola pemakaian yang berulang-ulang setiap tahunnya (musiman) atau setiap beberapa tahun sekali (siklikal), dan ada pula pola pemakaian yang sama sekali tidak teratur.

Demikian pemaparan mengenai Sistem Pengisian Kembali Persediaan Barang (Sistem Permintaan Independen, Dependen, Dan Dengan Ciri Tersendiri). Semoga bermanfaat.


sumber : http://www.porosilmu.com/2016/11/sistem-pengisian-kembali-persediaan.html

KEBIJAKAN PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG (STORAGE POLICY)


KEBIJAKAN PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG (STORAGE POLICY)

Dalam kegiatan usaha, gudang adalah salah satu hal yang penting. Gudang memegang peranan penting dalam hal penyimpanan dan ketersediaan barang. Karenanya, menejemen penyimpanan barang di gudang ini pun juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Kebijakan mengenai penyimpanan barang yang datang di gudang dapat didasarkan pada lokasi tempat barang tersebut diletakkan. Jika berdasarkan pada hal tersebut, maka kebijakan penyimpanan barang di gudang ini terdapat dua macam, yakni Random storage policy, dan dedicated storage policy.



#1 Random storage policy

Random storage policy ini sering dianggap sebagai bentuk kebiajakn penyimpanan barang di gudang yang paling mudah. Ini karena bentuk kebijakan penyimpanan barang ini dilakukan secara acak. Jadi, barang yang datang disimpan di sembarang tempat yang tersedia di gudang.

Jika terdapat lebih dari satu lokasi penyimpanan yang tersedia, maka secara teoritis barang yang datang memiliki kemungkinan yang sama besar untuk diletakkan di semua lokasi yang tersedia. Namun, pada prakteknya barang yang datang tersebut umumnya akan ditempatkan di ruang kosong yang paling dekat.

Menurut Francis, McGinnis, dan White (1992) dan Tompkins et al. (1996), sebetulnya dalam prakteknya, random storage policy ini tidak murni dilakukan secara acak. Umumnya, operator akan cenderung menyimpan dan mengambil barang yang berada di lokasi yang paling dekat dengan posisinya.

#2 Dedicated storage policy

Dedicated storage policy adalah bentuk kebijakan penyimpanan barang di gudang yang dilakukan dengan meletakkan barang yang datang untuk disimpan di lokasi yang sudah ditetapkan, yang tergantung dari tipe barang.  

Jadi, gudang atau lokasi penyimpanan sebelumnya sudah dibuat tempat -tempat khusus yang ditentukan untuk menyimpan barang -barang sesuai yang ditentukan. Ketika barang datang, tinggal dilihat kategori dari barang tersebut, dan di mana letak dari barang tersebut seharusnya sesuai dengan kelompok yang ditentukan.

Perbandingan random storage policy dan dedicated storage policy.

Pada dasarnya, masing - masing dari kedua kebijakan penyimpanan barnag ini memiliki keuntungan dan kerugiannya masing -masing. Jika dengan volume dan frekuensi operasi S/R (Storage/Retrieval) yang sama, maka random storage policy akan membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih kecil jika dibanding dengan dedicated storage policy.

Ini karena pada dedicated policy, terdapat penyediaan ruangan untuk masing - masing barang yang sesuai dengan tingkat inventory maksimal dari masing -masing barang tersebut. namun, tentu saja tingkat maksimal penyimpanan tersebut tercapai secepat barang digantikan.

Sedangkan dengan random policy, tingkat inventory aggregate maksimal cenderung lebih rendah karena barang yang ada tersebut umumnya digantikan/ replenished pada waktu yang berbeda-beda.

Hal ini juga berarti bahwa barang tersebut digantikan pada waktu yang berbeda-beda, dengan tingkat aggregate inventory maksimal yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan penjumlahan tingkat - tingkat inventory maksimal untuk masing -masing barang atau individual items.

Namun, meski random policy cenderung memerlukan ruang yang lebih kecil, apabila ternyata ada banyak barang yang harus disimpan, maka operasi pengambilan barang relatif akan memerlukan waktu yang lebih banyak. Ini disebabkan tidak ada tempat khusus untuk barang khusus.

Jadi, terkadang akan dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mencari lokasi barang yang diingini, terlebih untuk item yang yang sering dikirimkan. Karenanya, sistem random storage policy ini bisa dikatakan memiliki beberapa kelemahan.

Kelemahan tersebut seperti : rata - rata throughput (yaitu, jumlah transaksi S/R per unit waktu) dari sistem berkurang, peralatan S/R tidak digunakan secara efektif, serta gudang cenderung tampak tidak teratur dengan banyak barang yang tercecer.


sumber : http://www.porosilmu.com/2016/11/kebijakan-penyimpanan-barang-di-gudang.html

Pasti semua orang saat ini memiliki hutang. Tapi nggak sedikit juga orang yang nggak bisa bayarnya atau malah terlambat bayarnya. Kalau seperti itu kasusnya sih, pastinya jadinya pusing. Kita disini mau bagi-bagi ebook gratis tentang 7 Jurus Ampuh Bebas Hutang. Mudah-mudahan kawan-kawan semua yang mau melakukan jurus-jurus di buku ini, bisa terbebas dari hutang. Aamiin.






Klik disini : https://www.rajarakminimarket.com/free-e-book-7-jurus-ampuh-bebas-hutang/

PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG DENGAN SISTEM FIFO

PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG DENGAN SISTEM FIFO

Dalam penyimpanan barang di gudang, tentunya kita ingin agar barang tersebut nantinya tidak mengalami kerusakan saat diperlukan. Untuk itu, kita akan memerlukan suatu metode penyimpanan barang atau prosedur tertentu yang perlu diterapkan.

Dalam penyimpanan barang di gudang, ada dua metode penyimpanan barang yang biasa digunakan. Metode atau prosedur penyimpanan tersebut adalah LIFO (Last in First Out) dan FIFO (First in First Out).

Metode LIFO dan FIFO

Metode penyimpanan barang dengan prosedur LIFO atau last in first out adalah suatu sistem atau cara penyimbaran barang di dalam gudang yang dilakukan dengan konsep barang yang datang terakhir yang digunakan terlebih dahulu.

Umumnya, sistem ini digunakan untuk barang - barang yang mampu bertahan lama atau barang yang aoabila disimpan lebih lama, maka kualitasnya akan lebih baik. Contohnya seperti kopi.

Sistem FIFO atau First in First out adalah suatu sistem penyimpanan barang yang dilakukan dengan sistem barang yang masuk terlebih dahulu, yang juga dikeluarkan terlebih dahulu.

Jadi, keluarnya barang ini dilakukan secara berurutan atau sesuai kronologis. Sistem FIFO umumnya digunakan untuk barang - barang yang kurang bisa bertahan lama atau bila disimpan dalam waktu lama makan akan rusak atau berkurang kualitasnya. Contohnya seperti gula, beras, dan sejenisnya.

Untuk memilih sistem pemnyimpanan barang, apakah hendak menggunakan FIFO atau LIFO, hal ini dapat tergantung dari jenis barang yang hendak disimpan. Jika barang yang hendak disimpan mampu bertahan lama dan akan jadi lebih baik bila disimpan lebih lama, maka alangkah baiknya jika metode LIFO yang digunakan.

Sebaliknya, metode FIFO sebaiknya digunakan apabila barang tersebut kurang mampu bertahan lama dan dikhawatirkan jika barang yang datang disimpan terlalu lama dapat merusak kualitas barang itu sendiri.
Apabila diperhatikan, proses pemindahan barang yang disimpan secara LIFO dianggap lebih praktis dan cepat bila dibandingkan dengan metode FIFO. Sebab, barang yang baru saja masuk dapat langsung segear dikeluarkan. Akan tetapi, masing-masing sistem tersebut tentu memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

Kelebihan sistem FIFO

Penjelasan kali ini akan mengulas lebih banyak mengenai penyimpanan barang di gudang dengan metode atau sistem penyimpanan barang FIFO (First in First Out). Metode yang mengandalkan prinsip barang yang pertama masuk adalah yang pertama keluar ini memiliki beberapa kelebihan.

Kelebihan sistem FIFO, yakni :


1# Barang lebih terjaga kualitasnya

Dengan sistem FIFO, diharapkan barang yang pertama kali masuklah yang juga pertama kali keluar. Artinya, barang - barang tidak akan terlalu lama tersimpan dalam gudang. Jadi, barang dengan masa kadaluarsa yang paling awal juga akan keluar paling awal. Dengan begitu, kualitas barang dapat lebih terjamin serta mengantisipasi terjadinya kerusakan barang secara masal.

Contohnya, bila gudang penyimpanan beras, beras tersebut disimpan terlalu lama dalam gudang, maka dikhawatirkan berasa akan rusak dan mengundang kutu. Jika ini terjadi, mkaa nantinya juga dapat berpengaruh terhadap kualitas beras lain yang mungkin juga akan terserang kutu.

2# Pengendalian harga lebih terjamin

Selain dapat menjaga kualitas barang, kelebihan sistem FIFO lainnya adalah adanya kestabilan harga dari barang-barang yang disimpan. Perlu diketahui bahwa tidak selamanya harga dapat selalu sama. Ada kalanya harga naik, dan ada pula kalanya harga tersebut turun.

Dengan sistem FIFO, diharapkan barang yang pertama kali masuk dengan harga tertentu dapat terjual sama harganya (sesuai harapan) pada saat dikeluarkan nanti. Selain itu, terkait juga dengan kelebihan sebelumnya, yakni kualitas barang yang tetap terjamin, maka nantinya kekhawatiran bahwa harga barang akan anjlok pun dapat dihindari.

Sederhananya, harga pembelian natinya tidak akan jadi lebih tinggi daripada harga penjualan. Jadi, tetap akan diperoleh keuntungan maksimal. Contohnya, di suatu gudang beras, terdapat beras pertama yang dibeli dengan harga beli Rp 7500/ kg. Lalu, masuk lagi barang kedua yang dibeli dengan harga beli Rp 7900/ kg.

Lalu, ada permintaan pasar dan saat itu harga barang sedang mengalami kenaikan. Maka, harga beras yang di pasaran mengalami kenaikan tidak akan terjadi pada beras. Dengan kata lain, perusahaan akan mampu mengendalikan harga pasar.

3# Pencatatan yang lebih sitematis

Keuntungan sistem FIFO lainnya adalah pada saat pencatatan barang di gudang, yakni akan membuat petugas pencatatan barang masuk dan barang keluar jadi lebih mudah dalam melakukan kontrol. Hal dimungkinkan karena keluarnya barang dilakukan secara berurutan atau sesuai kronologis.

Jadi petugas pencatatan biasanya tidak perlu melakukan pengecekan terhadap semua barang. Petugas biasanya hanya perlu mengecek jumlah barang yang keluar pada saat itu, apakah jumlahnya sudah sesuai dengan jumlah barang pada saat barang tersebut masuk.

Kelemahan Sistem FIFO

Metode penyimpanan barang dengan FIFO memang memiliki cukup banyak keuntungan. Akan tetapi, sistem FIFO ini juga tidak terlepas dari kelemahan - kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah sistem FIFO ini umumnya kurang efektif apabila pihak - pihak di bagian pergudangan tidak mampu menata letak barang - barang secara berurutan sesuai dengan tanggal atau waktu barang tersebut masuk.

Sebab, penataan yang kurang tepat akan menyulitkan proses masuk dan keluarnya barang dari gudang. Jika demikian, proses atau waktu yang diperlukan dalam penataan, baik saat masuk atau mengeluarkan barang bisa lebih lama.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa konsumen atau pihak pemakai barang merasa kurang puas dengan kualitas barang yang diterima. Sebab, barang yang diterima tersebut merupakan barang lama sehingga konsumen mungkin beranggapan bahwa barang tersebut kualitasnya kurang baik.

Akan tetapi, berbagai kelemahan tersebut tentu dapat dihindari. Caranya, pihak pengelola gudang harus mampu mengatur pemindahan barang - barang secara efisien dan efektif sesuai dengan sistem ini. Bila menggunakan sistem FIFO, sebaiknya penataan barang di gudang tidak ditumpuk melainkan dijajar sesuai dengan waktu barang tersebut masuk.

Idealnya, gudang yang menggunakan sistem FIFO memiliki dua pintu. Pintu pertama adalah pintu masuk barang, dan pintu kedua adalah pintu khusus untuk keluar barang. Penataannya, barang yang masuk dapat diletakkan dekat dengan pintu keluar barang dan begitu seterusnya.

Penataan ini dimaksudkan agar barang yang pertama kali masuk dapat dengan mudah keluar karena dekat dengan pintu keluar. Demikian pula dengan barang yang baru saja masuk, maka dapat dengan mudah masuk karena tidak terhalangi oleh barang - barang yang sebelumnya sudah masuk.


sumber : http://www.porosilmu.com/2016/11/penyimpanan-barang-di-gudang-dengan.html

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TATA RUANG KANTOR TERBUKA (OPEN PLAN OFFICES)

Demi menunjang kinerja para karyawan dalam suatu kantor, maka ruang kantor yang digunakan perlu ditata sedimikian rupa sehingga lebih maksimal. Untuk itu, ada asas -asas dan juga prinsip tata ruang kantor yang baik yang perlu diperhatikan ketika hendak menyusun tata ruang kantor.

Dalam menyusun tata ruang kantor ini, kita perlu melakukannya dengan langkah -langkah yang tepat. Langkah ini seperti dengan mengetahui terlebih dahulu hubungan satuan kerja dalam kantor dan sifat pekerjaan.


KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TATA RUANG KANTOR TERBUKA (OPEN PLAN OFFICES)

Kemudian membuat gambar denah ruangan dengan detail. Merancang penyusunan letak meja kursi pegawai serta perabotnya, serta yang terakhir adalah menyusun denah konsep tata ruang kantor dengan segala perhitungan yang diperlukan.

Dalam proses penyusunan ini, kita juga perlu memilih tata ruang kantor seperti apa yang diinginkan dan yang paling tepat digunakan. Pada dasarnya, macam tata ruang kantor yang dikenal ada empat macam.
Macam tata ruang kantor tersebut meliputi : (1) tata ruang kantor berkamar (Cubicle Type Offices), (2) tata ruang kantor terbuka (Open Plan Offices), (3) tata ruang kantor berhias atau berpanaroma atau bertaman (Land Scaped Offices), dan (4) tata ruang kantor gabungan.

Masing -masing jenis tata ruang kantor ini memiliki ciri khas, keuntungan dan kerugiannya tersendiri. Nah, kali ini yang akan kita bahas lebih lanjut adalah mengenai tata ruang kantor terbuka atau Open Plan Offices.

Ciri Khas Tata Ruang Kantor Terbuka (Open Plan Offices)

Pada bentuk tata ruang kantor terbuka ini, ciri khasnya adalah terdapat ruangan yang berukuran besar atau luas yang digunakan untuk bekerja dan ditempati oleh beberapa pegawai. Para pegawai ini bekerja bersama -sama di ruangan tersebut tanpa dipisahkan oleh penyekat apapun. Bisa membayangkan bukan bagaimana bentuk kantor ini?

Keuntungan Tata Ruang Kantor Terbuka

  1. Tata ruang kantor terbuka ini memiliki keuntungan tersendiri bila digunakan. Keuntungan tata ruang kantor terbuka, yakni :
  2. Lebih mudah dalam melakukan pengawasan, pengaturan cahaya, udara, pengaturan warna serta dekorasi ruangannya.
  3. Lebih luwes atau fleksibel jika diperlukan perubahan ruangan dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi dalam melakukannya.
  4. Lebih mudah dalam mengadakan hubungan langsung, pengawasan penyeragaman kerja serta pembagian peralatan kerja yang diperlukan bagi para karyawan.
  5. Biaya yang digunakan untuk menyusun kantor semacam ini relatif lebih murah atau hemat, termasuk untuk pemeliharaan ruangan kerja, penggunaan kelengkapan ruangan serta peralatan, penggunaan telepon dan lainnya.

Kerugian Tata Ruang Kantor Terbuka

Selain terdapat keuntungan tersendiri, penyusunan tata ruang kantor terbuka juga memiliki kerugian. Kerugian tata ruang kantor terbuka, yakni :

  1. Kemungkinan lebih besar untuk timbul atau terjadi kegaduhan atau kebisingan.
  2. Pegawai kemungkinan jadi lebih sulit dalam melakukan pekerjaan dengan penuh konsentrasi.
  3. Batas kedudukan antara pemimpin dan bawahan tidak bisa nampak dengan jelas.
  4. Pekerjaan yang sifatnya rahasia akan lebih sulit untuk dilakukan.
  5. Kemungkinan akan terlihat adanya tumpukan -tumpukan berkas atau kertas dan peralatan kerja lain, sehingga dapat mengakibatkan pemandangan yang kurang baik dipandang.

sumber : http://www.porosilmu.com/2016/11/keuntungan-dan-kerugian-tata-ruang.html

MEMAHAMI KEGIATAN USAHA WARALABA

MEMAHAMI KEGIATAN USAHA WARALABA

Seorang yang ingin memulai usaha ritel sejatinya tidak harus dilakukan secara individu dan dimulai sendiri. bisa juga, para pengusaha ini menggnakan sistem yang sudah ada, salah satunya dengan memanfaatkan sistem waralaba yang kini sudah sangat populer.

APA PENGERTIAN WARALABA?

Waralaba juga disebut sebagai franchise yang asal katanya berasal dari bahasa Perancis yang berarti kejujuran atau kebebasan. Arti ini merujuk pada bentuk hak – hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.

Sistem waralaba ini pertama kali diperkenalkan oleh Isaac Singer di tahun 1850 – an. Dialah seorang yang pertama kali memperkenalkan format bisnis bersistem waralaba di Amerika Serikat. Sendangkan di Indonesia sendiri, waralaba baru mulai dikenal mulai tahin 1950-an.

Pada hakikatnya, pengertian waralaba adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usha secara cepat. Jadi, hal ini menunjukkan bahwa waralaba sebetulnya bukan sekedar alternatif, melainkan juga salah satu cara yang sama kuatnya, dan sama strategisnya dengan cara konvensional untuk mengembangkan usaha.

Pengertian waralaba menurut asosiasi Franchise Indonesia adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana si pemilik merek atau franchisor memberikan hal kepada individu atau suatu perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem juga produsen dan cara – cara yang telah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu dan meliputih pada area tertentu.

Lebih lanjut, pengertian waralaba menurut Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2007 menguraikan bahwa waralaba adalah hal khusus yang dipunyai oleh orang perseoragnan atau badan usaha terhadap suatu sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan produk dan atau jasa.
Dimana dalam sistem yang ditawarkan ini telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak lain yang kesepakatannya berdasarkan perjanjian waralaba. 

SIAPA PIHAK – PIHAK YANG TERLIBAT DALAM WARALABA?

Di dalam waralaba, terdapat dua pihak utama yang terlibat, yakni :

1. Pemberi waralaba (pewaralaba / franchisor)
Pemberi waralaba atau yang dikenal dengan sebuatan franchisor ini merupakan orang atau perseorangan atau badan usaha yang bertindak memberikan hal untuk memanfaatkan atau menggunakan waralaba yang dimilikinya kepada penerima waralaba.

2. Penerima waralaba (terwaralaba / franchisee)
Penerima waralaba atau yang sering disebut sebagai franchisee ini merupakan perorangan atau badan usaha yang diberikan hak oleh pemberi waralaba untuk dapat memanfaatkan atau menggunakan waralaba yang dimiliki oleh pemberi waralaba.

APA KELEBIHAN WARALABA?

Kelebihan waralaba secara umum adalah kemampuannya dalam menawarkan keuntungan untuk memulai suatu usaha bisnis baru dengan cara cepat dan berdasarkan pada suatu merek dagang yang sudah terbukti kualitas usahanya. Jadi tidak sama dengan membangun merek dan usaha baru dari awal yang umumnya lebih banyak tantangan dan resiko.

Keutungan waralaba ini lebih lanjut bisa diuraikan secara terperinci berdasarkan penerima manfaatnya.

Keuntungan waralaba untuk pewaralaba 
  1. Memudahkan dalam mengembangkan usaha, karena adanya modal dan investasi dari orang lain yang berdedikasi kepada perusahaan dan dapat menjalankan usahanya di suatu tempat yang baru.
  2. Mendapatkan pendapatan tambahan dari adanya penjualan waralaba dan juga mendapatkan royalty
  3. Bisa secara cepat membangun citra perusahaan yang akan menggerakkan pelanggan ke semua lokasi yang diwaralabakan.

Keuntungan waralaba untuk terwaralaba
  1. Membuka usaha baru tanpa perlu biaya kesalahan karena dilakukan dengan meniru secara sah, dari cara dan pengalaman seorang pewaralaba.
  2. Selalu mendapatkan barang dan atau jasa yang terbaru dari pewaralaba yang diperoleh dari adanya penelitian atau pengembangan produk terus menerus.
  3. Mendapatkan konsumen baru di daerah sendiri karena pengalaman dari konsumen yang didapatkan dari terwaralaba lain atau pewaralaba.
  4. Menjadi bagian dari sebuah organisasi besar dengan tujuan dan keinginan yang sama.
  5. Dapat secara langsung mendapatkan keuntungan dari promosi pewaralaba atau terwaralaba lain, khususnya dalam hal identitas perusahaan.

Keuntungan waralaba untuk pelanggan
  1. Kenyamanan membeli melalui organisasi besar dan juga sudah terpercaya.
  2. Kualitas barang dan atau jasa yang diterima memiliki mutu yang sama.
  3. Selalu mendapatkan barang dan atau jasa yang terbaru
  4. Dapat lebih mudah menemukan di lokasi – lokasi strategis
  5. Selalu mendapat pelayanan yang sama dari para karyawan yang terlatih
  6. Selalu mendapat barang dan jasa yang sama mutunya.

APA KEKURANGAN WARALABA?

Kekurangan waralaba juga terdapat beberapa, yakni sebagai berikut :

  1. Sistem waralaba tidak dapat memberikan kebebasan penuh kepada terwaralaba karena ia terikat pada perjanjian dan harus sepenuhnya mengikuti sistem dan metode yang sudah dibuat oleh pewaralaba.
  2. Sistem waralaba bukanlah sebuah jaminan bahwa usaha akan berhasil. Menggunakan merk terkeal sekalipun belum tentu bisa sukses apabila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati – hatian penerima waralaba dalam memilih usaha serta bagaimana komitmennya serta kerja kerasnya dalam menjalankan usaha.
  3. Terwaralaba harus bisa bekerja sama dan juga berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan pewaralaba.
  4. Tidak semua perjanjian waralaba itu bisa diterima oleh terwaralaba.
  5. Masih ada ketidakamanan dalam suatu sistem waralaba dikarenakan pewaralaba dapat memutuskan atau tidak memperbarui kontrak yang sebelumnya.


sumber : http://www.porosilmu.com/2015/08/memahami-kegiatan-usaha-waralaba.html

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget