Latest Post



Minggu lalu saya berkesempatan untuk referesh Ilmu dengan menghadiri acara Marketing Club di markas besar Google Indonesia di Jakarta, jujur saja kadang dengan berbagai kesibukan yang ada setiap hari mungkin cukup banyak pebisnis seperti saya yang sampai tidak ada waktu untuk terus belajar secara teknis mengenai berbagai ilmu bisnis yang ada saat ini, yah tentu dalam konteks pebisnis bukan kemudian tidak belajar sama sekali namun referensi ilmu yang ada mungkin saat ini lebih banyak memenuhi kepala karena pengalaman setiap hari dengan bisnis dan bertemu dengan banyak orang yang finally ilmunya secara tidak langsung ikut terserap. Nah kesempatan berkumpul dengan teman-teman marketing club ini sesuatu yang cukup "mahal" menurut saya apalagi pembicaranya Bpk. Godo yang sudah sangat terkenal di dunia marketing Indonesia blom lagi tempatnya di Google yang keren hehe.

Seminar ini dibuka dengan sebuah kalimat yang menurut saya cukup menarik, "Apa yang berubah dari Marketing? Dari dulu, sekarang ataupun di masa yang akan datang" ... coba pejamkan mata dan jawab pertanyaan di atas. Sudah? Yah ada 2 hal yang selalu berubah di dalam dunia marketing yaitu KONSUMEN dan TOOLS dan pada sisi inilah salah satu hal yg sangat menarik dalam dunia marketing dan inilah pulah yang membuat ilmu marketing selalu dinamis sampai kapanpun karena kita tidak akan atau mungkin bisa dikatakan jarang akan bertemu kondisi yang sama saat ini dibandingkan dengan masa lalu.

Cara berjualan mobil ke ayah saya mungkin akan sangat berbeda dengan cara berjualan mobil kepada saya atau bahkan generasi setelah saya. Dulu harapan orang membeli HP mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk melakukan telepon dan SMS, sekarang coba saya tanya berapa banyak yang Anda dari tadi pagi melakukan SMS atau bahkan menelepon? Mungkin sebagian besar kita selalu mengenggam dari tadi tapi aktivitas yang kita lakukan mungkin sudah berubah dari 5 tahun lalu yaitu Social media works (Whatsapp, facebook, twitter, path) dan sebagainya. Ini contoh bagaimana konsumen itu berubah dan hal ini menjadi PR penting bagi setiap marketer untuk bisa "menebak/ memprediksi" ke arah mana konsumen akan berubah dan kemudian bergerak mengisi kebutuhan dari konsumen tersebut.


Kemudia Pak Godo kembali mengajukan pertanyaan, btw ini yang saya suka, ketika seminar ada interaksi antara pembicara dan peserta apalagi bisa dikatakan peserta yang datang (terbatas) 20 orang bukanlah manusia biasa hehe, mosthly adalah orang-orang hebat di Industrinya dan punya knowledge yang tidak perlu diragukan lagi. Ok balik lagi, muncul pertanyaan yang biasa tapi luar biasa susah menjawabnya secara real di lapangan "Mengapa Orang MEMBELI dan TIDAK MEMBELI?". Hmm ini pertanyaan mendasar sekali bagi setiap bisnis, apapun bisnisnya, REASION TO BUY and NOT TO BUY, sesuatu yang WAJIB bisa dijawab oleh setiap markter tentunya.

Nah kalo saya jelaskan panjang lebar tentu ajah bisa nulis 10 halaman nanti hehe, tapi intinya ada 3 faktor interl dan 3 faktor eksternal yang membuat orang memutuskan untuk membeli atau tidak membeli

A. Faktor Internal

1. Need, wants & Expectation
2. Experience & Exposure
3. Personality & Character

B. Faktor Eksternal

1. Family Values
2. Social Groups
3. Cultures & Subculture

Sebagai marketer mempelajari dan melakukan riset secara berkala ke 6 hal di atas hukumnya adalah WAJIB, mengapa? LIhat bahasan di atas, karena KONSUMEN BERUBAH, Needs saya ketika SMA sudah tidak sama ketika saya kuliah, tipe cewe yang saya taksir sewaktu di SMP pun sudah tidak sama dengan tipe ketika saya kuliah hehe sehingga kegiatan marketing yang bisa dilakukan dahulu sudah atau mungkin tidak relevan lagi dilakukan saat ini untuk target market yang sama.

Ada 1 lagi bahasan yang menarik yang disampaikan oleh Pak Godo, basically saya pernah petakan dalam Creative Sales Credo yang saya dan teman-teman buat sebagai acuan dalam kegiatan marketing, Secara fundamental revenue setiap perusahaan bisa digenerate melalui proses seperti ini:

1. Buy Leads (Sekumpulan target market yg ingin dibidik)
2. Buy Now (membuat leads membeli produk kita... Convert to Customer)
3. Buy More (Membuat konsumen membeli lebih banyak)
4. Buy Often (Membuat konsumen membeli lebih sering)
5. Buy Recommendation (membuat konsumen merekomendasikan produk kita)

Nah sebetulnya dari sharing Pak Godo kita bisa mengkelompokan lagi aktivitas menciptakan revenue di atas dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu 1. Customer Retention 2. Customer Aquitition 3. Value Optimization. Simpelnya bagaimana cara kita mempertahankan pelanggan yang sudah ada, begaimana cara kita menarik pelanggan baru dan bagaimana caranya kita meningkatkan nilai pelanggan yang sudah ada, 3 hal inilah yang menjadi focus utama dalam menciptakan pendapatan bagi perusahaan. Implikasinya apa di marketing plan kita? Implikasinya adalah setiap point punya titik berat strategi yang berbeda, punya nilai yang berbeda dan harus dieksekusi dengan cara yang juga berbeda.

sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2014/10/marketing-club-gathering-ilmu-mahal-nih.html



Suatu malam ketika saya masuk & mendekati showcase berisi makanan di Starbucks:

Barista  : Malam mba, mau pesan makanan apa?
Saya     : Oh, iya ini lagi agak bingung mau pilih2 dulu
Barista  : Sudah pernah coba quiches?
Saya     : Belum, apa ya itu?
Barista : Semacam adonan kue yang dipanggang........ (dan penjelasan ttg produk)
Saya     : Hmmmmm.......
Barista  : Mba suka nya yang manis atau yang asin?
Saya     : lebih suka asin sih, saya tertarik dengan cake nya
Barista  : kalau cake sih jatoh2 nya jadi manis juga sih, kalau quiches asin
Saya     : Boleh deh, saya coba quiches nya yang cheese satu ya

Barista  : Makan disini ya? Baik, akan saya hangatkan dulu ya

Dan setelah itu terciptalah pembelian kue bernama bernama quiches yang saya baru tahu kalau ada kue dengan nama itu.

Sepenggal transaksi dialog itu sebenernya suka atau tidak suka sering kita alami, dan secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita sebagai konsumen sedang di arahkan untuk membeli sebuah produk oleh tenaga penjual, dalam hal ini sang barista yang tentu saja dilengkapi dengan wajah ramah dan senyum manis.

Pernah satu kali dalam sebuah seminar ada speaker yang menanyakan: “ Apakah mungkin meningkatkan penjualan tanpa ada nya peningkatan budget promosi?” Sebagian besar peserta mengatakan TIDAK, tapi ternyata sang speaker memberikan contoh nyata bahwa ternyata meningkatkan penjualan tidak melulu bicara peningkatan budget promosi, contoh nyata nya yang sudah dilakukan oleh perusahaan skala dunia: McDonald, pernah kah kita sadar pada saat transaksi di McD diakhir transaksi sang kasir selalu menanyakan: “Kentang nya tidak sekalian?” NAH!! Hanya dengan kalimat ini, McD menciptakan tambahan penjualan sebesar 35jutadollar


Sebenarnya cara ini tidak terbatas hanya bisa dilakukan oleh bisnis kuliner saja, tapi juga bisnis lain, toko komputer misalnya. Terkadang kita tidak sadar sebagai konsumen kita seringkali diarahkan untuk mengkonsumsi lebih banyak, atau lebih sering, atau bahkan membeli produk2 pelengkap lain yang pada awal nya tidak kita butuhkan, hanya saja sebagai penjual seringkali kita kurang peka dengan hal-hal penting seperti ini. Berikut beberapa hal yang patut kita pertimbangkan untuk menjalankan progran seperti ini:

1. SOP yang detail

Ini bagian yang paling penting, bikin Standard Operation Procedure (SOP) yang sangat detil, kalau perlu sampai dengan script dan ketentuan mimik wajah. Jika bisnis kita sudah besar dan memiliki karyawan, sangat mustahil untuk memantau karyawan selama jam operasional, hal yang wajib kita lakukan adalah membuat standar sapaan dan script apa yang harus diucapkan ketika konsumen datang.

2. Deteksi kondisi

Dalam kasus saya di Starbucks, si barista ini sudah mengamati, saat itu saya hanya datang sendirian dan hanya ingin minum dan nongkrong untuk bekerja, dan sang barista manis ini mungkin mendeteksi kondisi ini. Konsumen hanya memesan minum saja, dan kondisi sudah agak malam, dengan suhu ruangan yang cukup dingin saat itu potensi konsumen memesan makanan tentunya cukup besar. Ditambah kondisi gerai yang tanpa antrian, maka terciptalah tambahan penjualan saat itu juga.

3. Cross Selling

Ada saat nya konsumen sebenarnya harus di remind dan ditawarkan untuk mengkonsumsi produk tambahan. Misal dalam cerita toko komputer, pada saat kita membeli laptop, jika si pramuniaga tidak menawarkan, mungkin konsumen hanya akan keluar dari toko nya dengan hanya membeli 1 buah laptop saja, tapi ketika si penjual diajarkan bagaimana cara menawarkan produk pendamping yang masih berhubungan dengan produk yang dibeli, maka bisa jadi konsumen keluar dengan: laptop + mouse + screen protector + tas + soft case

4. Reward & Punishment

Dari pengalaman, jika kita ingin menerapkan sebuah sistem, maka usahakan ada reward dan punishment. Jika hanya punishment saja, mungkin sistem yang diinginkan akan berjalan, namun kecil kemungkinan berjalan dengan baik. Karena biasanya karyawn tidak memiliki trigger untuk melakukan nya dengan baik. Maka sudah sewajarnya untuk pencapaian target tertentu kita bisa alokasi kan persentase bonus dari angka omset yang ada. Biacara reward tentunya kita juga harus bicara punishment, jika target tidak tercapai atau ada pelanggaran, tentunya ada sanksi yang harus duberlakukan.

Oh, ya terima kasih Barista Bryna untuk sapaan dan inspirasinya

sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2015/04/senyum-manis-kalimat-sakti-tambahan.html



"Keren yah inovasi Gojek mas, ga kepikir saya dari hanya jasa penyedian gojek eh tau-tau bisa masuk ke applikasi dan menjadi "perusahaan" gojek terbesar di indonesia bahkan dunia, blom lagi layanan-layanan juga inovatif banget, go-food, go-tix, go-massage dll, kok bisa yah kepikiran membuat ide inovasi seperti itu". Gimana menurut mas Rex, seperti apa sih biar dalam bisnis kita bisa berinovasi dan menghasilkan hal yang luar biasa seperti Gojek.

Buset, nanyanya seperti salah alamat ini "guman saya" haha, lah wong saya ajah ga kebayang bagaimana caranya gojek bisa menjadi sebesar itu dan setinggi itu nilainya, istilahnya bukan level saya menjawabnya, belom competen haha.

Ngobrolin GoJek dalam konteks hari ini memang ga akan ada habisnya, satu kata Amazing Innovation, bagaimana tidak, dalam waktu singkat Gojek menjadi penyedian layanan ojek terbesar di dunia,m layanan antar makanan yang katanya juga terbesar di dunia sampai menjadi salah satu Unicorn Startup di indonesia (unicorn, valuasi mencapai 1.2M $ atau kurang lebih 15 Triliun rupiah).

Nah balik lagi pertanyaan bagaimana menurut saya? Saya tidak akan menjawab bagaimana Gojek tentunya karena keterbatasan informasi berkaitan dengan strategi inovasi yang dilakukan oleh gojek, tapi izinkan saya sharing dari sisi pendapat pribadi saya base on bisnis yang sudah pernah saya jalankan tentang bagaimana caranya kita berinovasi dan menghasilkan hal yang "luar biasa" dalam konteks bisnis yang kita jalankan.

By the way sebelum How melakukan inovasi, sedikit kita singgung apa sih Inovasi itu? nah ini jangan salah kaprah yah, tidak semua hal yang "baru" atau "Keren" atau "Wow" bisa dibilang sebuah inovasi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi (menurut beberapa devinisi para ahli) sebuah ide. gagasan atau penemuan bisa dikatakan sebuah inovasi. apa ajah berikut dalam point singkat (maybe next time kita bahas yah)


  • Implementasi sesuatu yang "baru" bagi perusahaan dan konsumen
  • Ada efek "wow" terhadap ide, gagasan atau penemuan tersebut
  • Relevan dengan focus dan arah bisnis perusahaan
  • Nilai tambah kepada konsumen dalam memenuhi need, want dan expectation
  • Nilai tambah kepada perusahaan dalam bentuk nama baik, omset, profit dan nilai perusahaan
  • Sustain dalam jangka panjang ide, gagasan atau penemuan tersebut

Ok kembali lagi bagaimana (How) kita bisa menciptakan INOVASI dalam bisnis kita?

1. Lihatlah insight apa yang dibutuhkan banyak orang

Banyak bukan yang butuh jasa transportasi? Butuh dibeliin makan ga pake repot dan bisa dimana ajah yang kita inginkan? Butuh mobil box buat antar dan pindah barang? Butuh jasa antar-antar dokumen? atau banyak tidak orang yang butuh penginapan murah? Bisa di booking kapan ajah lewat online di belahan bumi manapun? Menginap sesuai budget yang kita inginkan?

Yah semua hal di atas itu adalah Insight, sesuatu yang ditangkap oleh pemilik bisnis menjadi masalah bagi banyak orang yang artinya "masalah" ini adalah peluang bisnis yang luar biasa untuk bisa digarap dan dari sanalah akhirnya muncul Gojek atau airbnb.

2. Cari solusi untuk kebutuhan tersebut

Permasalahan adalah sumber utama menciptakan inovasi, mengapa? Dari permasalahan kita bisa menciptakan Solusi = Inovasi sejauh memenuhi 6 kriteria Inovasi. Gojek = Solusi. airbnb = solusi. youtube = solusi. warunk upnormal = solusi.

Masalah membutuhkan solusi artinya jika solusi ini menjawab masalah dan menjadi sebuah bisnis besar, itulah inovasi.

3. Beri nilai tambah dari yang sudah ada saat ini

Ojek, apakah sebuah Inovasi? jaman sekarang yah tentu bukan sebuah inovasi, di semua daerah juga ada ojek yang digunakan untuk berbagai keperluan, ketika Ojek diberi nilai tambah (Brand + Aplikasi Online + Community + Payment Sistem + Fasilitas) jadilah Gojek + Inovasi.

Artinya, kita bisa menciptakan inovasi melalui pemberian nilai tambah yang punya impact terhadap konsumen dan perusahaan tentunya dan nilai tambah ini memang DIAKUI oleh konsumen, artinya digunakan dan menjadi bagian hidup dari konsumen serta juga memberikan hasil seperti yang diharapkan oleh perusahaan, soh jika ada perusahaan yang heboh, dibahas di sana-sini, konsumen rame-rame menggunakan tapi kemudian dalam 6 bulan - 1 tahun menghilang ditelan bumi apakah hal tersebut layakan dilabeli Inovasi?

Jadi kembali lagi ke pertanyaan di awal tentang bagaimana kita bisa berinovasi di dalam bisnis, Problem + Insight + Solution + Value Added.

Semoga bermanfaat.

Sedikit berbagi ilmu, dari beberapa pakar yang saya baca, tentang definisi Inovasi, berikut garis besar yang saya bisa rangkum.

Inovasi
Ide, gagasan atau Penemuan yang memberikan nilai tambah kepada konsumen, perusahaan dan masyarakat.


sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2016/11/inovasi.html


Hehe judul sudah cukup verbal bukan, dan ini sesuatu yang sangat lazim terjadi di dunia bisnis, BANYAK KELUARGA di dalam bisnis. Salah? Yah tentu saja tidak salah, kenapa harus salah? Asal keluarga yang berkerja di dalam perusahaan bekerja secara professional dan sesuai dengan aturan perusahaan.

Masalahnnya .....? hehe, yah pada prateknya keluarga yang berkerja di dalam perusahaan sering kali menjadi sumber masalah yang sulit untuk ditangani mulai dari karena orang tersebut kebetulan juga pemegang saham keluarganya, kurang kompeten dalam pekerjaan, unsur enak tidak enak di level management untuk memberikan teguran yang biasa diterapkan di karyawan non keluarga atau prilaku yang terpaksa "dimaklumi" karena .... "yah ga enak lah keluarga sendiri".

Hal ini jika dibiarkan dalam jangka panjang malah akan menjadi potensi yang membuat perusahaan kita malah menjadi tidak produktif, tidak berjalan secara profesional dan yang paling buruk kemungkinan yang bisa terjadi malah mejadi bumerang perpecahan yang punya impak buruk terhadap perusahaan di masa yang akan datang, rasanya jika harus memberikan contoh cukup banyak bisnis yang akhirnya pecah dan berakhir dengan keributan keluarga, either itu bisnisnya masih terus jalan dengan rusaknya hubungan keluarga atau bahkan bisnisnya bubar akibat keluarga.

Namun disisi lain tidak kita pungkiri bahwa Keluarga juga menjadi faktor competitive advantage yang sangat sulit ditiru jikalau mereka memang berkerja secara professional, punya kompetensi kerja yang tinggi, loyalitas yang luar biasa serta dedikasi yang sulit ditemukan di level karyawan non keluarga pada umumnnya, dan satu hal yang juga sangat penting keluarga bisa DIPERCAYA, jargon yang sudah lama ada dan hidup di dalam dunia bisnis.

Jadi, bagaimana kita membangun bisnis yang Banyak keluarga di dalamnya?

1. Competence di Bidangnya


Ini point amat sangat penting, jika kita memutuskan bahwa dalam bisnis kita, kita ingin melibatkan keluarga maka tempatkanlah orang yang tepat pada posisi yang tepat sesuai dengan kompetensinya. Jika tidak? JANGAN DITERIMA. Biasanya ini sumber masalah ke depannya, menempatkan keluarga yang tidak kompeten di bidangnya, masalah cepat atau lambat akan muncul dan ketika sudah muncul energi dan usaha untuk membereskan akan menyita waktu kita tentunya.

2. Bersikap Professional

Tegaskan sedari dari awal menerima keluarga di bisnis kita bahwa semua hal dilakukan secara PROFESIONAL. Yah tidak ada pengecualian seperti halnya kita menerima karyawan pada umumnya, dan sikap professional ini juga harus ada di dalam diri kita terhadap keluarga kita tersebut. Tidak ada istilah keluarga terus bisa absen dan libur seenaknya, mentang-mentang keluarg tidak kirim report kerja dibiarkan, BIG NO NO. Be Professional, both of you.

3. Target kerja dan Evaluasi yang jelas

Seperti hal nya setiap orang yang berkerjas di dalam perusahaan, setelah bekerja, tidak ada lagi istilah keluarga, all of our families are employee of this company, punya target kerja, punya tekanan kerja dan bisa dievaluasi sampai dipecat jika tidak memenuhi target kerja dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ini pada prateknya akan cukup susah loh saya remind ajah, satu tips penting untuk ini adalah Target Kerja dan Evaluasi tertulis dengan jelas dan ditanda tangani sejak awal dan komitmen dilaksanakan oleh kita yang melakukan evaluasi.

Mungkin temen-temen yang membaca juga penasaran ingin bertanya, jika menurut saya bagaimana? To be honest, saya mendukung bisnis yang di dalamnya banyak keluarga sejauh memenuhi unsur-unsur yang kita bahas di atas, perusahaan dapat berkembang dengan lebih cepat dan kembali lagi, tidak mudah membangun kepercayaan + komitmen + dedikasi kepada orang yang ada di dalam perusahaan, namun hal ini akan lebih mudah jika ada keluarga di dalamnya.


Semoga Bermanfaat.

sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2017/01/perusahaan-banyak-keluarga.html

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisnis “sepi.” Selain diskon, sebenarnya masih banyak pilihan promosi yang bisa Anda gunakan. Anda harus jeli mengamati target pasar, untuk menciptakan promosi yang tepat sasaran. Jika anda belum punya gambaran, semoga 10 ide promosi berikut bisa membantu. Apa saja itu? Silakan simak poin-poin berikut ini:

1. Beli 1 gratis 1

daripada Anda memberi diskon 50%, skema beli 1 gratis 1 akan terasa lebih menguntungkan kedua belah pihak. Karena, pelanggan tetap membeli produk anda dengan harga utuh, sekaligus merasa beruntung mendapatkan 1 produk secara gratis.

2. Kursus Gratis

Untuk Anda yang menjual produk dengan prosedur pemakaian tertentu, berikan kursus gratis mengoptimalkan manfaat produk Anda. Pelanggan tentu akan berterimakasih atas layanan tersebut.

3. Promosi Bersama

Kerjasama dengan pemilik bisnis lain yang relevan di sekitar Anda. Bisa dicoba kerjasama dengan bisnis yang menjual produk pelengkap produk yang Anda jual, atau bisnis yang memiliki target pasar yang sama dengan bisnis Anda. Misal, BaksoGranatz membuat promo: Beli 10 porsi BaksoGranatz GRATIS 1 jam akses internet, bekerjasama dengan warung internet terdekat.

4. Hadiah Gratis untuk jumlah pembelian tertentu

Berikan hadiah untuk pelanggan yang membeli produk minimal. Misal, BaksoGranatz memberi hadiah T-Shirt gratis untuk setiap pembelian minimal 20 porsi BGz.

5. Hadiah Kejutan untuk pembelian tertentu

Kepuasan pelanggan terjadi ketika seseorang mendapatkan lebih dari yang dia harapkan. Atau, Anda memberikan sesuatu melebihi apa yang Anda janjikan. Untuk itu, berikan hadiah kejutan untuk pembeli dengan nilai transaksi tertentu, dan buat dia terpesona dengan layanan bisnis Anda.

6. Jual Paket

Produk yang kurang laris di toko Anda, bisa dijual satu paket dengan produk yang banyak diminati pembeli. Daripada menumpuk di gudang, jauh lebih baik untuk secepatnya menjual produk yang kurang laku tersebut.

7. Berikan Voucher

Pastikan pengunjung toko Anda kembali di lain waktu, dengan memberi voucher belanja di toko Anda. Jangan lupa untuk mecantumkan masa berlaku voucher tersebut.

8. Gratis Layanan Purna Jual

Berikan layanan perawatan produk yang pelanggan beli, gratis untuk 2 pekan atau 1 bulan pertama. 

9. Konsultasi Gratis

Pelanggan bisa berkonsultasi mengenai penggunaan dan perawatan produk yang dia beli di toko Anda. Selama konsultasi, Anda juga bisa menawarkan produk pelengkap untuk produk yang sudah dibeli pelanggan.

10. Gratis Desain

Jika Anda pemilik bisnis percetakan, gratiskan biaya desain untuk pemesanan dalam jumlah tertentu.



sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2010/12/10-ide-promosi-untuk-meningkatkan.html

10 Solusi Menjual Stok Barang Lama


Bagi para pelaku bisnis khususnya di industri retailer selain sudah dipusingkan strategi persaingan dengan kompetitor dan bagaimana merangkul konsumen mereka supaya mau membeli lebih sering, lebih banyak, sampai akhirnya mau merekomendasikan produk kita kepada relasi mereka, seringkali para pelaku bisnis retail ini harus dihadapkan masalah bagaimana menjual stock barang sisa yang sudah lama karena biasanya saya kira untuk beberapa perusahaan retail mereka sudah stock beberapa item produk dalam kuota tertentu sebagai persediaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Keadaan pasar yang senantiasa dinamis bergerak naik dan turun terkadang menyebabkan  stok barang yang sudah mereka siapkan menjadi barang sisa yang sulit untuk dijual, dikarenakan percepatan kebutuhan konsumen akan sebuah produk akan terus berubah. Kondisi seperti ini seringkali menjadi faktor kerugian bagi beberapa pelaku bisnis retail khususnya para startup yang baru saja memulai bisnis.

Dalam upaya menekan cost kerugian dari kondisi tersebut salah satu solusinya adalah mengurangi jumlah stock barang menjadi sistem P.O (pre order) dimana produk yang dipesan oleh konsumen akan diproduksi jika sudah memenuhi kuota tertentu, namun juga terkadang kita bisa menemukan upaya para pelaku bisnis ini yang tetap berusaha menjual stock barang sisa dengan harapan masih bisa meraup sedikit keuntungan. Nah ngobrolin mengenai upaya menjual barang stock sisa atau barang lama mungkin beberapa tips creative sales yang bisa digunakan:

1. Garage Sales

Cara ini seringkali dilakukan oleh beberapa bisnis retail walaupun menggunakan istilah yang berbeda-beda pada dasarnya konsep program ini adalah event Garage Sales, dimana dalam kegiatan yang biasanya diselenggarakan di halaman depan toko dijual beberapa produk (item barang) yang biasanya stock barang sisa atau barang lama dengan penawaran harga yang sangat special (penawaran yang mungkin tidak akan konsumen dapatkan seperti biasanya disaat melaakukan pembelian secara reguler).

2. Discount For Selected Item

Nah ini juga salah satu cara yang lumrah digunakan oleh beberapa industri retail penawaran dengan iming-iming diskon yang bisa menjadi daya tarik persuasif bagi konsumen. Beberapa barang stock lama bisa kita jual dengan diskon khusus misalkan up to 50%, besar kecilnya diskon tentu saja harus disesuaikan dengan kategori dan jenis produk tersebut. Supaya lebih menarik dan meyakinkan konsumen biasanya beberapa pelaku bisnis retail mencantumkan harga sebelumnya yang sudah di markup disandingkan dengan harga diskon yang sangat berbeda seolah-olah harganya sangat murah.

3. Packaging

Jika ada budget khusus packaging bisa menjadi salah satu upaya untuk menambah nilai value dari produk stock lama bagaimana kita kemas kembali produk tersebut supaya lebih segar dan menarik bagi konsumen, sehingga barang stock lama menjadi barang baru yang siap untuk dijual kepada konsumen.

4. Copywriting

Copywriting juga menjadi faktor penting dalam penjualan tidak hanya untuk barang stock lama saja namun juga berlaku untuk barang baru khususnya khususnya dalam menyampaikan serangkaian kalimat yang biasanya disertai gambar kedalam display promosi yang menarik dan persuasif bagi konsumen sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian. Misalkan penawaran special khusus hari ini anda cukup membayar seharga Rp. 99.999,- untuk mendapatkan barang ini, buy one get two, diskon hingga 50% khusus member. Intinya adalah bagaimana mengimplementasikan kreatifitas kita kedalam sebuah kalimat promosi yang persuasif dan menarik bagi konsumen.

5. Paket (Kombinasi Dengan Barang Baru)

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menekan produk stock lama yang tersisa adalah dengan sistem paket dimana produk tersebut kita kemas dan kita jual dengan produk stock baru. Misalkan sepatu yang merupakan produk stock lama dikemas dengan tas kulit yang merupakan produk stock baru, dan tentu saja value atau daya tarik yang dijual kepada konsumen adalah special price dimana mereka bisa mendapatkan kedua item tersebut dengan harga special.

6. Bonus (On The Spot)

Stock barang lama tidak selalu harus dijual karen kita bisa menggunakannya sebagai item bonus (promo khusus untuk konsumen), dimana biasanya promo ini berlaku khusus konsumen yang melakukan pembelian on the spot pada periode tertentu misalkan konsumen yang pada periode promo ini melakukan pembelian pada kelipatan tertentu atau minimal Rp. 250.000,- mendapatkan bonus item berupa 1 set mug cantik *yang notabene barang stock lama atau sisa. Semua kembali lagi pada kekuatan copywriting promo yang menarik dan persuasif untuk menarik konsumen supaya membeli lebih banyak atau sering untuk mendapatkan item bonus selama periode promosi. Selain menjadi item bonus program ini juga sebagai bentuk C.R.M Costumer Relationship Management bagi bisnis kita.

7. Prize For Kuizz (On-line)

Kurang lebih sama dengan konsep Bonus (On The Spot) menjadikan produk stock lama sebagai hadiah untuk konsumen kita namun yang membedakan disini adalah lebih pada implementasi program. Jika sebelumnya kita berfokus pada aktifitas promosi di dalam toko (instore activity) kini kita fokus pada promo online yang sekali lagi memanfaatkan fasilitas Social Media (Facebook & Twitter) sebagai media. Dalam hal ini kita mengajak fans ataupun follower kita untuk berpartisipasi mengikuti kuizz yang berhubungan dengan bisnis kita dimana hadiahnya adalah beruba item tertentu yang sudah disediakan. Misalkan Twitter pada saat konsumen berbelanja diminta mention bahwa dirinya sedang di sebuah retail store yang sedang menyelenggarakan promo diskon besar-besaran atau melalui Facebook fans diminta mengirimkan foto dirinya saat menggunakan produk kita dimana akan di publish di Facebook, yang paling banyak di like atau dikomentari berhak mendapatkan hadiah.

8. Item For Barter Promo

Produk barang stock lama juga bisa kita manfaatkan untuk menjalin kerjasama barter promo, misalkan sebuah retail store fashion kerjasama dengan sebuah cafe dimana retail store fashion misalkan memberikan 12 item produk stock lama sebagai hadiah promo cafe yang diajak barter, dimana setiap konsumen mereka yang berbelanja nominal atau kelipatan tertentu akan diberikan salah satu item tersebut. Feedbacknya bagi retail store fashion berhak menempatkan material promosi Flyer & Roll Banner di cafe tersebut, sebuah solusi promosi yang layak dilakukan bukan?

9. Display Change

Display barang di toko (retail store) terkadang menjadi alasan kenapa sebuah produk dibeli atau dihindari oleh konsumen, dengan demikian display barang juga menjadi bagian penting dalam proses menekan produk stock lama supaya terjual. Beberapa diantaranya bisa dilakukan upaya mengubah tampilan display “point of purchase” lebih menarik, menempatkan display produk stock lama di barisan paling depan, menempatkan display produk stock lama berdekatan dengan produk baru, atau misalkan menyatukan beberapa display barang stock lama dengan yang baru. Semua hal tersebut ditujukan supaya barang-barang stock lama lebih sering dilihat atau pertamakali dilihat oleh konsumen sehingga kemungkinan pembelian semakin besar.

10. Tukar Barang Lama

Cara ini juga dapat dilakukan dengan membuat program tukarkan barang lama, barang lama tersebut diberikan harga khusus kemudian konsumen dapat menggunakan uang hasil menjual barang lamanya untuk DP/ uang muka pembayaran barang baru. Produsen-produsen alat rumah tangga dan elektronik sering kali membuat program seperti ini untuk menghabiskan sisa stok barangnya.


sumber : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2012/06/10-solusi-menjual-stok-barang-lama.html

Pesan Sir Richard Branson Untuk Kalian Calon Pengusaha Muda: “ Just Do It !! ”

Sir Charles Richard Nicholas Branson lahir pada tanggal 18 Juli 1950 di Surrey, London, Inggris. Beliau adalah seorang pebisnis dan investor di negara Inggris. Bisnis yang beliau pimpin adalah Virgin Group. Ia merupakan anak dari pasangan Edward James Branson yang bekerja sebagai pengacara dan Eve Branson yang merupakan seorang pramugari.

Richard muda adalah anak yang mempunyai kelaninan disleksia, sehingga ia mengalami kesulitan ketika bersekolah. Tapi, pada usia 16 tahun ia sudah mampu mempublikasikan majalah yang mampu meraup $8.000 dari pemasukan iklan. Dengan angka pemasukan dari iklan yang sangat fantastis, edisi pertama yang berjumlah 50.000 eksemplar tersebut pun dipasarkan secara gratis

Richard Branson berbicara tentang bagaimana awal debutnya memulai membangun wirausaha di awal 20-an dan belajar mengambil resiko. Melalui beberapa tahap, pengusaha Richard Branson tidak kehilangan semangat dan tekadnya untuk memperkenalkan merek-nya. Aura ini membuat dia menjadi sangat inspiratif untuk calon pengusaha muda yang ingin berwirausaha.

"Kebanyakan orang-orang muda memiliki ide-ide yang bagus. Mereka akan menemukan bahwa 99%  orang akan memberi mereka alasan mengapa ide mereka telah dilakukan sebelumnya, atau mengapa itu bukan ide yang baik." Branson pernah mengatakan kepada Presiden Inc 's dan kepala editor Eric Schurenberg selama wawancara eksklusif. "Pada akhirnya, Anda harus mengatakan, “Persetan. Lakukan saja. “

Pada usia 15, Branson keluar dari SMA untuk memulai bisnis pertamanya, membuat majalah untuk aktivis muda berjudul Mahasiswa. 

Empat tahun kemudian, pada tahun 1970, Branson mulai menjualnya melalui pos. Pada tahun 1971, ia membuka record store pertamanya. Pada tahun 1972, ia membuka sebuah studio rekaman. Kemudian pada tahun 1973, ia mulai membuat label rekaman sendiri. Kerajaan bisnis The Virgin telah dimulai sebelum Branson berumur 24.

Saat ini, Virgin Group merupakan konglomerat terbaik sedunia dari sekitar 350 perusahaan. Virgin Group memiliki cabang usaha dalam dunia hiburan, travelling, dan industri handphone.

Namun tidak semua ide-ide besar Branson ini berhasil. Virgin Airlines dan Virgin Mobile sekarang adalah merek unggulan Branson. Tapi ingat Virgin Cola? Dengan resiko besar dan mendapatkan kegagalan besar. Branson memiliki rahasia tindak lanjut untuk menuju kesuksesan. Penentuan bahkan ketika gagal tampaknya tak terelakkan.

Yah, kira-kira seperti inilah nasehat beliau :

"Jika Anda memiliki tekad yang cukup, anda akan berhasil karena apa yang Anda pelajari dari saat-saat ketika Anda tidak berhasil akan membuat anda sukses." kata Branson. "Yang paling penting adalah untuk tidak menunda pekerjaan dan menghitung kegagalan. Just do it!! ".

Saya menjadi seorang pengusaha karena kesalahan. Setiap kali saya terjun ke dunia bisnis, itu bukan untuk menghasilkan banyak uang. Saya berpikir, saya bisa melakukan yang lebih baik dari apapun. Dan, sebisa mungkin, jangan sampai putus asa karena jalan kesuksesan yang telah diambil oleh orang lain. Lakukan saja ide yang muncul di dalam pikiran anda, dan berusahalah untuk mencapai kesuksesan tersebut!!

sumber : http://www.hipwee.com/opini/pesan-sir-richard-branson-untuk-kalian-calon-pengusaha-muda-just-do-it/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget