Latest Post

Pentingnya Seorang Pramuniaga Profesional


Pramuniaga merupakan SDM dasar dari Usaha Minimarket, dimana semua pelajaran tentang retail harus melewati tahapan ini.Memang dipandang sebelah mata, jika kita sering berbalanja ke Supermarket ataupun minimarket bahkan di toko kelontong pasti ada orang yang melayani kita biasanya pekerjaannya mendisplay produk & menjaga pada pos-pos tertentu.

Semua para marketer kelas dunia harus melewati ini, cara mendisplay produk sesuai kategorinya, bahkan harus menghafal harga serta struktur profitnya tapi tugas yang paling pokok dari pramuniaga pastinya Customer Service.merekalah yang menjadi ujung tombak berhadapan langsung dg para customer, fatal akibatnya jika sebuah Minimarket mempunyai Pramuniaga yg buruk servisnya bisa anda bayangkan bukan? customer anda mungkin tidak mau lagi datang ke toko anda lebih dari itu menurut Survey dari  Tech Asst Research program – White House, customer anda akan :


  • 90% tidak membeli lagi
  • Menceritakan ketidakpuasan kepada 9 orang lainnya
  • 13% dari yang mendengar akan menceritakan kepada lebih dari 20 orang lainya
  • Dibutuhkan biaya 5x lipat (Waktu, Usaha,tenaga, dan uang) untuk mengembalikan kepercayaan perusahaan


Amat dahsyat bukan, betapa besar efek yag ditimbulkan dari sekedar Customer Service.
Langsung saja anda Praktikkan Job decription Pramuniaga minimarket dibawah ini :
TUGAS & TANGGUNG JAWAB :


  1. Memajang barang dengan mendahulukan mengisi rak/display yang stoknya kosong sesuai dengan sistem FIFO (First In First Out) dan tanggal kadaluarsa (Exp. Date) terutama untuk produk makanan, minuman dan obat-obatan.
  2. Memajang sesuai dengan pengelompokkan barang (grouping) dan disesuaikan dengan ukuran, warna, besar packing/barang dan tidak menutupi barang yang ada didekatnya.
  3. Memajang barang sesuai dengan besarnya ruang pajang yang disiapkan dan dilakukan pengontrolam dengan teliti secara teruS menerus untuk menghindari kehilangan (srinkage).
  4. Memasang label dan tiket penunjuk harga/price tag diletakan secara benar dan lengkap, bertepatan dengan penempatan pemajangan barang (kiri bawah barang).
  5. Memindahkan barang yang rusak dari display ke tempat yang telah ditentukan.
  6. Menjaga kebersihan dan kerapian atas barang dan tempat display.
  7. Memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada customer, baik informasi secara langsung atau yang benar-benar membutuhkan.
  8. Monitor Stock barang setiap hari, untuk memaksimumkan penjualan, dengan cara cek stock barang didisplay catat yang kosong laporkan kepada Supervisor/Senior Staff
  9. Selalu memonitor Stock barang, dan mengisi kembali jika didapatkan kekosongan pada display.
  10. Melakukan pengecekan dan penggantian tiket harga / price tag dan signage, atas informasi barang yang mengalami perubahan harga dan memastikan tiket harga sudah terpasang sesuai dengan penempatan barang.
  11. Melakukan kontrol/ penyisiran terhadap semua barang rusak atau bermasalah, serta mengembalikan semua barang-barang  batal yang ditinggalkan oleh customer untuk dikembalikan ke tempat semula.
  12. Bertanggungg jawab penuh terhadap srinkage dan kehilangan barang.
  13. Bertanggungg jawab terhadap Senior Staff/Kepala Toko/Supervisor.


sumber : http://kreatiftanpabatas.blogspot.co.id/2012/10/job-description-pramuniaga-minimarket.html


8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid

8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid

Dalam suatu organisasi apapun, akan selalu diharapkan terciptanya tim kerja dengan kerjasama yang kompak nan solid. Tak hanya efektif, kerjasama tim yang kompak dan solid juga akan menciptakan suatu pertumbuhan positif di dalam organisasi. Kalau dalam organisasi bisnis, tim kerja yang kompak dan solid akan mampu mendorong perusahaan untuk mengimbangi atau bahkan mengalahkan para pesaingnya, baik dari segi penjualan, investasi, inovasi produk, dan sebagainya. Isu mengenai kerjasama tim yang buruk, tidak kompak dan tidak solid memang selalu menjadi momok bagi para manajer, atasan, dan para owner bisnis.
Seperti yang anda ketahui juga, tidak akan ada satupun dampak positif yang dapat dirasakan dengan adanya kerjasama tim yang buruk. Boro-boro dampak positif, malah dampak negative yang ada.

Ada banyak penyebab kenapa suatu tim kerja yang telah anda bangun tidak memiliki kerjasama yang baik, dan yang paling sering terjadi adalah karena adanya konflik di dalam tim itu sendiri, tidak ada rasa saling menghormati, tidak ada kepercayaan, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang atasan, manajer, atau owner perusahaan, anda tentu saja sangat menginginkan tim anda bekerjasama dengan kompak dan solid. Tapi, apa dayalah jika kenyataannya malah berkebalikan. Namun begitu, bukan berarti anda tidak dapat memperbaikinya. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk membangun kerjasama tim seperti yang anda harapkan. Nah, cara apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

1. Tujuan Yang Jelas

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menentukan tujuan secara spesifik, untuk apa tim tersebut dibentuk? Atau misalnya pada divisi penjualan, berapa target penjualannya? Siapa yang ditargetkan? Hal ini sangat berguna bagi tim kerja untuk mengetahui di titik mana mereka harus mencapai target? Dengan begitu mereka secara jelas dapat mengkomunikasikan strategi-strategi yang akan dilakukan antar anggotanya.

Jika di dalam suatu tim tidak terdapat tujuan yang jelas, bagaimana mereka akan menjalankan tugasnya, bagaimana mereka akan mengkomunikasikan strategi-strateginya. Bisa jadi mereka akan menggunakan keegoisannya untuk menjalankan tugasnya karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Tujuan bagaikan pedoman, jadi jangan biarkan tim anda buta akan pedoman yang jelas.

2. Pelatihan dan Perintah Yang Jelas

Pelatihan dapat mengharmoniskan hubungan antar karyawan, alhasil dapat pula membangun kerjasama tim yang kompak dan solid. Khususnya bagi karyawan junior, transfer ilmu dari para karyawan senior dapat membuat mereka merasa diperhatikan dan lebih mengenal tentang tanggung jawab yang mereka pikul. Dalam pelatihan, harus ada pelatihan yang intens sehingga akan tercipta pula komunikasi yang baik. Karyawan junior dan senior akan sama-sama saling mengenal lebih dekat, dan ini sangatlah baik.

Selain itu, ketika ada karyawan junior atau karyawan baru, maka berilah mereka perintah yang jelas agar mereka cepat beradaptasi pada lingkungan kerja. Misalkan, perintahkan kepada mereka apa yang harus dilakukan, apa yang harus dicapai, apa tanggungjawabnya, dan sebagainya. Bisa anda bayangkan sendirikan jika dalam suatu tim ada salah satu anggota yang tidak mengerti akan tanggungjawabnya, tentu akan menghambat kinerja tim tersebut.

3. Kondisi Kerja Yang Stabil

Kondisi kerja juga turut menjadi faktor yang dapat memperkuat kerjasama tim. Tidak jarang karyawan akan merasa nyaman jika lingkungan kerjanya stabil dan kondusif. Misalkan, jika perusahaan anda adalah leader di industry tersebut, bisa jadi karyawan akan merasa bangga dengan kondisi yang terjadi. Hal ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk tetap mempertahankan kebanggaannya itu, apalagi jika mereka ikut berkontribusi dalam menjadikan perusahaan sebagai leader di industry yang dimasukinya.

Berbeda jika kondisi kerja mereka tidak stabil, misalkan ada ancaman PHK masal, perusahaan kalah dengan para pesaing, terancam bangkrut, kena masalah hukum, dan sebagainya. Jangankan meningkatkan kerjasama tim, semangat pun mereka akan minim sekali.

4. Budaya Saling Menghormati dan Saling Percaya

Adanya rasa saling menghormati dan percaya akan menciptakan hubungan yang harmonis di dalam tim, dan akhirnya juga akan membentuk kerjasama tim yang solid. Sekecil apapun rasa hormat dan percaya, pasti akan berdampak pada keharmonisan, jadi jangan ragu untuk memulainya. Ada banyak yang bisa anda lakukan untuk menciptakan hal ini. Contoh, untuk menciptakan rasa hormat anda dapat memberikan apresiasi berupa hadiah atau pengakuan jika karyawan anda melakukan hal yang hebat, atau bisa juga dengan tetap menghargai usahanya jika mengalami ketidakberhasilan.

Begitu pula dengan rasa saling percaya, dengan kompetensi karyawan yang anda miliki maka anda seharusnya tak ragu-ragu lagi menugasi karyawan untuk mengerjakan tanggungjawab, mendelegasikan, dan mengutus si karyawan. Di awal rekrutmen, seharusnya anda sudah memilih karyawan terbaik sesuai kebutuhan anda. Dengan begitu, antar anggota tim pun akan saling mempercayai dengan kompetensi masing-masing anggota.

5. Selalu Terbuka Terhadap Ide – Ide Yang Baru

Ada kalanya anggota tim memiliki pemikiran-pemikiran atau ide yang menurut mereka yang terbaik untuk dilakukan. Ketika seorang karyawan mengungkapkan idenya kepada anda, di sini anda harus terbuka kepadanya. Dengarkanlah ide mereka, jika ide tersebut memang positif untu dicoba, kenapa tidak? Tapi, jika menurut anda ide tersebut kurang begitu baik, juga tak perlu dipaksakan untuk dicoba. Berilah penjelasan sejelas-jelasnya kepada karyawan tersebut, di sini malah akan tercipta komunikasi yang baik pula.

Ini berlaku untuk semua karyawan, jangan membeda-bedakan antar karyawan sendiri, artinya berilah kebebasan untuk semua karyawan dalam memberikan ide mereka, gagasan, terobosan, dan strategi-strategi, serta inovasi baru. Kalau perlu, ajaklah semua karyawan anda untuk memberikan masukan dan ide-ide mereka, pastikan kepada mereka untuk tidak takut dalam menyampaikannya.

6. Perusahaan Harus Mendukung

Untuk menciptakan kerjasama tim yang kuat, anda tidak bisa hanya mengandalkan anggota tim saja. Namun, anda sebagai atasan yang mewakili perusahaan atau yang memiliki perusahaan, haruslah dengan segenap tenaga mendukung terciptanya kerjasama tim yang baik. anda bisa melakukan hal ini dengan membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong terciptanya kerjasama tim. Misalnya, anda sudah tahu bahwa salah satu faktor yang bisa menciptakan kerjasama tim yang kompak adalah dengan memberikan kebebasan dalam menyampaikan ide, maka di sini anda harus mencoba mengimplikasikan hal itu, bukannya malah menutupnya.

Intinya, anda harus memfasilitasi apa yang bisa membantu untuk membentuk kerjasama tim. Janganlah hanya mengharapkan namun anda tidak memfasilitasinya, kan lucu kalau begitu? Misalnya lagi, agar rapat tim bisa berjalan dengan baik, maka harus ada tempat yang nyaman dan kondisi yang baik. dengan begitu sewajarnya perusahaan haruslah menyediakan dan mengusahakan fasilitas tersebut, iya kan?

7. Buat Kegiatan Di Luar Pekerjaan

Nah, ini mungkin yang akan menjadi hiburan bagi semua pihak. Kegiatan di luar pekerjaan, artinya suatu kegiatan yang lepas dari beratnya beban bekerja, tingginya tekanan pekerjaan, dan stresnya pekerjaan. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti wisata bersama, makan malam bersama, mengadakan pesta, dan lain-lain. Hal ini baik untuk dilakukan setidaknya 2 atau 3 kali dalam setahun, atau bisa juga setelah proyek-proyek tertentu sudah terselesaikan.

8. Jadilah Pemimpin Yang Bijaksana

Sosok pemimpin bagi seorang bawahan tentu sangatlah penting. Bisa jadi, baik buruknya seorang karyawan merupakan cerminan dari gaya memimpin seorang atasan. Bos, atasan, atau pemimpin itu bagaikan seorang pembimbing dan sutradara, juga berwenang mengambil, merumuskan, mengeluarkan, dan membuat keputusan, kebijakan, peraturan, dan prosedur.

Apa yang dicanangkan oleh pemimpin, maka pemimpin pulalah yang harus memberikan contoh kepada para karyawan. Misalkan, pemimpin membuat peraturan tapi malah melanggarnya, merumuskan strategi tapi malah tidak menjalankan strategi. Bukankah aneh kalau begitu? Bisa-bisa malah jadi berantakan kerjasama tim tersebut. So, jadilah pemimpin yang bijaksana!

Itulah ulasan tentang 8 cara membangun kerjasama tim yang solid dan kompak. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu anda dalam menciptakan kerjasama tim yang baik seperti yang anda harapkan selama ini.


sumber : http://forum-ukm.blogspot.co.id/2015/12/cara-membangun-kerjasama-tim-yang-kompak-solid-kuat.html

Cara Sukses Pedagang Ulung Rasulullah SAW

Cara Sukses Pedagang Ulung Rasulullah SAW

Seperti kita ketahui bahwa Seorang Muhammad selain seorang nabi dan rasul, seorang kepala negara, seorang panglima perang yang tangguh, beliau juga seorang Entrepreneur sukses di jamannya… beliau telah berbisnis dari masih sangat muda di umur 12 thn sewaktu diajak pamannya untuk ke Syam berbisnis (nah sudah saatnya anak muda sekarang mulailah mengikuti sunah rasul ini yaitu entrepreneur) nah dalam berdagang nabi mempunyai 4 tips yang selain mendapatkan keuntungan besar juga mendapatkan berkah dari Allah. Adapun ke 4 tips itu adalah :

1. Jujur

Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.
Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.

2. Mencintai Customer

Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.
Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, “Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.”

3. Penuhi Janji

Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu.” (QS Al Maidah 3).
Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).
Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.

4. Segmentasi ala Nabi

Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu berbeda dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.

Ketika Rasulullah melewati seorang penjual makanan. Beliau tertarik ingin membelinya. Beliau lalu memasukkan tangannya ke tempat makanan tersebut untuk memilihnya. Beliau terkejut ketika tangannya merasakan makanan yang berada di bagian bawah ternyata basah. Beliau bertanya mengapa demikian. Pedagang itu menjawab bahwa dagangannya tertimpa air hujan. Beliau berkata sambil emnunjukkan ketidaksukaannya, “Mengapa engkau tidak meletakkkan makanan yang basah itu di atas agar pembeli bisa melihatnya.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda

من غشنا فليس منا

“Barang siapa yang mencurangi kami, bukan dari pengikut kami” (HR. Muslim)

Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.
Prinsip bisnis Rasulullah Muhammad SAW.

Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW. “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Menurut beliau, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Rasulullah membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manager, dan kemudian menjadi investor.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.
Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun beliau sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya.
Itu sebabnya, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Beliau menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya.

Sementara itu menurut Laode M. Kamaluddin. Ph.D. dalam bukunya “14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis”, kejujuran dan keterbukaan Rasulullah dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan bagi seorang pengusaha generasi selanjutnya. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan dengan standar kualitas sesuai dengan permintaan pelanggan sehingga tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau bahkan kecewa. Reputasi sebagai pelanggan yang benar-benar jujur telah tertanam dengan baik. Sejak muda, beliau selalu memperlihatkan rasa tanggung jawabnya terhadap setiap transaksi yang dilakukan.
Di dalam buku 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW membangun Kerajaan Bisnis juga dipaparkan rahasia bisnis Rasulullah, antara lain menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga, berpikir VISIONER, kreatif dan siap menghadapi perubahan, pintar mempromosikan diri, menggaji karyawan sebelum kering keringatnya, mengutamakan sinergisme, berbisnis dengan cinta, serta pandai bersyukur dan berucap terima kasih.

Selain memaparkan rahasia bisnis Rasulullah, Laode M. Kamaluddin. Ph.D juga memberi penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah. Sebab kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga kepercayaan (amanah), ini merupakan ciri utama dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah sehingga tidak ada satupun orang yang berinterakasi dengan beliau kecuali mendapatkan kepuasan yang luar biasa. Dan sangat pantas jika beliau mendapatkan gelar Al-Amiin (orang yang dapat dipercaya). Itulah modal terbesar yang tak bisa ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti Rasulullah.

Prof. Afzalul Rahman dalam buku Muhammad A Trader, mengungkapkan :
(Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang jujur dan adil (fairplay) dalam membuat perjanjian bisnis dan tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh (komplain). Beliau selalu menepati janjinya dan dalam menyerahkan/mengirimkan barang-barang pesanannya selalu tepat waktu dan tetap mengutamakan kualitas barang yang telah dipesan dan disepakati sebelumnya. Dalam berperilaku bisnis Beliau selalu menunjukkan rasa penuh tanggung jawab dan memiliki integritas yang tinggi di mata siapapun. Reputasi beliau sebagai seorang pedagang yang jujur dan adil telah dikenal luas sejak beliau masih muda).

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Kamu tentu pernah merasa menjadi sangat tidak produktif ketika sudah tiba di meja kerjamu. Entah apapun penyebabnya, semangatmu menjadi hilang ketika sampai di meja kerja sehingga pekerjaan yang menunggu pun tidak kunjung dikerjakan. Jika sudah seperti itu, produktivitasmu menjadi menurun dan kamu akan kesal sendiri sebab tidak mampu mengerjakan tugas secara optimal.

Jika kamu berpikir penyebabnya adalah mood yang memburuk atau tidak sesuai, kamu juga harus mengecek bagaimana keadaan meja kerjamu loh! Karena bisa jadi, mood buruk itu muncul setelah kamu melihat kondisi meja kerjamu yang tidak beraturan. Bagaimanapun, melihat meja kerja yang lebih tertata akan lebih baik untuk menimbulkan semangat kerja.

Apalagi, kamu akan berada di depan meja kerja selama berjam-jam tiap harinya. Bisa dibayangkan jika meja tersebut tidak tertata dengan baik, otomatis produktivitasmu bisa terus tergerus dan prestasi kerjamu akan menurun drastis.

Menyadari betapa pentingnya meja kerja dapat meningkatkan produkivitasmu, ada baiknya mulai sekarang kamu mulai pintar-pintar menata meja kerja agar bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja. Masih bingung bagaimana cara menatanya yang tepat? Berikut ini kami memberikan bebetapa tips menata meja kerja yang simpel, namun bisa berdampak besar untuk membuatmu semakin semangat dan produktif bekerja!


1. Jangan Biarkan Ada Benda yang Berserakan

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Salah satu hal utama yang membuat kamu terburu malas duluan untuk bekerja adalah melihat pemandagan meja kerjamu yang tampak berantakan dengan dokumen yang berserakan ataupun peralatan tulis yang berhamburan. Hal ini tentu sangat berdampak pada kinerjamu. Bukan hanya menimbulkan rasa malas, banyaknya kertas dan peralatan lain yang berserakan agak membatasi ruang gerakmu selama bekerja di meja tersebut.

Baca juga: Meja Belajarmu Selalu Berantakan? Ikuti Tips Ini Agar Mejamu Selalu Rapi
Jadi mulai sekarang, cobalah selalu menata meja kerjamu agar tampak rapi. Yang pertama bisa kamu lakukan adalah menaruh benda dalam wadahnya masing-masing. Sebagai contoh, kamu bisa menempatkan tumpukan dokumenmu dalam binder yang kece untuk kemudian diletakkan di sudut meja agar tidak menganggu ruang gerak dan pandangan. Peralatan tulis yang berhamburan juga bisa kamu taruh dalam tempat pensil berbentuk unik seperti tempat pensil batik dari Timber Lou ataupun pot pensil dari Roepa dan Its Me Craft and Stuff. Model tempat pensil yang menyerupai pot ini sekaligus bisa menjadi penghias meja kerjamu loh.

Selain mencoba menyimpannya dengan rapi di tempat-tempat yang unik, kamu juga harus cerdik meletakkan berbagai dokumen dan peralatan kerjamu itu. Untuk binder berisi dokumen, sebaiknya kamu meletakkannya secara bertumpuk di sudut meja agat mudah diambil dan tidak menyita ruang kerjamu. Sementara itu, untuk wadah peralatan tulis, taruhlah di tempat yang mudah diraih, misalnya di dekat keyboard komputermu.

2. Sediakan Tempat Sampah di Sekitar Meja Kerja

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Supaya lebih produktif, meja kerja tentunya harus selalu bersih dan rapi. Selain untuk memudahkan ruang gerakmu, meja kerja yang bersih dan rapi bisa meningkatkan kesegaranmu selama bekerja. Setelah menata perlengkapan kerjamu dengan baik, hal yang harus kamu lakukan lainnya adalah menjaga sebisa mungkin agar meja kerjamu tidak dipenuhi sampah yang mungkin berasal dari kertas tidak terpakai, bungkus permen, ataupun sampah-sampah lainnya.

Sebagian orang membiarkan meja kerjanya terlihat kotor secara tidak sengaja karena malas membuang sampah-sampah ke tempat sampah yang berada agak jauh dari tempat duduknya. Untuk mencegah hal ini terjadi juga padamu, sediakanlah tempat sampah yang unik dan bagus di samping meja. Kamu juga bisa menjadikan keranjang rotan seperti dari Romana Wicker sebagai tempat sampah sementara. Jadi jika ada sedikit sampah di meja kerja, kamu bisa langsung membuangnya tanpa perlu repot-repot berpindah posisi.

Baca juga: Butuh Alat Simpan yang Kokoh tapi Ringan? Keranjang Anyam Rotan Ini Jawabannya!
Selain di samping meja kerja, kamu juga bisa menaruh keranjang sampahmu di kolong meja. Ini khususnya buat kamu yang gila kebersihan. Dengan menaruh tempat sampah di kolong meja, meja kerjamu akan tampak lebih rapi dan teratur. Sampah-sampahmu pun tidak akan terlihat sehingga meja kerjamu tampak lebih bersih.

3. Beri Hiasan Secukupnya

7 Tips Menata Meja Kerja supaya Kamu Makin Produktif

Ada yang kurang rasanya jika meja kerjamu hanya berisi tumpukan dokumen, peralatan tulis, laptop, dan benda-benda lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Padahal saat di meja kerja, kamu juga membutuhkan penyemangat yang bisa dilihat saat sedang istirahat sejenak. Penyemangat itu bisa berupa foto orang-orang terkasih, hiasan meja berisi kata-kata motivasi seperti dari Popliving dan Maken Living, ataupun pot tanaman yang menurut sebuah penelitian bisa mengurangi rasa lelah ataupun tingkat stresmu.

Baca juga: Hias Meja Kerjamu dengan Produk-produk Handmade Ini Agar Makin Fresh
Yang perlu digarisbawahi, ketika memutuskan menaruh hiasan saat menata meja kerja, kamu jangan kebablasan alias asal menaruh semua perabotan yang dianggap lucu. Cukup berikan beberapa sentuhan hiasan meja yang kecil, namun berarti besar. Jangan sampai karena kebanyakan menaruh hiasan, ruang gerakmu di meja kerja malah menjadi sempit dan meja kerjamu tampak berantakan.

Kamu juga tidak bisa asal menaruh hiasan meja tersebut karena jika peletakannya salah, benda-benda itu justru bisa mengganggu konsentrasimu saat bekerja. Untuk trik simpelnya, taruhlah hiasan berupa pajangan atau pot tanaman di belakang layar komputermu. Agar lebih cantik, jika memang ada beberapa pajangan, jangan susun secara garis lurus baik sejajar maupun dari depan ke belakang. Lebih baik, aturlah hiasan-hiasan tersebut menyerupai segitiga agar tidak memakan tempat, sekaligus memungkinkan semua tampilannya terlihat jelas olehmu yang duduk di depan meja.

4. Pastikan Pencahayaannya Cukup


Saat bekerja, kamu pastinya membutuhkan pencahayaan yang memadai supaya kegiatanmu terasa lebih ringan. Sayangnya, tidak semua orang menyadari akan pentingnya sebuah lampu meja untuk mendukung kinerjanya agar semakin produktif. Kebanyakan orang berpikir menata meja kerja hanya berfokus pada masalah menghiasi mejanya supaya tampak menarik. Padahal, jika pencahayaan meja kerjamu tidak mencukupi, matamu akan lebih cepat lelah sehingga produktivitasmu akan terhambat.

Tidak mau kan memerlukan waktu lebih lama menyelesaikan tugas hanya gara-gara mata sakit akibat sinar yang tidak memadai? Jadi mulai sekarang, jangan lupa beri pencahayaan yang tepat ketika menata meja kerjamu. Kamu bisa memberikan lampu meja sebagai penambah cahaya jika memang kamu berada di dalam ruangan yang tidak pencahayaannya kurang mendukung. Contohnya kamu bisa menaruh lampu meja handmade seperti yang diproduksi oleh Izemu, FOI Woodworks, ataupun Widusaka Woodmate. Untuk meja kerja di rumah pun, kamu bisa memaksimalkan pencahayaan dengan menaruh meja kerjamu di dekat jendela.

Khusus buat kamu yang memakai lampu meja untuk penerangan, sering kali banyak orang menemui kesalahan saat mengatur posisinya di meja kerja. Sebagian orang lebih mengarahkan lampu meja ke arah layar komputer mereka. Padahal, layar sudah menghasilkan cahayanya sendiri. Nah, akan lebih tepat jika kamu meletakkan lampu meja di dekat atau mengarah ke keyboard. Ini bisa membantumu untuk mengetik lebih cepat dan tepat.

5. Taruh Smartphone agak Jauh dari Wilayah Kerjamu


Meskipun smartphone sangat berguna untuk memudahkan komunikasi dan beberapa pekerjaanmu, benda yang satu ini ternyata juga bisa membuat kamu menjadi sangat tidak produktif saat di meja kerja. Bukannya merampungkan tugasmu, bisa jadi kamu malah asyik bermain smartphone, entah itu chatting dengan banyak orang ataupun bermain game yang seru.

Karena alasan itulah, sebaiknya kamu menaruh smartphone di tempat yang agak jauh dari wilayah kerja di meja kerjamu. Sebagai contoh, kamu bisa menaruhnya di sudut meja yang berseberangan dengan dokumen kerja atau tepat di belakang layar komputer sehingga tidak tampak oleh penglihatanmu ketika sedang fokus bekerja.

Kamu pun bisa membuat ponselmu sepintas menjadi hiasan meja dengan meletakkan di tatakan gadget unik, seperti buatan Indra Jaya Craft ataupun Doclassworks. Jangan lupa untuk memasang smartphone-mu dalam mode silence supaya kamu lebih berkonsentrasi dalam bekerja. Memasangkan casing dengan flipcover dari Batik Geek ataupun Madera juga bisa menjadi alternatif buat kamu yang sering merasa terganggu dengan layar ponsel yang menyala setiap ada notifikasi masuk.

6. Singkirkan Semua Benda yang Tidak Perlu


Meja kerja tentunya tempat kamu untuk bekerja, bukan untuk berkegiatan lain. Akan tetapi, kehadiran benda-benda yang tidak perlu di meja kerjamu cenderung membuat konsentrasimu teralihkan sehingga kamu tidak fokus bekerja, melainkan juga asyik menggunakan benda-benda yang kapasitasnya bukan untuk mendukung produktivitasmu. Benda-benda itu bisa berupa camilan, mainan, ataupun peralatan make-up bagi perempuan.

Jika sudah sadar bahwa makanan ringan maupun peralatan make-up bukanlah bagian dari peralatan kerja, singkirkan mereka sejenak dari pandanganmu selama di meja kerja. Kamu bisa menata meja kerjamu secara ulang dan menaruh benda-benda tersebut ke dalam laci ataupun tasmu. Jangan sampai bukannya giat bekerja, kamu malah asyik menyantap snack ataupun sibuk mengikir kuku di sela waktu kerja.

7. Pasang Sticky Notes sebagai Pengingat


Setiap pekerjaan pasti memiliki batas waktu penyelesaiannya. Tenggat tersebut ternyata juga bisa memacu semangatmu untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah di depan mata. Supaya kamu bisa lebih ingat batas waktu pekerjaan dan hal apa saja yang mesti kamu selesaikan, memajang sticky notes di meja kerjamu bisa menjadi alternatif pilihan yang tepat loh.

Jadi ketika menata meja kerja tiap harinya, jangan lupa selalu tempelkan notes yang berisi hal apa saja yang mesti diselesaikan pada hari tersebut. Pajanglah sticky notes dengan berbagai warna yang mudah menarik perhatian dan taruh di tempat yang mudah dilihat, seperti di atas dokumen yang mesti dikerjakan, di pinggir layar komputer, ataupun tempat lainnya yang berada dalam jarak lurus pandangan matamu. Dengan adanya pengingat semacam ini, kamu pun tidak akan berani malas-malasan, bukan?

Menata meja kerja bukanlah sesuatu yang sulit. Kamu cukup menghadirkan apa-apa saja yang diperlukan untuk memaksimalkan penyelesaian tugasmu dan menyingkirkan barang-barang yang bisa mengaburkan konsentrasinya. Dengan menata meja kerja secara tepat, kamu akan mulai merasaka bagaimana produktivitasmu akan meningkat sehingga pekerjaanmu juga akan selesai lebih cepat. Jadi, bagaimana dengan meja kerjamu? Sudah harus ditata ulang apa belum?



sumber : http://blog.qlapa.com/tips-menata-meja-kerja-produktif

Rak Gudang Light Duty AZ 36 adalah rak gudang yang dapat menahan beban ringan / light duty yaitu dapat menahan beban hingga 250 kg per shelving/ambalan/level. Rak ini menggunakan sistem knock down/bongkar pasang sehingga sangat mudah dalam pemasangan. Rak ini cocok digunakan untuk menyimpan stok barang pada toko, minimarket maupun supermarket, dan juga bisa digunakan untuk menyimpan barang di gudang perkantoran, ataupun pabrik.

Spesifikasi rak gudang light duty AZ 36 :

  1. Kekuatan 250 kg/level
  2. Sistem Knock Down / Bongkar Pasang
  3. Finishing Powder Coating
  4. Ukuran beam, pipa kotak 30 x 60 x 1.4 mm
  5. Ukuran frame / tiang 30 x 60 mm
  6. Ketebalan shelving 0.6 mm
  7. Produk Dalam Negeri

Harga :

  1. Rak Gudang AZ 36 A

    - Panjang Dalam 200 cm / Beam 200 cm
    - Ukuran : P x L x T : 200 x 60 x 200 cm, 4 Level
    - Harga :
    Starting : 3.300.000 (Panjang Asli 212 cm)
    Jointing : 3.050.000 (Panjang Asli 206 cm)
  2. Rak Gudang AZ 36 B

    - Panjang Dalam 188 cm / Beam 188 cm
    - Ukuran : P x L x T : 188 x 60 x 200 cm, 4 Level
    - Harga :
    Starting : 3.150.000 (Panjang Asli 200 cm)
    Jointing : 2.900.000 (Panjang Asli 194 cm)

Keunggulan :

  • 100% PRODUK DALAM NEGERI, dengan membeli rak ini berarti Anda secara tidak langsung memajukan sektor industri dalam negeri .
  • SERBA GUNA, rak ini bukan hanya bisa digunakan di gudang, namun bisa di toko, grosir dll.
  • SISTEM BONGKAR PASANG / KNOCK DOWN, sehingga mudah dalam pemasangannya .
  • PUNYA KEKUATAN 250 KG / LEVEL, dengan jumlah level 4 rak per level Anda bisa memili rak dengan kekuatan 1 ton per rak, dan bisa ditambah lagi levelnya .
  • BISA REQUEST WARNA*
  • BISA REQUEST UKURAN*
  • SUDAH TERBUKTI KUALITAS DAN KEKUATANNYA, SILAHKAN BUKTIKAN SENDIRI
Berminat??
Segera hubungi marketing kami untuk harga terbaik!!!





*DENGAN SYARAT DAN KETENTUAN TERTENTU

Cerdas Mengelola Bisnis Ritel

Cerdas Mengelola Bisnis Ritel

Pertumbuhan gaya hidup konsumen yang kini akrab dengan dunia teknologi informasi, harus disikapi oleh peritel dengan mengedepankan layanan yang memudahkan, dan menyuguhkan pengalaman belanja bagi konsumen.

Dengan perkembangan teknologi informasi, dunia kini di dalam “genggaman Kini, rasanya kalimat itu memang bukan basa-basi Dengan perkembangan teknologi yang cepat dan memudahkan, siapa pun bisa melakukan yang dulu tak terbayangkan hanya dengan menggunakan perangkat computer terkoneksi atau babkan hanya dengan gadget cerdas.

Pun demikian dalam industri ritel, perkembangan itu cenderang meningkatkan pertumbuhan transaksi belanja lewat media online. Pemesanan bisa dilakukan dari rumah dan konsumen tanpa harus datang ke toko. Ke depan, kecenderungan tersebut bahkan akan makin kuat.

Indikasi tersebut, misalnya, dikemukakan oleh perusahaan bisnis online Rakuten, yang memprediksi pertumbuhan belanja online di Indonesia pada 2013 akan mencapai US$500 juta, atau setara Rp4,8 triliun. “Transaksi itu berasal dari seluruh platform, seperti Facebook Kaskus, iklan baris, dan lainnya’,’ kata Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten MNC, pada acara Ramalan Tren E-commerce 2013, di Jakarta, pertengahan Februari lalu.

Tren transaksi online yang cukup progresif tersebut tak lain karena jumlah pengguna internet di Indonesia sampai sampai saat ini mencapai sekitar 50 juta orang Dari angka itu, dua persen merupakan pengguna aktif berbelanja online. Meski pada tahun 2012 pengsluaran orang-orang untuk belanja online Rp200.000-Rp300.000, menurut Ryoto, pertumbuhannya ke depan akan terus naik.

Tak ayal, pertumbuhan dan tren belanja online alias e-commerce yang makin tinggi ini dibaca banyak kalangan dengan menjadi pemain bisnis online. Iklan mereka bahkan jorjoran tampil di media, tak hanya cetak tapi juga media elektronik yang tentu saja dengan biaya yang sangat mahal.

Apa maknanya? Rasanya kita sepakat bahwa prosfek bisnis transaksi online ini memang sangat menjanjikan. Apalagi behavior konsumen Indonesia juga terus menunjukan kebergantungan pada media sosial misalnya. Sebut saja misalnya adalah menjadi kebanggan tatkala mereka mendapatkan barang yang diincarnya dengan harga dan kualitas tinggi. Pengalaman dan kebanggaan itu pun akan mereka bagi di media jejaring sosial. Dengan berbagi di media sosial, jelas akan menjadi experience yang lagi-lagi dibanggakan konsumen.

Ihwal kecenderungan tersebut, sebuah survei yang dikupas Rakuten bisa menjadi bukti. Survei ini mengungkapkan bahwa orang Indonesia tiga kali lebih suka merekomendasikan suatu barang kepada teman-teman di sosial media dibanding negara lain. Artinya, seperti ditegaskan Ryoto, ada peluang yang jelas untuk membuat belanja online lebih menghibur konsumen, lebih dekat mengamati barang yang diperdagangkan, dan menyajikan pengalaman yang sama dengan berbelanja di mall.

Bukti lain, sebagaimana diulas ABI Research, pasar m-commerce 2015 akan mencapai US$119 miliar, mewakili 8 persen dari total pasar e-commerce. Sementara itu Forst & Sullivan mengungkapkan bahwa industri e-commerce Indonesia pada 2015 akan mencapai angka US$1,8 miliar. Data yang sama menunjukkan pendapatan rata-rata dari sektor m-commerce ini tumbuh 67 persen sejak 2010 hingga 2015 nanti.

Ritel harus Cerdas



Kecenderungan konsumen untuk melakukan searching sebelum melakukan transaksi juga dikemukakan oleh Priambodo dari IBM Indonesia. Saat menjadi pembicara pada seminar Smarter Retail beberapa waktu lalu, Priambodo menjelaskan, ketika mencari suatu produk, konsumen kini tak akan langsung ke toko. “Mereka akan mencari terlebih dulu lewat online, kemudian mencoba melalui social connection, dan mereka akan mempertimbangkan web experience. Ini dilakukan karena orang akan membutuhkan experience dan kenyamanan ketika berbelanja”’ katanya.

Fenomena menarik ini tentu saja harus segera diatasi oleh para peritel yang selama ini konvensional menjual produk hanya mengandalkan gerai yang mereka punya. Menurut Priambodo, peritel harus segera memetakan dan memploting segmen konsumen yang mereka bidik. Selain itu, faktor partner juga harus lebih tepat dan melakukan proses “buy” dengan tepat.

“Untuk market kita butuh info konsumen, segmen mana yang ditargetkan dan campaign harus sesuai. Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah ‘sale’ dan selanjutnya service yakni bagaimana peritel mampu memberikan service kepada konsumen termasuk bagaimana mendeliver produk hingga ke tangan konsumen. Beberapa hal itulah yang di-approach IBM dan itu ritel membutuhkan semuanya”’ kata Priambodo.

Pendekatan tersebut, sekali lagi, IBM juga melakukannya karena tren pergeseran pola belanja konsumen. Jika dulu belanja harus pergi ke mal kini beralih melalui telepon, tablet, dan media sosial yang membuat konsumen melakukan transaksi hingga final. Karena itu, peritel harus menyikapi tren ini dengan melakukan cara baru dalam melayani konsumen mereka. Dengan demikian, peritel tetap mampu meraih pasar bahkan dengan biaya yang bisa ditekan.

Apa yang perlu dilakukan? Sebagaimana diungkap Priambodo, peritel harus mampu memberikan pengalaman berbelanja yang cerdas. Peritel harus mampu merasakan apa yang diinginkan seluruh customers, tentu dengan tahu mereka secara personal dan apa yang menarik dalam pikiran mereka. Jika ini terealisasi maka akan tercipta relasi yang saling menguntungkan antara peritel dan pelanggannya. Dengan mengetahui konsumen secara personal, tentu saja peritel akan lebih fokus memberikan pesan marketing secara online sehingga akan lebih efektif.

Ketika mencari suatu produk, konsumen kini tak akan langsung ke toko. Mereka akan mencari terlebih dulu lewat online, kemudian mencoba melalui social connection, dan mereka akan mempertimbangkan web experience. Ini dilakukan karena orang akan membutuhkan experience dan kenyamanan ketika berbelanja.

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membangun jaringan pasokan dan merchandising yang menarik. peritel harus mampu menawarkan merchandising dengan assortment yang sesuai dengan selera konsumen dan berbeda dengan yang ditawarkan di tempat lain. Setelah itu, lakukan efisiensi dan kontrol yang ketat pada jaringan pasokan sehingga peritel mampu memaksimalkan nila dari tiap unit yang diinves-tasikan di samping menjaga akuntabilitas dan product traceability.

Hal penting selanjutnya, peritel harus mampu mengendalikan operasional dengan cerdas (drive smarter operations). Dengan mengendalikan proses, peritel akan mendapatkan keuntungan dengan menekan biaya dan visibilatas performa organisasi. “Namun yang jelas, dengan Smarter Retail, banyak benefit yang bisa diraih. Di antaranya meningkatkan revenue dan value brand mereka dengan experience dan kemudahan yang kami berikan. Ketika brand naik tentu saja peritel bisa jadi top of mind sehingga orang akan belanja ke tempat mereka. Selain tentu saja Smarter Retail ini bisa menjadi langkah efesiensi operasional” pungkas Priambodo. R


sumber :  Majalah Retail

La Tahzan, Jangan Bersedih Menghadapi Masa Sulit

La Tahzan, Jangan Bersedih Menghadapi Masa Sulit

Larut dalam kesedihan tidak akan membawa perubahan apa pun. Kesedihan tak bisa mengubah keadaan. Kegelisahan tidak akan menaikkan nilai tukar rupiah. Duka tidak akan mampu mengurangi jumlah PHK.

Kesedihan hanya membuat jiwa merana. Gelisah hanya membuat pikiran tertekan. Kekhawatiran yang tak beralasan hanya mengundang sakit dan kelemahan.

La tahzan. Jangan bersedih. Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di setiap masa sulit, Allah pasti menyediakan pertolongan; bagi hambaNya yang senantiasa berdoa dan giat berusaha.

Daripada waktu tersita untuk bersedih, hamparkan sajadah dan tunaikan shalat sunnah. Ikhlaskan niat menghambakan diri kepadaNya dan akan kau rasakan lapangnya dada dan luasnya rahmat Allah Azza wa Jalla. Hayati setiap takbir yang terucap, bahwa Allah Maha Besar. Segala masalah di dunia tak ada yang besar bagiNya. Bahkan dunia itu sendiri bukan sesuatu yang besar di hadapan kekuasaan-Nya.

Bawa seluruh jiwa berdialog melalui ayat-ayatNya. Hadirkan rasa ketika melafalkan seluruh tasbih, tahmid dan lafadz-lafadz doa. Nikmati ketundukan dalam ruku’ tanpa keterpaksaan. Pasrahkan diri dalam sujud dan letakkan segala beban yang kau rasakan. Seperti bumi yang mampu menyerap air hujan, penyerahan diri akan mengosongkanmu dari segala jerih-letih.

Duduklah bersimpuh menghadapNya, tundukkan hati dan kepala, tengadahkan tangan dan panjatkan doa. Kau tidak sedang memberitahu Yang Maha Tahu, namun kau mengadukan segala yang tak kau mampu. Bermunajatlah memohon pertolongan-Nya, bisikkan segala yang kau pinta.

La tahzan. Jangan bersedih. Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di setiap masa sulit, Allah pasti menyediakan pertolongan; bagi hambaNya yang senantiasa berdoa dan giat berusaha.

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik kau nyalakan sebuah pelita. Daripada bersedih, lebih baik kau berusaha. Tatap dunia bahwa dengan izinNya mereka akan mendatangimu. Sebab rezeki telah digariskan dan takkan pernah tertukar. Takkan berakhir usia seorang hamba sebelum seluruh rezekiNya tunai terdistribusikan. Jika demikian, mengapa harus bersedih soal rezeki dan nasib diri?

Tumbuhkan rasa optimis dalam dada. Kembangkan bibir membentuk senyuman. Buka sorot mata penuh harapan. Berbahagialah… menyongsong masa depan.

Lihat setiap peluang, amati setiap kesempatan. Allah takkan membiarkan masalah tanpa memberikan solusinya. Sebagaimana Dia tidak membiarkan ada penyakit melainkan menurunkan obatnya. Allah takkan membiarkan hambaNya yang telah beriman mengadu-meminta lalu bermujahadah dalam ikhtiar, melainkan akan memberinya pertolongan dan kemudahan; dengan cara yang tampak biasa-biasa saja hingga dari arah yang tak pernah disangka-sangka.



http://bersamadakwah.net/la-tahzan-jangan-bersedih-menghadapi-masa-sulit/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget