Latest Post

8 Tips Mengambil Foto Terbaik Dan Menarik


Banyak dari Follower Fanspage Anda adalah di antara 1,23 miliar orang yang menggunakan Facebook setiap hari. Para pengguna Facebook selalu menunggu-nunggu hal dan berita terbaru, termasuk pesan-pesan terbaru dari Halaman Anda.

Bila Anda menggunakan gambar yang menarik untuk mendorong artikel, Anda akan meningkatkan kesempatan untuk meraih perhatian orang dan membuat mereka betah dihalaman anda. Kami telah mengumpulkan 8 tips mudah yang akan membantu Anda guna mengambil foto yang baik yang mampu mendapatkan perhatian banyak orang. Berikut 8 Tips Mengambil Foto Terbaik Dan Menarik :

1. Perhatikan dahulu gambar yang terdapat digadget anda

8 Tips Mengambil Foto Terbaik Dan Menarik

Sebelum menggunakan gambar, cobalah untuk melihat gambar tersebut di smartphone Anda dan kemudian pastikan kembali subjek utama Anda sudah terlihat jelas dan mampu memberikan pesan yang anda maksud. Gunakan Image Text Check tool apakah gambar anda baik untuk diposting.

2. Buatlah gambar yang simple

8 Tips Mengambil Foto Terbaik Dan Menarik

tidak terlalu butuh banyak orang, bermacam-macam alat peraga, dan background yang rumit. Karena gambar yang efektik dan sering membuat orang tertarik ketika anda dapat mengambil gambar yang simple dan sederhana. Seperti gambar close-up dari suatu produk atau mimik wajah puas dari seorang pelanggan.

3. Ikuti The Rule of Thirds


The Rule of Third adalah aturan komposisi yang menjadi pondasi bagi keseimbangan elemen foto sehingga secara keseluruhan foto tampak lebih enak dilihat. disaat mengambil subjek foto, Anda harus lebih dekat dengan kedua sisi, atau di sepanjang bagian atas atau bawah, bukan di tengah. Karena apabila subjek gambar berada di tengah akan memberi kan kesan yang biasa dan tidak menciptakan seni serta kesan.

4. Cobalah dengan mengambil foto diberbagai sisi


Mencampur hal-hal besar dan kecil dan menciptakan kontras yang menarik dengan perspektif yang berbeda. Misalnya, menempatkan subjek dekat dengan kamera dan subjek lain di daerah latar belakang.

5. Gunakan layout yang menarik


Gunakan tata letak yang menarik saat menata objek. Pertimbangkan kerapian serta terorganisir beberapa item untuk membuat desain menarik dan ambilah foto subjek dari atas.

6. Menambahkan titik fokus dan tekstur yang bervariasi


Saat membuat foto, pastikan Anda memiliki subjek di latar depan yang menyediakan titik fokus. Gunakan beragam tekstur yang menciptakan kontras yang menarik.

7. Cahaya dan bayangan menciptakan kontras yang bagus


Perhatikan pencahayaan subjek Anda. Gunakan cahaya terang dan bayangan gelap untuk menciptakan kontras yang dapat membuat foto Anda menjadi lebih menarik.

8. Gunakan kombinasi warna yang menarik


Menggunakan roda warna (seperti yang digambar) untuk menciptakan kombinasi warna yang menarik. Pilih warna-warna di sisi berlawanan dari roda, atau mencoba versi dinamika warna yang sama.

Demikianlah tips dan trik cara mengambil foto yang menarik agar fanspage dan postingan anda terlihat semakin baik dan canggih yang akan membuat para pengunjuk terkesima serta selalu menunggu-nunggu kiriman anda yang lain



sumber : https://www.facebook.com/business/a/photo-boosted-post-creative-tips

Pentingnya Alarm Sistem Keamanan Di Toko Anda

Pentingnya Alarm Sistem Keamanan Di Toko Anda
jangan sampai terjadi seperti ini

Berbagai kasus perampokan dengan sasaran mini market dan toko emas sedang marak belakangan ini.  Dari sekian banyak kejadian, jarang sekali pelakunya bisa ditangkap. Bukan hanya korban harta benda, tapi dalam beberapa kasus, nyawa penjaga atau pemilik tokopun ikut direnggut.

Para penjahat ini bisa datang kapan saja, bisa malam, pagi bahkan siang hari bolong, para perampok ini datang tanpa rasa takut. Bermodal senjata api dan senjata tajam mereka tidak segan-segan  melukai bahkan membunuh siapa saja yg menghalangi mereka...wuih..serem...bagaimana kalau kejadian ini terjadi pada toko kita ?

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, pepatah bijak tersebut sangat cocok dengan situasi ini. Jangan sampai kalau sudah kejadian kita baru ribut cari alat untuk mengamankan toko kita.

Perkembangan teknologi komunikasi yg  sangat pesat telah melahirkan Sistem Alarm Toko dengan teknologi GSM. Ini merupakan kombinasi teknologi yg sangat menarik, sehingga dengan teknologi ini kita dapat mengawasi dan menjaga toko kita dari mana saja dan kapan saja.


Sebagai contoh untuk mengatasi perampokan, kita memasang panic button di posisi dekat kasir atau posisi-posisi tertentu yg hanya Anda dan karyawan Anda yg tahu. Kalau terjadi perampokan,  jika tombol panic button ini dipijit maka otomatis panel alarm sistem akan memberi tahu pemilik atau penjaga toko melalui telepon sekaligus mengirim SMS, sehingga pemilik atau penjaga toko bisa mengambil tindakan yg diperlukan.

Bahkan sistem alarm toko ini bisa menjaga toko jika toko dalam keadaan kosong atau sudah waktunya tutup, dan toko tidak memiliki petugas yg menjaganya. Ketika Anda meninggalkan toko maka Anda bisa mengaktifkan mode alarm on melalui panel atau remote control yg tersedia dan hebatnya lagi jika Anda lupa mengaktifkannya , Anda dapat mengaktifkan alarm darimana saja melalui SMS. Ketika alarm sistem toko Anda dalam keadaan arm atau on, jika ada pencuri masuk ke dalam toko Anda , maka sistem atau panel alarm akan memberitahu Anda melaui telepon dan SMS. Dan jika Anda kehendaki , sistem dapat otomatis menyalakan sirine untuk menakut-nakuti penjahat tersebut.

Alarm sistem ini bisa terhubung juga dengan sensor-sensor lain seperti sensor api, sehingga jika terjadi potensi kebakaran sistem dapat segera memberi tahu pemilik toko. Sensor Gas, jika dalam toko ada tabung gas, kalau terjadi kebocoran gas maka sistem juga dapat memberitahu pemilik toko.

Lebih lengkap lagi kalau Anda juga memasang sistem CCTV di toko Anda,  berbagai kejadian ditoko Anda dapat terekam melalui sistem CCTV ini. Selain itu, sekarang ini sistem CCTV sudah bisa terhubung dengan jaringan internet, sehingga Anda dapat memantau situasi toko Anda darimana saja dan kapan saja, dan kalau ada kejadian, isi rekaman CCTV bisa dijadikan bukti dan alat untuk membantu petugas meneliti kejadian atau pelaku kejahatan .

Dahulu sistem keamanan ini hanya dimiliki oleh institusi tertentu saja seperti bank karena mungkin harganya yg mahal, tetapi sekarang ini  harga alarm sistem sudah banyak tersedia dan harganya sangat  terjangkau.

Sedikit berbagi tips, kami coba angkat tema keamanan.
Semoga tips ini menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan, tidak harus dan selalu di tempat usaha kita tapi di lingkungan sekitar kita juga.


sumber : http://nusasecurity.com/article/index.php?atl=10

10 Cara Sukses Bagi Peritel Meraup Keuntungan Besar

10 Cara Sukses Bagi Peritel Meraup Keuntungan Besar

Siap atau tidak, ritel di Indonesia bakal menghadapi persaingan yang demikian sengit. Apalagi dengan semakin maraknya ritel-ritel asing di Indonesia yang punya kekuatan merek dan fulus yang “tak terbatas”. Oleh karenanya ritel di Indonesia perlu mewaspadai atau memahami berbagai tren yang akan terjadi pada dunia ritel di masa depan. Berikut adalah 10 hal yang bisa menentukan masa depan ritel :

1. Promosi harga sudah seharusnya

Setiap ritel, baik ritel kecil maupun besar ataupun ritel untuk segmen bawah atau premium. Semuanya tak akan lepas dari promosi harga. Strategi ini seolah sudah menjadi strategi generik. Sama halnya dengan obat yang menawarkan kemanjuran strategi ini tidak bisa dijadikan strategi yang unik. Namun demikian strategi ini juga tidak bisa ditinggalkan.

Kini pilihannya adalah kapan program promosi harga ini dilakukan dan kreativitas apa yang bisa dikembangkan. Beberapa peritel merek premium berkreasi dengan menawarkan program diskon besar-besaran pada malam hari. Program midnight sale ini ternyata disambut antusias dan seolah mulai menjadi wabah di ibu kota.

Kreativitas dalam promosi harga juga tidak selalu dalam bentuk diskon. Promosi harga bisa juga dilakukan dalam bentuk cash back atau buy one get two. Namun apapun kreativitas yang dilakukan, peritel di masa depan tak akan bisa meninggalkan program promosi harga begitu saja.

2. Menjual experience lebih penting

Produk yang dijual memang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk datang ke ritel. Namun demikian, jangan terpaku pada produk tanpa menghadirkan pengalaman yang unik bagi konsumen. Yang lebih menjadi daya tarik bagi konsumen untuk datang ke Bread Talk atau Jco bukanlah roti abon atau donat rasa almond, tetapi pengalaman terhadap merek itu sendiri.

Berdasarkan riset dari Nielsen, 93 persen dari konsumen Indonesia menjadikan ritel sebagai tempat rekreasi. Mereka akan semakin banyak berbelanja jika terpuaskan oleh pengalaman yang diciptakan oleh peritel. Experience ini bisa dikembangkan melalui banyak dimensi seperti permainan dengan panca indera (tampilan, bunyi, bau, dll), maupun melalui interaksi dengan konsumen. Itulah sebabnya, menjual pengalaman akan menjadi hal yang lebih dicari oleh konsumen ketimbang produk yang dijual.

3. Berlarilah dengan teknologi

Teknologi akan berperan besar bagi ritel di masa depan. Sekalipun konsumen menganggap pergi ke ritel sebagai rekreasi, mereka tetap saja merupakan konsumen yang tidak sabaran. Di zaman serba cepat ini, mereka membutuhkan pelayanan yang cepat dari sebuah ritel.

Ada tiga macam teknologi yang akan mempengaruhi kekuatan ritel masa depan. Pertama adalah teknologi di bidang inventori, dimana peritel membutuhkan teknologi yang bisa dengan cepat mengidentifikasikan inventori dan memberi sinyal dengan cepat jika terjadi kekosongan barang. Kedua adalah teknologi di bidang transaksi. Ritel masa depan membutuhkan teknologi yang bisa membuat transaksi selesai dalam waktu lebih cepat serta tidak menciptakan antrian yang panjang. Ketiga adalah teknologi yang bisa membantu menciptakan retensi dan hubungan dengan pelanggan. Misalnya untuk menginformasikan point reward atau produk-produk baru melalui ponsel.
Teknologi seperti RFID (Radio Frequency Identification) atau LBS (Location Based Service) tampaknya akan bermunculan di masa mendatang karena teknologi semacam inilah yang bisa membantu peritel memberi pelayanan yang cepat dan tepat.

4. Mengikat konsumen dengan program loyalty

Di masa depan peritel harus punya program loyalty yang unik dan experiential bagi konsumen. Semakin banyaknya pilihan ritel membuat konsumen tidak bisa loyal kepada satu ritel. Lihat saja hasil survei di AS yang menunjukkan bahwa cuma 15 persen konsumen yang selalu datang ke ritel yang sama. Oleh karena itulah peritel harus memiliki program loyalty yang kuat untuk mengikat mereka.

Program loyalty dilakukan bukan dengan kartu anggota atau kartu diskon semata. Program loyalty harus disusun berdasarkan kebutuhan konsumen yang unik. Oleh karena itu pengumpulan dan penggalian database akan semakin penting bagi peritel. Database yang baik akan menjadi kekuatan menyusun program loyalty.

5. Co-branding dengan semakin banyak pihak

Untuk menciptakan program loyalty secara terus-menerus, peritel mau tidak mau harus melakukan co-branding dengan banyak pihak. Co-branding bisa dilakukan dengan sesama partner di dalam industri maupun partner di industri lain. Tujuannya adalah untuk memperkuat dampak promosi yang dilakukan dan mengefisiensikan program-program promosi.

Selain itu, co-branding juga membuat kreativitas ritel tidak terpaku pada program-program yang konvensional. Indomaret berkerjasama dengan Mandiri mengeluarkan kartu yang bukan hanya menjadi kartu isi ulang tetapi juga bisa dipergunakan untuk membayar listrik dan telepon di toko-toko Indomaret. Artinya Indomaret kini bukan sekadar menjual produk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga point of payment untuk berbagai pembayaran rutin.

6. Fokus kepada individu dan interaktif

Di masa depan, konsumen ingin dilihat sebagai individu dan bukan sebagai orang yang sama dengan yang lain. Mereka mengharapkan ritel memberikan banyak fleksibilitas bagi konsumen untuk menentukan apa yang mereka mau. Oleh karena itu peritel harus mempersiapkan topping dan fitur yang banyak untuk dipilih oleh konsumen. Seperti halnya eskrim, produknya boleh sama, tetapi konsumen bisa menaruh bermacam-macam tambahan di atas eskrim tersebut. Kalau perlu, konsumen akan terjun langsung ke pembuatannya sehingga mereka lebih bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

7. Totalitas dalam pelayanan akan menjadi tuntutan konsumen

Konsumen Indonesia akan semakin melihat pelayanan prima sebagai sebuah keharusan di dunia ritel. Menurut survei yang dilakukan oleh Accenture di beberapa negara, ternyata keputusan pembelian nomor satu dipengaruhi oleh pelayanan. Di Indonesia sendiri kesadaran ritel di bidang pelayanan sebenarnya sudah bertumbuh, namun demikian komitmen pelayanan ini masih terbatas pada keramahan saja. Padahal totalitas dalam pelayanan mencakup banyak aspek, mulai dari konsumen masuk sampai ke layanan purna jual.

8. Fast fashion

Peritel akan menghadapi rentang waktu yang semakin pendek dari sebuah produk untuk menjadi fashion product. Ibaratnya, kalau hari ini konsumen berebut membeli produk yang lagi “in”, maka besok, konsumen berharap produk yang lagi in tersebut sudah berubah.

Dengan perubahan yang cepat, peritel harus selalu fleksibel untuk menyediakan item-item baru dalam waktu yang relatif singkat. Ritel seperti Chico di Inggris selalu menawarkan merchadising baru setiap dua atau tiga minggu. Dengan demikian pengunjung selalu disegarkan dengan tampilan baru.

9. Green Program

Kesadaran lingkungan juga akan menghinggapi konsumen ritel. Edukasi kepedulian lingkungan seperti global warming akan semakin kuat. Akibatnya konsumen juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Bagi peritel, isu-isu lingkungan harus bisa ditangkap dengan baik dan diterjemahkan ke dalam program peritel.

Green program yang sekarang lagi tren dijalankan adalah pengurangan penggunaan plastik untuk membawa belanjaan. Carrefour misalnya, sudah mulai menjual kantong yang bisa dipakai terus sehingga tidak membuat pencemaran lingkungan oleh pembuangan plastik berlebihan. Beberapa peritel bahkan memberikan poin tambahan jika konsumen membawa kantong sendiri dari rumah.

10. Channel retail yang semakin kabur

Jangan kaget kalau nantinya kita sulit mencari channel yang benar-benar spesialis di satu kategori produk. Kecenderungannya setiap peritel ingin mengikat konsumen sehingga ahirnya mereka berusaha menjadikan ritelnya sebagai one stop shopping. Selain itu tuntutan konsumen agar ritel menghadirkan sesuatu yang berbeda membuat peritel akhirnya justru menambah item produknya dari berbagai macam kategori. Seperti halnya apotik menjual makanan, toko buah menjual produk rumah tangga. Di luar negeri, hipermarket juga berjualan mobil.

Demikianlah cara jitu guna menyukseskan bisnis retail anda, masih banyak yang lain yang masih belum dipelajari. Semoga dapat menambah wawasan dan manfaat. Selamat berusaha !

Pentingnya Seorang Pramuniaga Profesional


Pramuniaga merupakan SDM dasar dari Usaha Minimarket, dimana semua pelajaran tentang retail harus melewati tahapan ini.Memang dipandang sebelah mata, jika kita sering berbalanja ke Supermarket ataupun minimarket bahkan di toko kelontong pasti ada orang yang melayani kita biasanya pekerjaannya mendisplay produk & menjaga pada pos-pos tertentu.

Semua para marketer kelas dunia harus melewati ini, cara mendisplay produk sesuai kategorinya, bahkan harus menghafal harga serta struktur profitnya tapi tugas yang paling pokok dari pramuniaga pastinya Customer Service.merekalah yang menjadi ujung tombak berhadapan langsung dg para customer, fatal akibatnya jika sebuah Minimarket mempunyai Pramuniaga yg buruk servisnya bisa anda bayangkan bukan? customer anda mungkin tidak mau lagi datang ke toko anda lebih dari itu menurut Survey dari  Tech Asst Research program – White House, customer anda akan :


  • 90% tidak membeli lagi
  • Menceritakan ketidakpuasan kepada 9 orang lainnya
  • 13% dari yang mendengar akan menceritakan kepada lebih dari 20 orang lainya
  • Dibutuhkan biaya 5x lipat (Waktu, Usaha,tenaga, dan uang) untuk mengembalikan kepercayaan perusahaan


Amat dahsyat bukan, betapa besar efek yag ditimbulkan dari sekedar Customer Service.
Langsung saja anda Praktikkan Job decription Pramuniaga minimarket dibawah ini :
TUGAS & TANGGUNG JAWAB :


  1. Memajang barang dengan mendahulukan mengisi rak/display yang stoknya kosong sesuai dengan sistem FIFO (First In First Out) dan tanggal kadaluarsa (Exp. Date) terutama untuk produk makanan, minuman dan obat-obatan.
  2. Memajang sesuai dengan pengelompokkan barang (grouping) dan disesuaikan dengan ukuran, warna, besar packing/barang dan tidak menutupi barang yang ada didekatnya.
  3. Memajang barang sesuai dengan besarnya ruang pajang yang disiapkan dan dilakukan pengontrolam dengan teliti secara teruS menerus untuk menghindari kehilangan (srinkage).
  4. Memasang label dan tiket penunjuk harga/price tag diletakan secara benar dan lengkap, bertepatan dengan penempatan pemajangan barang (kiri bawah barang).
  5. Memindahkan barang yang rusak dari display ke tempat yang telah ditentukan.
  6. Menjaga kebersihan dan kerapian atas barang dan tempat display.
  7. Memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada customer, baik informasi secara langsung atau yang benar-benar membutuhkan.
  8. Monitor Stock barang setiap hari, untuk memaksimumkan penjualan, dengan cara cek stock barang didisplay catat yang kosong laporkan kepada Supervisor/Senior Staff
  9. Selalu memonitor Stock barang, dan mengisi kembali jika didapatkan kekosongan pada display.
  10. Melakukan pengecekan dan penggantian tiket harga / price tag dan signage, atas informasi barang yang mengalami perubahan harga dan memastikan tiket harga sudah terpasang sesuai dengan penempatan barang.
  11. Melakukan kontrol/ penyisiran terhadap semua barang rusak atau bermasalah, serta mengembalikan semua barang-barang  batal yang ditinggalkan oleh customer untuk dikembalikan ke tempat semula.
  12. Bertanggungg jawab penuh terhadap srinkage dan kehilangan barang.
  13. Bertanggungg jawab terhadap Senior Staff/Kepala Toko/Supervisor.


sumber : http://kreatiftanpabatas.blogspot.co.id/2012/10/job-description-pramuniaga-minimarket.html


8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid

8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid

Dalam suatu organisasi apapun, akan selalu diharapkan terciptanya tim kerja dengan kerjasama yang kompak nan solid. Tak hanya efektif, kerjasama tim yang kompak dan solid juga akan menciptakan suatu pertumbuhan positif di dalam organisasi. Kalau dalam organisasi bisnis, tim kerja yang kompak dan solid akan mampu mendorong perusahaan untuk mengimbangi atau bahkan mengalahkan para pesaingnya, baik dari segi penjualan, investasi, inovasi produk, dan sebagainya. Isu mengenai kerjasama tim yang buruk, tidak kompak dan tidak solid memang selalu menjadi momok bagi para manajer, atasan, dan para owner bisnis.
Seperti yang anda ketahui juga, tidak akan ada satupun dampak positif yang dapat dirasakan dengan adanya kerjasama tim yang buruk. Boro-boro dampak positif, malah dampak negative yang ada.

Ada banyak penyebab kenapa suatu tim kerja yang telah anda bangun tidak memiliki kerjasama yang baik, dan yang paling sering terjadi adalah karena adanya konflik di dalam tim itu sendiri, tidak ada rasa saling menghormati, tidak ada kepercayaan, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang atasan, manajer, atau owner perusahaan, anda tentu saja sangat menginginkan tim anda bekerjasama dengan kompak dan solid. Tapi, apa dayalah jika kenyataannya malah berkebalikan. Namun begitu, bukan berarti anda tidak dapat memperbaikinya. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk membangun kerjasama tim seperti yang anda harapkan. Nah, cara apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

1. Tujuan Yang Jelas

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menentukan tujuan secara spesifik, untuk apa tim tersebut dibentuk? Atau misalnya pada divisi penjualan, berapa target penjualannya? Siapa yang ditargetkan? Hal ini sangat berguna bagi tim kerja untuk mengetahui di titik mana mereka harus mencapai target? Dengan begitu mereka secara jelas dapat mengkomunikasikan strategi-strategi yang akan dilakukan antar anggotanya.

Jika di dalam suatu tim tidak terdapat tujuan yang jelas, bagaimana mereka akan menjalankan tugasnya, bagaimana mereka akan mengkomunikasikan strategi-strateginya. Bisa jadi mereka akan menggunakan keegoisannya untuk menjalankan tugasnya karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Tujuan bagaikan pedoman, jadi jangan biarkan tim anda buta akan pedoman yang jelas.

2. Pelatihan dan Perintah Yang Jelas

Pelatihan dapat mengharmoniskan hubungan antar karyawan, alhasil dapat pula membangun kerjasama tim yang kompak dan solid. Khususnya bagi karyawan junior, transfer ilmu dari para karyawan senior dapat membuat mereka merasa diperhatikan dan lebih mengenal tentang tanggung jawab yang mereka pikul. Dalam pelatihan, harus ada pelatihan yang intens sehingga akan tercipta pula komunikasi yang baik. Karyawan junior dan senior akan sama-sama saling mengenal lebih dekat, dan ini sangatlah baik.

Selain itu, ketika ada karyawan junior atau karyawan baru, maka berilah mereka perintah yang jelas agar mereka cepat beradaptasi pada lingkungan kerja. Misalkan, perintahkan kepada mereka apa yang harus dilakukan, apa yang harus dicapai, apa tanggungjawabnya, dan sebagainya. Bisa anda bayangkan sendirikan jika dalam suatu tim ada salah satu anggota yang tidak mengerti akan tanggungjawabnya, tentu akan menghambat kinerja tim tersebut.

3. Kondisi Kerja Yang Stabil

Kondisi kerja juga turut menjadi faktor yang dapat memperkuat kerjasama tim. Tidak jarang karyawan akan merasa nyaman jika lingkungan kerjanya stabil dan kondusif. Misalkan, jika perusahaan anda adalah leader di industry tersebut, bisa jadi karyawan akan merasa bangga dengan kondisi yang terjadi. Hal ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk tetap mempertahankan kebanggaannya itu, apalagi jika mereka ikut berkontribusi dalam menjadikan perusahaan sebagai leader di industry yang dimasukinya.

Berbeda jika kondisi kerja mereka tidak stabil, misalkan ada ancaman PHK masal, perusahaan kalah dengan para pesaing, terancam bangkrut, kena masalah hukum, dan sebagainya. Jangankan meningkatkan kerjasama tim, semangat pun mereka akan minim sekali.

4. Budaya Saling Menghormati dan Saling Percaya

Adanya rasa saling menghormati dan percaya akan menciptakan hubungan yang harmonis di dalam tim, dan akhirnya juga akan membentuk kerjasama tim yang solid. Sekecil apapun rasa hormat dan percaya, pasti akan berdampak pada keharmonisan, jadi jangan ragu untuk memulainya. Ada banyak yang bisa anda lakukan untuk menciptakan hal ini. Contoh, untuk menciptakan rasa hormat anda dapat memberikan apresiasi berupa hadiah atau pengakuan jika karyawan anda melakukan hal yang hebat, atau bisa juga dengan tetap menghargai usahanya jika mengalami ketidakberhasilan.

Begitu pula dengan rasa saling percaya, dengan kompetensi karyawan yang anda miliki maka anda seharusnya tak ragu-ragu lagi menugasi karyawan untuk mengerjakan tanggungjawab, mendelegasikan, dan mengutus si karyawan. Di awal rekrutmen, seharusnya anda sudah memilih karyawan terbaik sesuai kebutuhan anda. Dengan begitu, antar anggota tim pun akan saling mempercayai dengan kompetensi masing-masing anggota.

5. Selalu Terbuka Terhadap Ide – Ide Yang Baru

Ada kalanya anggota tim memiliki pemikiran-pemikiran atau ide yang menurut mereka yang terbaik untuk dilakukan. Ketika seorang karyawan mengungkapkan idenya kepada anda, di sini anda harus terbuka kepadanya. Dengarkanlah ide mereka, jika ide tersebut memang positif untu dicoba, kenapa tidak? Tapi, jika menurut anda ide tersebut kurang begitu baik, juga tak perlu dipaksakan untuk dicoba. Berilah penjelasan sejelas-jelasnya kepada karyawan tersebut, di sini malah akan tercipta komunikasi yang baik pula.

Ini berlaku untuk semua karyawan, jangan membeda-bedakan antar karyawan sendiri, artinya berilah kebebasan untuk semua karyawan dalam memberikan ide mereka, gagasan, terobosan, dan strategi-strategi, serta inovasi baru. Kalau perlu, ajaklah semua karyawan anda untuk memberikan masukan dan ide-ide mereka, pastikan kepada mereka untuk tidak takut dalam menyampaikannya.

6. Perusahaan Harus Mendukung

Untuk menciptakan kerjasama tim yang kuat, anda tidak bisa hanya mengandalkan anggota tim saja. Namun, anda sebagai atasan yang mewakili perusahaan atau yang memiliki perusahaan, haruslah dengan segenap tenaga mendukung terciptanya kerjasama tim yang baik. anda bisa melakukan hal ini dengan membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong terciptanya kerjasama tim. Misalnya, anda sudah tahu bahwa salah satu faktor yang bisa menciptakan kerjasama tim yang kompak adalah dengan memberikan kebebasan dalam menyampaikan ide, maka di sini anda harus mencoba mengimplikasikan hal itu, bukannya malah menutupnya.

Intinya, anda harus memfasilitasi apa yang bisa membantu untuk membentuk kerjasama tim. Janganlah hanya mengharapkan namun anda tidak memfasilitasinya, kan lucu kalau begitu? Misalnya lagi, agar rapat tim bisa berjalan dengan baik, maka harus ada tempat yang nyaman dan kondisi yang baik. dengan begitu sewajarnya perusahaan haruslah menyediakan dan mengusahakan fasilitas tersebut, iya kan?

7. Buat Kegiatan Di Luar Pekerjaan

Nah, ini mungkin yang akan menjadi hiburan bagi semua pihak. Kegiatan di luar pekerjaan, artinya suatu kegiatan yang lepas dari beratnya beban bekerja, tingginya tekanan pekerjaan, dan stresnya pekerjaan. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti wisata bersama, makan malam bersama, mengadakan pesta, dan lain-lain. Hal ini baik untuk dilakukan setidaknya 2 atau 3 kali dalam setahun, atau bisa juga setelah proyek-proyek tertentu sudah terselesaikan.

8. Jadilah Pemimpin Yang Bijaksana

Sosok pemimpin bagi seorang bawahan tentu sangatlah penting. Bisa jadi, baik buruknya seorang karyawan merupakan cerminan dari gaya memimpin seorang atasan. Bos, atasan, atau pemimpin itu bagaikan seorang pembimbing dan sutradara, juga berwenang mengambil, merumuskan, mengeluarkan, dan membuat keputusan, kebijakan, peraturan, dan prosedur.

Apa yang dicanangkan oleh pemimpin, maka pemimpin pulalah yang harus memberikan contoh kepada para karyawan. Misalkan, pemimpin membuat peraturan tapi malah melanggarnya, merumuskan strategi tapi malah tidak menjalankan strategi. Bukankah aneh kalau begitu? Bisa-bisa malah jadi berantakan kerjasama tim tersebut. So, jadilah pemimpin yang bijaksana!

Itulah ulasan tentang 8 cara membangun kerjasama tim yang solid dan kompak. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu anda dalam menciptakan kerjasama tim yang baik seperti yang anda harapkan selama ini.


sumber : http://forum-ukm.blogspot.co.id/2015/12/cara-membangun-kerjasama-tim-yang-kompak-solid-kuat.html

Cara Sukses Pedagang Ulung Rasulullah SAW

Cara Sukses Pedagang Ulung Rasulullah SAW

Seperti kita ketahui bahwa Seorang Muhammad selain seorang nabi dan rasul, seorang kepala negara, seorang panglima perang yang tangguh, beliau juga seorang Entrepreneur sukses di jamannya… beliau telah berbisnis dari masih sangat muda di umur 12 thn sewaktu diajak pamannya untuk ke Syam berbisnis (nah sudah saatnya anak muda sekarang mulailah mengikuti sunah rasul ini yaitu entrepreneur) nah dalam berdagang nabi mempunyai 4 tips yang selain mendapatkan keuntungan besar juga mendapatkan berkah dari Allah. Adapun ke 4 tips itu adalah :

1. Jujur

Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.
Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.

2. Mencintai Customer

Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.
Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, “Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.”

3. Penuhi Janji

Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu.” (QS Al Maidah 3).
Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).
Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.

4. Segmentasi ala Nabi

Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu berbeda dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.

Ketika Rasulullah melewati seorang penjual makanan. Beliau tertarik ingin membelinya. Beliau lalu memasukkan tangannya ke tempat makanan tersebut untuk memilihnya. Beliau terkejut ketika tangannya merasakan makanan yang berada di bagian bawah ternyata basah. Beliau bertanya mengapa demikian. Pedagang itu menjawab bahwa dagangannya tertimpa air hujan. Beliau berkata sambil emnunjukkan ketidaksukaannya, “Mengapa engkau tidak meletakkkan makanan yang basah itu di atas agar pembeli bisa melihatnya.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda

من غشنا فليس منا

“Barang siapa yang mencurangi kami, bukan dari pengikut kami” (HR. Muslim)

Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.
Prinsip bisnis Rasulullah Muhammad SAW.

Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW. “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Menurut beliau, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Rasulullah membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manager, dan kemudian menjadi investor.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.
Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun beliau sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya.
Itu sebabnya, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Beliau menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya.

Sementara itu menurut Laode M. Kamaluddin. Ph.D. dalam bukunya “14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis”, kejujuran dan keterbukaan Rasulullah dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan bagi seorang pengusaha generasi selanjutnya. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan dengan standar kualitas sesuai dengan permintaan pelanggan sehingga tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau bahkan kecewa. Reputasi sebagai pelanggan yang benar-benar jujur telah tertanam dengan baik. Sejak muda, beliau selalu memperlihatkan rasa tanggung jawabnya terhadap setiap transaksi yang dilakukan.
Di dalam buku 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW membangun Kerajaan Bisnis juga dipaparkan rahasia bisnis Rasulullah, antara lain menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga, berpikir VISIONER, kreatif dan siap menghadapi perubahan, pintar mempromosikan diri, menggaji karyawan sebelum kering keringatnya, mengutamakan sinergisme, berbisnis dengan cinta, serta pandai bersyukur dan berucap terima kasih.

Selain memaparkan rahasia bisnis Rasulullah, Laode M. Kamaluddin. Ph.D juga memberi penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah. Sebab kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga kepercayaan (amanah), ini merupakan ciri utama dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah sehingga tidak ada satupun orang yang berinterakasi dengan beliau kecuali mendapatkan kepuasan yang luar biasa. Dan sangat pantas jika beliau mendapatkan gelar Al-Amiin (orang yang dapat dipercaya). Itulah modal terbesar yang tak bisa ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti Rasulullah.

Prof. Afzalul Rahman dalam buku Muhammad A Trader, mengungkapkan :
(Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang jujur dan adil (fairplay) dalam membuat perjanjian bisnis dan tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh (komplain). Beliau selalu menepati janjinya dan dalam menyerahkan/mengirimkan barang-barang pesanannya selalu tepat waktu dan tetap mengutamakan kualitas barang yang telah dipesan dan disepakati sebelumnya. Dalam berperilaku bisnis Beliau selalu menunjukkan rasa penuh tanggung jawab dan memiliki integritas yang tinggi di mata siapapun. Reputasi beliau sebagai seorang pedagang yang jujur dan adil telah dikenal luas sejak beliau masih muda).

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Kamu tentu pernah merasa menjadi sangat tidak produktif ketika sudah tiba di meja kerjamu. Entah apapun penyebabnya, semangatmu menjadi hilang ketika sampai di meja kerja sehingga pekerjaan yang menunggu pun tidak kunjung dikerjakan. Jika sudah seperti itu, produktivitasmu menjadi menurun dan kamu akan kesal sendiri sebab tidak mampu mengerjakan tugas secara optimal.

Jika kamu berpikir penyebabnya adalah mood yang memburuk atau tidak sesuai, kamu juga harus mengecek bagaimana keadaan meja kerjamu loh! Karena bisa jadi, mood buruk itu muncul setelah kamu melihat kondisi meja kerjamu yang tidak beraturan. Bagaimanapun, melihat meja kerja yang lebih tertata akan lebih baik untuk menimbulkan semangat kerja.

Apalagi, kamu akan berada di depan meja kerja selama berjam-jam tiap harinya. Bisa dibayangkan jika meja tersebut tidak tertata dengan baik, otomatis produktivitasmu bisa terus tergerus dan prestasi kerjamu akan menurun drastis.

Menyadari betapa pentingnya meja kerja dapat meningkatkan produkivitasmu, ada baiknya mulai sekarang kamu mulai pintar-pintar menata meja kerja agar bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja. Masih bingung bagaimana cara menatanya yang tepat? Berikut ini kami memberikan bebetapa tips menata meja kerja yang simpel, namun bisa berdampak besar untuk membuatmu semakin semangat dan produktif bekerja!


1. Jangan Biarkan Ada Benda yang Berserakan

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Salah satu hal utama yang membuat kamu terburu malas duluan untuk bekerja adalah melihat pemandagan meja kerjamu yang tampak berantakan dengan dokumen yang berserakan ataupun peralatan tulis yang berhamburan. Hal ini tentu sangat berdampak pada kinerjamu. Bukan hanya menimbulkan rasa malas, banyaknya kertas dan peralatan lain yang berserakan agak membatasi ruang gerakmu selama bekerja di meja tersebut.

Baca juga: Meja Belajarmu Selalu Berantakan? Ikuti Tips Ini Agar Mejamu Selalu Rapi
Jadi mulai sekarang, cobalah selalu menata meja kerjamu agar tampak rapi. Yang pertama bisa kamu lakukan adalah menaruh benda dalam wadahnya masing-masing. Sebagai contoh, kamu bisa menempatkan tumpukan dokumenmu dalam binder yang kece untuk kemudian diletakkan di sudut meja agar tidak menganggu ruang gerak dan pandangan. Peralatan tulis yang berhamburan juga bisa kamu taruh dalam tempat pensil berbentuk unik seperti tempat pensil batik dari Timber Lou ataupun pot pensil dari Roepa dan Its Me Craft and Stuff. Model tempat pensil yang menyerupai pot ini sekaligus bisa menjadi penghias meja kerjamu loh.

Selain mencoba menyimpannya dengan rapi di tempat-tempat yang unik, kamu juga harus cerdik meletakkan berbagai dokumen dan peralatan kerjamu itu. Untuk binder berisi dokumen, sebaiknya kamu meletakkannya secara bertumpuk di sudut meja agat mudah diambil dan tidak menyita ruang kerjamu. Sementara itu, untuk wadah peralatan tulis, taruhlah di tempat yang mudah diraih, misalnya di dekat keyboard komputermu.

2. Sediakan Tempat Sampah di Sekitar Meja Kerja

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Supaya lebih produktif, meja kerja tentunya harus selalu bersih dan rapi. Selain untuk memudahkan ruang gerakmu, meja kerja yang bersih dan rapi bisa meningkatkan kesegaranmu selama bekerja. Setelah menata perlengkapan kerjamu dengan baik, hal yang harus kamu lakukan lainnya adalah menjaga sebisa mungkin agar meja kerjamu tidak dipenuhi sampah yang mungkin berasal dari kertas tidak terpakai, bungkus permen, ataupun sampah-sampah lainnya.

Sebagian orang membiarkan meja kerjanya terlihat kotor secara tidak sengaja karena malas membuang sampah-sampah ke tempat sampah yang berada agak jauh dari tempat duduknya. Untuk mencegah hal ini terjadi juga padamu, sediakanlah tempat sampah yang unik dan bagus di samping meja. Kamu juga bisa menjadikan keranjang rotan seperti dari Romana Wicker sebagai tempat sampah sementara. Jadi jika ada sedikit sampah di meja kerja, kamu bisa langsung membuangnya tanpa perlu repot-repot berpindah posisi.

Baca juga: Butuh Alat Simpan yang Kokoh tapi Ringan? Keranjang Anyam Rotan Ini Jawabannya!
Selain di samping meja kerja, kamu juga bisa menaruh keranjang sampahmu di kolong meja. Ini khususnya buat kamu yang gila kebersihan. Dengan menaruh tempat sampah di kolong meja, meja kerjamu akan tampak lebih rapi dan teratur. Sampah-sampahmu pun tidak akan terlihat sehingga meja kerjamu tampak lebih bersih.

3. Beri Hiasan Secukupnya

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Ada yang kurang rasanya jika meja kerjamu hanya berisi tumpukan dokumen, peralatan tulis, laptop, dan benda-benda lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Padahal saat di meja kerja, kamu juga membutuhkan penyemangat yang bisa dilihat saat sedang istirahat sejenak. Penyemangat itu bisa berupa foto orang-orang terkasih, hiasan meja berisi kata-kata motivasi seperti dari Popliving dan Maken Living, ataupun pot tanaman yang menurut sebuah penelitian bisa mengurangi rasa lelah ataupun tingkat stresmu.

Baca juga: Hias Meja Kerjamu dengan Produk-produk Handmade Ini Agar Makin Fresh
Yang perlu digarisbawahi, ketika memutuskan menaruh hiasan saat menata meja kerja, kamu jangan kebablasan alias asal menaruh semua perabotan yang dianggap lucu. Cukup berikan beberapa sentuhan hiasan meja yang kecil, namun berarti besar. Jangan sampai karena kebanyakan menaruh hiasan, ruang gerakmu di meja kerja malah menjadi sempit dan meja kerjamu tampak berantakan.

Kamu juga tidak bisa asal menaruh hiasan meja tersebut karena jika peletakannya salah, benda-benda itu justru bisa mengganggu konsentrasimu saat bekerja. Untuk trik simpelnya, taruhlah hiasan berupa pajangan atau pot tanaman di belakang layar komputermu. Agar lebih cantik, jika memang ada beberapa pajangan, jangan susun secara garis lurus baik sejajar maupun dari depan ke belakang. Lebih baik, aturlah hiasan-hiasan tersebut menyerupai segitiga agar tidak memakan tempat, sekaligus memungkinkan semua tampilannya terlihat jelas olehmu yang duduk di depan meja.

4. Pastikan Pencahayaannya Cukup


Saat bekerja, kamu pastinya membutuhkan pencahayaan yang memadai supaya kegiatanmu terasa lebih ringan. Sayangnya, tidak semua orang menyadari akan pentingnya sebuah lampu meja untuk mendukung kinerjanya agar semakin produktif. Kebanyakan orang berpikir menata meja kerja hanya berfokus pada masalah menghiasi mejanya supaya tampak menarik. Padahal, jika pencahayaan meja kerjamu tidak mencukupi, matamu akan lebih cepat lelah sehingga produktivitasmu akan terhambat.

Tidak mau kan memerlukan waktu lebih lama menyelesaikan tugas hanya gara-gara mata sakit akibat sinar yang tidak memadai? Jadi mulai sekarang, jangan lupa beri pencahayaan yang tepat ketika menata meja kerjamu. Kamu bisa memberikan lampu meja sebagai penambah cahaya jika memang kamu berada di dalam ruangan yang tidak pencahayaannya kurang mendukung. Contohnya kamu bisa menaruh lampu meja handmade seperti yang diproduksi oleh Izemu, FOI Woodworks, ataupun Widusaka Woodmate. Untuk meja kerja di rumah pun, kamu bisa memaksimalkan pencahayaan dengan menaruh meja kerjamu di dekat jendela.

Khusus buat kamu yang memakai lampu meja untuk penerangan, sering kali banyak orang menemui kesalahan saat mengatur posisinya di meja kerja. Sebagian orang lebih mengarahkan lampu meja ke arah layar komputer mereka. Padahal, layar sudah menghasilkan cahayanya sendiri. Nah, akan lebih tepat jika kamu meletakkan lampu meja di dekat atau mengarah ke keyboard. Ini bisa membantumu untuk mengetik lebih cepat dan tepat.

5. Taruh Smartphone agak Jauh dari Wilayah Kerjamu


Meskipun smartphone sangat berguna untuk memudahkan komunikasi dan beberapa pekerjaanmu, benda yang satu ini ternyata juga bisa membuat kamu menjadi sangat tidak produktif saat di meja kerja. Bukannya merampungkan tugasmu, bisa jadi kamu malah asyik bermain smartphone, entah itu chatting dengan banyak orang ataupun bermain game yang seru.

Karena alasan itulah, sebaiknya kamu menaruh smartphone di tempat yang agak jauh dari wilayah kerja di meja kerjamu. Sebagai contoh, kamu bisa menaruhnya di sudut meja yang berseberangan dengan dokumen kerja atau tepat di belakang layar komputer sehingga tidak tampak oleh penglihatanmu ketika sedang fokus bekerja.

Kamu pun bisa membuat ponselmu sepintas menjadi hiasan meja dengan meletakkan di tatakan gadget unik, seperti buatan Indra Jaya Craft ataupun Doclassworks. Jangan lupa untuk memasang smartphone-mu dalam mode silence supaya kamu lebih berkonsentrasi dalam bekerja. Memasangkan casing dengan flipcover dari Batik Geek ataupun Madera juga bisa menjadi alternatif buat kamu yang sering merasa terganggu dengan layar ponsel yang menyala setiap ada notifikasi masuk.

6. Singkirkan Semua Benda yang Tidak Perlu


Meja kerja tentunya tempat kamu untuk bekerja, bukan untuk berkegiatan lain. Akan tetapi, kehadiran benda-benda yang tidak perlu di meja kerjamu cenderung membuat konsentrasimu teralihkan sehingga kamu tidak fokus bekerja, melainkan juga asyik menggunakan benda-benda yang kapasitasnya bukan untuk mendukung produktivitasmu. Benda-benda itu bisa berupa camilan, mainan, ataupun peralatan make-up bagi perempuan.

Jika sudah sadar bahwa makanan ringan maupun peralatan make-up bukanlah bagian dari peralatan kerja, singkirkan mereka sejenak dari pandanganmu selama di meja kerja. Kamu bisa menata meja kerjamu secara ulang dan menaruh benda-benda tersebut ke dalam laci ataupun tasmu. Jangan sampai bukannya giat bekerja, kamu malah asyik menyantap snack ataupun sibuk mengikir kuku di sela waktu kerja.

7. Pasang Sticky Notes sebagai Pengingat


Setiap pekerjaan pasti memiliki batas waktu penyelesaiannya. Tenggat tersebut ternyata juga bisa memacu semangatmu untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah di depan mata. Supaya kamu bisa lebih ingat batas waktu pekerjaan dan hal apa saja yang mesti kamu selesaikan, memajang sticky notes di meja kerjamu bisa menjadi alternatif pilihan yang tepat loh.

Jadi ketika menata meja kerja tiap harinya, jangan lupa selalu tempelkan notes yang berisi hal apa saja yang mesti diselesaikan pada hari tersebut. Pajanglah sticky notes dengan berbagai warna yang mudah menarik perhatian dan taruh di tempat yang mudah dilihat, seperti di atas dokumen yang mesti dikerjakan, di pinggir layar komputer, ataupun tempat lainnya yang berada dalam jarak lurus pandangan matamu. Dengan adanya pengingat semacam ini, kamu pun tidak akan berani malas-malasan, bukan?

Menata meja kerja bukanlah sesuatu yang sulit. Kamu cukup menghadirkan apa-apa saja yang diperlukan untuk memaksimalkan penyelesaian tugasmu dan menyingkirkan barang-barang yang bisa mengaburkan konsentrasinya. Dengan menata meja kerja secara tepat, kamu akan mulai merasaka bagaimana produktivitasmu akan meningkat sehingga pekerjaanmu juga akan selesai lebih cepat. Jadi, bagaimana dengan meja kerjamu? Sudah harus ditata ulang apa belum?



sumber : http://blog.qlapa.com/tips-menata-meja-kerja-produktif

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget